Sabtu, 08 Juni 2019

Goyangkan Pinggul Yang Menggodakan Dengan Goyangan Cepat Dan Lembut

Goyangkan Pinggul Yang Menggodakan Dengan Goyangan Cepat Dan Lembut 

Goyangkan Pinggul Yang Menggodakan Dengan Goyangan Cepat Dan Lembut

Tawaran Lizah untuk menemaninya malam ini memang sangat menarik. Perjalananku yg sebenarnya merupakan tugas kantor, biarlah aku abaikan dulu. Hujan lebat ku pikir cukup untuk menjai alasan keterlambatanku menyelesaikan tugasku di luar kota. Bercinta dgn Lizah, wanita belia penjaga warung untuk satu malam penuh, hanya akan terjadi malam ini. Karena itulah, ku putuskan untuk mengabiskan malam ini bersama Lizah

Saat kami selesai bercinta, waktu menunjukkan jam 5 sore, Namun hujan waktu itu belum reda. Lizah kembali mengenakan pakaiannya dan keluar dari rumah, menuju warung kecil yg berada di depan rumah. Akupun kembali mengenakan pakaianku yg berserakan dan mengikuti Lizah keluar. Rupanya Lizah sedang membereskan warungnya dan bersiap-siap tutup. Melihat Lizah melaqukannya sendiri, aqu berpikir untuk membantunya meskipun ku sadari sebenarnya aqu bukan siapa-siapa di sini. Aqu hanya seorang yg sedang numpang berteduh dari hujan….
Setelah semua barang dan perkakas warung dibereskan, Lizah kembali mengajakku masuk ke rumah. Aku menurut saja permintaannya, karena ia pasti punya maksud mengajakku masuk. Di dalam rumah, Lizah kembali melepaskan seluruh pakaiannya, dan berbaring di kasur. Aku pun berbaring di sampingnya, sambil memulai perbincangan ringan.
Lizah

Ibu kamu kapan pulang, Lizah?
mungkin sebentar lagi….
Apa tidak dimarahi, Abang ada di sini?
Hmm….. Lizah yg tanggung jawab nanti…
kalau boleh tahu, Lizah akan bilang apa sama Ibu?
Lizah akan bilang bahwa Abang, pelanggan baru Lizah…. Biasanya kalau pelanggan baru memang begitu, Mas! Lizah akan melayaninya satu malam penuh dulu Gratis…
oh begitu ya? Terus, bayaran Lizah untuk satu kali main berapa sih? kalau boleh tahu…
Tergantung…!!! kalau Lizah lagi mood, paling-paling Lizah cuman minta Rp.50.000,- tapi kalau lagi tidak mood, Lizah minta’in sampai Rp.500.000,-
Kalau sama Abang, Lizah suka tidak?
kita lihat malam ini, bisa tidak Abang bikin Lizah suka sama Mas! hehehe…….

Kata-kata Lizah membuatku tak sabar menunggu malam. Tanpa pikir panjang, kembali ku lepaskan seluruh pakaianku lalu berbaring kembali di samping Lizah. Badan mungil Lizah, dgn buah dada yg masih kencang, serta kemaluannya yg masih berbulu kecil, berbaring dalam keadaan bugil, membuat siapa saja yg menatap ingin bercinta dengannya. Lagi pula, meskipun sudah tidak perawan, Namun lobang kemaluan Lizah masih cukup kuat mencengkram gagang kemaluanku.
Lizah! kalau Abang mau mulai sekarang gimana?
Hehehe… udah tidak sabar, ya?
Abis Lizah sih, pakai acara bugil segala….
kalau Mas udah tidak tahan, langsung aja masukin….!

Tanpa pikir panjang, aku langsung membuka selangkangannya dan mengambil posisi untuk segera menancapkan gagang kemaluanku yg sudah kembali keras ke lobang kemaluan Lizah. Tanpa banyak kesulitan berarti, aku telah berhasil membenamkan seluruh gagang kemaluanku di lobang kemaluannya. Dinding kemaluan Lizah yg kenyal dan lembab merupakan hal ternikmat yg pernah menjepit gagang kemaluanku. Aku langsung memainkan bokong, menarik dan menghujamkan kemaluanku ke belahan daging lembut di selangkangan Lizah.

Dalam Pertandingan kedua ini, permainan berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Selama permainan, aku tidak pernah mengubah posisiku, aku hanya terus menggenjot lobang kemaluannya dengan posisi aku berada di atas, dan Lizah berbaring sekedar menikmati setiap gesekan pada dinding kemaluannya. Selama itu, beberapa kali Lizah seperti mengejang, dan mendekap badanku. Mungkin itu merupakan puncak kenikmatan yg beberapa kali ia lewati selama 1 jam permainan monoton. Air mani kembali ku tumpahkan di dalam lubang kemaluan Lizah di akhir permainan, dan badanku terkulai lemah dgn keringat yg bercucuran disekujur badanku. Pertandingan kedua, buatku sangat melelahkan. Aku terhempas di samping badan Lizah, dan tanpa sadar aku tertidur karena kelelahan.

Saat aku tertidur dalam keadaan masih bugil, aku merasa ada seseorang yang memegang dan mengocok kemaluanku dengan tangannya. Awalnya ku pikir itu pasti Lizah, jadi ku biarkan ia terus memainkan gagang kemaluanku, karena ku pikir mungkin Lizah kembali menginginkan untuk memulai Pertandingan ke-2. Namun ada yang janggal ketika gagang kemaluanku masuk ke dalam lobang kemaluan. Ku rasa, cengraman kemaluan Lizah tidak sekuat dua Pertandingan sebelumnya. Akhirnya ku buka mataku, dan ternyata bukan masalah pada kemaluan Lizah, Namun masalah pada sosok yg sedang duduk di atas badanku dengan kemaluan tertancap ke lobang kemaluannya. Aku melirik ke samping, ku lihat Lizah, masih terbaring di sampingku sambil tersenyum kecil kepadaku.

Abang! Ibu juga pingin nyoba merasakan kemaluan Abang yg besar dan panjang…. begitu kata-kata yg keluar menyambut keterkejutanku melihat sosok berbeda yg menikmati gagang kemaluanku. Aku hanya terdiam dan kembali ku arahkan pandanganku kepada perempuan yg sedang menyebadaniku. Dia seorang perempuan setengah baya, mungkin usianya baru 30an atau 40an. Buah dadanya terlihat sudah kendor, Namun karena masih terbalut BH, maka masih terlihat menggoda. kemaluannya hitam ditumbuhi oleh bulu yg sangat lebat dan panjang, berbeda dengan kemaluan Lizah yang masih bersih dgn bulu-bulu kecil di atasnya. Namun tak mengapa, apapun itu, aku hanya berpikir, itu juga tetap lobang kemaluan, lubang kenikmatan pria. Jadi, ku nikmati saja permainan Ibunya Lizah hingga akhirnya ia mengejang dan terkulai lemas dan jatuh di pelukanku.

Ku angkat lututku, dan ku peluk badan Ibunya Lizah, lalu kembali ku mainkan kemaluanku yang masih tertanjap di lobang pada selangkangan ibunya Lizah. Memang tidak begitu rapet, Namun setiap gesekannya juga masih memberi rasa nikmat dan dorongan untuk terus mengejar puncak puncak kenikmatan. Ibunya Lizah yang agak sedikit gemuk tak kuasa untuk menahan desahan-desahan yg terlantun senada dengan keluar masuknya kemaluanku di lobang kemaluannya…

eeh… ehhh… aaahhhh….! suara itu memberiku sebuah rangsangan yg cukup sehingga tidak seberapa lama menunggu, puncak kenikmatan kembali datang menghampiriku, Namun kali ini aku harus menumpahkan air maniku di lobang yg berbeda. Setelah mengetahui aku telah mencapai klimaks persenggamaan, maka Ibunya Lizah bangkit dari posisinya, Namun Lizah menyambutnya dengan menjilati lobang kemaluan ibunya yg basah dan mengeluarkan cairan putih di sela bibir kemaluannya. Lizah seperti begitu menikmati air air maniku yang ada di lobang kemaluan ibunya. Dalam lelah, ku hanya bisa menyaksikan sebuah pemandangan langka, permainan beraroma birahi antara Ibu dan anaknya….

