Selasa, 07 Agustus 2018

Ini Hasil Visum Wanita Yang Diculik Dukun Selama 15 Tahun

Ini Hasil Visum Wanita Yang Diculik Dukun Selama 15 Tahun



AGEN POKER H (28), wanita yang menjadi korban penculikan oleh dukun selama 15 tahun, telah menjalanin visum di RS Mokopido, Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng). Hasil visum menunjukan fisik bagian luar H dalam kondisi sehat.

Hasil Visumnya sehat, ujar Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy kepada wartawan, selasa (7/8/2018).

Namun Iqbal menyampaikan ada catatan dari dokter tentang kondisi kesehatan bagian organ reproduksi milik korban. Keterangan dokter ada gumpalan di rahim imbuh Iqbal.

Dia mengatakan penyidikan berencana meminta dokter specialis kandungan untuk melakuan USG terhadap perut korban. Iqbal menuturkan kepolisian akan mendampingi H hingga kondisi psikis dan fisiknya kembali sehat.

Kami akan minta dokter ahli kandungan dari RS Mokopido. Kemarin hasil visumnya luarnya sajakan. Kita minta H ini diberikan pelayanan kesehatan seperti USG. Kami mau melihat apakah dia selama 15 tahun dalam kondisi sehat betul apa tidak, terang Iqbal.

H di culik oleh dukun dikampungnya yang bernama Jago (83) sejak 2003 atau H berusia 13 tahun. Kita minta H diberikan pelayanan kesehatan seperti USG. Kami mau melihat apakah dia selama 15 tahun dalam kondisi sehat betul apa tidak, terang Iqbal.

H di culik oleh dukun di kampungnya yang bernama jago (83) sejak 2003 atau H berusia 13 tahun. Selama diculik, Jago menyetubuhi H setiap malam tiba. Kakek itu mengaku memiliki jin peliharaan bernama Amrin dan jin itu merasuki tubuhnya setiap kali berhubungan badan dengan H.

Dalam kasus ini, polisi menjerat Jago dengan Pasal 76D, 76E dan 81 Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 tentang Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Bawah Umur. Ancaman hukuman bagi Jago adalah 15 tahun penjara.

Mayat Tanpa Kepala Ditemukan Di Kebun Sawit Di Deli Serdang

Mayat Tanpa Kepala Ditemukan Di Kebun Sawit Di Deli Serdang



Mayat tanpa identitas ditemukan di kawasan kebun sawit milik warga di Deli Serdang, Sumatera Utara. Saat ditemukan, mayat tersebut dalam kondisi kepala yang terpisah dari badan.

Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martulesih Sitepu mengatakan, saat ditemukan, mayat tersebut sudah dalam kondisi membusuk. Aroma tak sedap menyeruak ke sekitarnya.

Jasad korban sudah rusak dan sudah mengeluarkan aroma tak sedap, kata Martulesih dalam keterangan tertulis, Minggu (5/8/2018).

Mayat berjenis kelamin Laki-laki tersebut ditemukan diareal perkebunan sawit milik M syarif Keliat, tepatnya di Dusun III Namurube, Desa Jahe Namurube, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Sumut pada Minggu (5/8) sekitar pukul 16.00 WIB.

Ditemukan di areal perkebunan sawit milik warga. Kepala korban sudah terpisah dari badan, katanya.

Setelah dilakukan pencarian, kepala korban ditemukan berjarak sekitar 15 meter dari badannya. 15 meter ditemukan kepala koban katanya.

Kita sudah identifikasi jasad korban yang ditemukan diareal perladangan sawit milik warga, diduga sebagai pensiunan TNI Angkatan Udara, kata Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesih Sitepu.

Martulesih mengatakan mayat tersebut tampak mengenakan celana jins warna biru, kemeja putih dan mengenakan sabuk PDH. Setelah diidentifikasi, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Bhayangkara Medan untuk diautopsi, katanya.

Saat ini Polsek Kutalimbaru sudah memintai keterangan 5 warga sebagai saksi terkait penemuan mayat diduga korban pembuhunan tersebut.

Kita masih menyelidiki terus penemuan jasad diduga korban pembuhunan, jelasnya.

Senin, 06 Agustus 2018

Sopri Angkot Diterminal Depok Resah Sama Preman, Polisi Ciduk Tiga Preman

Sopri Angkot Diterminal Depok Resah Sama Preman, Polisi Ciduk Tiga Preman



Polisi mengamankan tiga orang preman di terminal sementara Depok, tepatnya di depan Stasiun Depok Baru. Ketiga pelaku diamankan karena memalak sopir angkutan umum.

Modusnya (sebagai) timer di pintu keluar, kata Kapolsek Pancoranmas Kompol Ronny Wowor dalam keterangan kepada wartawan, senin (6/8/2018).

Ketiganya yakni SIA, SI dan PE. Dari ketiganya itu, polisi menyita uang recehan senilai total Rp 220 ribu.

