Jumat, 08 Februari 2019

Polisi Berhasil Menggerebek Sindikat Prostitusi Online Via Line Live Show

Polisi Berhasil Menggerebek Sindikat Prostitusi Online Via Line Live Show

Polisi Berhasil Menggerebek Sindikat Prostitusi Online Via Line Live Show

AGEN POKER Polres Jakarta Barat berhasil membongkar sindikat prostitusi online dari grup pesan singkat LINE atau mereka beri nama Live Show via video. Lima orang admin grup atau muncikari diamankan jajaran Polres Jakarta Barat. Ada lima orang yaitu berinsial SH (23), ZJ (23), WN (23), HAM (23), dan RM.

Kami tangkap kelima orang tersebut di Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan beberapa hari lalu. Mereka mengatur transaksi prostitusi online dan penyedia perempuan-perempuan yang bisa dibooking oleh member grup dan menyiapkan lokasi transaksi, kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Edi Sitepu, dalam keterangannya, pada hari Senin.

Sindikat prostitusi online dari grup pesan LINE Live Show menjajakan model-model di bawah umur. Anggota grup ini 500 orang lebih dan dipatok bayaran hingga Rp 1 juta per bulan.

Sindikat ini menyediakan para perempuan dewasa hingga pelajar SMA untuk dijadikan sebagai pekerja seks komersial (PSK) via online. Grup itu menyediakan live video porno oleh model-modelnya. Model video itu adalah PSK yang bisa dibeli oleh anggota grup tersebut.

Talent atau model live show mesum itu terdapat anak di bawah umur yang masih tercatat sebagai pelajar SMA. Selain melayani live show mesum, anak di bawah umur yang menjadi talent atau ini juga melayani praktik prostitusi online yang dibooking melalui admin grup, ucap Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Edi Sitepu, dalam keterangannya, pada hari Senin.

Anggota grup sudah lebih dari 500 orang. Setiap anggota dipatok untuk membayar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per bulan untuk langganan LIVE SHOW tersebut. Untuk booking PSK sendiri, di luar dari biaya tersebut. Ada biaya lagi, ucap Edi Sitepu.

Sindikat prostitusi online di grup pesan LINE punya ruang khusus untuk menjajakan anak di bawah umur. Anak-anak di bawah umur itu dijajakan dalam grup LINE khusus TK Manjyaah.

SH (23), satu dari lima orang tersangka, menjadi admin di grup TK Manjyaah. Dia menyuplai video porno anak di bawah umur dan mengkoordinasi anak yang akan melakukan sex video call, phone sex, dan live show live melihat hubungan intim.

Saat mau live show, dia hubungi admin, admin umumkan di grup untuk yang mau bisa hubungi admin. Termasuk soal biaya yang harus dikeluarkan oleh member, ucap Kasat Reskrim AKBP Edi Suranta Sitepu kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jalan S Parman, Palmerah, Jakarta Barat, pada hari Senin.

Edi menjelaskan ada delapan grup yang dibuat oleh sindikat ini untuk menjalankan prostitusi online-nya. Grup-grup itu dibuat dengan tarif member dan tujuan yang berbeda. Member yang tergabung dalam grup untuk melihat video porno saja dikenai tarif Rp 200 ribu per bulan. Namun, untuk fasilitas tambahan, seperti video call sex, phone sex, dan live show dikenai tarif mulai Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per bulan.

Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat AKP Erick Sitepu menambahkan, anak-anak di bawah umur yang tergabung grup TK Manjyaah juga bisa diajak melakukan hubungan intim. Talent anak itu bisa menghubungi admin atau mengontak member yang tergabung dalam grup. Untuk BO (booking out) biayanya dari Rp 200 ribu sampai Rp 2,5 juta, ucap Erick.

Barang bukti yang disita yakni 4 unit ponsel, 5 buah akun grup LINE, 4 buah akun Official LINE, 30 lembar capture group LINE, 3 unit CPU, 3 unit laptop, dan 1 set perangkat lan dan Wifi.

Tersangka disangkakan Pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 ayat 1 UU nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik," ujar Edi.

Rabu, 06 Februari 2019

Tempat Ibadah Saat Imlek Ada 8 Daftar Kelenteng Di Indonesia

Tempat Ibadah Saat Imlek Ada 8 Daftar Kelenteng Di Indonesia

Tempat Ibadah Saat Imlek Ada 8 Daftar Kelenteng Di Indonesia

AGEN POKER Menjelang perayaan hari Imlek 2019 di Indonesia yang sudah di depan mata, di beberapa sudut kota seperti Jakarta hingga Kalimantan, Kelenteng dan Vihara sudah terlihat meriah. Biasanya sejak H-10 sebelum perayaan Imlek, berbagai kelenteng akan dipersiapkan dengan dekorasi menarik dan bersih-bersih kelenteng. Mulai dari pengecatan warna merah dan emas, pemasangan pernak-pernik khas Imlek hingga membuat berbagai macam barang yang akan digunakan untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2019.

Selain melihat kemeriahan di beberapa titik kelenteng yang ada di Indonesia, ternyata ada beberapa kelenteng yang menjadi pusat perayaan Imlek setiap tahunnya. Kelenteng ini masuk ke daftar kelenteng terbesar yang ada di Indonesia.

