Kamis, 04 Oktober 2018

Study Tour SMPN 1 Pulokulon Dibatalkan Karena Kecelakaan

Study Tour SMPN 1 Pulokulon Dibatalkan Karena Kecelakaan

https://newskorandays.blogspot.com/2018/10/study-tour-smpn-1-pulokulon-dibatalkan.html


AGEN POKER Sebuah rombongan study tour asal SMPN Pulokulon 1, Grobogan, Jateng, hingga saat ini masih berada di Rest Area KM 207 tol Pejagan-Kanci. Mereka semua membatalkan perjalanan ke Jakarta akibat salah satu bus rombongan celaka di tol Pejagan yang menewaskan 4 siswa dan belasan lainnya luka.

Kasat Laka Lantas Polres Brebes, Jawa Tengah, AKP M Rikha Zulkarnaen, saat dihubungi mengemukakan setelah salah satu rombongan mengalami kecelakaan, rombongan lain memilih berhenti di rest area 207 menunggu bus yang kecelakaan tersebut. Mereka semula akan melakukan study tour ke ke Jakarta. Namun kabar terakhir yang diperoleh, kata Kasat Laka Lantas, ada rencana rombongan tersebut akan berbalik arah kembali ke Grobogan atau membatalkan perjalanan study tour.

Tadi saya dapat kabar dari bus yang didepan, (bus) masih di rest area. Bahkan ada rencana balik arah pulang ke Grobogan karena ada kecelakaan, ungkap Kasat Laka Lantas, pada hari Senin (1/10/2018). Seperti diketahui, Bus Pariwisata Agam Tungga Jaya nopol AE 7277 UP mengalami kecelakaan di Tol Pejagang, Brebes, Senin dinihari. Bus yang dikemudikan Adi Sanjaya oleng dan masuk ke areal persawahan. Akibat kejadian ini 4 siswa tewas, 3 orang luka berat dan 11 luka ringan.

Kecelakaan terjadi pada ruas tol Pejagan-Kanci KM 236.800, pukul 00.30 WIB . Lima bus pariwisata Agam Tungga Jaya membawa rombongan siswa asal SMPN 1 Pulokulon, Grobongan, melaju ke arah Jakarta untuk study tour. Saat sampai dilokasi, bus dengan Nopol AE 7277 UP yang berada diurutan terakhir oleng keluar badan dan masuk keparit. Akibat terjadinya ini, 4 siswa SMPN 1 Pulokulon, Grobogan, tewas dan 14 lainnya luka luka. Korban meninggal langsung di bawa ke ruang jenazah RS Gunung Jati dan korban luka dilarikan ke RS Plumbon Cirebon.

Kata Kasat Laka Lantas Polres Brebes, AKP M Rikha Zulkarnaen, menjelaskan korban meninggal masih dipastikan identitasnya. Namun dia membenarkan jumlah korban dalam kecelakaan ini sebanyak 4 orang. Dijelaskan Kasat Laka Lantas, dalam kecelakaan ini akibat kurang hati-hatinya pengemudi. Saat mengemudikan kendaraan, sopir mengantuk dan tidak dapat mengendalikan bus yang dikemudikannya itu.

Dugaan sementara karena mengantuk sehingga tidak bisa mengendalikan bus dan masuk ke areal persawahan dan parit, imbuhnya. Kecelakaan ini masih dalam penanganan Polres Brebes. Sopir bus Adi Sanjaya Bin Wagiyo (25) Alamat Desa Suratmajan RT 05 RW 01 Kecematan Maospati Kabupaten Magetan Jawa Timur telah diamankan dan dimintai keterangannya, soal kecelakaan tersebut.

Siswa yang mengalami kecelakaan bernama Atika mengatakan sebelumnya mengalami kecelakaan bus, bus sempat berhenti sebentar. Teman-teman ada yang tidur. Sempat berhenti dulu, kemudian jalan lagi, terus kecelakaan, kata Atika kepada media wartawan, saat ditemui di RS Plumbon, Cirebon, Jawa Barat, Pada hari Senin (1/10/2018). Menurut dia, bus sempat goyang-goyang dan oleng. Bus ditumpangi pindah jalur kemudian terguling. Sebelum terguling, Atika mengaku mendengar suara ledakan yang kencang.