Mereka ditangkap pukul 14.00 WIB dipintu keluar Stasiun Depok Baru, tetapnya didekat kolong Arif Rahman Hakim, Depok. Kawasan itu saat ini di jadikan sebagai terminal sementara.

Pelaku didata dan kemudian difoto, selanjutnya dilakukan pembinaan guna terciptanya kamtibmas, imbuhnya.

Sementara Kasdishub Depok Dadang Wihana memastikan aktivitasnya dalam terminal bersih dari praktek pungli atau pencaloaan. Pungutan lain selain retribusi merupakan pungutan liar.

Kalau terminal itu masuknya retribusi, tapi ketika keluar terminal itu yang sedang kita tertibkan, kata Dadan.

DishubDepok bekerja sama dengan Polresta Depok untuk menindak preman tersebut. Ketiga preman itu, memeras sopir angkutan umum yang keluar dari terminal.

Tadi ada 3 orang yang ditangkap dari kepolisian. Soal dikenakan berapanya pungutannya terhadap sopir angkot ini kurang begitu paham, tapi tadi bervariasi setelah di tangkap oleh polisi itu ada yang sudah dapat sebesar Rp 185.000 dan Rp 35.000 dari uang recehan itu ya. Tapi yang jelas itu tidak diperkenakan untuk melakukan pungutan dimanapun ya, tidak boleh. Kita akan terus tertibkan soal ini ya, papar Dadan.

Perahu Nelayan Pecah Dihantam Ombak Tinggi, Satu Nelayan Trenggalek Hilang

Perahu Nelayan Pecah Dihantam Ombak Tinggi, Satu Nelayan Trenggalek Hilang

https://newskorandays.blogspot.com/2018/08/perahu-nelayan-pecah-dihantam-ombak.html


AGEN POKER Seorang nelayan asal Trenggalek dinyatakan hilang setelah perahunya pecah tersapu ombak diperairan selatan jawa.Tim Basarnas diterjunkan ke lokasi keajadian untuk melakukan proses pencairan bersama potensi SAR lain.

Koordinasi Basarnas Pos Trenggalek Asnawi Suroso mengatakan korban hilang diindentifikasi bernama Sarun (40) warga Dusun Karanggongso, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo Trenggalek. Korban dikabarkan hilang di sekitar karang Gunung Gelang dikawasan Teluk Prigi pada senin (6/8/2018) sore.

Kejadian hilangnya korban ini dilaporkan ke Basarnas pada Pukul 16.30 WIB, kemudian kami langsung menindak lanjuti dengan tim untuk melakukan proses pencarian, kata Asnawi.

Dari data sementara yang masuk, kejadian kecelakaan laut tersebut berawal saat Sarun dan saudaranya Rifai berangkat melaut untuk mencari gurita dikawasan Teluk Prigi. Saat itu Kedua nelayan berangkat berangkat dengan menaiki Kapal Motor (KM) Isabella.

Sampai Di Gunung Gelang, korban kemudian pindah menggunakan perahu kunting, Namun sesaat setelah melakukan kegiatan tiba-tiba datang gelombang besar dan menghempas korban dan perahunya sehingga perahu terbelah, ujarnya.

Dari hasil penulusuran sementara, di sekitar lokasi kejadian hanya ditemukan perahu korban dalam kondisi pecah, sedangkan korban Sarun tidak ditemukan keberadaannya.

Rencananya tim SAR gabungan akan melakukan opersi pencarian mulai selasa besok dengan bekerja sama dengan sejumlah potensi SAR, mulai dari SAR nelayan, Polisi Air, Polsek Watulimo, TNI AL, TNI AD serta pihak pelabuhan. Untuk saat ini kami sedang melakukan perencanaan tentang skenario pencarian besok, kalau malam hari tidak visibel untuk dilakukan pencarian, jelas Asnawi.

Minggu, 05 Agustus 2018

Sedang Mengaji, Santri Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Terjadi Di NTB

Sedang Mengaji, Santri Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Terjadi Di NTB

https://newskorandays.blogspot.com/2018/08/sedang-mengaji-santri-tewas-tertimpa.html


AGEN POKER Muhammad Khudori (14), salah seorang santri di Pondok Pesantren Riyadussibat, Sidemen, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa 7.0 Skala Richter.

Anak saya terluka dibagian kepala, kata Khairul, ayah korban meninggal dunia yang ditemui ketika sedang menangsi kematian anaknya di jalan raya depan Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Mataram, seperti dilansir Antara, Minggu (5/8).

Khairul mengatakan anaknya yang baru beberapa waktu duduk di kelas 1 MTS tertimpa reruntuhan bangunan saat sedang mengaji. Khairul sendiri mengangkut anaknya menggunakan mobil warga ke RSAD Mataram dari pondok pesantren yang jaraknya sekitar 50 meter dari rumahnya.

