Rabu, 20 Februari 2019

Boss Tekstil Yang Ditemukan Tewas Polisi Tunggu KBRI Malaysia

Boss Tekstil Yang Ditemukan Tewas Polisi Tunggu KBRI Malaysia

Boss Tekstil Yang Ditemukan Tewas Polisi Tunggu KBRI Malaysia

AGEN POKER Pihak kepolisian belum bisa memastikan kapan jenazah bos tekstil Ujang Nuryanto (37) yang tewas dimutilasi di Malaysia, bisa dipulangkan ke Indonesia. Polisi masih menunggu proses dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia. Untuk teknis pemulangan, itu ada di KBRI, tanggung jawab KBRI, ucap Kabis Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, pada hari Senin.

Truno mengatakan pihak Polri dalam hal ini hanya menangani terkait pengungkapan identitas korban. Hasilnya memang korban dinyatakan merupakan Nuryanto dan Ai Munawaroh. Kita dari kepolisian Indonesia dalam hal ini Mabes Polri membekup untuk identitas korban, kata Truno. Sementara itu Pengacara Nuryanto, Hermawan, menyatakan keluarga berharap jenazah Nuryanto segera dipulangkan dari Malaysia dan dikebumikan dengan tenang. Iya, keluarga ingin dipulangkan jenasah Nuryanto, ujarnya.

Namun berdasarkan informasi yang diperolehnya, kata Hermawan, jenazah akan dipulangkan setelah hasil tes DNA keluar. Iya, nunggu tes DNA dulu, baru dibawa ke Indonesia, ujarnya. Pada 26 Januari lalu, publik Malaysia digemparkan oleh penemuan mayat laki-laki dan perempuan yang dimutilasi di pinggir Sungai Laboh, Selangor. Dari hasil penelusuran keluarga, kedua mayat itu mengarah ke Nuryanto dan Ai Munawaroh, teman wanita Nuryanto.

Polri mengatakan mayat pria yang dimutilasi di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia, dipastikan adalah Nuryanto, bos tekstil asal Bandung, Jawa Barat, berdasarkan hasil identifikasi sampel sidik jari. Ada enam sidik jari mayat pria itu cocok dengan enam sidik jari Nuryanto yang terekam di basis data e-KTP. Sementara untuk Ai, masih menunggu hasil tes DNA dari keluarganya.


Ujang Nuryanto (37) sudah dipastikan menjadi korban pembunuhan di Malaysia. Pelaku dengan keji memutilasinya dan dibuang di pinggir sungai. Mayat perempuan yang ditemukan bersamanya diduga kuat Ai Munawaroh, wanita yang bersamanya ke Malaysia. Untuk kepastiannya masih menunggu hasil tes DNA. Lantas siapa pembunuhnya dan apa motif pelaku membunuh bos tekstil dan teman wanitanya itu dengan sadis?

Hingga tiga minggu kasus temuan potongan tubuh dari dua mayat ditemukan di pinggir Sungai Laboh, Selangor, 26 Januari lalu, kepolisian Malaysia Polisi Diraja Malaysia (PDRM) baru saja menangkap dua orang WN Pakistan yang merupakan rekan bisnis Nuryanto dalam bidang kain, yaitu Javaid Iqbal Rakib dan Abas. Namun hingga kini keduanya masih berstatus saksi. Nuryanto diketahui bisnis tekstil di Malaysia setahun terakhir ini.

Statusnya Javaid dan Abas masih saksi yang dicurigai. Di Malaysia itu hukum acaranya beda sama di kita Indonesia. Kalau kami tahan orang itu sudah punya dua alat bukti, kalau Malaysia ini hukum acaranya 14 hari penyelidikan, bisa diperpanjang lagi, jelas Sekretaris-NCB Interpol Indonesia Brigjen Napoleon Bonaparte di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada hari Kamis.

Napoleon menjelaskan Javaid dan Anas melapor ke PDRM pada 25 Januari. Keduanya mengaku terakhir bertemu Nuryanto pada 23 Januari dan mengantar kedua korban ke pusat perbelanjaan yang berada di Malaysia. Tapi dua hari kemudian dia laporkan ke pos PDRM kalau dua orang itu hilang. Jadi memang diduga kuat sebagai pelaku pembuhunan lanjut Napoleon.

Sementara itu menurut Pengacara Nuryanto, Hermawan, sebelum ke Malaysia, Nuryanto mengaku mendapat ancaman. Ancamannya adalah sebuah teror yang mengakibatkan ketidaknyamanan terhadap Pak Nuryanto atau keluarganya, ucap Hermawan. Hermawan tak mengungkap bentuk ancaman seperti apa yang dialami Nuryanto. Namun menurutnya, ancaman itu berupa ancaman langsung dan berkaitan dengan bisnisnya.

Menurut sumber yang tidak ingin identitasnya diungkap, sudah setahun ini Nuryanto bisnis kain di Malaysia bersama rekan bisnisnya, Iqbal. Setahun terakhir, kalau tidak salah sudah enam kali bolak balik Malaysia-Indonesia, katanya. Dia menyebut, Iqbal memiliki sejumlah toko kain di Kuala Lumpur. Saat Nuryanto tak bisa dikontak, rekan Nuryanto di Indonesia menghubunginya untuk mencari tahu keberadaan Nuryanto.

Iqbal mengaku telah mengecek hotelnya dan menyebut bahwa Nuryanto dan Ai pergi meninggalkan hotel. Namun barang-barangnya masih berada di hotel. Iqbal menyatakan akan mencari Nuryanto setelah 36 jam hilang, dengan dalih aturan di Malaysia seperti itu. Saat Iqbal ditahan karena dugaan dia sebagai pelaku, terus terang hampir tak mempercayainya. Yanto tuh kalau ke Malaysia ya ditemani Iqbal, kata dia.