Dari Pertandingan ke-4 hinga ke Pertandingan ke-7, pergumulan terjadi hanya dgn Lizah. Ibunya hanya membiarkan kami terus berpacu memburu tiap puncak kenikmatan sepanjang malam itu. Hebatnya, Lizah terus bisa melayani permainanku, dan pada setiap Pertandingan, Lizah selalu berhasil mencapai puncak kenikmatannya hingga berkali-kali. Dinding kemaluannya juga selalu terasa basah, dan kadang terasa becek dan banjir meluap hingga membasahi sprey kasur tempat kami melakukan percintaan sepanjang malam itu. Pertandingan ke-7 berlangsung sekitar pukul 4 pagi. Puncak kenikmatanku juga tidak lagi berakhir dengan keluarnya air mani, Namun hanya berupa rasa pelepasan ketegangan pada sendi-sendi dan aliran darah di badanku. Sepertinya 7 Pertandingan permainan telah menguras habis stok air mani yang ku miliki.

Menjelang pagi, aku bersiap untuk melanjutkan perjalanan dinasku ke luar kota yg seharusnya sudah ku lakukan dari kemaren, Namun ku ingin memberikan kado selamat tinggal pada Lizah dengan kembali melakukan hubungan intim dan berharap mampu memberinya ratusan puncak kenikmatan dalam pertandingan terakhir. Kali ini, aku melakukannya di kamar mandi sederhana yg hanya berdindingkan seng di bagian belakang rumah kecilnya. Dengan badan yang basah oleh air kendi yang dingin, kembali ku hujam lobang kemaluan Lizah dengan gagang kemaluanku yang menurut ibunya cukup besar dan panjang. Dalam kesadaran bahwa stok air maniku telah habis, aku terus menusukkan kemaluanku di lobang kemaluannya berharap pertandingan terakhir ini berakhir dengan kepuasan yang tak terlupakan.

Aku terus menusuk lobang vagina Lizah dengan kecepatan maksimal yang ku bisa. Seperti jarum mesin jahit, aku terus memacu kecepatan permainan gagang kemaluanku di lobang kemaluannya, berharap pertandingan cepat berakhir dengan kemenangan KO. Namun ternyata, aku tidak bisa mencapai puncak kenikmatan bahkan pada saat ku merasa sudah sangat lelah. Akhirnya ku putuskan untuk menghentikan pertandingan. Namun Lizah tidak terima. Ia lalu menelantangkan badanku di lantai kamar mandi, dan duduk di atas badanku lalu mengarahkan gagang kemaluanku kembali masuk ke lobang kemaluannya. Setelah kemaluan tertanjap sempurna, ia mulai menari dan bergoyg, membawa gagang kemaluanku berdansa mengikuti arah gerakannya.

Trik permainan yg dilakukan oleh Lizah, pastinya sangat melelahkan baginya. Terlihat dari keringat yg menggantikan basah air kendi yg telah kering di badan, karena lamanya permainanku dalam mengejar puncak kenikmatan. Namun trik tersebut cukup lumayan berarti, karena tidak berapa lama ia melakukan itu, seluruh persendianku seakan menegang, karena kuatnya aliran darah di badanku yg seakan tersedot menuju ujung kemaluanku. Hingga akhirnya, aku tak kuasa untuk menahan badanku yg mengejang melepaskan klimaks di ujung kemaluan yg tertancap sempurna di kemaluan wanita muda anak tukang warung.

Setelah mengetahui bahwa aqu kembali mencapai puncak kenikmatan, Lizah mengakiri Pertandingan 8 dengan kemenangan KO, sekaligus mengakhiri persenggamaan satu malam bersama Lizah. Pengalaman yg tak terlupakan dan mungkin tak akan terjadi lagi, karena aqu harus bayar jika ingin kembali bercinta dgn Lizah.??

Jumat, 07 Juni 2019

Kepuasan Dikantor Yang Menggoda Dari Seketaris

Kepuasan Dikantor Yang Menggoda Dari Seketaris

Kepuasan Dikantor Yang Menggoda Dari Seketaris

Ada sebuah cerita mesum sekretaris nakal dengan toket besar menggoda ku dihadapan istriku, sekretaris binal ini berani menggodaku didepan istriku dengan pakaian ketatnya. Ia mulai bekerja di tempat kursus bahasa Inggrisku kira-kira sebulan yang lalu. Pada hari-hari pertama, Dian memang telah menunjukkan sikapnya yang mengundang, dia sengaja memakai baju-baju kerja yang merangsang gairah kelelakianku. Buah dadanya sangat besar. BH-nya mungkin berukuran 38 B. Dia kalau berdiri di hadapanku, ia sengaja membuka kancing baju luarnya sehingga baju dalamnya yang tipis dan menonjolkan bukit dadanya terlihat.

Belum lagi kalau aku berdiri di hadapannya saat memberi instruksi, ia selalu memperhatikan bagian bawah perutku, mula-mula aku risih dibuatnya, karena takut kalau-kalau ketahuan oleh isteriku, tapi saat kupandang wajahnya, ia malah tersenyum-senyum genit. Sekertaris ini wow…, kalau begini, bisa panjang nih urusannya dengan istriku, dalam pikirku ngeres yang mulai merangsang otakku.

Dan ternyata benar! Pada suatu hari Rabu, sekitar seminggu yang lalu, saat kami hendak pulang dari kantor, hujan turun dengan lebatnya, office boy sudah pulang duluan. Hanya tinggal aku dan Dian. Pak, saya boleh nunggu dulu di sini, ya?, tanyanya dengan suara serak-serak basah. Tentu boleh dong, nggak bawa payung ya, Dian?.

Biasanya sih bawa, cuma tadi pagi terburu-buru, jadi ketinggalan, Pak. Oh begitu. Oh ya, pintu sudah dikunci semua? Coba kamu periksa lagi ruang-ruang kelas yang ada. Saya mau ke kamar kecil sebentar. Baik Pak. jawabnya sambil berlalu dari tempat kami berdiri. Kami kebetulan saat itu berada di ruang tunggu orang tua murid yang berdekatan dengan ruang sekretariat tempat kerjanya sehari-hari.

Aku rasanya ingin pipis. Segera saja aku menuju WC di ruang atas. Pada saat ingin ke toilet beberapa menit kemudian, aku berpapasan dengan Dian di lorong antara WC dan ruang kursus, hingga tanpa sengaja aku bertubrukan dengannya. Buk!, sehingga tanganku tanpa sengaja menyenggol payudaranya, wah besar sekali. Wah.., maaf Pak…, sergahnya.

Sama-sama, udah dikunci semua kelasnya, Dian?. Sudah, Pak, jawabnya pelan dengan raut muka lesu. Aduh, lelah sekali rasanya hari ini, keluhnya pelan. Melihat keadaannya itu, aku segera mengambilkan air minum, timbul niatku untuk tidak membuang-buang lagi kesempatan itu, kurogoh kantongku, wah ternyata tidak ada, ya…, aku memang mencari serbuk perangsang untuk dimasukkan ke minumannya nanti.

Bapak mencari ini ya…, tiba-tiba terdengar suaranya sayu sambil menunjukkan kantong kecil putih di tangannya. Ngg…, nggak kok…, jawabku gelagapan. Lalu pak Ivan gugup, bapak nggak perlu pakai ini kok, karena saya siap jika bapak menghendaki saya melayani Bapak malam ini juga, jawabnya dengan suara mesra dan kerlingan mata genitnya.

Nah ini dia yang kutunggu! Lalu kutarik tangannya ke ruang sekretariat, kami siap bertempur di atas meja sekretariat yang lebar. Setelah sampai di sana, tanpa ba-bi-bu lagi ia jongkok dan membuka ritsluiting celana panjangku, dimasukkannya tangannya ke dalam celana dalamku, lalu ditariknya penisku yang sudah mengeras dari tadi, kemudian dikeluarkannya secepat mungkin, kemudian ia mulai menjilatinya dengan pelan-pelan lalu mengulum-ngulumnya sambil mengocok-ngocoknya, dihisap-hisapnya sembari matanya menatap ke wajahku, aku sampai merem melek merasakan kenikmatan yang tiada tara itu.

Cepat-cepat kususupkan tangan kananku ke balik kaus dalamnya, masuk ke dalam BH-nya, wah…, buah dadanya amat besar, kuremas-remas sambil ia terus mengisap-isap penisku yang semakin menegang, kemudian ia mulai membuka bajunya sendiri, aku pun melakukan hal yang sama. Saat kami sudah benar-benar saling telanjang, ia mulai menelungkup ke meja sekretariat, melihat posisinya itu, segera kutarik kakinya ke atas dan kupangku di atas bahuku, lalu aku mulai pelan-pelan memasukkan penisku ke liang surganya yang mulai basah, bless, jeb! jeb! jeb! Uuh…, uh…, uh…, uuuh…, ia mengerang kenikmatan.

Ahh…, nik.., maatt.., Pak…, erangnya. Kedua tangannya bertumpu di atas meja sekretariat. Sambil dia maju-mundur, penisku seperti diremas-remas, dikocok-kocok, dipelintir-pelintir. Lima belas menit kami dalam berada dalam posisi seperti itu. Lalu ia minta untuk mengganti posisi. Aku duduk di atas meja, sedang ia duduk di pangkuanku.