Katanya tuh ban busnya pecah. Terus oleng. Saya duduk di bagian belakang. Kepala terbentur bagian bawah bus saat jatuh, kata Atika. Senada disampaikan Pinkan Bela Saputri. Pinkan mengalami luka di bagian tangan karena tertusuk pecahan kaca bus. Pinkan mengaku mendengar suara ban pecah. Goyang-goyang busnya. Katanya bannya pecah. Busnya oleh terus pindah jalur, ucapnya.

Pinkan bersyukur hanya mengalami luka ringan. Sedangkan, empat temannya yang tewas, dikatakan Pinkan, merupakan siswi yang duduk di bagian belakang. Saya duduk kursi ke tiga dari depan. Saya bantu teman-teman dulu. Kalau yang meninggal itu teman saya, duduknya di belakang, ujar Pinkan.

Korban meninggal ada 4 orang. Jenazah jenasah RS Gunung Jati, Cirebon. Identitas menyusul.

Korban Luka berat, dirawat di RS Plumbon, Cirebon:
1. Dwi Evi Aprililia, perempuan (P), robek dada kiri, belum sadar,
2. Imelda Tesya Ningrum, (P) lengan kiri putus,
3. Ridho Yoga Baskara, laki-laki (L), robek dan patah panggul kiri.

Korban luka ringan: dirawat di RS Plumbon, Cirebon:
1. Atika Arifaniningsih, (P)
2. Bela Amelia, (P)
3. Faolia Jonathan, (L)
4. Shobahun Niam, (L)
5. Dewi Arimbi, (P)
6. Eka Cindy Kurniawati, (P)
7. Ananda Indri, (P)
8. Sri Maryawati Spd, (P)
9. Supriyati Spd, (P)
10. Cholik Chaerudin, (L), 37, Tour Leader, asal Klaten rt 3 rw 2 Kaliwungu Kendal,
11. M Arif Fauzan, (L), 32 th, Banjardowo, Semarang.

Wakil Kepala Siswa SMPN 1 Pulokulon, Sodikin, ada 5 bus yang membawa 210 siswa dan 20 guru pendamping. Yang mengalami kecelakaan adalah bus 2. Dari keterangan guru pendamping, 4 orang yang menjadi korban meninggal adalah siswa kelas 8.

Keempatnya adalah Akhiyat Mufti Syahbana (14) asal RT 1 RW 3 Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon; Fidya Kastarena (14) asal RT 1 RW 1, Desa Tuko, Pulokulon; Desy Rukma Sitasari (14) asal RT 1 RW 7 Dusun Semutan, Desa Jetaksari, Pulokulon; dan Moh Mafthut Ahnan (14) asal RT 3 RW 7 Dusun Ngampel, Desa Panunggalan, Pulokulon.

Dia menjelaskan, akibat kecelakaan itu rombongan seluruh rombongan membatalkan acara study tour dan kembali ke Grobogan. Jenazah (korban) juga dibawa. Diperkirakan sekitar pukul 21.00 WIB akan tiba di Pulokulon, lanjutnya.

Rencananya rombongan dari SMPN 1 Pulokulon itu hendak melakuka study tour ke TMII, IPTEK, Museum Geology Bandung, Monas, GSA, Dufan, Pantai Ria Ancol dan Cibaduyut.

Ini musibah kedua. Tahun lalu juga kecelakaan dan meninggal satu orang siswa. Kecelakaan di Tol Cipali, ujar Sodikin.

Rabu, 03 Oktober 2018

Siswa Di Palembang Tewas Oleh Bos Begal

Siswa Di Palembang Tewas Oleh Bos Begal

https://newskorandays.blogspot.com/2018/10/siswa-di-palembang-tewas-oleh-bos-begal.html


Sebagai otak pelaku begal dan geng motor yang telah menewaskan seorang pelajar di Palembang, Sumatera Selatan, 2 bulan lalu akhirnya ditangkap juga saat keluar. Pelaku ditembak karena melakukan perlawanan kepada anggota kami.