Sementara itu berdasarkan keterangan istri Nuryanto, Meli Rachmawati, kepergian suaminya ke Malaysia untuk menagih uang hasil penjualan kain yang mencapai Rp 7 miliar. Bahkan menurut Meli, masih ada kain yang belum terjual dengan nilai Rp 2 miliar. Nuryanto dan Ai pergi ke Malaysia melalui Bandara Husein Sastranegara pada 17 Januari lalu. Rencananya mereka kembali ke Indonesia pada 23 Januari. Soal Ai yang ikut bersama Nuryanto, Meli mengaku tak mengetahuinya. Bahkan ia mengaku tak mengenal sosok Ai.

Namun tiba-tiba 22 Januari, Nuryanto tak bisa dihubungi keluarganya di Indonesia. Di tengah proses pencarian keberadaan Nuryanto, ada kabar ditemukan potongan tubuh yang berasal dari dua mayat berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Berdasarkan berbagai petunjuk, keluarga menduga keduanya merupakan Nuryanto dan Ai. Mereka pun melapor ke PDRM. Selanjutnya dilakukan tes DNA dari keluarga Nuryanto dan Ai. Polisi juga melakukan tes sidik dari potongan tangan yang ditemukan, dan terbukti itu adalah benar Nuryanto.

Kini tinggal kebenaran mayat perempuan itu apakah benar Ai Munawaroh atau bukan. Selain itu, siapa pembunuh dan apa motifnya hingga kini masih misterius. Mabes Polri mengaku sudah mengantongi sejumlah barang bukti terkait pembunuhan bos tekstil Bandung Nuryanto di Malaysia. Mabes Polri masih terus berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) terkait hal itu.

Semua alat bukti dan petunjuk sudah dikumpulkan di kedua belah negara, ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal saat ditemui di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, pada hari Jumat.

Akan tetapi, Iqbal tak menjelaskan barang bukti apa dan petunjuk apa terkait mutilasi tersebut. Namun yang jelas, kata dia, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan PDRM melalui Divisi Hubinter Interpol Polri. Saat ini kita lewat divisi Hubinter melakukan upaya hukum. Ada P to P, police to police. Sangat koordinatif, katanya.

Iqbal menambahkan seperti yang sudah dijelaskan, korban mutilasi tersebut telah dipastikan warga negara Indonesia (WNI) Nuryanto. Untuk Ai Munawaroh, teman wanita Nuryanto yang diduga juga dimutilasi, masih tunggu tes DNA. Sudah dijelaskan Karo Penmas, sudah confirm WNI, sudah tahu kan, kata Iqbal.

Pada tanggal 26 Januari lalu, publik Malaysia digemparkan oleh penemuan mayat laki-laki dan perempuan yang dimutilasi di pinggir Sungai Laboh, Selangor. Dari hasil penelusuran keluarga, kedua mayat itu mengarah ke Nuryanto dan Ai Munawaroh, teman wanita Nuryanto.

Polri mengatakan mayat pria yang dimutilasi di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia, dipastikan adalah Nuryanto, bos tekstil asal Bandung, Jawa Barat, berdasarkan hasil identifikasi sampel sidik jari. Ada enam sidik jari mayat pria itu cocok dengan enam sidik jari Nuryanto yang terekam di basis data e-KTP.

Kami membantu pencarian identitas yang kemarin diberikan PDRM (Polisi Diraja Malaysia). Setelah kita melakukan pemeriksaan, kita cari identitasnya, kemudian muncul dari dari jempol kiri dan telunjuk kiri muncul atas nama korban Nuryanto, tempat dan tanggal lahir Bandung, 19 Januari 1982, jenis kelamin laki-lali, agama Islam, alamat Kampung Ciodeng Timur, RT 03 RW 08, Kecamatan Bale Endah, Jawa Barat, kata Kepala Tim Penyidikan kasus itu, Kombes Yayat Ruhiyat, dari Pusinafis Polri di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pdaa hari Kamis.

Selasa, 19 Februari 2019

Pemburu Paus Dari Abad Ke 19 Di Australia Barat

Pemburu Paus Dari Abad Ke 19 Di Australia Barat

Pemburu Paus Dari Abad Ke 19 Di Australia Barat

AGEN POKER Pemburu ikan paus pada Abad ke 19 ini kata Arkeolog Australia yang bekerja di pulau-pulau di pantai barat laut Australia yang terpencil menemukan ukiran yang ditinggalkan oleh awak perburuan paus asal Amerika yang mengarungi lautan sekitar tahun 1840-an. Temuan ini memberikan gambaran tentang kebosanan dan isolasi yang dialami para pelaut saat berada di laut selama bertahun-tahun.

Ukiran berbentuk tulisan nama dan tanggal itu ditemukan di pulau Rosemary dan Lewis Barat di Kepulauan Dampier, di barat laut Karratha. Ini adalah prasasti paling awal yang kita miliki di Australia yang ditinggalkan oleh pemburu ikan paus, sehingga secara historis sangat, sangat signifikan, kata arkeolog Alistair Paterson.

Kami tahu bahwa para pemburu paus asal Amerika Utara, untuk jangka waktu 30- atau 40 tahun, mengarungi keseluruhan lautan dunia untuk berburu ikan paus, tetapi kami memiliki sedikit bukti bahwa mereka benar-benar membuat pendaratan, jadi ukiran ini merupakan penemuan penting. Nama-nama dan tanggal itu diukir di sebuah batu karang oleh orang-orang yang berlayar dengan menggunakan dua perahu ikan paus yang berbeda, setelah beberapa tahun terpisah.

Catatan sejarah mengungkapkan identitas Kapal pertama yang mengarungi lautan, Connecticut, berangkat dari kota pantai New London pada Agustus 1842 dengan awak 26 orang dan berlayar dari pantai barat laut Amerika Serikat ke tempat yang kemudian dikenal sebagai tempat perburuan paus New Holland. Anggota kru mengukir kata-kata Jacob Anderson, Crocker, New London, dan di Kapal Connecticut London Baru, di punggung bukit berbatu tinggi yang menghadap ke air, bersama dengan tanggal perjalanan mereka.