Kondisi ayah dua anak itu memprihatinkan. Ia muntah-muntah sambil menangis dalam kondisi kedinginan karena hanya menggunakan sarung dan baju dalam.

Saat ini mayat berada di atas mobil ambulans yang terparkir dijalan raya. Tenaga medis rumah sakit sibuk mengurus pasien yang kondisinya sangat serius.

Para pasien RSAD Mataram diungsikan ke jalan raya dan lapangan kantor Gubenur NTB yang tidak jauh dari rumah sakit.

Gempa bumi berkuatan 7,0 SR mengguncang Pulau Lombok dan Sumbawa, Minggu pukul 18.46 WITA itu, dengan pusat gempa terletak pada 8,3 Lintang Selatan, 116,48 Bujur Timur Kabupaten Lombok Utara dengan kedalaman 15 Kilometer.

Badan Meteorolgi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami, namun beberapa waktu kemudian, berdasarkan perkembangan terbaru, menyatakan peringatan tsunami itu berakhir.

BMKG Menghimbau Warga Untuk Menjauhi Bibir Pantai,Cari Tempat jauh Lebih Tinggi.

BMKG Menghimbau Warga Untuk Menjauhi Bibir Pantai,Cari Tempat jauh Lebih Tinggi.

https://newskorandays.blogspot.com/2018/08/bmkg-menghimbau-warga-untuk-menjauhi.html


Badan Meteorlogi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat meminta warga Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap tenang dan menjauhi bibir pantai pasca gempa 7 Skala Richter (SR) mengguncang Lombok Utara pukul 18.46 WIB, Minggu (5/8).

Gempa yang berlokasi di 8.37 LS, 116.48 BT dengan kedalaman 15 Kilometer tersebut berpotensi terjadinya tsunami.

Meski prediksi gelombang paling tinggi hanya setengah meter, tapi kami minta masyarakat segera jauhi bibir pantai dan mencari tempat yang jauh lebih tinggi. Upayakan untuk tetap tenang dan tidak panik, ungkap Kepala BMKG Pusat, Dwikorita Karnawati dijakarta, Minggu (5/8).

Dwikorita mengatakan gelombang tsunami yang tiba bisa saja berbeda-beda. Gelombang yang pertama bisa bukan yang terbesar, tuturnya.

Diungkapnya, hingga saat ini BMKG terus memantau kondisi terkini pasca-gempa dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Terus kami pantau dari pusat Gempa Nasional dijakarta, termasuk potensi terus terjadi gempa susulan, terangnya.

Dwikorita memaparkan hingga pukul 19.51 WIB, telah terjadi 16 kali gempa susulan namun dengan magnitudo yang jauh lebih kecil. Namun demikian, ia meminta masyarakat untuk terus waspada dan tidak mendiami bangunan atau rumah yang rawan runtuh.

Sabtu, 04 Agustus 2018

Densus 88 Menggeledah Sebuah Rumah Di Sleman

Densus 88 Menggeledah Sebuah Rumah Di Sleman

https://newskorandays.blogspot.com/2018/08/densus-88-menggeledah-sebuah-rumah-di.html


Tim dari Densus 88 Antiteror menggeledah sebuah rumah di RT 006 RW 013, Dusun Sribit Lor, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Sleman. Rumah tersebut dihuni oleh pasangan suami istri.

Tadi ada polisi ngaku dari Markas Besar, mengajak saya jadi saksi untuk geledah rumah milik Arif, kata Ketua RT 06, Wirdiyana ditemui di rumahnya, Sabtu (4/8/2018).

Wardiyana menjelaskan Penggeledahan dilakukan sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu dia hendak salat dzuhur didatangi oleh beberapa pria yang mengaku polisi dari Mabes Polri. Dia diajak untuk menjadi saksi penggeledahan isi rumah Arif. Penggeledahan berlangsung sekitar 30 menit.

Dirumahnya hanya ada istrinya, kalau Arif saya tidak tahu. Tadi polisi banyak, puluhan, ada yang pakai penutup wajah, yang diambil beberapa dokumen dibawa pakai 2 tas plastik, jelasnya.

Wardiyana mengaku saat penggeledahan berlangsung warga sekitar dilarang mendekat. Jalan kampung depan rumah Arif juga ditutup oleh polisi.

Kalau kasusnya apa, saya tidak tahu. Tadi istrinya tidak dibawa, hanya dokumen itu yang dibawa kepolisian. Arifnya saya juga tidak tahu apa ditangkap atau tidak karena tadi dia tidak ada di rumah, imbuhnya.

Sementara itu saat awak media mencoba bertandang ke rumah Arif, seorang perempuan yang berada di dalam rumah tidak bersedia diwawancarai. Sudah jangan ganggu, ujar perempuan itu singkat sambil menutup pintu rumah.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...