Dari sekian banyaknya klenteng di Indonesia, beberapa kelenteng di bawah ini menjadi kelenteng terbesar dan terbaik yang ada saat ini. Keindahan bukan hanya dilihat dari kemegahan bangunan saja, melainkan juga dari beberapa fasilitas yang disediakan. Mulai dari tempat istirahat, pusat kuliner dan oleh-oleh, hingga fasilitas mewah lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut daftar kelenteng di Indonesia terbesar dan terbaik:

1. Kelenteng Kwan Sing Bio di Tuban, Jawa Timur

Kelenteng Kwan Sing Bio merupakan satu di antara kelenteng yang ada di Indonesia dengan bangunan yang cukup megah dan halaman yang luas serta taman yang indah. Selain memiliki kemegahan dari segi arsitekturnya, kelenteng ini juga masuk sebagai kelenteng terbesar di Asia Tenggara.

Kelenteng ini memiliki luas sekitar 4 hektare. Selain itu fasilitas yang disediakan di dalamnya juga tergolong sangat lengkap, mulai dari pusat kuliner dan oleh-oleh khas China, tempat untuk istirahat, area parkir yang memadai, dan masih banyak lagi. Untuk lokasinya sendiri berada di Jl. RE Martadinata, Karangsari, Tuban, Jawa Timur.

2. Kelenteng Tay Kak Sie di Semarang, Jawa Tengah

Kelenteng Tay Kak Sie menjadi kelenteng yang sangat populer untuk kalangan masyarakat di daerah Semarang, Jawa Tengah. Selain memiliki bangunan yang tergolong luas, kelenteng ini juga ramai setiap harinya bagi umat budha yang ingin berdoa disini. Bahkan di setiap menjelang perayaan Tahun Baru Imlek banyak umat yang sembayang atau untuk berdoa di sini, kelenteng ini dihias oleh umat kelenteng sedemikian rupa dengan berbagai pernak-pernik khas Imlek.

Yang lebih uniknya lagi, kelenteng ini memiliki banyak simbol dan ornamen yang sengaja dibuat seperti abad ke-19. Sehingga selain bisa melihat berbagai sejarah di abad ke-19, pengunjung juga bisa melihat replika kapal Laksamana Cheng Ho yang ada di gerbang pintu masuk utama.

3. Kelenteng Tri Dharma Candra Nadi di Palembang, Sumatera Selatan

Kelenteng Tri Dharma Candra Nadi merupakan kelenteng pertama yang dibangun di Palembang. Dulunya kelenteng ini menjadi pusat pengobatan yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bahkan hingga saat ini kelenteng Tri Dharma Candra Nadi juga dipercaya sebagai kelenteng yang mampu menyembuhkan penyakit oleh masyarakat sekitar.

Untuk pengunjung yang ingin datang ke kelenteng ini, lokasinya berada di Jl Perikanan No 10 Ulu, Palembang, Sumatera Selatan. Setiap pengunjung yang datang ke kelenteng ini dapat menikmati keindahan bangunan dengan menggunakan perahu getek yang telah disediakan. Bahkan di setiap perayaan Imlek, kelenteng ini juga dihias dengan berbagai ornamen khas Imlek dengan semarak kemeriahan dibalut dengan warna merah keemasan.

4. Kelenteng Surga Neraka di Singkawang, Kalimantan Barat

Mendengar namanya saja orang sudah dibuat penasaran dengan bangunan kelenteng satu ini. Mengapa tidak? Sebagai salah satu bangunan kelenteng terbesar di Kalimantan Barat, Kelenteng Surga Neraka ini juga menjadi pusat beribadah orang Tionghoa yang ada di daerah Singkawang, Kalimantan.

Untuk lokasi Kelenteng terletak di Kampung Sempalit, yaitu sekitar 12 km dari pusat kota Singkawang. Di kelenteng ini pengunjung dapat melihat patung dewa-dewi yang menjadi kepercayaan orang Tionghoa sebagai dewa yang ada di surga dan neraka. Selain itu, kelenteng ini juga memiliki bangunan berupa relief naga yang sangat besar dan keren.

5. Kelenteng Cu An Kiong di Rembang, Jawa Tengah

Kelenteng Cu An Kiong menjadi kelenteng yang cukup unik di Jawa Tengah. Pasalnya, selain memiliki bangunan yang terbuat dari ukiran kayu berwarna-warni, kelenteng ini juga merupakan bangunan yang cukup megah dan luas.

Di kelenteng ini pengunjung dapat melihat sebuah altar yang digunakan Makco Tian Siang Sing Bo, yatu dewi laut yang menjadi kepercayaan orang Tionghoa. Namun pengunjung tidak diizinkan masuk ke area utama dan hanya bisa melihatnya dari luar. Untuk lokasinya sendiri terletak di Jl. Dasun No. 19 Soditan, Kab. Rembang, Jawa Tengah.

6. Kelenteng Xian Ma di Rembang, Jawa Tengah

Masih berada di daerah Rembang, Jawa Tengah, kita bisa melihat kelenteng terbaik yang ada di sana. Kelenteng Xian Ma menjadi salah satu kelenteng yang ada di Jawa Tengah yang cukup ramai dikunjungi masyarakat sekitar. Selain menjadi pusat beribadah keturunan Tionghoa, kelenteng ini juga memiliki bangunan yang cukup khas.

Kelenteng dibangun dengan 6 lantai utama. Bahkan jika dilihat dari luar kelenteng, kelenteng ini mirip dengan bangunan ruko megah. Selain itu, di kelenteng ini pengunjung juga dapat melihat berbagai patung dewa yang ada di setiap lantainya. Yang lebih spesialnya lagi, kelenteng ini akan dihias sedemikian rupa untuk menyambut perayaan Imlek setiap tahunnya.