Saat itu dengan pelan-pelan ia meraih penisku dan dimasukkan ke kewanitaannya, ah…, nikmat sekali. Yang kemudian tangannya memegang leherku, sambil menaik turunkan pantatnya yang bahenol itu. Jebb…, jebb…, jebb…, bless…, penisku dimainkannya dengan bernafsu sekali. Beberapa menit kemudian, aku merasa sudah tidak tahan lagi. Saat ini ingin kusemprotkan maniku sebanyak mungkin ke dalam surga dunianya tersebut.

Dan bersamaan memang ternyata Dian akhirnya lebih dahulu mencapai puncak kenikmatan, dipeluknya leherku kuat-kuat, Ah.., Pak Ivan…, nikmat sekali…, erangnya kenikmatan. Aku pun menyusul dengan menyemprotkan cairan ajaibku ke vaginanya, Ccrot! crot! crott!, sehingga 10 kali semprotan masuk ke sana, aduh…, nikmatnya luar biasa. Dalam hati yang paling dalam berkata tak percuma aku mempekerjakan sekretaris seperti dirinya, karena servis yang diberikannya luar dalam amat memuaskan.

Rabu, 05 Juni 2019

Sebagai Pemuas Napsu Para Lelaki Aku Mejadi Bahan Perselingkuhan Lelaki

Sebagai Pemuas Napsu Para Lelaki Aku Mejadi Bahan Perselingkuhan Lelaki

Sebagai Pemuas Napsu Para Lelaki Aku Mejadi Bahan Perselingkuhan Lelaki

Gila, hanya kata itu yang ada dalam benakku saat mengingat kisah pemerkosaan dari para pembantuku yang hingga kini menjadi skandal perselingkuhan. Aku dibuat liar oleh mereka, sungguh ini bukan kehendakku tapi aku sangat menikmatinya. Cerita panas yang sampai kini menjadi rahasia dalam rumah tanggaku. Di dalam ruangan itu terlihat sunyi beberapa dari mereka tidak sanggup melihat dua orang suami istri terbujur kaku, sedangkan di sampingnya terdapat anak yang masih berusia 11 tahun yang sedang menangisi ke dua orang tuanya, karena merasa kasihan aku meminta izin suamiku untuk menemuinya, setelah mendapat izin aku lalu menghampiri anak tersebut berharap dapat menenangkan hati anak tersebut,

Al panggilku pelan sambil duduk di sampingnya, sudah jangan nagis lagi, biarkan kedua orang tuamu beristirahat Anak itu tetap menangis, beberapa detik dia memandangku dan tidak lama kemudian dia langsung memelukku dengan air mata yang bergelinang,
tante, hiks…hiks… Aldi ga mau sendirian, Aldi mau mama, papa… dengan penuh rasa kasih sayang aku mengelus punggungnya berharap dapat meringankan bebannya,
tante… bangunin mama, katanya sambil memukul pundakku, aku semakin tak kuasa mendengar tangisnya, sehingga air matakupun ikut jatuh,

Aldi, jangan sedih lagi ya? Hhmm… kan masih ada tante sama om, aku melihat ke belakang ke arah suamiku sambil memberikan kode, suami ku mengangguk bertanda dia setuju dengan usulku,
mulai sekarang Aldi boleh tinggal bersama tante dan om, gi mana? tawarku sambil memeluk erat kepalahnya,Sebelum lebih jauh mohon izinkan aku untuk memperkenalkan diri, namaku Lisa usia 25 tahun aku menikah di usia muda karena kedua orang tuaku yang menginginkannya, kehidupan keluargaku sangaatlah baik, baik itu dari segi ekonomi maupun dari segi hubungan intim, tetapi seperti pepata yang mengatakan tidak ada gading yang tak retak,

Begitu juga dengan hidupku walaupun aku memiliki suami yang sangat mencintaiku tetapi selama 4 tahun kami menikah kami belum juga dikaruniai seorang anak sehingga kehidupan keluarga kami terasa ada yang kurang, tetapi untungnya aku memiki seorang suami yang tidak perna mengeluh karena tidak bisanya aku memberikan anak untuknya untuk membalas budi baik kakakku, aku dan suamiku memutuskan untuk merawat anaknya Aldi karena kami pikir apa salah menganggap Aldi sebagai anak sendiri dari pada aku dan suamiku harus mengangkat anak dari orang lain,

Sudah satu minggu Aldi tinggal bersama kami, perlahan ia mulai terbiasa dengan kehidupannya yang baru, aku dan suamiku juga meresa sangat senang sekali karena semenjak kehadirannya kehidupan kami menjadi lebih berwarna, suamiku semakin bersemangat saat bekerja dan sedangkan aku kini memiliki kesibukan baru yaitu merawat Aldi, Bi…. tolong ambilin tasnya Aldi dong di kamar saya, kataku memanggil bi Mar .Hari ini adalah hari pertama Aldi bersekolah sehingga aku sangat bersemangat sekali, setelah semuanya sudah beres aku meminta pak Rojak untuk mengantarkan Aldi ke sekolahnya yang baru, beberapa saat Aldi terseyum ke arahku sebelum dia berangkat ke sekolah. Seperti pada umumnya ibu rumah tangga, aku berencana menyiapkan makanan yang special untuk Aldi sehingga aku memutuskan untuk memasak sesuatu di dapur,
tetapi saat aku melangkah ke dapur tiba-tiba kakiku terasa kaku saat melihat kehadiran pak Isa yang sedang melakukan hubungan intim dengan mba Ani, mereka yang tidak menyadari kehadiranku masih asyik dengan permainan mereka,

Hmm… APA-APAAN INI? bentakku ke pada mereka, mendengar suaraku mereka terlihat tanpak kaget melihat ke hadiranku, kalian benar-benar tidak bermoral, memalukan sekali!
Mereka tanpak terdiam sambil merapikan kembali pakaian mereka masing-masing, beberapa saat aku melihat penis pak Isa yang terlihat masih sangat tegang, sebenarnya aku sangat terkejut melihat ukuran penis pak Isa yang besar dan berurat, berbeda sekali dengan suamiku, maafin kami Bu, kini Ani membuka mulutnya, sedangkan pak Isa masih terdiam,

Maaf… kamu benar-benar wanita murahan, kamu tahu kan pak Isa itu sudah punya istri kenapa kamu masih juga menggoda pak Isa, kamu itu cantik kenapa tidak mencari yang sebaya denganmu? emosiku semakin memuncak saat mengingat bi Mar istri dari pak Isa, saya tidak menyangka ternyata anda yang sangat saya hormati ternyata tidak lebih dari binatang, betapa teganya anda menghianati istri anda sendiri, beberapa kali aku menggelengkan kepalahku, sambil menunjuk ke arahnya, maaf Bu ini semua salah saya, jangan salahkan Ani kata pak Mar yang membela Ani,
mulai sekarang kalian saya PECAT, dan jangan perna menyentuh ataupun menginjak rumah ini,

KELUAR KALIAN SEMUA!! bentakku
Mendengar perkataanku Ani terlihat pucat tidak menyangkah kalau kelakuan bisa membuatnya kehilangan pekerjaan, sedangkan pak Isa terlihat tenang-tenang saja malahan pak Isa tanpak terseyum sinis, he..he… Ibu yakin dengan keputusan Ibu, pak Isa tertawa mendengar perkataanku, perlahan pak Isa mendekatiku, “jangan perna main-main dengan saya Bu,” ancamnya dengan sangat sigap pak Isa menangkap kedua tanganku.

Apa-apaan ini lepaskan saya, atau saya akan berteriak, aku mencoba mengancam balik mereka yang sedang mencoba mengikat kedua tanganku, teriak saja Bu, tidak akan ada orang yang mendengar,” timpal Ani sambil membantu pak Isa mengikat kedua tanganku, Apa yang di katakan Ani ada benarnya juga, tetapi walaupun begitu aku tidak mau menyerah begitu saja dengan susah paya aku berusaha melepaskan diri tapi sayangnya tenagaku kalah besar dari mereka berdua, tanpa bisa berbuat apa-apa aku hanya dapat mengikuti mereka saat membawaku ke dalam kamar pak Isa. Sesampai di kamar aku di tidurkan di atas kasur yang tipis, sedangkan Ani mengambil sebuah Hp dan ternyata Hp itu di gunakan untuk merekamku, sehingga kehawatiranku semakin menjadi-jadi.