Pelaku ini bisa dikatakan sebagai otak pelaku yang menewaskan pelajar pada juli lalu. Jadi dari 16 pelaku, baru 11 pelaku yang sudah ditangkap terlebih duhulu oleh tim Reskrim Polresta Palembang, terang kasubdit Jatanras Dit Reakrimum polda Sumsel, AKBP Yoga Baskara, pada hari Rabu (3/10/2018).

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku aksi brutalnya dilakukan karena mereka dendam pada seseorang. Dimana salah satu teman mereka juga pernah menjadi korban begal dan geng motor. Motifnya sejauh ini dendam, tetapi tidak jelas sasarannya. Dari pelaku RD sendiri, kami temukan celurit dan sepeda motor milik korban. Sepeda motor rencananya mau dia jual kepada penadah, kata Yoga.

Romadhan, kata Yoga, ditangkap pada hari Jumat (28/9) sekitar pukul 21.30 WIB, saat tiba dirumahnya daerah Lebong Gajah, Sako palembang. Di mana, pelaku ini baru saja datang dari persembunyiannya selama menjadi buronan.

Sebagaimana diketahui, Madon bersama 15 temannya melakukan serangan brutal pada hari Senin (9/7) sekitar pukul 02.00 WIB di Jalan Mayor Zurbi Bustan atau tepat di depan kantor Den Intel Kodam Sriwijaya. Ada tiga Pelajar menjadi korban dan satu diantaranya tewas luka bacok. Korban tewas bernama Deni (16), warga Sidomakmur, Sukajaya, Kota Palembang. Selain Deni, ada Saputra yang kritis dan Erlangga dengan luka bacok ringan.

Polisi Tunggu Hasil Visum, Kasus ABG Karawang Diduga Diperkosa

Polisi Tunggu Hasil Visum, Kasus ABG Karawang Diduga Diperkosa

https://newskorandays.blogspot.com/2018/10/polisi-tunggu-hasil-visum-kasus-abg.html


AGEN POKER Polis sedang menunggu hasil visum et repertum untuk melengkapi pemeriksaan kasus dugaan perkosaan yang menimpa wanita usia 15 tahun. Petugas juga siap memanggil saksi dan dua remaja yang mencekoki siswi asal Rengasdengklok Karawang itu.

Sambil menunggu hasil visum dan laboratorium, kasusnya masih terus kami selidiki, kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya saat dikonfirmasi via telpon pada hari minggu (30/9/2018).

Anak baru gede (ABG) tersebut mengeluh sakit dibagian kemaluannya dua hari ditemukan dalam kondisi mabuk bersama dua remaja pria ditempat pembuangan sampah sementara atau TPS di Cikelor. Namun, untuk memastikan penyebab sakitnya, hasil visum dan pemeriksaan laboratorium akan sangat membantu polisi dalam penyelidikan kasus tersebut.

Saudara dari perempuan tersebut merasa bahwa ada dugaan tindakan pelecehan pada saat kejadian, kemudian melaporkannya ke Polres Karawang. Jadi sebetulnya kami masih menyelidiki kasusu ini, kata Slamet menegaskan.

Selain itu, polisi juga membantah petugas di Polsek Rengasdengklok menerima suap dan melepaskan dua remaja pria yang mencekoki menerima suap dan melepaskan dua remaja pria yang mencekoki siswi tersebut. Menurut Slamet, justru keluarga ABG itu tidak memberikan keterangan adanya perkosaan kepada putugas.

Pada saat itu, dari keluarga wanita yang ditolong dan dibawa oleh petugas ke rumah sakit dan sama sekali tidak memberikan keterangan adanya pemerkosaan kepada petugas, kata Slamet. Justru keluarga wanita tersebut adalah salah satu pihak yang meminta agar semuanya kedua pemuda bisa pulang dan masalah selesai, Slamet menambahkan.

Hal itu diperkuat oleh keterangan Enin Saputra, kakek korban. Anak saya melaporkan kasus itu ke Polsek Rengasdengklok. Laporannya kasus kenakalan remaja karena cucu saya dicekoki, tutur Enin.

Namun, dua pria oknum ormas di Rengasdengklok malah memanfaatkan situasi. Enin bercerita, kedua oknum itu mengaku sebagai mediator polisi dan meminta uang pelicin supaya laporan korban ditindak lanjuti.