Dalam penelitihan oleh Profesor Paterson yang menjelajahi catatan sejarah untuk mengidentifikasi orang-orang itu, termasuk kapten, dan menulis temuannya di jurnal internasional Antiquity. Catatan sejarah menunjukkan bahwa pada pelayaran kapal Connecticut, Kapten Crocker berusia 33 tahun, sementara Jacob Anderson digambarkan sebagai pelaut berusia 18 tahun dari London kulit hitam - hampir pasti seorang pelaut Afrika-Amerika, tulisnya.

Banyak ukiran kedua ditemukan di dekat Pulau Lewis Barat dan termasuk kata-kata J.Leek, Ship Delta, 1849. Arkeolog mengatakan font yang bergeser dan awal yang salah pada kata-kata tersebut mencerminkan kru yang bosan dan kemudian menghabiskan waktu di saat mereka mengamati laut untuk berburu ikan paus.

Ketimbang bentuk pesan resmi untuk disampaikan secara lebih terbuka kepada pengunjung di masa depan ke pulau itu, pemburu paus ini merayakan dan memperingati diri mereka yang telah tiba dengan selamat dari perjalanan ke sisi lain dunia. Perkembangan luar biasa dari waktu ke waktu. Profesor Jo McDonald adalah salah satu dari arkeolog yang menemukan ukiran tersebut pada tahun 2017, saat merekam ribuan gambar batu Aborigin di kepulauan tersebut.

Dia mengatakan ukiran itu sangat tidak biasa karena dibuat di atas tanda yang lebih tua oleh orang-orang Aborigin setempat. Kesan pertama kami adalah bahwa prasasti itu telah dicoret setelah dibuat oleh orang Aborigin. tetapi yang kami temukan adalah bahwa tulisan itu dibuat dengan alat logam di atas pola grid yang lebih tua, yang dibuat dengan alat batu,  dia berkata.

Jadi itu menunjukkan perkembangan luar biasa antar waktu dimana orang yang berbeda datang dan menandai batu ini dan menceritakan hal-hal tentang diri mereka sendiri, dan ingin meninggalkan catatan mereka berada di suatu tempat. CEO Perusahaan Aborigin Murujuga, Peter Jeffries, mengatakan daerah itu sangat istimewa bagi pemilik tradisional Ngarluma dan Yaburara.

Orang-orang tahu tentang ukiran ini dari tahun 1800-an, katanya. Tidak ada apa pun yang diwariskan melalui cerita lokal yang saya ketahui, tetapi kami tahu tentang mereka di zaman yang lebih modern, dalam 20 atau 30 tahun terakhir. Bagi pemilik tradisional setempat, daerah ini sangat penting, karena ia menceritakan kisah dari masa lalu kami dan juga menangkap kedatangan orang Eropa di negara ini, sehingga Anda dapat melihat koeksistensi ini.

Dibuat sebelum pendatang kulit putih datang, Di puncak industri perburuan paus, pada pertengahan abad ke-19, sekitar 22.000 orang dipekerjakan di hampir 1.000 kapal perburuan paus yang melintasi dunia dan berhenti di garis pantai terpencil. Ukiran di pantai Pilbara dibuat sebelum permukiman warga putih di daerah itu - sekitar dua dekade sebelum para penggembala dan pencari mutiara tiba.

Profesor McDonald mengatakan, ukiran itu memberikan pandangan langka tentang kehidupan para pemburu paus Amerika, yang jauh dari rumah selama bertahun-tahun pada suatu waktu. Mereka menghabiskan banyak waktu di laut, jadi pasti sangat melegakan untuk mendarat, katanya.

Saya tidak bisa membayangkan hal yang lebih buruk daripada berada di perahu kecil dengan 30 atau 40 orang bau lainnya, jadi saya pikir itu akan menjadi perasaan lega untuk datang ke darat. Dan mereka pasti sedang menunggu paus, jadi entah bagaimana caranya mereka harus menghibur diri sendiri.

Senin, 18 Februari 2019

Pasangan Bikin Status Ingin Menikah Sang Pria Gantung Diri

Pasangan Bikin Status Ingin Menikah Sang Pria Gantung Diri

Pasangan Bikin Status Ingin Menikah Sang Pria Gantung Diri

AGEN POKER Seorang pemuda bernama Mulyadi, warga Jalan Yulius Usman, Gang H Amin, Gedung Meneng Baru, Rajabasa, Bandar Lampung bunuh diri menggunakan sprei biru yang berada di kamarnya. Abu Hani, ayah dari Mulyadi mengatakan, kalau ia tak menyangka anak bungsunya pergi untuk selamanya dengan cara bunuh diri menggantungkan diri di kamarnya tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan anaknya.

Apalagi tidak ada firasat apapun yang dialaminya sebagai orangtua. Namun Abu Hani mengaku, tadi malam anaknya sempat memberinya pesan ingin pakaiannya dilipat dengan rapih dan dikumpulkan semuanya. ia tidak menyangka siang harinya, anak bungsunya meninggal dunia bunuh diri dikamarnya.

Semalam itu saya dan ibunya diminta melipatkan pakaiannya untuk dibagikan kepada orang lain, katanya saat ditemui wartawan di rumahnya, pada hari Minggu. Makanya ia mengaku terkejut saat pulang dari masjid usai salat Zuhur, Mulyadi sudah ditemukan menggantung diri di pojokan kamar.

Apalagi kata Abu Hani, tadi pagi pada pukul 06.30 wib, Mulyadi masih terlihat ceria dan minum kopi di depan rumahnya. Tapi tadi berbeda saat Zuhur dibangunkan ibunya kok gak nyaut-nyaut dan seketika melihat anaknya ini telah menggantung di atas celah genteng dengan sprei biru, katanya.