Kalian biadab, tidak tau terimakasih ****** kalian! air mataku tidak dapat kubendung lagi saat jari-jemari pak Isa mulai merabahi pahaku yang putih,
ja-jangan, mau apa kalian lepaskan saya ku mohon jangan ganggu saya, kataku di sela-sela isak tangis, siapa suruh ikut campur urusan saya, he…he… maaf bu ternyata hari ini adalah hari keberuntungan saya, dan hari yang sil bagi Ibu, semakin lama aku merasa tangannya semakin dalam memasuki dasterku, tidak di sangkah impian saya akhirnya terkabul juga, sambungnya sambil meremasi paha bagian dalamku,

makanya Bu jangan suka ikut campur urusan orang, kini giliran Ani yang menceramahiku, ya, saya ngaku salah tolong lepasin saya, kini aku hanya dapat memohon agar mereka sedikit iba melihatku, tetapi sayangnya apa yang kuharapkan tidak terjadi, pak Isa tanpa semakin buas memainkan diriku Aku hanya dapat melihat pasrah saat dasterku terlepas dari tubuhku, kedua payudaraku yang memang sudah tidak tertutupi apa-apa lagi dapat dia nikmati, jari-jarinya yang kasar mulai memainkan selangkanganku, sslluupss…sslluuppss… hhmm…. ayo Bu puaskan saya? pinta pak Isa, sambil mengulum payudaraku beberapa kali lidahnya menyapu putting susuku yang mulai mengeras,

ko, memiawnya basah bu, he…he… memang harus diakui, tubuhku tidak dapat membohonginya walaupun bibirku berkata tidak, wa…wa… Ibukan sudah punya suami ko’ masih juga menggoda laki orang lain, ga malu ya Bu, Ani melotottiku seolah-olah ingin membalas perkataanku tadi, dasar wanita munafik, sekarang Ibu tau kan kenapa saya menyukai pak Isa, bentak Ani kepadaku, sehingga membuat hatiku terasa amat sakit mendengarnya,

aahhkk… pak, hhmm…. pak sudah jangan di terusin… kataku dengan kaki yang tidak dapat diam saat jarinya menyelusup kedalam vaginaku yang sudah banjir, perlahan kurasakan jari telunjuknya menyelusuri belahan vaginaku, oo… enak ya? he…he… pa Isa tertawa melihatku yang sudah semakin terangsang, leherku terasa basah saat lidah pak Isa menjilati leherku yang jenjang, Dengan sangat kasarnya pak Isa menarik celana dalamku, sehingga vaginaku yang tidak di tumbuhi rambut sehelaipun terlihat olehnya, aku memang sangat rajin mencukur rambut vaginaku agar terlihat lebih bersi dan seksi.
Ani berjongkok di sela-sela kakiku, kamera Hp di arahkan persis di depan vaginaku yang kini sudah tidak ditutupi oleh sehelai kain, tanpa memikirkan perasaanku pak Isa membuka bibir vaginaku sehingga bagian dalam vaginaku dapat di rekam jelas oleh Ani, beberapa kali jari telunjuk pak Isa menggesek clitorisku,

ohk pak plisss.. jangan…? saya malu… aku merasa sangat malu sekali di perlakukan seperti itu, baru kali ini aku bertelanjang di depan orang lain bukan suamiku sendiri, “Ha…ha… malu kenapa Bu? ****** aja tidak malu ga pake baju masa ibu malu si…” katanya yang semakin merendahkan derajatku, setelah puas mempertontonkan vaginaku di depan kamera, pak Isa bertukar posisi dengan Ani untuk memegangi kakiku sedangkan pak Isa berjongkok tepat di bawa vaginaku,

Dengan sangat lembut pak Isa menciumi pahaku kiri dan kanan secara bergantian, semakin lama jilatannya semakin ke atas menyentuh pinggiran vaginaku,
aahkk… sudah pak, rasanya sangat geli hhmm… aku berusaha sekuat tenaga mengatupkan kedua kakiku tetapi usahaku sia-sia saja, dengan sangat rakus pak Isa menjilati vaginaku yang berwarna pink, sedangkan Ani tanpa puas melihat ke adaanku yang tak berdaya,

nikmatin aja Bu, he..he.. saya dulu sama seperti ibu selalu menolak tapi ujung-ujungnya malah ketagihan kata Ani tanpa melepaskan pegangannya terhadap kakiku, Semakin lama aku semakin tidak tahan, tiba-tiba aku merasa tubuhku seperti di aliri listrik dengan tegangan yang tinggi, kalau seandainya Ani tidak memegang kakiku dengan sangat erat mungkin saat ini wajah pak Isa sudah menerima tendanganku, mataku terbelalak saat orgasme melandah tubuhku dengan sangat hebat, cairan vaginaku meleleh keluar dari dalam vaginaku, sehingga tubuhku terasa lemas,

“ha…ha… bagaimana Bu, mau yang lebih enak….” pak Isa tertawa puas, aku hanya dapat menggelengkan kepalaku karena aku sudah tidak mampu lagi untuk mengeluarkan suara dari mulutku, perlahan pak Isa berdiri sambil memposisikan penisnya tepat di depan vaginaku,

“aahkk… sakit…” aku memikik saat kepala penisnya menerobos liang vaginaku, “uuhk… hhmm… pelan-pelan pak…” pintaku sambil menarik napas menahan rasa sakit yang amat sangat di vaginaku karena ukuran penis pak Isa jauh lebih besar dari penis suamiku,

“tahan Bu, bentar lagi juga enak ko’ “ kata Ani yang kini melepaskan ikatan di tanganku, setelah ikatanku terlepas Ani kembali merekam adegan panas yang kulakukan,
Dengan sangat cepat pak Isa menyodok vaginaku sehingga terdengar suara “plokkss….ploskkss…” saat penisnya mentok ke dalam vaginaku yang mungil,
“aahhkk… aahhkk… aaahh… oooo…”semakin cepat sodokannya suaraku semakin lantang terdengar,

“oh yeeaa… enak Bu, hhmm… ternyata memiaw Ibu masih sempit sekali walaupun sudah perna menikah,” katanya memujiku, tetapi mendengar pujiannya aku tidak merasa bangga melainkan aku meresa jijik terhadap diriku sendiri,

Aku merasa vaginaku seperti di masuki benda yang sangat besar yang mencoba mengorek isi dalam vaginaku, rasanya memang sangat sakit sekali tetapi di sisi lain aku merasa sangat menikamati perkosaan rehadap diriku, selama ini aku belum perna merasakan hal seperti ini dari suamiku sendiri,

“ayo sayang, bilang kalau tongkol saya enak…” dengan sangat kasar pak Isa meremasi kedua payudaraku,
“ti-tidak…. ahk… hhmm…” aku di buat merem melek olehnya,
“ha..ha.. kamu mau jujur atau tidak, kalau tidak hhmm… saya akan adukan semua ini kepada suamimu, ha…ha…” katanya mengancamku dengan tawa yang sangat menjijikan,

“ja-jangan pak,” aku memohon ke padanya, karena takut dengan ancamannya akhirnya aku menyerah juga “iya, aahhkk… aku suka…” kataku dengan suara yang hampir tidak terdengar,
“APA… SAYA TIDAAK MENDENGAR?” pak Isa berteriak dengan sangat kencang sehingga gendang telingaku terasa mau pecah mendengar teriakannya,

“IYA PAK, ENAK SEKALI SAYA SUKA SAMA tongkol BAPAK….aahhk…uuhhkk!!” dengan sekuat tenaga aku berusaha tegar dan berharap semuanya cepat berlalu,
Setelah berapa menit kemudian tubuhku kembali merasa tersengat oleh aliran listrik saat aku kembali mengalami orgasme yang ke dua kalinya,
Dengan sangat kasarnya pak Isa menarik tubuhku sehingga aku berposisi menungging, pantatku yang bulat dan padat menghadap dirinya,
“hhmm… indah sekali pantatmu sayang” katanya sambil meremasi bongkahan pantatku,
“pak, saya mohon cepat lakukan,”

“ha..ha.. kenapa Bu, sudah ga tahan” berkali-kali pantatku menerima pukulan darinya, sebenarnya aku tidak menyangka dengan kata-kataku tadi bisa membuatku semakin renda di mata mereka, sebenarnya aku hanya bermaksud agar semua permainan ini segera berakhir tapi sayangnya pak Isa tidak menginginkan itu,
“tenang Bu, santai saja dulu?”
Pak Isa sangat pintar memainkan tubuhku, dengan sangat lembut jari kasarnya menyelusuri belahan pantatku dari atas hingga ke bawah belahan vagianaku, gerakan itu di lakukan berkali-kali sehingga pantatku semakin terlihat membusung ke belakang,