7. Kelenteng Hok Tiek Hian di Surabaya, Jawa Timur

Selain terkenal sebagai kotanya sejarah, Surabaya juga memiliki salah satu bangunan kuno berupa Kelenteng Hok Tiek Hian. Kelenteng tertua di Surabaya ini menjadi pusat beribadah orang Tionghoa. Selain menjadi salah satu kelenteng terbesar di Indonesia, Hok Tiek Hian juga menjadi bangunan kuno khas sejarah orang Tionghoa zaman dulu.

Kelenteng yang berlokasi di Jalan Dukuh nomor 21 Surabaya ini dulunya dibangun oleh tentara Tartar yang ada di zaman Kaisar Ku Bi Lai Khan. Kelenteng ini memiliki 7 bangunan pagoda yang menjadi ciri khas bangunan orang Tionghoa zaman dulu.  Selain digunakan sebagai pusat beribadah orang Tionghoa, kelenteng ini juga menjadi pusat wisata yang ada di Surabaya. Tak heran jika bangunan ini selalu ramai akan pengunjung setiap harinya.

8. Kelenteng Kim Tek Le di Jakarta Barat

Kelenteng Kim Tek Le menjadi satu-satunya kelenteng tertua di Jakarta. Kelenteng ini pertama dibangun pada tahun 1650 sebelum perang dunia II. Selain menjadi kelenteng dengan bangunan kuno, kelenteng Kim Tek Le juga menjadi pusatnya orang Tionghoa untuk melakukan ibadah hingga saat ini.

Bahkan di hari-hari menjelang perayaan Imlek seperti ini, kelenteng ini juga diramaikan dengan berbagai ornamen untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Kita bisa berkunjung ke kelenteng di Jakarta ini yang berlokasi di Jl. Kemenangan 3, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat.

Itulah daftar 8 klenteng terbesar di Indonesia. Biasanya mendekati perayaan Imlek seperti saat ini, tentu berbagai Kelenteng di atas telah menyiapkan segala kebutuhan untuk menyambut Tahun Baru yang kental dengan ciri khas angpau, Gong Xi Fa Cai, dan barongsai ini.

Selasa, 05 Februari 2019

Indonesia Tidak Bolehkan Para Pencari Suaka Mencari Bekerja

Indonesia Tidak Bolehkan Para Pencari Suaka Mencari Bekerja

Indonesia Tidak Bolehkan Para Pencari Suaka Mencari Bekerja

AGEN POKER Para pencari suaka saat ini sedang di pengungsi dari sejumlah negara yang nongkrong sepanjang hari di pinggir Jalan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat. Ini bukan karena mereka malas, tapi mereka memang tak diperbolehkan bekerja di wilayah Indonesia. Kebanyakan dari mereka hanya termangu di pinggir jalan, sambil membawa payung atau duduk di atas tikar. Puluhan pengungsi dari Afganistan, Sudan, Somalia, dan Irak ini teramati berada di sekitar Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta.

Ini dia yang pengungsi yang mencari suaka bernama Abdul Zabi (29) memegang payung biru sambil bersila di trotoar yang tak jauh dari toilet umum. Di depannya, angkot melaju meninggalkan asap, disusul kendaraan-kendaraan lainnya. Lalu lintas sedang ramai pada hari Selasa siang. Abdul berharap ada dermawan di antara banyak orang yang berlalu lalang itu untuk menolong mereka untuk makan.

Sehari-hari duduk di jalan. Kalau hujan, pindah ke sana, kata Zabi kepada seorang wartawan sambil menunjuk ke teras toko di seberang. Dia mengaku sering mendapat nasi bungkus dari warga, meski tidak bisa dibilang rutin. Cara hidup seperti ini terpaksa dia jalani karena dia tak punya pilihan. Dia tak diperbolehkan bekerja secara legal di Indonesia. Kerja tidak boleh. Di Indonesia ada banyak orang juga ya, di sini tidak boleh, kata Zabi. Maka satu-satunya cara bertahan hidup adalah lewat bantuan yang sampai ke tangannya. Dia hidup di Indonesia bersama istri dan dua putra kecilnya.

Kondisi yang memaksanya menjadi mirip pengemis ini membuatnya ingin segera menuju tanah impian, yakni negara pihak ketiga yang menerima para pengungsi, seperti Kanada, Selandia Baru, atau Australia. Negara-negara itu meratifikasi Konvensi PBB mengenai Status Pengungsi Tahun 1951 dan Protokol mengenai Status Pengungsi 31 Januari 1967. Indonesia tidak termasuk salah satu negara yang meratifikasi konvensi. Indonesia hanyalah negara transit yang berbaik hati.

Saya mau ke Kanada, New Zealand, Australia. Jadi di Indonesia transit. Mungkin saya bisa di sini 4 tahun, 5 tahun, 6 tahun, tuturnya. Zabi bertutur dalam bahasa Indonesia yang belum sempurna. Dia belajar bahasa Indonesia secara otodidak di jalanan ini sejak kedatangan pertama kali pada Februari 2018.

Kini yang bisa dilakukan mantan sopir taksi ini adalah menunggu diregistrasi oleh petugas IOM (Organisasi Internasional untuk Migrasi). Bila sudah diregistrasi, paling tidak dia bisa hidup layak di penampungan dan hari-hari keluarganya lebih terjamin. Entah kapan dia dan keluarganya akan diregistrasi IOM. Harapan Zabi sebenarnya sempat mengkerut setelah tahu Australia menghentikan dana bantuan bagi pengungsi di Indonesia.

Dilansir The Guardian, Australia menghentikan pendanaan pengungsi yang menunggu di Indonesia. Kebijakan Australia itu berlaku sejak tanggal 15 Maret 2018. Sebelumnya, anggaran untuk pengungsi dari Australia diurus oleh Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan (DIBP) Australia lewat IOM dan akhirnya sampai di Indonesia.