Saat ini jenazah Mulyadi sedang diotopsi oleh pihak kepolisian dan irencananya akan dimakamkan setelah proses otopsi selesai. Lisnaini, kakak pertama korban mengaku, sekitar sebulan lalu adiknya ini ingin menikah dengan seorang janda. Jadi sebulan lalu dia itu ngocehnya sama saya bilang mau nikah dengan janda. Saya tanya dong, apa ada duit? Saya anggap itu hanya becanda saja, katanya.

Lalu adiknya ini juga mau pergi ke Palembang untuk merantau, tapi lagi-lagi dirinya menanyakan apakah ada uang untuk merantau jauh dari rumah. Lisnaini mengaku, adiknya adalah orang baik dan super aktif. Bahkan Mulyadi adalah yang paling disayang dari 10 kakak beradik.

Ketua RT 06 Lingkungan 1 Gedung Menengah Baru Azis Andika mengatakan, Mulyadi itu orangnya sering membantu orang lain. Malah selalu aktif didalam kegiatan warga sekitar. Di mata masyarakat, anaknya ini baik dan selalu membantu. Apapun yang bisa dikerjakan oleh Mulyadi, pasti dikerjakan dengan baik, katanya

Pemuda ini juga sangat bersemangat dan penuh dedikasi kepada orangtuanya dan masyarakat sekitar. Berdasarkan pantauan akun Facebook milik korban dengan nama Mang Mung, pada tanggal 19 Juni 2018, pada pukul 06.03 wib, ia menuliskan statusnya tentang keinginannya untuk menikah.

Kapan nikah ya. Bosen buat kopi sendiri tulis anak dari pasangan Abu Hani dan Aminah. Pada status Facebook itu, korban mendapatkan enam like dari warganet yang berteman dengan korban kata kakaknya saat di wawancarain oleh wartawan.

Minggu, 17 Februari 2019

Hebohkan Warga Tentang Manusia Dikubur Hidup-hidup

Hebohkan Warga Tentang Manusia Dikubur Hidup-hidup

Hebohkan Warga Tentang Manusia Dikubur Hidup-hidup

AGEN POKER Hebokan warga adanya cerita manusia dikubur hidup-hidup di Banda Aceh, saat ini aparat Polresta Banda Aceh bersama tim medis dari RSUZA Banda Aceh, pada hari Sabtu siang turun ke Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Tim tersebut membongkar kembali kuburan Rasyidin serta melakukan otopsi jenazah, karena dari dugaan semula, ketika akan dikebumikan, jenazah itu disebut-sebut masih hidup.

Rasyidin (62) yang menetap di Banda Aceh itu dinyatakan meninggal pada 25 Januari 2019 lalu oleh keluarganya. Tidak diketahui jelas penyebabnya meninggal Rasyidin, namun ketika akan dikebumikan, ditemukan sejumlah kejanggalan yang terjadi saat dikebumikan. Amatan wartawan yang mengikuti prosesi pemakaman, lokasi kuburan dipenuhi warga.

Namun petugas melarang warga mendekat, agar tak mengganggu proses penggalian kuburan. Puluhan polisi dikerahkan mengamankan lokasi penggalian kuburan tersebut, termasuk tim dari Polresta Banda Aceh yang menyelidiki kasus tersebut karena TKP-nya di Banda Aceh.

Sempat menghebohkan warga sekitar, Sebelumnya diberitakan, warga Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, pada hari Jumat sore dihebohkan saat jenazah Rasyidin (62) yang sudah dikafani dan siap untuk dikuburkan tiba-tiba dibawa kembali ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh.

Hal itu disebabkan pihak keluarga menemukan kejanggalan pada tubuh jenazah, yakni darah bercucuran di kepala. Selain itu, seorang anggota keluarga yang meraba bagian leher menyatakan Rasyidin masih hidup, karena ada denyut pada urat nadi lehernya. Ceritanya berawal ketika Rasyidin yang tercatat sebagai warga Desa Lampaseh Kota Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, dibawa pulang ke kampung halamannya karena meninggal dunia pada hari Jumat, pada hari Jumat subuh sekira pukul 05.00 WIB di rumah sakit.

Pria pensiunan guru itu dibawa pulang ke rumah keluarganya di Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Kabar meninggalnya Rasyidin sudah diumumkan di Meunasah Gampong Pasie Jambu, sehingga warga serta kerabat datang berkumpul ke rumah orang tua Rasyidin, menanti kedatangan jenazah. Liang kubur pun sudah disiapkan keluarga.

Namun, ketika jenazah tiba sekira pukul 16.30 WIB, keluarga yang ingin melihat jenazah yang sudah dikafani, merasa curiga karena menemukan kejanggalan, yakni darah bercucuran di kepala.

Seorang anggota keluarga bahkan mengaku merasakan ada denyut pada nadi bagian leher. Setelah musyawarah singkat, akhirnya jenazah yang akan dikebumikan itu dibawa kembali dengan ambulans ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, untuk memastikan kondisinya apakah sudah meninggal dunia atau belum.

Peristiwa yang jarang terjadi ini pun membuat heboh warga yang memadati rumah keluarga almarhum di Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI. Beredar informasi tentang, Rasyidin dibawa kembali ke rumah sakit karena diyakini masih hidup, karena tubuhnya masih hangat dan ada keluarga yang mengaku merasakan denyut pada urat nadi leher saat itu.

Selain itu, keluarga juga curiga dengan darah yang mengucur di bagian kepala korban. Namun ketika diperiksa oleh pihak medis di RSUD, Rasyidin dinyatakan sudah meninggal dunia. Menyikapi kondisi tak lazim ini, keluarga langsung melaporkan ke Polres Aceh Barat, sementara jenazah langsung divisum oleh pihak medis di ruang mayat RSUD Cut Nyak Dhien.

