Sabtu, 09 Maret 2019

Nekat Membawa Sabu Didalam Anus Dan Rice Cooker

Nekat Membawa Sabu Didalam Anus Dan Rice Cooker

Nekat Membawa Sabu Didalam Anus Dan Rice Cooker

AGEN POKER Aksi nekat yang dilakukan dua penumpang pesawat Air Asia rute Kuala Lumpur, Malaysia ke Surabaya, Jawa Timur diamankan petugas Bea dan Cukai Bandara Juanda. Mereka diamankan lantaran kedapatan membawa sabu dengan berat total 1.062 gram di dalam rice cooker dan Anusnya.

Mereka adalah Paosi (26), warga Bangkalan Madura, yang menumpang pesawat Air Asia XT 327 dengan rute Kuala Lumpur, Malaysia ke Surabaya, Jawa Timur. Paosi membawa sabu seberat 137 gram yang disembunyikan di dalam duburnya atau anus. Penumpang lainnya adalah Surimah (36), warga Madura, juga menumpang pesawat Air Asia XT 327 dengan rute Kuala Lumpur, Malaysia ke Surabaya. Surimah membawa sabu seberat 925 gram yang disembunyikan di dasar rice cooker miliknya.

Tersangka Surimah diamankan polisi pada hari Jumat, sedangkan tersangka Paosi baru ditangkap pada Jumat. Menurut Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda Budi Harjanto, dalam sehari Bea Cukai Juanda telah menangkap dua penumpang pesawat dari Malaysia yang akan ke Surabaya.

Petugas mencurigai seorang penumpang dari AirAsia dari tujuan Kuala Lumpur, Malaysia ke Surabaya Jawa Timur, setelah dilakukan penyelidikan singkat, kemudian membawa penumpang tersebut ke rumah sakit. Hasil dari rontgen kedapatan ada benda asing pada duburnya, kata Budi kepada wartawan pada saat rilis di Kantor KPPBC Bandara Juanda, pada hari Selasa.

Budi menambahkan, dari hasil laboratorium terungkap bahwa benda tersebut positif narkoba jenis sabu, selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke BNNP Jawa Timur. Sementara itu, tersangka lain atas nama Surimah sengaja mengelabuhi petugas dengan menyembunyikan barang haram tersebut di dasar rice cooker. Petugas juga mencurigai salah seorang perempuan penumpang pesawat yang membawa kerdus yang berisi rice cooker yang tidak wajar. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan bungkusan kristal putih diletakkan di dasar rice cooker, lanjut Budi.

Budi menambahkan, tersangka Surimah mengaku bahwa sabu tersebut merupakan titipan dari temannya di Malaysia. Bila sudah sampai di Indonesia, Surimah dijanjikan akan mendapat imbalan uang sebesar Rp 50 juta. Sementara tersangka yang menyembunyikan sabu ke dalam dubur tersebut sudah diniati sejak akan berangkat ke Malaysia, terang Budi.

Kedua tersangka akan di jerat dengan pasal 113 ayat 1 dan 2 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara, pungkasnya.

Rabu, 06 Maret 2019

Jauh-Jauh Mencari Kerja Warga Temukan Jenasah Di Pantai Bantul

Jauh-Jauh Mencari Kerja Warga Temukan Jenasah Di Pantai Bantul

Jauh-Jauh Mencari Kerja Warga Temukan Jenasah Di Pantai Bantul

AGEN POKER Polisi dari Bantul berhasil mengidentifikasi salah satu dari 2 mayat yang ditemukan di Pantai Cemara Sewu, Bantul, DIY, pada hari Jumat kemarin. Sedangkan satu mayat lagi masih dalam proses identifikasi oleh pihak kepolisian. Untuk mayat yang pertama yang posisinya terlentang sudah teridentifikasi, ujar Kanit Ident Polres Bantul, Aiptu Nurwandi saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, pada hari Sabtu siang.

Lanjut Nurwandi, mayat yang berhasil teridentifikasi bernama Junaidin Nata (24), warga Kelurahan Rantau Raya, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Selain itu, dari hasil pemeriksaan medis, Tim Ident Polres Bantul memperkirakan mayat tersebut sudah meninggal lebih dari 1x24 jam. Dari pemeriksaan tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan pada tubuh jenazah. Pihak keluarganya Junaidin juga sudah kami hubungi supaya mendatangi ke Polres Bantul, ucapnya.