Kini dia sedikit bernapas lega, paling tidak istri dan kedua anaknya, masing-masing usia 1,3 tahun dan 3 tahun, bisa tinggal di kontrakan yang dibiayai lembaga swadaya masyarakat Selasih. Satu kontrakan diisi lima keluarga. Adapun dia sendiri tidur di jalan di bawah tenda terpal biru yang didirikan para pengungsi tiap malam hari di dekat Rudenim Jakarta ini.

Peperangan-lah yang mendorong Abdul Zabi sekeluarga hijrah dari Kabul ke Jakarta. Bukan hanya Zabi, rata-rata pengungsi di sini berlatar belakang masyarakat korban perang dengan berbagai bentuk konflik yang tak sederhana. Pindah karena perang, Taliban. Bomb blast! ujar Zabi.

Cara hidup berharap dari kedermawanan orang-orang juga dilakoni oleh pengungsi Afganistan lain bernama Ahmad Zakaria (32), bapak yang membawa istri dan putri usia 2 tahun ke Jakarta. Duitnya sudah habis, terpaksa dia meninggalkan kontrakan sewaan dan turun ke jalanan.

Setiap hari kami di sini, karena menurut hukum di Indonesia, kami sebagai pengungsi tidak boleh bekerja. Jadi kami hanya duduk-duduk seharian. Kami tidak punya pilihan kecuali duduk disini, untuk mendapatkan makanan, minuman, kata Zakaria dalam bahasa Inggris. Soal bahasa Inggrisnya yang lumayan, dia mengaku sempat bersekolah di India. Dulu dia bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta di ibu kota Afganistan, Kabul. Dulu saya bekerja di kantor, ucap Zakaria sambil merana di trotoar depan Rudenim.

Ada pria yang lebih muda, Ali namanya. Dia baru berusia 22 tahun. Selain tak bisa bekerja, dia juga tak bisa sekolah. Saat keluarganya mengungsi dari peperangan di Ghazni, tiga tahun lalu, dia masih bersekolah setingkat SMA. Kini dia hanya berharap pemerintah Indonesia, UNHCR, atau IOM memberi kemudahan bekerja dan bersekolah bagi pengungsi.

Andai saja mereka bisa memberikan itu, dan juga sedikit makanan dan minuman, karena kami tidak bisa bekerja di sini, tidak bisa belajar, makanya kami selalu di pinggir jalan seperti ini. Kami tidak bisa melakukan apa pun di sini, kata Ali, yang meminta wajahnya tak difoto.

Dalam Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor: IMI-1489.UM.08.05 Tahun 2010 tanggal 17 September 2010, terdapat aturan perihal aktivitas bekerja bagi pengungsi. Lampiran itu memuat Surat Pernyataan Pengungsi yang harus ditandatangani pengungsi yang bersertifikat UNHCR. Poin keempat mengatur: mereka tidak boleh bekerja.

Pengungsi harus taat terhadap peraturan yang berlaku di Indonesia, termasuk tidak boleh mencari kerja, melakukan kegiatan yang berhubungan dengan mendapatkan upah, mengendarai kendaraan tanpa surat izin mengemudi, serta menjaga ketertiban lingkungan sekitarnya, demikian bunyi poin keempat Surat Pernyataan Pengungsi tersebut.

Senin, 04 Februari 2019

Sebuah Suku Di Amazon Yang Terancam Punah Karena Perkembangan

Sebuah Suku Di Amazon Yang Terancam Punah Karena Perkembangan

Sebuah Suku Di Amazon Yang Terancam Punah Karena Perkembangan

AGEN POKER Sebuah suku di Amazon adalah misteri yang melegenda pada saat ini. Bukan hanya soal bentang alam atau legenda setempat, tapi kehidupan suku-suku di dalamnya yang belum tersentuh oleh dunia luar atau dunia modern saat ini. Apa yang kamu bayangkan saat mendengar kata Amazon? Pasti kebanyakan menjawab hutan yang sangat luas atau sungai-sungai panjang dengan habitat ikan piranha. Faktanya, Amazon lebih besar dari perihal tersebut.

Yang juga menarik dibahas dari Amazon adalah kehidupan suku-sukunya. Oh tunggu begini, Amazon merupakan suatu hutan belantara dengan luas 7 juta km persegi. Lokasinya di Benua Amerika Latin dan masuk di 9 negara, dari Brasil 60 persen hutan Amazon ada di negara ini lalu Kolombia, Peru, Venezuela, Ekuador, Bolivia, Guyana, Suriname, dan Guyana Perancis. Organisasi International, suatu organisasi yang peduli akan kehidupan suku-suku di dunia seperti dilihat oleh wartawan yang meliput atau membahas Amazon, pada hari Kamis mencatat ada sekitar 1 juta orang lebih yang terbagi dalam 400 suku di Hutan Amazon.

Suku-suku tersebut sudah menempati hutan Amazon sejak 400 tahun silam. Menariknya, terdapat 100 suku yang belum tersentuh dunia luar! Kebanyakan, suku-suku yang belum tersentuh dunia luar itu menempati hutan Amazon yang masuk wilayah Brasil. Menariknya, ada dua hal mengapa mereka seolah terisolasi.

Yang pertama adalah, karena akses yang sulit dijangkau. Tak ayal, hutan Amazon yang lebat menjadi rintangan berat untuk bisa bertemu dengan suku-suku tersebut. Perjalanan masuk ke pedalaman hutannya bisa memakan waktu berbulan-bulan. Alasan kedua, adalah karena suku-sukunya memang tidak mau keluar dari wilayahnya. Mereka sudah nyaman hidup di dalam hutan, dengan bahasa, budaya dan kehidupan mereka sendiri.