Setelah divisum, sekira pukul 18.30 WIB, jenazah Rasyidin yang sudah dipastikan meninggal dunia itu kembali dibawa pulang ke rumah ke Desa Pasi Jambu Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat dengan ambulans rumah sakit setempat, dan kemudian dikebumikan.

Sabtu, 16 Februari 2019

Siswa Kupang Bawa Pisau, Gear Motor, Batu Antara SMK 2 Dan SMK 4

Siswa Kupang Bawa Pisau, Gear Motor, Batu Antara SMK 2 Dan SMK 4

Siswa Kupang Bawa Pisau, Gear Motor, Batu Antara SMK 2 Dan SMK 4

AGEN POKER Polisi Kupang menangkap ratusan siswa SMKN 2 yang serang SMAN 4 Kota Kupang mereka banyak yang bawa senjata tajam seperti, Bawa Pisau, Gear Motor, dan Batu. Kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu sekitar pukul 10.00 Wita.

Satpam SMAN 4 Kota Kupang, Salmun Narakaha (21)  yang berada di lokasi tawuran, mengatakan, kedatangan ratusan siswa SMKN 2 Kota Kupang di sekolah tersebut dipicu perkelahian yang terjadi sehari sebelumnya terhadap SMAN 2 Kota Kupang. Saat itu SMAN 4 mengadakan pentas seni (pensi).

Kemarin terjadi perkelahian antar siswa dari dua sekolah tersebut. Tidak terima beberapa rekan mereka dipukul, mereka datang ke sini, kata Salmun. Pihak keamanan sekolah, jelas Salmun, telah menegur siswa SMKN 2 Kota Kupang untuk kembali ke sekolahnya dan tidak membuat keributan.

Tadinya saya omong baik-baik ke mereka, tapi mereka tidak terima karena kawan mereka ada kena pukul kemarin, tutur Salmun. Dirinya sempat melihat beberapa siswa SMKN 2 Kota Kupang membawa senjata tajam berupa pisau. Ada juga beberapa siswa yang membawa gear motor dan memegang batu ditangan para siswa.

Para siswa SMKN 2 Kota Kupang semakin lama semakin bertambah banyak. Mereka datang dari arah kampus UKAW Kota Kupang. Pihak keamanan pun langsung menghubungi aparat Kepolisian Sektor Kelapa Lima. Tak lama berselang, pihak polisi tiba di lokasi dan mengamankan beberapa siswa yang terdapat dilokasi SMKN 4.

Pas polisi datang kesekolah, mereka lari berhamburan berbagai arah. Ada juga yang lari ke belakang sekolah lalu lempar sekolah, ungkapnya. Selain itu, sempat terjadi pemukulan terhadap beberapa siswa SMAN 4 Kota Kupang. Ada sekitar 9 orang yang tadi diamankan polisi, kata Salmun.

Saat ini Polisi Siaga di depan sekolah, Pihak kepolisian dari Polsek Kelapa Lima masih berjaga-jaga di SMAN 4 Kota Kupang pasca-penyerangan yang dilakukan siswa SMKN 2 Kupang ke sekolah tersebut, pada hari Sabtu siang. Dari pantauan wartawan di sekolah sekira pukul 14.00 Wita, terdapat dua unit mobil kepolisian terus berjaga di tengah derasnya hujan.

Satu unit mobil diparkir di depan pintu masuk Undana Kupang dan satu unit mobil patroli yang membawa sejumlah aparat kepolisian terus berjaga di pintu keluar sekolah. Terlihat juga seorang Babinkamtibmas terus mengawasi dan menjaga para siswa yang keluar sekolah. Sementara itu, situasi SMAN 4 Kota Kupang berangsur aman dan terkendali.

Pada hari Sabtu pagi, ratusan Siswa SMKN 2 Kota Kupang menyerang SMAN 4 Kota Kupang. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Tawuran pelajar sebelumnya juga terjadi tahun lalu. Sejumlah siswa SMKN 1 Borong dan SMAN 6 Kisol, Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), terlibat tawuran ditangkap aparat Polsek Borong, pada hari Jumat pagi.

Para siswa ini ditangkap menyusul adanya pertikaian antar pelajar yang terjadi, pada hari Kamis malam di Jembatan Bugis, Borong. Saat ini, para siswa baik SMKN 1 Borong dan SMAN 6 Kisol sedang diperiksa aparat Polsek Borong. Disaksikan wartawan di Polsek Borong, pada hari Jumat siang, para siswa bersama para orangtua sedang berada di kantor Polsek Borong untuk mempertanggung jawabkan anaknya dan di beri hukuman.

Mereka memenuhi kantor polisi guna dimintai keterangan. Informasinya, tawuran ini dipicu adanya ancaman di facebook antar siswa guna berkelahi di Jembatan Bugis. Para siswa SMAN 6 Kisol pun datang ke Borong lalu berduel dengan siswa SMKN 1 Borong. Beruntung, aparat kepolisian cepat menangani sehingga tidak terjadi bentrok.

Tawuran antara pelajar SMKN 1 Borong dan SMAN 6 Kisol berbuntut sampai ke Kantor Polsek Borong. Yang mana saat siswa SMAN 6 Kisol datang ke Jembatan Bugis Borong guna berantem dengan siswa SMKN 1 Borong membawa sepeda motor.

Ketika terjadi aksi baku lempar di lokasi kejadian lalu saling serang ada dua motor siswa SMAN 6 Kisol yang lupa diambil. Motor tersebut rusak berat saat tawuran saling kejar di Jembatan Bugis. Para siswa SMAN 6 Kisol menuduh dua motor tersebut dirusak siswa SMKN 1 Borong. Aksi tuduh tersebut dibantah siswa SMKN 1 Borong yang menegaskan, dua motor tersebut bukan rusak karena ulah dari mereka.