“ohhkk… pak, hhhmm….” ku pejamkan mataku saat jarinya mulai menerobos lubang anusku, dengan gerakan yang sangat lembut jarinya keluar masuk dari dalam anusku, “ahhkk….ooo… ssstt…uuuuu… pak” ternyata rintihanku membuat pak Isa semakin mempercepat gerakan jarinya,

pak Isa dengan rakusnya kembali menjilati vaginaku dari belakang sedangkan jari-jarinya masih aktif mengocok anusku. Pada saat aku sangat terangsang tiba-tiba kami mendengar suara ketukan yang kuyakini itu adalah pak Rojak yang baru pulang dari mengantar Aldi,

“Pak Rojak tolongin saya…” kataku berharap ia bisa membantuku untuk lepas dari pelecehan yang ku alami, dengan santainya Ani membukakan pintu tanpa rasa takut kalau pak Rojak mengadukan kejadian ini ke pada suamiku, pak Rojak tanpak kaget saat melihat keadaanku yang sedang di gagahi oleh pak Isa,
“pak, tolong ku mohon,” kataku memelas,
“Wa…wa…. apa-apaan ini, “ beberapa kali pak Rojak menggelengkan kepalahnya dengan mata yang tak henti-hentinya memandangi tubuh mulusku,
“Udah pak, jangan sok mau jadi pahlawan kalau bapak mau embat aja, dia sudah menjadi budaknya saya,” pak Isa mulai membujuk pak Rojak dan aku hanya bisa berharap pak Rojak tidak memperdulikan tawaran pak Isa,
“kenapa bengong? sini ikutan!” ajaknya lagi
“jangan pak saya mohon tolongin saya,” aku mengiba ke pada pak Rojak, tetapi pak Isa tidak mau kalah kedua jarinya membuka bibir vaginaku,
“bapak liat ni, memiawnya sudah basa banget… wanita ini munafik” pak Rojak terdiam seperti ada yang sedang di piirkannya,
“memiawnya masih sempit lo, apa lagi anusnya kayaknya masih perawan,” bujuk pak Isa berharap pak Rojak mau bergabung dengannya untuk menikmati tubuhku,
Akhirnya pak Rojak tidak tahan melihat vaginaku yang becek terpampang di depannya,
“hhmm… oke lah tapi boolnya buat saya ya, ” tubuhku semakin terasa lemas, kini aku sudah tidak tau harus meminta tolong ke pada siapa lagi, perlahan pak Rojak mendekatiku,
“sekarang Ibu dudukin tongkol saya, cepat…” perintah pa Isa sambil tidur telentang dengan penis yang mengancung ke atas, dengan sangat pelan aku menuduki penis pak Isa,

“eennnggkk…. “ aku menggigit bibir bawahku saat kepala penis pak Isa kembali menembus vaginaku, perlahan penis itu amblas ke dalam vaginaku, dengan sangat erat pak Isa memeluk pinggangku agar tidak dapat bergerak,
Setelah melepas semua pakaian yang ada di tubuhnya, pak Rojak mendekatiku dengan penis berada di depan anusku beberapa kali pak rojak menamparkan penisnya ke pantatku,

“pak sakit… aahhkk… aahkk… ja-jangan pak saya belum pernah” aku berusaha melepaskan diri saat pak Rojak mulai berusaha memasuki anusku, sempat beberapa kali ia gagal meembus anusku yang memang masih perawan,
“ha…ha… ayo dong Pak, masak kalah sama cewek si…” kata pak Isa mmemanas-manasi pak Rojak agar segera membobol anusku, pak rojak yang mendengar perkataan pak Isa menjadi lebih beringas dari sebelumnya,

“AAAAAA….” aku berteriak sekencang-kencangnya saat penis pa Rojak berhasil menerobos anusku, tanpa memberikan aku nafas ia menekan penisnya semakin dalam, “aahkk…. oohhkk… pak, hhmm…” aku merintih ke sakitan saat pak Rojak mulai memaju mundurkan penisnya di dalam anusku,

“gi mana pak? Enak kan?” tanya pak Isa yang kini ikutan memaju mundurkan penisnya di dalam vaginaku,
“eehhkknngg… mantab pak, enak banget he….he… hhmm….” semakin lama kedua pria tersebut semakin mempercepat tempo permainan kami,

Sudah beberapa menit berlalu kedua orang pria ini belum juga menunjukan kalau mereka ingin ejakulasi, sedangkan diriku sedah beberapa kali mengalami orgasme yang hebat sehingga tubuhku terasa terguncang oleh orgasmeku sendiri. Setelah beberapa menit aku mengalami orgasme tiba-tiba pak Isa menunjukan bahwa dia juga ingin mencapai klimaks. Dengan sekuat tenaga pak Isa semakin menenggelamkan penisnya ke dalam vaginaku dalam hitungan beberapa detik kurasakan cairan hangat membasahi rahimku,

“aahkk… enak…. hhmm…” gumamnya saat menyemburkan sperma terakhirnya, setelah puas menodaiku pak Isa melepas penisnya di dalam vaginaku begitu juga dengan pak Rojak yang melepaskan penisnya di dalam anusku,
“buka mulutmu cepetan,” perintah pak Rojak sambil menarik wajahku agar menghadap ke arah penisnya yang terlihat berdeyut-deyut, aku sangat kaget sekali saat pak Rojak memuntahkan spermanya ke arah wajahku, sehingga wajahku ternodai oleh sperma pak Rojak,

Kini aku benar-benar sudah tidak memiliki tenaga sedikitpun, untuk mengangkat tubuhku saja terasa sangat berat sekali, sedangkan mereka tanpa puas memandangku yang sedang berpose mengangkang di depan mereka karena kedua kakiku kembali dipegangi Ani, sperma yang tadi di muntahkan pak Isa terasa mengalir keluar dari dalam vaginaku,
********
Aku duduk di atas sofa sambil melihat anak angkatku Aldi yang sedang di temani suamiku belajar, wajah mereka terlihat sangat cerah sekali bertanda bahwa mereka sangat bahagia, entah kenapa tiba-tiba di pikiranku terlintas kembali apa yang terjadi tadi pagi yang menimpa diriku, semakin aku berusaha melupakannya rasanya ingatan itu semakin menghantuiku, aku tidak bisa membayangkan kalau sampai suamiku mengetahui kalau aku di perkosa oleh ketiga pembantuku sendiri,

“hhmm… gi mana Aldi sudah negerti belom” kataku sambil mengucek rambutnya yang sedang sibuk menghitung soal yang di berikan suamiku, “ya sudah kalau begitu mama bikinin minuman dulu ya, buat kalian,” kataku yang di sambut dengan teriakan mereka berdua,
Baru satu langkah aku keluar dari kamar tiba-tiba pergelangan tanganku terasa sakit saat pak Rojak menarik tanganku,

“bapak apaan sih!?” bentakku dengan suara yang sangat pelan,
“ssstt… jangan berisik…” kata pak Rojak dengan jari telunjuk di bibirnya, “nanti suami dan anak mu dengar, hhmm… bapak cuman mau ini Bu,” katanya lagi sambil mencubit payudaraku, dengan sigap aku mundur ke belakang,

“jangan main-main pak,” beberapa kali aku memandang pintu kamarku yang tidak tertutup rapat, tetapi pak Rojak tidak kehabisan akal dia balik mengancamku dengan mengatakan akan membongkar semua rahasiaku ke pada suamiku, sehingga nyaliku menjadi ciut,
“oke, hhmm… kalau begitu bapak ikut saya” kataku dengan suara yang bergetar, karena sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa, dia terseyum puas melihatku tak berdaya dengan permintaanya,
“maaf Bu, saya inginnya di sini bukan di tempat lain,” katanya dengan suara yang cukup jelas,
setelah berkata seperti itu pak Rojak langsung memelukku dengan erat sehingga aku sulit bernafas, “hhmm… bauh tubuh ibu benar-benar menggoda saya,” perlahanku rasakan lidahnya menjulur ke leherku
“pak ku mohon, jangan di sini” pintaku ke padanya,
Pak Rojak yang mengerti kekhawatiranku langsung membalik tubuhku menghadap daun pintu kamarku yang sedikit terbuka,
“Ibu bisa bayangkan kalau sampai orang yang sedang di dalam kamar Ibu mengetahui apa yang sedang Ibu lakukan,” ancamnya sambil menarik rambutku sehingga aku harus menutup mulutku dengan telapak tanganku agar suara terikanku tidak terdengar oleh suami dan anakku,

“Pak ku mohon jangan di sini,” aku hanya bisa menurut saja saat pak Rojak menyuruhku untuk menungging dengan tangan yang menyentuh lantai, sedangkan wajahku menghadap ke celah pintu kamarku yang terbuka,
“tahan ya Bu,” katanya sambil menyingkap dasterku, sehingga celana dalamku yang berwarna hitam terpampang di depan matanya, dengan sangat kasar pak Rojak meremas kedua buah pantatku yang padat sehingga aku tak tahan untuk tidak mendesah,