Salah satunya yang sempat mencuri perhatian dunia adalah di tahun 2011 silam. Tepatnya di kawasan Vale do Javari bagian barat dari hutan Amazon perbatasan Brasil dan Peru, suatu pesawat berisikan para peneliti dari Brasil menangkap kehidupan salah satu suku Amazon yang belum terdata!

Badan mereka terlihat berwarna kemerahan. Di tangan mereka, ada panah dan tombak. Tampaknya, mereka dibuat keheranan dengan pesawat yang terbang di atas rumahnya. Kehidupan mereka masih sangat tradisional. Masih berburu di alam dan rumahnya dari tumpukan kayu dan jerami.

Peran Pemerintah Brasil

Pada Tahun 1987, pemerintah Brasil membentuk Funai (Fundacao Nacional do Indio) alias National Indian Foundation. Badan ini dibentuk untuk mendata suku-suku di Hutan Amazon. Funai juga turun tangan langsung untuk memberikan pelayanan kesehatan, donasi makanan serta berbagai hal demi keberlangsungan hidup suku-suku di Hutan Amazon. Tercatat, suku-suku pedalaman di Hutan Amazon yang belum tersentuh menempati kawasan seluas 14 juta hektar!

Funai juga berperang dengan para penebangan kayu dan pemburu ilegal. Usut punya usut, hal-hal itulah yang mengancam kehidupan suku-suku di Amazon. Malah tak sedikit, kasus suku-suku Amazon dibantai oleh para penebang kayu dan pemburu ilegal. Maka Funai bertugas untuk melawannya dan pemerintah Brasil pun menindak tegas. Walau tak dipungkiri, kejahatan-kejahatan itu sulit terbendung.

Hal unik, Funai tidak akan melakukan kontak pada suku-suku di pedalaman Hutan Amazon yang memang menolak dunia luar. Meski demikian, Funai terus memantau kehidupannya, sembari berjaga dari serangan para penebang kayu dan pemburu.

Pemerintah Brasil juga tidak memaksakan untuk bertemu pada suku-suku yang mengisolasi diri di hutan Amazon. Toh kembali pada hakikatnya, mereka punya kehidupan sendiri dan biarlah jadi misteri.

Amazon terkenal dengan suku-sukunya yang tidak terjamah dari luar dunia. Tapi yang ini kebalikannya, salah satu sukunya justru terancam punah. Amazon merupakan suatu hutan belantara dengan luas 7 juta km persegi. Lokasinya di Benua Amerika Latin dan masuk di 9 negara, dari Brasil (60 persen hutan Amazon ada di negara ini) lalu Kolombia, Peru, Venezuela, Ekuador, Bolivia, Guyana, Suriname, dan Guyana Perancis.

Sekitar 400 suku hidup menempati Amazon. 300 Sukunya sudah terdata, 100 sukunya masih belum terjamah. Namun salah satu suku di sana, justru punya cerita yang menyedihkan. Suku Guarani namanya.

Dilansir dari Organisasi International, suatu organisasi yang peduli akan kehidupan suku-suku di dunia pada hari Sabtu suku Guarani merupakan salah satu suku terbanyak populasinya di Amazon. Mereka menempati negara Paraguay, Bolivia dan selatan Brasil.

Suku Guarani terbuka dengan dunia luar. Buktinya, 500 tahun lalu mereka menyambut dengan baik para penjelajah Eropa. Meski begitu, hingga kini mereka masih mempertahankan adat dan budayanya. Mereka masih percaya akan roh leluhur, memberlakukan hukum adat dan lain semacamnya. Bahkan mereka punya julukan 'land without evil' artinya tidak ada kejahatan di dalam kehidupan sukunya.

Sama seperti suku-suku lainnya di Amazon, Suku Guarani hidup dengan cara berkebun dan berburu. Mereka memilih pesisir sungai sebagai tempat tinggalnya, yang memudahkan untuk mobilisasi.

Terancam Punah

Sayang, 1 dekade terakhir adalah masa kelam suku Guarani. Khususnya, mereka yang hidup di bagian selatan Brasil harus berjuang hidup. Mereka harus melawan oknum-oknum yang ingin menguasai tempat tinggalnya! Oknum-oknum tersebut ingin menguasi tempat tinggal suku Guarani untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit, perkebunan tebu, pabrik dan lain-lain. Diming-imingi tempat tinggal lain, meski ujung-ujungnya mendapat kehidupan yang tidak layak.

Suku Guarani menolak keras. Bagi mereka, tanah tempat tinggalnya yang sudah ditempati para leluhur adalah tempat tinggal untuk selamanya. Celakanya, oknum-oknum itu mengambil cara anarkis dengan usir paksa dan memakai senjata. Tidak tanggung-tanggung, sering kali orang-orang dari suku Guarani diculik dan dibunuh.

Tonico Benites, perwakilan dari suku Guarani menyebut, sejak tahun 2009 tercatat 1.000 pemuda dari suku Guarani meninggal. Kejam! Ini adalah suatu pembunuhan massal, kata Tonico.

Organisasi International menyebut, 47 ribu masyarakat suku Guarani menetap di kawasan selatan Brazil. Sampai saat ini pemerintah Brazil belum mengambil langkah konrit untuk memecahkan masalah dan menjamin kehidupan suku Guarani.

Sedihnya lagi, orang-orang suku Guarani pun memilih jalan bunuh diri dibanding harus pergi dari tempat tinggalnya. Kembali ke Tonico, dia berharap pemerintah Brazil benar-benar memperhatikan suku Guarani yang merupakan masyarakat asli Amazon.