Nurwandi menambahkan, polisi juga telah meminta keterangan dari keluarga Junaidin. Hasilnya, Junaidin ternyata sebelumnya telah berpamitan kepada keluarganya untuk mencari kerja di Yogyakarta sejak tanggal 24 Februari 2019. Dari keterangan keluarga, dia (Junaidin) ke Yogyakarta bersama temannya untuk mencari kerja disana. Karena itu, kemungkinan besar mayat yang kedua mayat kedua adalah temannya, kata Nurwandi.

Saat ini keduanya Jenazah masih di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY, dan untuk mayat kedua masih dalam proses identifikasi, pungkasnya. Seperti diketahui, sebanyak 2 mayat berjenis kelamin pria ditemukan tergeletak di pinggir Pantai Cemara Sewu, Kecamatan Kretek, Bantul.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Kabupaten Bantul, Ali Sutanto mengatakan, penemuan kedua mayat tersebut terjadi sekitar jam 1 siang, pada hari Jumat. Di mana saat itu ada salah seorang warga yang melihat seorang pria mengapung di pinggir Pantai Cemara Sewu. Karena tidak menunjukkan adanya gerakan dari pria tersebut, warga setempat langsung melaporkannya ke Tim SAR Satlinmas Wilayah III Bantul.

Jadi tadi dapat laporan dari warga kalau ada mayat mengapung di Pantai Cemara Sewu, dan dapat info itu langsung kami tindaklanjuti langsung ke lokasi penemuan tersebut, katanya saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, pada hari Jumat. Setelah mendatangi lokasi yang dimaksud, Tim SAR mendapati sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki berada di pinggir Pantai Cemara Sewu. Untuk kondisi tubuh mayat sendiri, lanjut Ali sudah menggelembung.

Setelah dievakuasi mayat pertama, ternyata 500 meter sebelah barat TKP ditemukan lagi satu mayat, untuk jenis kelaminnya mayat kedua sama, laki-laki, ucapnya. Sambung Ali, saat ditemukan, kedua mayat tersebut masih mengenakan pakaian berupa kaus dan celana jin. Namun, untuk kondisi tubuh mayat kedua masih utuh dan tidak menggelembung seperti mayat yang ditemukan pertama kali.

Mayat yang ditemukan tadi mengenakan kaus dan celana jins. Untuk identitasnya belum diketahui karena tidak ditemukan kartu identitas tadi saat dievakuasi, ucapnya.

Selasa, 05 Maret 2019

Reserse Narkoba Berhasil Menyita 10,4 Kg Dari Pengedar Di Jakarta

Reserse Narkoba Berhasil Menyita 10,4 Kg Dari Pengedar Di Jakarta

Reserse Narkoba Berhasil Menyita 10,4 Kg Dari Pengedar Di Jakarta

AGEN POKER Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menangkap lima orang pengedar sabu yang sudah beraksi selama satu tahun di wilayah Ibukota DKI Jakarta. Polisi berhasil mengamankan 10,4 kilogram narkotika jenis sabu dan 1.105 butir ekstasi dari para tersangka yang mengedarkan barang haram tersebut. Di awal bulan Februari 2019 kita mendapat laporan dari masyarakat. Tiga minggu diselidiki, kemudian benar bahwa ternyata ada salah satu rumah di Tambora telah digunakan untuk penyalahgunaan narkotika, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, pada hari Jumat.

Pada tanggal 21 Februari 2019, polisi berhasil menangkap tersangka SS (22) di rumahnya di Tambora, Jakarta Barat. Dari sana polisi mengamankan ekstasi berwarna cokelat sebanyak 46 butir. Pada tanggal yang sama, polisi menangkap tersangka MS (30) dengan barang bukti 3 kg sabu. SS menyebut ekstasi yang dimilikinya berasal dari MS.

MS kita menemukan dia membawa sabu seberat 3 kg. Dia pakai motor dan ditaruh di tas. Setelah kita periksa, disebutkan bahwa di kontrakan dia masih ada barang narkotika. Di kontrakan MS di Kemayoran kita menemukan 7 kg sabu dan 1.059 butir ekstasi cokelat ini, kata Argo.