Modus tipu-tipu oknum itu ketahuan saat petugas Polsek Rengasdengklok menolak uang suap tersebut. Alhasil oknum ormas itu mengembalikan uang itu ke ayah korban pada Sabtu petang (29/9). Polisi menolak uang ini. Ribet lah, kata Enin menirukan ucapan oknum tersebut.

Oknum ormas langsung masukin uang ke saku anak saya. Dia bilang Polisi menolak. Sepertinya anak saya tertipu, Enin kembali menjelaskan.

Selasa, 02 Oktober 2018

4 Anak Dibawah Umur Kumpul Kebo Usai Menggasak Motor

4 Anak Dibawah Umur Kumpul Kebo Usai Menggasak Motor

https://newskorandays.blogspot.com/2018/10/4-anak-dibawah-umur-kumpul-kebo-usai.html


Polres Rokan Hilir (Rohil) di Riau menangkap 4 anak bawah umur usai melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Mereka ditangkap saat kumpul kebo bersama teman wanitanya.

Mereka mengakui telah mencuri sepeda motor di kawasan pasar pagi Bagan Batu. Kini ke empat pelaku ditahan di Polsek Bagan Sinembah, kata Kapolres Rohil, AKBP Sigit Adiwuryanto kepada wartawan, pada hari Minggu (30/9/2018).

Sigit menjelaskan, aksi pencurian ini dilakukan para tersangka pada hari Minggu (23/9) lalu. Mereka mengambil motor di kawasan pasar Pajak Baru, Bagan Batu. Atas kehilangan tersebut, korban membuat laporan ke Polsek setempat. Tim melakukan penyelidiki atas laporan tersebut, kata Sigit.

Dalam sepekan setelah dilakukan penyelidikan, sambung Sigit, pelaku mengarah ke empat tersangka. Pada hari Jumat (28/9), mendapatkan informasi adanya anak remaja yang lagi kumpul kebo di sebuah rumah kontrakan.

Tim melakukan penangkapan di lokasi. Ada 6 pria termasuk 4 pelaku curanmor. Di rumah kontrakan itu ada dua wanita, kata Sigit.

Saat dilakukan penangkapan, kata Sigit, satu pria melarikan diri atas nama Putra Pakpahan yang statusnya DPO Polsek Simpang Kanan melarikan diri. Satu pria lagi atas nama Aldi Alusius statusnya DPO Polsek Simpang Kanan.

DPO Aldi kita diamankan dan dibawa ke Polsek Simpang Kanan. Sedangkan empat pelaku curanmor inisial ditahan di Polsek Bagan Sinemba, kata Sigit.

Ini Yang Bikin Beda Obat Herbal

Ini Yang Bikin Beda Obat Herbal

https://newskorandays.blogspot.com/2018/10/ini-yang-bikin-beda-obat-herbal.html


AGEN POKER Obat herbal emang dipercaya menyembuhkan berbagai penyakit sejak zaman nenek moyang, karena saat itu belum ada teknologi pembuatan obat secanggih sekarang. Hingga saat ini obat herbal tetap jadi andalan dan dari segi pengolahannya masih ada yang menggunakan cara tradisional, namun ada juga yang sudah berkembang dengan teknologi modern.

Obat herbal merupakan bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang dipercaya secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

Dari waktu ke waktu, cara pengolahan obat herbal mengalami berbagai pengembangan. Berikut ini tiga cara pengolahan obat herbal yang masih digunakan dalam industri obat herbal masa kini.

1. Pengolahan tradisional

Pada pengolahan obat herbal tradisional, yang biasa dikenal saat ini adalah jamu. Pengolahan tradisional dimulai dari cara pembuatan, cara penggunaan, pembuktian khasiat, dan keamanannya berdasarkan pengetahuan tradisional. Prosesnya pun sederhana, yaitu dengan cara mengeringkan bahan baku, kemudian ditumbuk atau digiling dan langsung dikemas.

2. Pengolahan semi modern

Pengolahan obat herbal ini menggunakan sistem ekstraksi. Sejak tahap awal, yakni tahap Simplisia, bahan alamiah yang digunakan sebagai bahan obat belum langsung diolah. Selanjutnya dilakukan tahap kedua, ekstraksi yaitu sediaan yang dihasilkan dari proses penyaringan simplisia menggunakan suatu metode ekstraksi khusus.