Dulu kami menempati wilayah seluas 4 juta hektar, tapi kini tinggal 200 ribu hektar saja. Kami harus terus berjuang untuk hidup dan kami tidak akan pergi ke tempat lain untuk mengemis. Kami punya segalanya di tanah kami dan jika masalah ini terus terjadi, mungkin suku Guarani akan punah 10 tahun mendatang nanti, tutupnya.

Minggu, 03 Februari 2019

Ombudsman Melihat Tanah Abang Dikendalikan Preman Yang Mencari Keuntungan

Ombudsman Melihat Tanah Abang Dikendalikan Preman Yang Mencari Keuntungan

Ombudsman Melihat Tanah Abang Dikendalikan Preman Yang Mencari Keuntungan

AGEN POKER Ombudsman melihat manuver preman-preman di kawasan Tanah Abang untuk menempatkan pedagang baru di kolong jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge dibaca oleh Ombudsman RI Jakarta. Bahkan Ombudsman menduga preman Tanah Abang menjadi penggerak bentrok pedagang dengan Satpol PP beberapa hari lalu supaya aparat tidak berjaga dilokasi tersebut.

Ombudsman melihat para preman ini memanfaatkan kekosongan di Jalan Jati Baru untuk mendatangkan pedagang baru saat pedagang lama pindah ke kawasan JPM. Nantinya pedagang baru akan menempati Jalan Jati Baru dan menyetor kepada para preman jalanan.

Kami melihat indikasi para preman ini kembali karena ada kekosongan, yang bisa mereka isi ketika para pedagang pindah ke JPM. Sekarang di Jalan Jatibaru itu kan kosong dan ini menjadi peluang untuk menempatkan pedagang-pedagang baru, kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya Teguh P Nugroho di gedung Ombudsman RI, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada hari Kamis.

Para preman tidak senang jika pedagang di Jalan Jati Baru pindah ke JPM. Akibatnya, mereka akan kehilangan penghasilan. Kemarin terjadi bentrokan. Kami menduga itu dilakukan oleh preman-preman di sana karena mereka kehilangan pendapatan. Itu temuan kami pada 2017 di awal kasus itu. Dan kemarin kami mengirimkan tim ke Tanah Abang untuk melihat model-model itu masih berlaku atau tidak, ujarnya.

Tahun 2007 pedagang harus bayar Rp 150 ribu per hari per pedagang. Dan sekarang juga modelnya sama, ketika pedagang baru masuk, itu modelnya seperti itu. (Bayar) ke preman-preman di sana, imbuhnya. Ombudsman menilai tindakan yang dilakukan Satpol PP dalam penertiban kawasan Tanah Abang belum efektif menakutkan pedangang. Ombudsman menyarankan jumlah PKL segera didata agar tak ada PKL baru jika dilakukan revitalisasi dikawasan kolong skybride.

Menurut kami, dari sekarang harus dilakukan pendataan. Jadi ketika ada revitalisasi, kita tidak perlu ada penambahan PKL lagi, ucapnya. Penertiban PKL di Jalan Jati Baru, Tanah Abang, oleh Satpol PP pada Kamis, 17 Januari, memang berakhir ricuh. Polisi menyebut kericuhan terjadi karena ada pedagang protes ke Satpol PP gara-gara dilarang berjualan.

Ribut-ribut sedikit saja, Mas. PKL mempertanyakan kepada Satpol PP karena mereka tidak bisa berjualan di area larangan berjualan, kata Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono, saat dimintai konfirmasi oleh wartawan. Polisi juga sudah menetapkan dua tersangka terkait kericuhan dalam penertiban PKL ini. Kedua tersangka diduga sebagai provokator.

Polisi berhasil mengnangkap tiga orang, dua (orang) sebagai tersangka. Tersangka sudah diamankan di polsek ada dua orang yang menjadi profokator, kata Lukman. Sementara itu, satu orang lain yang ditangkap sudah dilepas karena dinyatakan tidak cukup bukti untuk dijadikan tersangka.

Kedua tersangka, EW dan SE, merupakan pedagang kaki lima yang biasa mangkal di sekitar Pasar Tanah Abang. Cahyo menyebut keduanya ikut memprovokasi massa sehingga terjadi kericuhan antara PKL dan Satpol PP. Tersangka dia terekam video itu. Dia ikut memprovokasi dan melawan petugas yang sedang melaksanakan tugas, itu ada pasalnya, ungkap Lukman.

Penertiban PKL bandel oleh Satpol PP dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Kericuhan terjadi diduga ada provokator yang memancing emosi para PKL Tanah Abang. Saptol PP juga diserang saat mengangkut barang-barang PKL. Kasatpol PP Tanah Abang Aries Cahyadi menegaskan penertiban PKL yang berujung kericuhan tersebut merupakan penindakan atas pelanggaran aturan. PKL, ditegaskan Satpol PP, dilarang berjualan di trotoar.

Pemprov sudah beri solusi JPM (skybridge), yang notabene untuk pedagang. Nah, yang tidak kebagian di atas sudah dikasih solusi, di Blok F lantai 7 tetapi mereka berdalih tidak laku, kata Aries saat dihubungi terpisah.

Sabtu, 02 Februari 2019

Akhirnya Ketemu 3 Korban Mobil Yang Tercebur Di Sungai Brantas

Akhirnya Ketemu 3 Korban Mobil Yang Tercebur Di Sungai Brantas

Akhirnya Ketemu 3 Korban Mobil Yang Tercebur Di Sungai Brantas

AGEN POKER Tiga penumpang mobil yang tercebur ke Sungai Brantas Tulungagung berhasil ditemukan oleh Tim SAR. Tim Penyelam Batalyon Intai Amfibi (Taifib) dari Surabaya dan SAR gabungan mengevakuasi dan membawa tiga jenazah ke RSUD dr Iskak. Posisi kendaraan dan ketiga korban pertama kali diketahui pada pukul 21.45 WIB di kedalaman kurang lebih dari 10 meter. Seluruh jenazah para korban masih berada di dalam mobil. Lokasi korban berada sekitar 200 meter dari tempat kejadian.