Saat kontrakan MS digeledah, ada tersangka RH (45) dan FM (53) di lokasi. Dari hasil pendalaman, ternyata mereka juga pengedar obat-obatan terlarang seperti sabu, pil extasi. Kemudian, setelah diinterogasi, para tersangka mengaku mendapatkan barang dari tersangka YR (34). Kemudian YR ditangkap di Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan barang bukti 2 kg sabu yang siap diantarkan kepada pemesan yang telah di sepakati sebelumnya melalui handphone.

Dari barang semua ini, ternyata ada yang di atasnya lagi, yaitu inisial H. H masih kita kejar. Sampai sekarang belum kita temukan. Barang semua ini dari H dan ini jaringan mana kita belum tahu karena H belum ketemu, kata Argo. Dari semua barang bukti yang disita polisi, terlihat beberapa bungkus ekstasi berbentuk seperti narkotika golongan satu jenis baru, yakni Metoksetamina (MXE). Narkotika itu berasal dari jaringan Malaysia-Pontianak-Malaysia. Polisi sempat menangkap pengedar narkotika itu.

Polisi belum bisa menyimpulkan apakah barang bukti yang ada saat ini sama dengan narkotika MXE itu. Polisi masih menyelidiki jaringan-jaringan itu. Kelima tersangka juga sudah dilakukan tes urine dan hasilnya positif menggunakan narkotika. Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Dony Alexander menyebut para pengedar narkotika ini hanya beraksi di sekitar wilayah DKI Jakarta. Kepada polisi, para tersangka mengaku sudah menjalankan aksinya selama satu tahun.

Pengedarannya masih di sekitar Jakarta ya, belum ada yang di luar Jakarta. Kalau dari keterangan dia kan mengantarkan ke wilayah Kemayoran, ke wilayah Cempaka Putih gitu-gitu, kata Dony. Atas perbuatannya, para tersangka dikenai Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Para tersangka dikenai hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Senin, 04 Maret 2019

Karawang Sedang Viral Dengan Adanya Teror Alat Vital

Karawang Sedang Viral Dengan Adanya Teror Alat Vital

Karawang Sedang Viral Dengan Adanya Teror Alat Vital

AGEN POKER Karawang sedang viral dengan teror yang membuat pihak perempuan takut, baru kali ini korbannya bertambah yaitu seorang guru jadi kasus pamer alat vital di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, bertambah. Para pria cabul tak hanya menyasar pelajar. Bahkan sejumlah guru perempuan turut jadi korban pria-pria mesum yang masih berkeliaran tersebut.

Makin banyak yang mengaku pernah jadi korban alat vital pria yang dipamerkan di depan umum. Tidak hanya siswi, bahkan ada enam orang guru perempuan yang mengaku pernah jadi korban mereka. Sepertinya korban kejahatan ini cukup banyak, kata seorang guru salah satu SMP Negeri di Jalan Ahmad Yani, Karawang, pada hari Jumat siang.

Mereka baru mengaku kemarin jadi korban alat vital pria, saya telusuri ke seluruh sekolah siapa yang pernah jadi korban. Rupanya tidak hanya siswi, guru perempuan juga ada, kata guru pria tersebut.

Sedikitnya ada tiga sekolah di bilangan Jalan Ahmad Yani tengah bekerja sama mengungkap kasus pamer alat vital tersebut guna menangkap para penjahat alat vital yang dipamerkan kepada pihak perempuan. Selain minta tolong pada petugas berpakaian preman, mereka menelusuri jumlah korban sebenarnya.

Dalam pertemuan itu, terungkap ada korban di sekolah - sekolah tetangga. Kami sepakat mencari kemungkinan korban lainnya. Karena kebanyakan anak perempuan pada takut dan malu mengakui jadi korban penampakan alat vital, kata guru yang menjabat wakasek itu.

Guru tersebut mengungkapkan, rata - rata korban memendam peristiwa pamer alat vital itu. Bahkan perlu cara khusus dan privat saat membujuk para korban supaya berani mengaku. Bahkan ada yang sudah 2 tahun baru mengaku pada kami karena takut dan malu bercerita. Perlu pendekatan khusus mengungkap kasus semacam ini, kata dia.

Ia menuturkan, sekolah - sekolah di bilangan Ahmad Yani tengah proaktif membahas kasus ini. Sebab, mereka khawatir korban bertambah. Ini bukan kasus sepele. Guru dan murid sudah resah, makanya kemarin berkumpul, membahas pencegahan kasus ini. Kami khawatir jika korban ternyata sangat banyak, kata dia.