3. Pengolahan modern

Proses pengolahan obat herbal ini adalah yang paling mutakhir dan merupakan proses pengembangan dari pengolahan semi modern. Prosesnya disebut Advanced Fractionation Technology (AFT), yaitu proses untuk menemukan fraksi spesifik yang memiliki aktivitas biologis pada suatu masalah kesehatan.

Proses lanjutan dari tahapan akhir pengolahan semi modern ini disebut dengan fraksi, yaitu hasil pemisahan dari suatu ekstrak berdasarkan sifat kimianya dengan menggunakan suatu metode fraksinasi. Selanjutnya, tahapan akhir adalah fraksi bioaktif yang merupakan suatu fraksi yang telah terbukti memiliki aktivitas farmakologi/khasiat terhadap suatu indikasi tertentu.

Tahapan tersebut merupakan tahapan berdasarkan kealamian bahan berdasarkan profil kimiawi. Semakin tinggi tingkat kemurnian produk yang diharapkan, maka dibutuhkan proses yang lebih kompleks, lebih lama, dan teknologi fraksinasi yang lebih canggih.

Dari berbagai proses pengolahan tersebut, tentu akan berpengaruh terhadap resiko kesehatan. Hal itu disebabkan karena dua metode sebelumnya, yakni tradisional dan semi modern, masih belum dilakukan proses pembersihan sehingga masih banyak kotoran yang tidak tersaring di level molekular bahan.

Salah satu obat herbal yang menggunakan pengolahan modern adalah HerbaKOF yang pengolahannya telah teruji dan terstandarisasi menggunakan Fraksi Bioaktif. Obat batuk herbal yang diproduksi oleh perusahaan farmasi Dexa Medica ini diproses menggunakan teknologi fraksinasi mutakhir, yaitu AFT. Teknologi tersebut baru pertama kali dan menjadi satu-satunya di Indonesia.

Dengan pengolahan AFT, zat yang ada dalam bahan alami tersebut masuk ke dalam tubuh hanya bagian molekulnya yang benar-benar dibutuhkan untuk menyembuhkan penyakit batuk, sehingga hanya sedikit yang masuk dan membuat kerja hati dan ginjal menjadi lebih ringan. Bagi yang saat ini batuk, dan ingin mencoba, bisa didapatkan di sini.

HerbaKOF merupakan obat herbal modern yang terbukti secara empiris mampu meredakan batuk dan melegakan tenggorokan. Bahan-bahan alami yang digunakan antara lain daun legundi, rimpang jahe, daun saga, buah mahkota dewa, dan madu.

HerbaKOF memiliki empat keunggulan yaitu meredakan batuk, apapun jenis batuknya, meredakan radang tenggorokan, melegakan pernafasan, dan menghangatkan saluran pernafasan. Tidak seperti obat batuk herbal biasa. Karena teknologi fraksinasi yang digunakan, membuat HerbaKOF dapat bekerja lebih efektif dan cepat dibandingkan obat batuk herbal lainnya.

Senin, 01 Oktober 2018

Bayi Tepisah Dari Orang Tuanya Karena Korban Gempa Cerita Mensos

Bayi Tepisah Dari Orang Tuanya Karena Korban Gempa Cerita Mensos

https://newskorandays.blogspot.com/2018/10/bayi-tepisah-dari-orang-tuanya-karena.html


Mentri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita bercerita soal bayi yang menjadi korban selamat dari gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah. Agus mengatakan bayi tersebut ditemukan warga di got dekat runtuhan rumah.

Ini salah satu korban bencana, ditemukan oleh seorang warga di got. Kemudian warga tersebut membawa bayi ini ke sini, kata Agus dilihat dari video yang diperoleh wartawan, pada hari Sabtu (29/9/2018).

Agus mengatakan bayi tersebut terpisah dari orang tuanya. Saat ini tim sedang mencari keberadaan orang tua dari bayi tersebut.

Sekarang sedang kita cek keberadaan orang tuanya. Nanti kita tunggu perkembangannya, apakah orang tuanya bisa dicari atau tidak. Setelah itu kita ambil langkah selanjutnya, ujarnya.