“aahkk.. pak hhmm.. ja-jangan di sini pak,” pak Rojak diam saja tidak mendengar kata-kataku melainkan pak Rojak semakin membuatku terangsang dengan mengelus belahan vaginaku dari belakang,
“kalau kamu tidak mau ketahuan jangan bicara,” bentak pak Rojak sambil memukul pantatku
“ta-tapi pak, oohhkk… aku ga kuat,” kataku dengan suara yang sangat pelan, “ku mohon pak mengertilah,”

Pak Rojak seolah-olah tidak mau tahu, kini dengan rakusnya pak Rojak menjilati vaginaku yang masih tertutup celana dalamku, sehingga aku merasa celana dalamku tampak semakin basah oleh air liurnya. Setelah puas menciumi vaginaku pak Rojak memintaku untuk membuka celana dalamku sendiri masih dengan posisi menungging. Sangat sulit bagiku untuk melepaskan celana dalamku dengan posisi menungging belum lagi aku harus bekonsentrasi agar suaraku tidak keluar dengan keras walaupun pada akhirnya aku berhasil menurunkan celana dalamku sampai ke lutut,
“hhuuu… mantab….” katanya sambil merabahi vaginaku dari belakang, “kamu mau tahukan gimana rasanya ngent*t di depan suamimu sendiri,” katanya lagi sambil menunjuk ke arah suamiku yang sedang mengajari anaku Aldi,
“pak, ja-jangan…” aku sangat takut sekali kalau suamiku melihat ke arahku, tiba-tiba aku di kejutkan dengan jari telunjuk pak Rojak yang langsung memasuki vaginaku sehingga aku terpekik cukup keras,
“sayang… ada apa?” kata suamiku dari dalam, saat mendengar suaraku.

“aahkk… tidak pa, cuman hhmm.. tadi ada tikus lewat,” jawabku asal-asalan agar suamiku tidak curiga ke padaku, tetapi untungnya suamiku tidak melihat ke arahku, dalam ke adaan terjepit seperti ini pak Rojak masih asyik mempermainkan vaginaku dari belakang,
“ada tikus??” katanya lagi seolah-olah tidak percaya, “apa perlu papa yang usir,” mendengar tawarannya nafasku teras berhenti tetapi untungnya aku masih banyak akal,
“aahhgg… ga usah hhmm.. pa…” kataku terputus-putus menahan rasa nikmat yang di berikan pak Rojak kepadaku, untungnya suamiku tidak curiga dengan suaraku,

“asyikan Bu, ngobrol dengan suami sambil di mainin memiawnya,” aku memandangnya dengan wajah yang memerah karena nafsuku sudah di puncak, “ko’ diam cepat ajak suami Ibu ngobrol,” mendengar perkataanya aku langsung melotot ke arahnya, “Ibu mau kalau suami Ibu tau apa yang sekarang Ibu lakuin,” mendengar ancamannya aku kembali terdiam,

Dengan sangat terpaksa aku kembali mengajak suamiku mengobrol, walaupun di dalam hati aku merasa was-was takut kalau suamiku menyadari suaraku yang berubah menjadi desahan,
“paaa… ma-mau minum apa?” tanyaku yang kini sedang diperkosa oleh pak Rojak, tanpa kusadari pak Rojak sudah memposisikan penisnya di depan ibir vaginaku sehingga beberapa kali aku terpanjat saat pak rojak menghantamkan penisnya dengan sangat keras ke dalam vaginaku,

“terserah mama saja… papa sama Aldi ikut aja,”
“iya ma, apa aja asalkan enak,” sambung Aldi,
Waktu demi waktu telah berlalu sehingga sampai akhirnya sikapku berubah menjadi sedikit liar dan mulai menyukai cara pak Rojak memperkosaku walaupun pada awalnya hatiku terasa miris sekali di perlakukan seperti ini,
“aahk…. pak hhmm.. enak,” aku melenggu panjang saat orgasme melandahku, kini perkosaan yang ku alami berganti dengan perselingkuhanku dengan pembantuku,

“ohhk… memiaw istri majikan ternyata enak sekali, ahhkk…” katanya yang terus-terusan menggoyang penisnya di dalam vaginaku,
“pak… aahhkk… eehkk… aku, hhmm… ingin keluarrr, uuhhkk…” kali ini suaraku terdengar sangat manja
Beberapa menit kemudian kami mengerang bersamaan saat kenikmatan melanda kami berdua, setelah merasa puas aku dan pak Rojak kembali merapikan pakaian kami masing-masing, sebelum pak Rojak pergi meninggalkanku sempat terlihat seyumannya yang tersungging di bibirnya.
Setelah membuatkan minuman aku kembali ke kamarku menemui anak dan suamiku, mereka terlihat tanpak senang sekali melihatku hadir dengan membawa minuman dan makanan kecil,
“ini di minum dulu, nanti baru di lanjutin lagi,” kataku sambil meletakan cangkir dan piring di atas meja kecil yang di gunakan Aldi untuk belajar,

“makasi mama…” kata Aldi yang langsung saja menyambar minuman yang baru ku bikin, entah kenapa setiap kali melihat Aldi hatiku terasa menjadi damai, dan semua masalah seperti terlupakan,
Aku merasa sedikit aneh, saat suamiku memandangku dengan tatapan mencurigakan sehingga aku memberanikan diri untuk bertanya ke padanya,

“ada pa, ko memandang mama seperti itu” kataku sambil mengupas jeruk untuk Aldi yang sedang menulis,
suamiku mendekatkan mulutnya ke telingaku, “hhmm.. sayang ko’ kamu bau hhmm… gitulah…” mendengar pertanyaannya jantungku terasa berhenti,
“bau, bau apa pa?” tanyaku untuk memastikan apa maksud dari pertanyaan suamiku,
“kamu tadi ko’ lama ma,” kami terdiam beberapa saat, “mama abis dari kamar mandi ya, hhmmm… papa jadi curiga ni,” katanya sambil tertawa memandangku, mendengar perkataanya aku menjadi sedikit lega,
“Iya ni pa, abis kangen si…” kataku manja sambil mencubit penis suamiku,
Setelah yakin Aldi tertidur pulas, suamiku mengjakku untuk melayaninya semalaman suntuk. Tubuhku memang terasa lelah karena seharian harus mengalami orgasme, tetapi di sisi lain aku sangat senang karena suamiku tidak mencurigai aku karena bau tubuhku seperti bau orang yang habis bercinta.
Hampir tiap hari aku merengkuh kenikmatan bersama para pembantuku, kenikmatan yangh tidak aku dapatkan dari suamiku yang membuat aku semakin liar.

Selasa, 04 Juni 2019

Sebuah Mobil Kecelakaan di Tol Nganjuk Sebanyak 5 Orang Tewas

Sebuah Mobil Kecelakaan di Tol Nganjuk Sebanyak 5 Orang Tewas

Sebuah Mobil Kecelakaan di Tol Nganjuk Sebanyak 5 Orang Tewas

Kecelakaan maut terjadi di Jalur A Tol Madiun-Nganjuk tepatnya di KM 638.400. Kecelakaan tersebut mengakibatkan 5 orang meninggal. Kendaraan Toyota Travello dengan nopol H 1138 VS oleng dan menyenggol truk tronton bernopol L 9888 UG. Sebuah mobil Toyota Hiace tersebut membawa rombongan mahasiswa Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang. Sementara kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.15 WIB.

Petugas mendapatkan informasi tentang kecelakaan di tol, betul kecelakaan melibatkan kendaraan rombongan mahasiswa dari Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang. PJR mendapatkan informasi adanya laporkan Lima orang meninggal, kata Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jatim AKBP Bambang S Wibowo saat dihubungi wartawan, pada hari Jumat.

Kecelakaan yang mengakibatkan lima korban meninggal, kecelakaan itu juga menyebabkan lima mahasiswa lainnya terluka. Menurut Bambang, saat ini masih dilakukan proses olah TKP. Kita saat ini masih proses olah TKP oleh anggota di lokasi. Untuk mengetahui kronologi yang sebenarnya, pungkasnya. Kecelakaan maut terjadi di Jalur A Tol Madiun-Nganjuk tepatnya di KM 638.400. Kecelakaan tersebut mengakibatkan 5 orang meninggal.

Kendaraan Toyota Hiace dengan nopol H 1138 VS oleng dan menyenggol truk tronton bernopol L 9888 UG. Mobil yang dikemudikan Zuhdi tersebut membawa rombongan mahasiswa Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang.

