Tampilkan postingan dengan label new. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label new. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Agustus 2018

Densus 88 Menggeledah Sebuah Rumah Di Sleman

Densus 88 Menggeledah Sebuah Rumah Di Sleman

https://newskorandays.blogspot.com/2018/08/densus-88-menggeledah-sebuah-rumah-di.html


Tim dari Densus 88 Antiteror menggeledah sebuah rumah di RT 006 RW 013, Dusun Sribit Lor, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Sleman. Rumah tersebut dihuni oleh pasangan suami istri.

Tadi ada polisi ngaku dari Markas Besar, mengajak saya jadi saksi untuk geledah rumah milik Arif, kata Ketua RT 06, Wirdiyana ditemui di rumahnya, Sabtu (4/8/2018).

Wardiyana menjelaskan Penggeledahan dilakukan sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu dia hendak salat dzuhur didatangi oleh beberapa pria yang mengaku polisi dari Mabes Polri. Dia diajak untuk menjadi saksi penggeledahan isi rumah Arif. Penggeledahan berlangsung sekitar 30 menit.

Dirumahnya hanya ada istrinya, kalau Arif saya tidak tahu. Tadi polisi banyak, puluhan, ada yang pakai penutup wajah, yang diambil beberapa dokumen dibawa pakai 2 tas plastik, jelasnya.

Wardiyana mengaku saat penggeledahan berlangsung warga sekitar dilarang mendekat. Jalan kampung depan rumah Arif juga ditutup oleh polisi.

Kalau kasusnya apa, saya tidak tahu. Tadi istrinya tidak dibawa, hanya dokumen itu yang dibawa kepolisian. Arifnya saya juga tidak tahu apa ditangkap atau tidak karena tadi dia tidak ada di rumah, imbuhnya.

Sementara itu saat awak media mencoba bertandang ke rumah Arif, seorang perempuan yang berada di dalam rumah tidak bersedia diwawancarai. Sudah jangan ganggu, ujar perempuan itu singkat sambil menutup pintu rumah.

Rabu, 01 Agustus 2018

Polisi Menjebak Pengedar Dolar Amerika Palsu Di Surabaya

Polisi Menjebak Pengedar Dolar Amerika Palsu Di Surabaya

https://newskorandays.blogspot.com/2018/08/polisi-menjebak-pengedar-dolar-amerika.html


Polisi mengamankan dua tersangka pengedar uang palsu (upal) dolar Amerika Serikat. Dari tangan kedua tersangka polisi mendapatkan dolar palsu sebanyak 1.300 lembar.

Dua tersangka yang diamankan jajaran Polres Tanjung Perak Surabaya yakni, Ahmad Yasin (44) warga Gunungsari, Surabaya dan mustofa (45) warga Sumber Rejo, kecamatan Pandaan, Pasuruan. Mereka diamankan petugas, Senin  (30/7) malam.

Kedua tersangka berhasil diringkus usai mendapatkan informasi dari masyarakat tentang ada nya transaksi jual beli uang palsu di Hotel Grand Kalimas, Surabaya.

Sebelum menangkap mereka, kita membuat tim under cover. Dengan metode yang diterapkan oleh tim-tim under cover kita bisa menangkap kedua tersangka, kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, Rabu (1/8/2018).

Agus juga mengatakan kedua tersangka yang telah diamankan ini bermaksud ingin mengelabui korban-korbannya. Dugaan polisi sangat kuat dari barang bukti yang ditemukan di rumah salah satu tersangka Mustofa, ditemukan peti berisi bunga dan beberapa patung untuk ritual.

Mereka ingin mengelabui korban-korban dengan maksud bisa menarik uang dari bumi dan juga potongan emas yang terbuat dari kuningan, ungkap Agus. Polisi juga mengamankan alat tester uang palsu tambahnya.

Meski berhasil menangkap kedua pelaku, namun keduanya bukan sebagai membuat uang palsu tersebut. Kedua tersangka statusnya adalah pengedar. Untuk pembuatannya masih akan kita kembangkan lagi, ujar Agus.

Terkait peredaran uang dolar palsu yang dimiliki oleh tersangka, polisi juga masih melakukan pendalaman. Saat ini kami masih melakukan pendalaman kemana peredaraan uang palsu mereka, tandasnya.

Dari dua tersangka polisi mengamankan 1.300 lembar dolar AS palsu dengan pecahan 100 dolar AS. Jika dirupiahkan mencapai Rp 1.873.300.000.
Tak hanya itu, di rumah Mustofa petugas juga menyita barang bukti lainnya yakni satu peti berisi uang rupiah pecahan Rp. 50.000 dan Rp 100.000.

Minggu, 29 Juli 2018

Gempa Susulan Masih Terasa Di Sembalun NTB

Gempa Susulan Masih Terasa Di Sembalun NTB




Gempa kembali terasa kuat di kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Warga berlarian ke luar gedung.

Kantor Kecamatan Sembalun, gempa susulan itu terjadi pada Senin (30/7/2018) sekitar pukul 00.42 Wita. Warga berteriak dan menyelamatkan diri keluar kantor.

Gempa, ujar salah seorang warga sambil berlarian keluar rumah dan gedung.
Gempa hanya terasa beberapa detik. Belum ada penjelasan resmi mengenai geteran yang dirasakan warga itu.

Sebelum, gempa 6,4 SR mengguncang sejumlah kawasan di NTB, Minggu (29/7) Pagi. Sejauh ini 17 orang dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian itu.

Adapun di Jakarta, Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), M Sadly, mengatakan hingga pukul 23.00 WIB, telah terjadi 213 kali gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat. BMKG menilai gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Ada 213 gempa susulan. Artinya gempa susulan bisa dikatakan orang panik banyak tapi dari sisi kaidah ilmiah itu suatu penting untuk pelepasan energi bahkan kalau nggak lepas energinya jadi bahaya, kata Sadly kepada wartawan dikantor BMKG, jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sadly mengatakan intensitas kekuatan gempa susulan itu terus menurun dan tidak kuat dari gempa awalnya. Ia mengatakan jika BMKG memerlukan waktu sekitar tiga hari untuk menentukan apakah gempa itu sudah selesai atau masih ada gempa lanjutan.

Selain itu, sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita mengatakan gempa yang terjadi di Lombok sampai sekitar pukul 21.00 WIB sudah terjadi sebanyak 203 kali. Gempa itu pun diperkirakan tidak berpotensi terjadinya tsunami.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...