Sementara dari video tersebut, terlihat bayi yang digendong Agus mengalami luka dikaki sebelah kanan. Ada perban yang menutupi luka di kaki bayi tersebut.

Selain itu, Agus mengatakan Kemensos telah berupaya berupaya mengirimkan bantuan untuk korban gempa di wilayah Palu, Donggala, dan sekitarnya. Menurutnya, pengiriman bantuan terkendala akses jalan ke wilayah terdampak gempa dan tsunami.

Secepatnya bantuan, kita upayakan secepatnya, dari Kementerian Sosial kita sudah berangkatkan dari Gorontalo dari Makassar. Dari Jakarta sudah kita siapkan, cuma kondisi akses jalanan banyak kerusakan, kalau cepat, kita maunya cepat, ujarnya.

Sebelumnya, BNPB menyatakan korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu berjumlah 384 orang, 540 orang luka dan 29 orang dinyatakan hilang dan sekitar 16 ribu orang mengungsi. Jumlah tersebut merupakan data sementara hingga pukul 13.00 WIB dan hanya berasal dari Kota Palu.

Sementara itu, Kementerian Kominfo mengatakan jumlah korban gempa dan tsunami di Palu mencapai 405 orang. Data ini dipaparkan dalam rapat koordinasi yang dilakukan di tenda gubernuran Sulteng bersama Sulteng, Mendagri, dan BPBD Sulteng. Sejumlah pejabat melakukan tinjauan ke Palu di antaranya Menhub, Panglima TNI, Menkominfo, Menteri Sosial, Wakapolri.

Terapis Pijat Menolak Berhubungan, Mahasiswa di Malang Aniaya Seorang Terapis

Terapis Pijat Menolak Berhubungan, Mahasiswa di Malang Aniaya Seorang Terapis

https://newskorandays.blogspot.com/2018/10/terapis-pijat-menolak-berhubungan.html


AGEN POKER Seorang mahasiswa di Malang, Jawa Timur, ditangkap polisi karena menganiaya seorang terapis pijat. Gara-garanya terapis tersebut menolak diajak making love (ML) oleh si mahasiswa di Malang, Jawa Timur.

Penganiayaan terjadi pada hari Minggu (23/9/2018) siang. Korbannya bernama Umi Kalsum (34), warga yang mengontrak rumah di Jalan Terusan Danau Kerinci, Mangliawan, Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Awalnya pelaku yang diketahui bernama Aris Asari (22) itu memesan jasa korban. Pelaku memang sudah pernah bertemu dengan korban sebelumnya, sehingga saat pelaku datang untuk kedua kalinya, korban tak menaruh curiga.

Korban kemudian mengajak pelaku ke kamar belakang, di mana korban menjalankan jasa pijatnya. Keduanya sempat mengobrol. Pelaku kemudian menyampaikan niatnya untuk mengajak korban berhubungan badan. Niat itu langsung ditolak, yang diduga menyebabkan pelaku emosi dan memukuli korban, terang Kasubag Humas Polres Malang Ipda Eka Yuliandri Aska kepada media wartawan, pada hari Sabtu (30/9/2018).

Bogem mentah berulang kali dilayangkan pelaku ke wajah korban hingga mengakibatkan luka dan berdarah. Leher korban juga dijerat menggunakan kabel charge telpon seluler. Wajahnya pun dibekap dengan bantal. Setelah menganiaya, pelaku kabur menggunakan sepeda motor. Selama dianiaya korban sempat berteriak minta tolong, setelah pelaku kabur, korban menghubungi saudaranya, beber Aska.

Karena luka yang dialami cukup parah, korban dilarikan ke rumah sakit. Saat itulah korban melaporkan kejadian ini ke polisi.

Identifikasi kemudian digelar. Dari keterangan korban, pelaku lima hari sebelumnya datang meminta dipijat dan mengajak korban berhubungan badan, tapi ditolak dan kemudian datang lagi menganiaya korban, ujar Aska.

Polisi yang berhasil mengungkap identitas pelaku kemudian langsung menggerebek tempat tinggalnya. Warga Genengan, Pakisaji, Kabupaten Malang tersebut ditangkap tim gabungan Satreskrim Polres Malang dan Polsek Pakis pada hari Jumat (28/9/2018).

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun penjara.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...