Saat ini, aparat Polsek Borong sedang melakukan klarifikasi atas kejadian tawuran antar pelajar. Demikian informasi dan pantauan wartawan di Polsek Borong, pada hari Jumat siang. Para guru SMKN 1 Borong dan SMAN 6 Kisol saat ini sedang berada di kantor polisi guna mendampingi para siswa mereka masing-masing.

Tawuran antara siswa juga terjadi antara Siswa SMK Bina Kusuma dan Sadar Wisata Ruteng, Kabupaten Manggarai, kembali terjadi, pada hari Rabu. Aksi tawuran ini langsung disikapi aparat Polres Manggarai yang terjun ke lokasi kejadian di pertigaan Kampung Nekang, Kelurahan Watu.

Informasi yang diperoleh wartawan dari lokasi kejadian, pada hari Rabu siang, menyebutkan, Babinkantibmas Kelurahan Watu mendatangi lokasi. Mereka adalah Bripka Andi Darma Sallata bersama Babin Lawir, Aiptu Edi Surya, Babin Bangka Nekang, Brigpol Damasus Sunding, Babin Pau, Brigpol Alif Jafrin, Babin Carep, Bone Fantura Laba dan Babinsa Bangka Nekang.

Kejadian ini berdasarkan informasi dari warga masyarakat kalau ada beberapa kelompok anak sekolah yang berkumpul di pertigaan Kampung Nekang. Mereka adalah siswa SMK Bina Kusuma Ruteng dan beberapa siswa dari SMA Bintang Timur yang turut membantu untuk menyerang SMK Sadar Wisata.

Petugas babinkantibmas yang dipimpin langsung oleh Kasat Bimas Pores Manggarai, AKP Agus Janggu dan anggota piket Polres Manggarai lalu medatangi tempat berkumpulnya beberapa siswa di pertigaan Kampung Nekang untuk melakukan penyerangan di SMK Sadar Wisata.

Melihat polisi datang, para siswa yang berkumpul melarikan diri dan petugas juga berhasil mengamankan beberapa siswa yang mau melarikan diri. Polisi juga membawa beberapa siswa tersebut ke Polres Manggarai dan didata identitasnya. Menurut keterangan beberapa siswa yang diamankan, mereka juga tidak mengetahui apa pokok permasalahanya mereka juga diajak oleh teman sekolahnya.

Petugas babinkantibmas telah mendatingi pihak sekolah SMK Bina Kusuma dan SMK Sadar Wisata, kata seorang anggota Polres Manggarai. Petugas sudah menyampaikan pesan kepada kedua kepala sekolah tersebut agar segera mengklarifikasi persolan tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Pihak sekolah mengaku akan menyelesaikan persoalan ini, ujarnya.

Jumat, 15 Februari 2019

Moeldoko Minta Teror Yang Ada Di Jateng Diusut Tuntas

Moeldoko Minta Teror Yang Ada Di Jateng Diusut Tuntas

Moeldoko Minta Teror Yang Ada Di Jateng Diusut Tuntas

AGEN POKER Moeldoko meminta kepada Polda Jawa Tengah (Jateng) mengerahkan 1.200 personel pascateror pembakaran kendaraan yang terjadi di wilayahnya. Ribuan personel diturunkan untuk melakukan patroli dalam rangka mencegah terjadinya teror serupa lagi. Polda Jateng menurunkan 1.200 personel, kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada hari Jumat.

Syahar memastikan Polda Jateng telah melakukan langkah pencegahan yang maksimal sambil menyelidiki identitas pelaku teror. Tim gabungan kan sedang bekerja. Melakukan upaya-upaya preventif dalam rangka mencegah terjadinya lagi. Inilah yang Polda Jateng all out, di situ, ujarnya. Syahar menuturkan aparat TNI juga turut membantu pengamanan di Jateng demi masyarakat Jawa Tengah. Syahar pun meminta masyarakat turut berpartisipasi menjaga keamanan dengan ronda malam bergantian bersama aparat lingkungan atau Limas.

Dibantu TNI, masyarakat, supaya 24 jam. Terutama di jam-jam rawan jam 2-5 pagi, itu diperlukan kehadiran aparat keamanan. Dengan wilayah yang luas, tentunya Polri juga butuh bantuan dari masyarakat, ucap Syahar. Teror pembakaran kendaraan terjadi sejak awal Januari hingga awal Februari di Jateng. Ada 27 tempat kejadian perkara pembakaran maupun percobaan pembakaran kendaraan, yaitu 17 kali di Kota Semarang, 8 kali di Kabupaten Kendal, 1 kali di Kabupaten Semarang, dan 1 kali di Kabupaten Grobogan.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal memastikan tidak ada motif dendam pelaku kepada korban dalam peristiwa ini. Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menduga pelaku adalah orang-orang terlatih.

Dari rumah dinas Gubernur Jawa Tengah atau Puri Gedeh malam ini didatangi Kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro. Tiga pejabat itu kembali membahas terkait teror pembakaran mobil dan motor yang terjadi di Jawa Tengah. Diketahui teror pembakaran terjadi di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal. Ternyata hari Rabu kemarin peristiwa serupa mulai merambah ke Kabupaten Grobogan.

Kebakaran menimpa angkot milik Jarmoyo, (42) warga Tegowanu Wetan, RT 01 RW 01, Kecamatan Tegowanu yang sudah 2 hari di parkir di lokasi yaitu di depan Toko Minimarket Lestari Jaya, Jalan No. 1, Gambreng, Tegowanu Wetan dan diketahui sekitar pukul 01.30 WIB. Kali ini kerusakan cukup parah karena api menghanguskan angkot hingga rata.

Saya lihat motifnya, modusnya, kemudian dia menggunakan minyak dan sebagainya. Itu sama, kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, pada hari Kamis malam. Pola serupa diterapkan pada kejadian di Grobogan. Pelaku juga menghindari lokasi yang kuat seperti jalan protokol atau pemukiman bersatpam.