Lima korban yang meninggal yakni:

1. Zuhdi F (24) warga Sukomoro-Nganjuk
2. Baidiatul M (22) warga Sumenep-Madura
3. Syamsul H (23) warga Palembang
4. Agustia (22) warga Pontianak
5. Sukaimatul (22) warga Palembang

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 02.15 WIB juga mengakibatkan lima korban lain terluka. Mereka yakni:

1. Nur Urfa Maaliyah (22) warga Subang-Jabar
2. Fitriaba Dewi (25) warga Diwek-Jombang
3. Bilqis Fatimatus A (22) warga Diwek-Jombang
4. Miftahul (22) warga Puncu-Kediri
5. Miftagul Mulya (22) warga Kepung-Kediri

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta mengatakan, saat ini jenazah kelima korban meninggal masih di RS Bhayangkara Nganjuk untuk dilakukan autopsi. Sedangkan lima korban terluka masih dalam perawatan di rumah sakit yang sama. Saat ini kasus telah dilimpahkan ke Polres Nganjuk. Pada saat ini masih dilakukan olah TKP bersama PJR. Untuk korban meninggal masih dilakukan autopsi serta korban luka masih perawatan, ujar Dewa saat dihubungi wartawan, pada hari Jumat.

Telah terjadi kecelakaan maut terjadi di Tol Nganjuk menewaskan 5 orang. Penumpang mobil tersebut terdiri dari 4 mahasiswa Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) dan pengemudi. Kecelakaan diduga terjadi karena pengemudi mengantuk. Namun memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.15 WIB. Yakni di jalur A Tol Madiun-Nganjuk, tepatnya di KM 638.400.

Saat itu kendaraan Toyota Hiace melaju dari arah barat ke timur atau dari arah Madiun ke Nganjuk. Berisi sekitar 11 penumpang mobil itu melaju saat di lokasi KM 638.400 ingin mendahului truk di depannya, kata Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jatim AKBP Bambang S Wibowo saat dihubungi wartawan, pada hari Jumat. Saat mendahului truk tronton dengan nopol L 9888 UG, minibus yang dikendarai Zuhdi F (24) warga Sukomoro, Nganjuk mengalami oleng. Seketika minibus itu menyerempet truk tronton nopol B 9586 MB yang dikemudikan M. Khamdi (34) warga Kecamatan Mayong, Jepara.

Pada saat itu minibus itu oleng dan menyenggol truk tronton nopol B 9586 MB karena pengemudi tidak bisa menguasai laju kendaraan. Pengemudi tewas bersama empat penumpang lain, katanya. Bapak bambang menambahkan, kecelakaan tersebut juga diduga disebabkan karena pengemudi yang mengantuk dan memacu mobil dengan kecepatan tinggi. Kecelakaan terjadi dalam perjalanan pulang usai rekreasi dari Yogyakarta.

Diduga karena pengemudi menempuh perjalanan cukup jauh dari Yogyakarta. Pengemudi mengalami kelelahan dan mengantuk hingga tidak menyadari ketika kendaraannya mendadak oleng ke kiri, pungkasnya. Dari data yang dihimpun detikcom, hanya satu dari 11 penumpang minibus yang tidak mengalami luka-luka. Yakni Yusuf Yusian (22) warga Kanciran, Kendal. Sementara lima penumpang mengalami luka dilarikan ke RSUD Nganjuk. Pada saat ini kecelakaan maut itu telah di limpahkan ke Satlantas Polres Nganjuk. Unit Laka masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Salah satunya kenek truk tronton.

Senin, 03 Juni 2019

Bebas Dari Tuntutan 14 Tahun Bui Karena Pemerkosa 2 Anak

Bebas Dari Tuntutan 14 Tahun Bui Karena Pemerkosa 2 Anak

Bebas Dari Tuntutan 14 Tahun Bui Karena Pemerkosa 2 Anak

Sebuah Pengadilan Negeri (PN) di Cibinong membebaskan tersangka HI (41) dari tuntutan 14 tahun penjara. Di mana jaksa menuntut HI selama 14 tahun penjara karena memperkosa dua anak tetangganya yang berusia 14 tahun dan 7 tahun. Pada bulan Maret 2019, majelis hakim memutus bebas HI dengan pertimbangan bahwa tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian perkara, kata kuasa hukum korban dari LBH Apik, Uli Pangaribuan, kepada wartawan, pada hari Kamis.

Seorang jaksa meyakini HI melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain dan melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, jika diantara beberapa perbuatan, meskipun masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran, ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut terhadap anak.

Namun tuntutan 14 tahun penjara itu diabaikan majelis hakim yang terdiri dari Muhammad Ali Askandar, Chandra Gautama serta Raden Ayu Rizkiyati. Bebasnya pelaku HI dalam kasus ini menjadi preseden buruk bagi korban kekerasan seksual lainnya namun juga membuat turunnya kepercayaan publik kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus-kasus kekerasan seksual, dan membuat korban-korban kekerasan seksual lainnya tidak mempercayai proses hukum, ujar Uli.

LBH Apik menilai proses sidang itu belum sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan dengan Hukum. Hakim juga dinilai kurang cermat dalam menggali fakta persidangan dimana korban merupakan anak adalah pihak yang harus dilindungi dan memiliki posisi yang rentan. Hakim dalam perkara ini tidak melihat adanya relasi kuasa antara korban dan pelaku, dampak fisik dan psikis yang dialami korban, ketidakberdayaan fisik dan psikis korban yang merupakan anak-anak sehingga tidak mampu menolak atau melawan perbuatan pelaku, pungkas Uli.

KPAI menyurati Mahkamah Agung (MA) untuk meninjau vonis hakim Pengadilan Negeri Cibinong yang memvonis bebas pelaku pemerkosaan dua anak tetangganya yang berusia 14 tahun dan 7 tahun. KPAI meminta MA untuk mengabulkan permohonan kasasi jaksa penuntut umum. Maka KPAI menulis surat kemarin ke MA, yang intinya, pertama meninjau kembali vonis bebas terhadap terdakwa kemarin. Tersangka, kita minta MA meninjau ulang atau melihat permohonan kasasi dari kejaksaan, jadi kejaksaan sudah form permohonanan untuk kasasi ke MA, ujar Komisioner KPAI, Putu Elvina saat dihubungi wartawan, pada hari Jumat.

Putu mengaku terkejut dengan vonis yang diberikan PN Cibinong kepada pelaku. Padahal, pelaku sudah mengaku perbuatannya di persidangan. Dia pun telah meminta KPUD Bogor mendampingi korban dan terus melakukan follow up terus menerus untuk perkembangan kasus. Kita jadi syok padahal tuntutan jalsa udah maksimal di atas 12 tahun. Karena udah keluar vonis bebas tanpa syarat, kita melihat bahwa ada hal yang tidak sesuai selama persidangan, kalau dalam kasus itu pelaku jarang mau mengaku ya beberapa kasus kan gitu, tapi ini kok malah pelakunya udah akui, artinya ini udah terang benderang, tapi vonisnya beda, tuturnya.

Melalui surat yang dilayangkan pada hari Rabu itu, Putu berharap agar MA dapat memutus hukuman kepada pelaku pemerkosa anak yang divonis bebas tanpa syarat tersebut. Dia berharap agar ada keadilan bagi korban dan keluarga korban. Putu berharap banyak dan saya yakin bukan hanya KPAI, korban terutama mereka kan ngebayangin pasti trauma, jadi yang kita harapkan mudah-mudahan MA bisa objektif melihat ini, untuk mengabulkan permohonan kasiasi dan sebagainya. Mudah-mudahan hasil putusan kasasi juga memihak kepada kedua anak itu, tuturnya. Yang sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Cibinong membebaskan HI (41), seorang pemerkosa dua anak dari tuntutan 14 tahun penjara. Kedua anak itu diketahui diperkosa oleh HI secara berulang.

LBH Apik yang mengawasi kasus ini dan yang melaporkan ke KPAD Bogor melihat ada kejanggalan dalam kasus ini. Setidaknya ada tujuh kejanggalan yang disebut seperti jumlah hakim yang menangani kasus hingga kedua korban dipertemukan dengan pelaku tanpa ada pendampingan dari orang tua korban. Di persidangan kedua korban dipertemukan dengan pelaku di ruang sidang tanpa didampingi oleh orang tua dan pendamping, kata kuasa hukum korban dari LBH Apik, Uli Pangaribuan kepada wartawan, pada hari Kamis.