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Brian Gautama mengatakan satu korban yang berhasil dievakuasi adalah penumpang yang berada di kursi tengah. Sedangkan dua korban di kursi baris ketiga dievakuasi secara bergiliran karena takut mobil terbawa aur sungai.  Jenazah pertama dievakuasi pada pukul 23.15 WIB, kedua pada pukul 00.10 WIB dan jenazah terakhir pada pukul 01.30 WIB, kata Brian, pada hari Selasa dini hari.

Dijelaskan dari tim elite TNI AL tersebut, pihaknya mulai melakukan penyisiran bersama sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka terlebih dulu melakukan penyelaman di beberapa titik yang dicurigai sebagai lokasi tenggelamnya mobil sesuai dengan keterangan saksi mata kejadian.

Tiga korban di dalam mobil tersebut adalah Fitri Nusyam (34) warga Kedungasem Surabaya, Siti Yuniati (32) warga Rungkut Lor Surabaya dan Siti Alfiah (61) warga Dusun Jati, Desa Pandansari, Kecamatan Ngunut Tulungagung. Sementara Komandan Tim Taifib Marinir, Lettu Marinir Hairudin, mengatakan proses evakuasi ketiga korban membutuhkan perjuangan tersendiri bagi para penyelam. Sebab, jarak pandang di dalam air nol alias gelap sama sekali.

Sehingga seluruh penyelam hanya menggunakan perasaan saja, pertamanya kami menganalisa lokasi dan posisi mobil di dasar sungai. Kemudian setelah posisi jelas, baru kami lakukan proses evakuasi jenazah korban. Tujuh anggota kami melakukan penyelaman secara bergantian, ujar Hairudin. Korban yang pertama dievakuasi berada pada kursi barus kedua atau tengah. Penyelaman untuk evakuasi korban pertama hanya membutuhkan waktu 5 menit dan langsung bisa dikeluarkan melalui pintu samping.

Sedangkan untuk korban kedua juga kami lewatkan pintu samping, namun prosesnya lebih lama karena dia berada di baris ketiga. Proses penyelaman untuk korban kedua sekitar 12 menit, imbuhnya. Perwira pertama ini menambahkan, untuk korban ketiga membutuhkan waktu yang lebih lama. Karena kondisi badan yang telah membengkak dan lebih besar, sehingga tidak bisa dilewatkan pintu samping. Tim elite Marinir tersebut harus mengevakuasi dari pintu belakang.

Kami membutuhkan waktu 22 menit, penyelam terlebih dahulu harus membuka pintu kemudi untuk membuka pintu belakang, kemudian jenazah kami ikat, selanjutnya kami lewatkan pintu belakang dan langsung mengapung, ujar Hairudin.

Dengan ditemukan ketiga korban, pihaknya mengaku lega, karena misi kemanusiaan yang dilakukan telah berhasil dengan baik. Sedangkan untuk bangkai kendaraan masih berada di dasar sungai menunggu proses evakuasi selanjutnya.

Dua jenazah masing-masing Fitri Nursyam (34) dan Siti Yuniati (32) korban mobil tenggelam di sungai Brantas, Ngunut, Tulungagung telah tiba ke rumah duka di Rungkut Lor Gang IX Surabaya. Keduanya langsung dimakamkan di pemakaman setempat. Salah satu keluarga korban Maftuchi (40) mengatakan dirinya ikut mengawal dua jenazah kerabatnya itu sejak dari Tulungagung sampai di Surabaya.

Pada pukul 05.00 tadi berangkatnya dari rumah sakit dr Iskak. Sampai ke rumah duka di Surabaya pada pukul 08.00. Kemudian kami makamkan bersama di pemakaman Islam Rungkut Lor, kata Maftuchi kepada wartawan dirumah duka dan dipemakaman saat ditemui, pada hari Selasa.

Dari pantauan wartawan, sebelum dimakamkan, dua jenazah terlebih dahulu bawa ke masjid setempat untuk disalatkan. Setelah itu langsung dibawa ke pemakaman. Meski dalam suasana duka mendalam namun dari pihak keluarga tetap terlihat tegar dan tabah mengikuti semua prosesi pemakaman.

Selain diikuti pelayat dari kedua keluarga, tampak juga dalam pemakaman yakni sopir Waridi. Ia tampak sangat berduka dan tak banyak bicara. Sesekali ia juga terlihat mendatangi dan menyalami kedua keluarga korban.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada hari Sabtu, Mobil Toyota Avanza L 1147 BF yang dikemudikan Waridi (56) warga Rungkut Lor, Surabaya tercebur ke Sungai Brantas di Desa/Kecamatan Ngunut, Tulungagung saat antre menggunakan jasa penyeberangan perahu. Mobil tersebut tiba-tiba melaju saat diparkir di turunan dermaga penyeberangan. Pengemudi berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan tiga penumpang masih dalam pencarian.

Selang tiga hari kemudian tiga korban penumpang mobil yakni Fitri Nusyam (34) warga Kedungasem Surabaya, Siti Yuniati (32) warga Rungkut Lor Surabaya dan Siti Alfiah (61) warga Dusun Jati, Desa Pandansari, Kecamatan Ngunut Tulungagung berhasil ditemukan oleh tim sar.