Seperti yang saya katakan, pelaku mencari titik lemah keamanan aparat negara Indonesia. Jadi seperti teori balon, ditekan di sini, diobok-obok di sini, dikuatkan di sini, akan mencotot ke tempat lain, tandasnya. Kapolda menegaskan polisi serius menangani kasus tersebut karena Mabes Polri juga turun. Penjagaan 2/3 pasukan yang biasa dilakukan siang hari digeser pada jam-jam rawan pembakaran mobil.

Kalau mau lihat dinamikanya, antara jam 00.00 sampai jam 05.00 pasti ada razia, tegasnya. Grobogan kita minta Kapolresnya untuk menghitung, pemukiman yang rawan dan ada potensi kejadian, ada akses untuk pelarian. Itu didata, kita berikan bantuan tambahan bantuan pengamanan, pungkas Condro.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo memerintahkan seluruh Bupati/Wali Kota se-Jawa Tengah untuk waspada atas ancaman teror yang terjadi saat ini. Tidak hanya di daerah yang sudah terjadi teror, namun semua wilayah Jateng harus diamankan dari aksi teror.

Kami dibantu Kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro telah melakukan banyak hal untuk pengamanan dan pengungkapan kasus ini. Saya telah perintahkan semua Bupati/Wali Kota untuk mengamankan daerah masing-masing, hidupkan lagi Poskamling, pasang CCTV dan portal-portal untuk menghalangi pelaku melakukan terornya, kata Ganjar.

Pangdam IV/ DIponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi menambahkan, pihaknya ikut membantu kepolisian dalam pengungkapan kasus teror itu. Satuan organik disiagakan membantu kepolisian. Kita memperkuat, kita gunakan satuan organik utnuk membackup, kata Effendi.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan kasus teror pembakaran mobil dan motor di wilayah Jawa Tengah harus diusut hingga tuntas. Penyelidikan itu untuk memastikan pembakaran itu terencana atau tidak. Saya pikir ini pentingnya untuk didalami peristiwa demi peristiwa, apakah ini peristiwa yang by design atau tidak. Ini segera harus dicari tahu jawabannya, ujar Moeldoko di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, pada hari Senin.

Moeldoko mengatakan tidak menutup kemungkinan hal ini berkaitan dengan pilpres. Namun, menurutnya, pihaknya tidak akan membuat polemik dengan menduga motif di balik kejadian tersebut. Bisa, sangat mungkin untuk pemanasan, bisa juga begitu. Tapi kita tidak ingin buat polemik, yang kita inginkan memahami dan mendalami semakin baik kenapa itu, tujuannya apa itu, siapa pelakunya dan seterusnya. Motifnya yang paling penting, ujarnya.

Jika tidak dituntaskan, kata Moeldoko, maka tidak diketahui pasti motif teror pembakaran itu. Moeldoko juga ragu jika pembakaran ini disebut kebetulan. Kalau nggak didalami nanti kita menjadi tidak tahu bahwa ini by design ternyata. Bisa ini by design, bisa kebetulan, tapi kalau kebetulan ini kenapa berantai, ini kita sedang mendalami, sambungnya.

Moeldoko mengatakan saat ini kepada seluruh kepolisian Jawa tengah mengambil langkah untuk melakukan pengecekan. Dia menekankan kasus ini harus diusut karena menyangkut ketertiban dan keamanan. Saya pikir polisi sudah mengambil langkah, tidak boleh ini terus-terusan terjadi karena ini menyangkut rasa kenyamanan, ketertiban, keamanan. Jadi polisi sudah bekerja, ujar Moeldoko.

Sebelumnya, Polri memastikan teror pembakaran di Jateng tidak dilatarbelakangi dendam pelaku kepada korban. Polri menyebut ada kelompok orang yang sengaja ingin menyampaikan pesan teror kepada warga Jateng.

Ini kan hanya sebagian kecil kelompok yang ingin menyampaikan teror pada masa politik saat ini. Ada beberapa petunjuk, hampir semua korban itu tidak ada masalah dan kaitannya dengan dendam, kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada hari Kamis. Akibat aksi pembakaran maupun percobaan pembakaran sudah terjadi 17 kali di Kota Semarang, 8 kali di Kabupaten Kendal, dan 1 kali di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Kamis, 14 Februari 2019

Situ Pladen Di Kota Depok Akan Dinormalisasi Oleh Pemkot

Situ Pladen Di Kota Depok Akan Dinormalisasi Oleh Pemkot

Situ Pladen Di Kota Depok Akan Dinormalisasi Oleh Pemkot

AGEN POKER Kota Depot memiliki Situ Pladen, di Kecamatan Beji, Depok akan direvitalisasi menggunakan dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta. Dari pantauan wartawan di Situ Pladen, pada hari Kamis, air di situ sudah tercemar limbah dan sampah plastik dan sampah rumah tangga. Seorang warga di atas perahu rakitnya terlihat tengah memunguti sampah-sampah plastik yang memenuhi air situ. Air situ berwarna hijau pekat. Bau yang menyengat terasa saat melewati Situ Pladen Kota Depok.

Di pinggiran situ menumpuk sampah plastik minuman kemasan yang di buang dari masyarakat. Terlihat pula bambu-bambu yang dipatok-patok di atas situ. Saman, warga Situ Pladen RT 3 RW 3, mengatakan, pada tahun 1970 air di situ bersih dari sampah dan limbah. Dulu mah uang gopean kelihatan kalau diceburin ke situ, ucap Saman di Situ Pladen, Beji, Depok, pada hari Kamis.

Semenjak banyak pemukiman rumah warga, air limbah rumah tangga pun mencemari Situ Pladen. Dulu, Situ Pladen tiap lima tahun sekali kering dari air. Saat kering, semua warga Pladen sering menjadikan situ menjadi tempat bermain bola. Sekarang mah semenjak banyak perumahan mah air pada masuk di sini semua. Ini mah air kiriman semua enggak ada mata airnya. Air kiriman dari rawa besar terus limbah-limbah pasar, ujar Saman.