Minggu, 02 Juni 2019

Ada Kabar Yang Tidak Enak Seorang Anak Disabilitas Disekap Ortunya Di Lembang

Ada Kabar Yang Tidak Enak Seorang Anak Disabilitas Disekap Ortunya Di Lembang

Ada Kabar Yang Tidak Enak Seorang Anak Disabilitas Disekap Ortunya Di Lembang

Bernama AL, penyandang disabilitas atau anak berkebutuhan khusus (ABK), dipangku ke luar oleh ayahnya dari sebuah ruangan berukuran 2x3 meter. AL walau berusia 12 tahun, perawakan gadis tersebut seperti anak berusia empat tahun. Sejak lahir, AL mengidap down syndrome. Dia kesulitan untuk berjalan sejak empat bulan terakhir, meski awalnya ia bisa berjalan secara normal. Ia tampak kesakitan saat mencoba duduk di atas kursi.

Ia tinggal di Desa Langensari, Lembang, Kabupaten Bandung Barat di sebuah ruangan bekas musala di samping kamar mandi sejak empat bulan terakhir. Lokasinya terpisah di belakang rumah keluarga dan kurang layak huni.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, alasan keluarga memindahkan AL ke ruangan khusus, yakni demi keamanan sang bocah. Pasalnya, AL kerap berlari di tengah jalan atau memainkan api kompor di dapur. Sebagai Pj Kepala Desa Langensari, Asep Yusuf, mengatakan walau keadaan AL memprihatinkan, ia membantah kabar liar yang viral media sosial soal AL disekap dan diperlakukan kejam oleh keluarganya.

Sebagai orang tuanya mengaku anaknya dipisah demi keselamatan, jadi kalau ada informasi adanya KDRT atau penyekapan saya nyatakan itu tidak benar, kata Asep di kediaman AL. Pj Kepala Desa AA Asep Yusuf langsung menghubungi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) KBB untuk melakukan pendampingan untuk merawat AL.

Asep Yusuf yang mendampingi AL pada kesempatan yang sama, tim dari Dinas Sosial (Dinsos) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) KBB mengunjungi kediaman AL. Para tenaga medis dari puskesmas terdekat pun datang untuk memeriksa kesehatan AL. Saat kita juga mendapatkan informasi AL diperlakukan kejam, tapi informasi itu tidak kita telan mentah-mentah, ujar Kasi Rehabilitasi Sosial Disabilitas Dinsos KBB, Tin Kartini di kediaman AL.

Tin mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan hingga AL bisa melakukan aktivitas hidup harian (ADL) yang mandiri kira-kira sepuluh bulan lamanya. Ini harus intens untuk yang memiliki disabilitas intelektual, ujarnya. Pihaknya, meminta kepada orang tua AL dan pihak desa untuk membangun ruangan yang lebih layak bagi AL. Tidak usah bangunan permanen, yang penting ada cahaya matahari masuk dan tidak lembap, katanya. Untuk sementara itu, Bapak Hana (53), ayah dari AL yang membantah telah menelantarkan anaknya. Kami ganti bajunya setiap hari, kenapa tidak dibangun kamarnya di dalam, karena tanah ini bukan milik saya, kata Hana.

Sabtu, 01 Juni 2019

Mobil Yang Tabrak Mercy Dan 4 Motor Diduga Bodong

Mobil Yang Tabrak Mercy Dan 4 Motor Diduga Bodong

Mobil Yang Tabrak Mercy Dan 4 Motor Diduga Bodong

Saat ini pihak Polda Metro Jaya masih menyelidiki insiden tabrak lari di kawasan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Pihak polisi menemukan fakta baru, bahwa ternyata mobil mewah yang ditumpangi pengacara DS merupakan mobil bodong. Sebagai barang bukti mobil Camry B-1185-TOD saat dicek disamsat tidak terdaftar dalam registrasi indentifikasi (regident) kendaraan bermotor di Polda Metro Jaya, kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol M Nasir dalam keterangan kepada wartawan, pada hari Rabu.

Dari hasil pengecekan polisi, pelat nomor yang digunakan tidak diperuntukkan mobil Toyota Camry. Pelat nomor tersebut teregister sebagai mobil Toyota Avanza. Plat mobil B-1185-TOD terdaftar dalam registrasi indentifikasi kendaraan bermotor adalah Toyota Avanza tahun 2011 warna hitam yang dimutasikan ke Depok tanggal 20 Juni 2014, ungkap Nasir.

Sebelumnya diberitakan DS menabrak mobil Mercy di underpass di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada hari Kamis malam. Pengemudinya bukannya tanggung jawab, dia malah lari ke arah Jalan Gatot Subroto, sehingga dikejar warga. Bukan di situ DS menabrak motor. Setelah itu, DS masih terus tancap gas hingga ke Tebet dan berakhir di Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan. Banyaknya warga yang emosi meluapkan kemarahannya kepada DS. Akhirnya warga juga merusak mobil Toyota Camry yang dikendarainya. Pada akibat kejadian itu, selain mobil Mercy, total ada 4 motor yang ditabrak. Sementara korban luka ada 7 orang.

Pihak polisi meralat informasi terkait kasus tabrak lari sedan Toyota Camry di kawasan Jakarta Selatan yang terjadi pada hari Kamis lalu. Sebuah mobil bernopol B-1185-TOD itu ternyata bukan dikemudikan oleh pengacara berinisial DS, melainkan seorang pria berinisial AB (36). Pengemudi Camry B-1185-TOD atas nama inisial AB, 36 thn ditetapkan sebagai tersangka, kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir dalam keterangan kepada wartawan, pada hari Rabu.

AB dipersangkakan Pasal 311 ayat 1, ayat 2, ayat 3 junto Pasal 312 UU Nomor 22 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman 4 tahun. Pada Pasal 311 UU No 22 Tahun 2009 berbunyi:

Ayat (1): Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah).

Ayat (2): Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/ atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah).

Ayat (3): Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3), pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau denda paling banyak Rp8.000.000,00 (delapan juta rupiah).

Karena AB melakukan tabrak lari, dia juga dijerat Pasal 312 UU No 22 Tahun 2019. Pada Pasal 312 UU No 22 Tahun 2009 berbunyi:

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang terlibat Kecelakaan Lalu Lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan Kecelakaan Lalu Lintas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c tanpa alasan yang patut dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah).

Pemeriksaan penyaring alkohol (ethanol) dari bahan urine dengan metode semikuantitatif microdifussi conway didapatkan hasil positif, katanya. Pengacara DS juga dilakukan tes alkohol dan hasilnya negatif. AB dan DS juga dites narkoba dan hasilnya, keduanya dinyatakan negatif. Saat dihubungi secara terpisah, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf menjelaskan soal kesalahan informasi soal pengemudi Toyota Camry. Yusuf mengatakan bahwa identitas pengacara DS sebagai pengemudi Camry muncul dari informasi yang berkembang di lapangan.

Jadi itu salah informasi di lapangan, kata Yusuf. Dijelaskan bahwa pada saat kejadian itu, AB dan DS keluar dari dalam mobil begitu mobilnya menabrak kendaraan di titik terakhir di Jalan Saharjo, Tebet. Warga yang emosi saat itu langsung menghakimi keduanya. Jadi itu rupanya mereka berdua waktu mengendarai kendaraan, sopirnya AB dan sampingnya itu DS. Saat nabrak itu keluar, masyarakat di sana dikiranya DS itu sopirnya, dipukulilah DS itu, lanjutnya.

DS dan AB tidak sadarkan diri setelah dikeroyok massa. Sehingga, saat itu, polisi juga tidak bisa meminta keterangan dari keduanya. Setelah perawatan di rumah sakit selama beberapa hari, DS sadar dan telah dimintai keterangan. Keterangan DS dan 7 orang saksi yang menguatkan bahwa AB lah yang mengemudikan Camry tersebut. Pengacara sudah di-BAP dan saksi-saksi mengatakan bahwa dia atau DS bukan tersangka, papar Yusuf.

Dari informasi penetapan tersangka pengacara DS ini awalnya disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Tersangka pengemudi kendaraan Camry, DS, pekerjaan pengacara, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, pada hari Jumat. Dalam keterangan tersebut, Argo juga menyampaikan bahwa DS diduga terpengaruh minuman beralkohol saat berkendara. DS mulanya menabrak Mercy di Jl Rasuna Said. Setelahnya DS menabrak 4 motor di Jl Minangkabau, Setiabudi, hingga akhirnya mobil dirusak warga di Jl Saharjo.

Saat ini tersangka diamankan dan dibawa ke RSCM Jakpus, ujar Argo. Diketahui insiden tabrakan itu terjadi pada hari Kamis malam. Pada mulanya. mobil itu menabrak Mercy di Jl Rasuna Said. Setelahnya mobil itu menabrak 4 motor di Jl Minangkabau, Setiabudi, hingga akhirnya mobil dirusak warga di Jl Saharjo. Para korban yang terluka karena dihantam sedan itu yakni Sandi Sutami pengemudi motor, Iwan, Hani, Erlan Syaur, Fitriah, Salsabla Hanifa dan Fani.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...