Tim Penyelam Batalyon Intai Amfibi (Taifib) Surabaya dan SAR gabungan mengevakuasi dan membawa tiga jenazah ke RSUD dr Iskak.

Untuk kendaraan kami menunggu perintah berikutnya, tapi kami sudah memberi tanda lokasi keberadaan mobil tersebut, imbuhnya. Pada hari Sabtu, Mobil Toyota Avanza L 1147 BF yang dikemudikan Waridi (56) warga Rungkut Lor, Surabaya tercebur ke Sungai Brantas di Desa/Kecamatan Ngunut, Tulungagung saat antre menggunakan jasa penyeberangan perahu.

Mobil tersebut tiba-tiba melaju saat diparkir di turunan dermaga penyeberangan. Dan saat tercebur, pengemudi mobil berhasil menyelamatkan diri.

Jumat, 01 Februari 2019

Untuk Memuaskan Rasa Hobi Pria Asal Lamongan Rela Terbang Ke Thailand

Untuk Memuaskan Rasa Hobi Pria Asal Lamongan Rela Terbang Ke Thailand

Untuk Memuaskan Rasa Hobi Pria Asal Lamongan Rela Terbang Ke Thailand

AGEN POKER Salah seorang penggemar cupang yang berasal dari Lamongan Anto Juher Purwanto berbagi tips cara membudidayakan ikan hias tersebut. Mulai dari daun ketapang yang bisa digunakan untuk mempercantik warna cupang hingga soal induk dari Thailand. Kalau dulu dicari untuk diadu, sekarang ikan cupang dicari untuk dijadikan hiasan aquarium, untuk semakin mempercantik rumah, kata Anto saat berbincang dengan wartawan yang ingin tahu budidaya ikan cupang, pada hari Minggu.

Berawal dari hobinya memelihara ikan cupang, Anto akhirnya menjadi salah satu pembudidaya ikan hias tersebut. Bahkan ia rela terbang ke Thailand hanya untuk mendapatkan induk cupang yang diinginkan untuk dikembangkan lagi indukan luar dan indukan lokal.

Menurutnya, induk cupang dari Thailand memiliki banyak jenis seperti Plakad Koi Nemo, Emerald Candy, Nemo Galaxy, Candy Galaxy, Nemo Cooper dan Black Samurai. Harga bervariasi mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 800 ribu, ujar Anto yang sudah berbisnis ikan cupang selama 2 tahun silam.

Menurut Anto, budidaya cupang bisa dilakukan dengan sederhana. Yakni dengan membutuhkan beberapa ember dan aquarium kecil-kecil. Perawatan ikan cupang sendiri sangat mudah, beda dengan ikan yang lainya yang membutuhkan sirkulasi udara atau yang lainnya. Bisa ditaruh di manapun, yang penting perawatan dan makanan setiap hari serta kebersihan air, tambah Anto.

Untuk mengembangbiakkan cupang, satu ekor betina dan jantan berumur 4-6 bulan dimasukkan ke dalam ember yang diberi isolasi sebagai tempat produksi. Setelah dimasukkan, sepasang ikan tersebut harus tetap dalam pengawasan agar tidak saling serang. Kalau tidak ada perkelahian tentunya keesokan harinya telor sudah menempel di isolasi dan ikan harus diambil karena kalau dibiarkan bisa rusak dan dimakan indukan, lanjutnya.

Setelah berusia satu minggu, ikan tersebut ditaruh dalam bak besar dan diberi makan kutu air. Namun jika usianya sudah mencapai satu bulan, anak cupang sudah boleh diberi cacing sutra. Kemudian setelah dua bulan berselang, cupang-cupang itu sudah bisa makan cacing beku dan udang yang dihaluskan.

Menurut Anto, seni budidaya cupang terletak pada upaya menjadikan ikan-ikan tersebut tumbuh dengan warna-warni yang menarik. Agar cupang-cupang peliharaannya memanjakan mata, ia kerap menaruh daun ketapang di aquarium.

Untuk bisa mendapatkan warna yang cerah dan beragam, saya menggunakan daun Ketapang kering yang dimasukkan langsung ke dalam aquarium selama dua sampai tiga hari. Baru setelah itu dilakukan penggantian air, kata Anto yang sehari-hari berdinas di Bagian Humas dan Protokol Pemkab Lamongan.

Anto mengaku, proses pengembangbiakan yang terakhir menghasilkan sekitar 400 ekor cupang. Namun yang mampu bertahan hidup sampai terjual hanya 100 ekor. Menurutnya, ia terkendala cuaca yang terbilang panas pada beberapa bulan lalu.

Tidak hanya di Lamongan saja, cupang hasil budidaya Anto juga sudah sampai ke Tuban, Bojonegoro dan Gresik. Bahkan sampai ke Boyolali, Jakarta dan Serang Banten. Pengiriman ke tempat yang jauh dibutuhkan waktu selama tiga hari, dan karena ikan ini sangat kuat dan tahan lapar, pasti masih hidup ketika sampai di tempat langganannya, tambahnya.

Kini Anto mulai kehabisan tempat mengembangkan usaha yang juga hobinya itu. Bahkan beberapa ekor cupang ukuran kecil diletakkan di toples bekas permen karena sudah mulai kehabisan wadah. Soal harga, Anto menyebut jenis Nemo Cooper dan Black Samurai sebagai yang termahal di jenis ikan tersebut. Harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

Paling mahal sendiri ikan cupang jenis Nemo Cooper dengan harga Rp 800 ribu sedangkan Black Samurai harganya Rp 400 ribu, pungkas Anto.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...