Ia mengatakan, Situ Pladen sempat dinormalisasi meskipun tidak seperti semula. Situ yang awalnya berluas 3,5 hektar hanya tersisa 1,4 hektare karena tepiannya diuruk hingga  dijadikan pemukiman. Sudah tiga kali diuruk tanah dalam situ ini, tapi pengurukannya kalau saya bilang enggak tuntas ya, karena masih ada sampah-sampah atau lumpur di dalam air situ ini, ucap Saman.

Kemudian Junaedi, warga Pladen lainnya mengatakan, awalnya situ Pladen berbentuk kotak. Namun, semenjak digarap warga menjadi pemukiman, situ tersebut berbentuk L. Dulu mah bentuknya kotak, terus pada digarap-garap orang. Soalnya sempat pernah pemutihan sertifikat, jadi tanah kosong pada digarapin, ujar Junaedi. Junaedi mengatakan, air di dalam situ menjadi dangkal. Airnya setinggi 75 sentimeter sementara lumpur di dalam situ lebih tinggi, yaitu mencapai 1 meter. Ini airnya mah dangkal, lumpurnya doang yang kebanyakan. Lumpurnya seperti sampah yang mengendap lama, ujar Junaedi.

Ia pun mengaku senang apabila situ ini segera dinormalisasi. Namun, ia berharap pemerintah kali ini bisa serius melakukan normalisasi sehingga lingkungan dan kondisi Situ Pladen dapat seperti semula. Saya berharapnya sih situ ini seperti semula ya, airnya bersih. Dapat dijadikan RTH (Ruang Terbuka Hijau) dan bisa dinikmati warga Depok untuk bersantai dan berkreasi di sana, tutur Junaedi. Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok masih menunggu pengucuran dana hibah sebesar Rp 15,6 Miliar dari DKI Jakarta untuk normalisasi Situ Pladen, Beji, Kota Depok pada tahun 2019. Tahun ini masih tunggu kabar dari DKI, paling cepat Mei dapat persetujuan, ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Manto Djorghi, di Balai Kota Depok, pada hari Senin.

Pemerintah Kota Depok masih menunggu pengucuran dana hibah sebesar Rp 15,6 Miliar dari DKI Jakarta untuk normalisasi Situ Pladen, Beji, Kota Depok pada tahun 2019. Tahun ini masih tunggu kabar dari DKI, paling cepat Mei dapat persetujuan, ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Manto Djorghi, di Balai Kota Depok, pada hari Senin. Manto mengatakan, alasan pihaknya normalisasi situ Pladen harus dilakukan agar air tidak meluap sehingga tidak terjadi lagi banjir di Jalan Arif Rachman. Pasalnya Jalan Arif Rachman kerap kali banjir saat musim hujan.

Harus ada penataan inlet dan outlet Situ Pladen agar jadi tempat resapan air. Jadi inlet kita perbaiki dengan cara diperlebar, outlet juga perbaiki biar lancar ke hilirnya sehingga Situ Pladen lebih kondusif lagi sifatnya untuk penanganan masalah resapan air dan penanganan masalah banjir, ujar Manto. Manto menjelaskan, Detail Enginering Design (DED) penataan Situ Pladen telah dibuat di lahan sampah pemilikan warga yang nantinya akan dijadikan taman untuk mempercantik Situ Pladen sebagai destinasi wisata warga Kota Depok. Di situ kan ada pemulung juga, itu harus dirapikan. Sesuai dengan batas lahan Situ Pladen, kalau perlu kita buat taman. Kalau memang itu lahan Situ kita perbaiki, kita tata, tutur Manto.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok mengajukan dana hibah senilai Rp 28 miliar ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menata dan menormalisasi tiga situ. Tiga situ yang tahun ini akan ditata dan dinormalisasi adalah Situ Rawa Besar, Situ Pladen, dan Situ Sawangan.

Pengamat Pariwisata Universitas Pancasila Fahrurozy Darmawan menilai, keberadaan situ di Kota Depok kurang dirawat oleh pemerintah setempat. Banyak situ yang penuh sampah dan tidak teurus. Padahal situ memainkan peranan vital bagi bagi suatu kawasan, ucapnya saat dikonfirmasi, pada hari Kamis.

Fahrurozy mengatakan, banyaknya situ di Depok harusnya dapat dimanfaatkan Pemerintah Kota Depok sebagai ruang terbuka hijau. Harusnya sebagai kawasan resapan, situ juga dapat difungsikan sebagai ruang terbuka publik yang dapat dimanfaatkan bagi masyarakat, ucapnya. Ia mengatakan, Pemerintah Kota Depok harusnya dapat memaksimalkan potensi dari situ-situ yang tersebar di Kota Depok.

Situ jangan hanya dilihat manfaat ekologisnya saja, tetapi situ harus dikembangkan untuk dapat memberikan manfaat sosial-ekonomi juga, ucapnya. Menurutnya, dengan mengembangkan wisata berbasis situ, akan turut meningkatkan pendapatan bagi masyarakat sekitar situ.

Masyarakat sekitar memiliki peluang ekonomi dengan berjualan serta menawarkan jasa-jasa yang dapat membantu kegiatan pariwisata. Bagi masyarakat, situ juga dapat dijadikan pilihan alternatif kunjungan wisata. Kita dapat melihat contoh bagaimana Jakarta dan Bogor memanfaatkan kawasan danau dan situ sebagai RTH (Ruang Terbuka Hijau) yang dapat dimanfaatkan bagi masyarakat untuk rekreasi. Jadi, manfaat ekologis dan sosial-ekonomi situ-situ tersebut dapat berjalan seimbang, tuturnya.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...