Sebelumnya, ada sekitar 50an korban yang baru diketahui pernah menjadi korban kelompok pria cabul. Para korban kebanyakan masih di bawah umur, syok oleh kelakuaan pria cabul yang gemar memamerkan alat vital. Kasus tersebut terjadi dalam rentang 3 tahun sejak pertengahan 2016 hingga awal 2019. Data tersebut baru sementara. Belum semua murid kami tanyai. Perlu waktu untuk menanyai murid perempuan. Kami khawatir jika korban sangat banyak, kata guru tersebut.

Minggu, 03 Maret 2019

Badan Narkotika Negara Mengadakan Razia Di Kota Palembang Dan Banyuwangi

Badan Narkotika Negara Mengadakan Razia Di Kota Palembang Dan Banyuwangi

Badan Narkotika Negara Mengadakan Razia Di Kota Palembang Dan Banyuwangi

AGEN POKER Badan Narkotika Negara melakukan razia guna anti narkoba di Kota Palembang dan Banyuwangi, saat mengadakan razia di Kota Palembang ada salah satu orang yang melihat-lihat saat razia bernama Akbar Putra terpaksa kami tembak saat petugas gabungan melakukan razia narkoba di Palembang, Sumatera Selatan. Akibatnya, pria yang berusia 18 tahun itu menderita luka tembak dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Akbar yang tertembak peluru nyasar di Jalan Teratai, Kampung Baru, Sukarame, Kota Palembang, pada hari Kamis sekitar pukul 23.45 WIB. Saat kejadian diketahui ada petugas BNN Provinsi Sumatera Selatan (BNNP Sumsel) yang tengah menggelar razia narkoba. BNNP Sumsel, yang berusaha masuk ke Jalan Teratai yang dikenal sebagai lokasi prostitusi mendapat penolakan dengan dilempari dengan sebuah batu. Petugas BNN memberi tembakan peringatan sebelum akhirnya mundur.

Setelah petugas BNNP Sumsel kembali, Akbar kaget melihat dadanya tertembak peluru. Akbar langsung dibawa ke RS Myria Palembang karena diduga kuat proyektil masih ada di dalam tubuhnya. Iya betul ada razia BNNP Sumsel pada saat kejadian. Untuk sementara, korban sudah dibawa ke rumah sakit ya, terang Kapolresta Palembang Kombes Didi saat dimintai konfirmasi lewat telepon kepada wartawan, pada hari Jumat.

Sementara itu, Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan mengatakan pihaknya sudah mendapat kabar adanya warga yang terluka. Namun, dia tidak dapat memastikan apakah Akbar korban salah tembak atau memang target petugas saat razia tersebut. Benar ada warga yang terluka, saya juga baru mau ke rumah sakit, hari ini operasi. Kalau kesalahan kami, pastilah akan ada tanggung jawabnya. Nanti saya cek dulu, kata Jhon.

Meskipun demikian, Jhon membenarkan BNNP melakukan razia bersama Satpol PP Palembang. Ada 47 anggota yang terlibat, 35 dari BNNP dan 12 dari Sapol PP kota. Kami pas masuk tadi malam diserang sekelompok pemuda yang tak terima dengan kedatangan kami. Kami ya mundur sambil memberi tembakan peringatan. Razia batal digelar karena kami nggak mau ada keributan di tengah-tengah masyarakat, katanya.

Kami mencurigai lokasi itu jadi sarang pemakaian narkoba. Kenapa? Karena sebelum razia tadi malam kami sudah lakukan upaya persuasif, banyak bong atau alat isap sabu ditemukan, tutup Jhon. Saat ini kami masih mencari jalan keluarnya biar tempat tersebut aman dari narkoba.

Dari Jawa Timur juga melakukan razia narkoba, BNN Jatim dan Pemkab Banyuwangi bersinergi untuk memberantas peredaran narkoba. Banyuwangi dipilih karena sebagai pintu masuk Jawa Timur yang datang melalui kapal laut dan penyebrangan ke Bali. Guna membangun komitmen dan sinergitas program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4G), Badan Narkotika Nasional (BNN) Provonsi Jatim menggelar rapat bersama Pemkab Banyuwangi di Hotel Santika, pada hari Rabu. Rapat tersebut dibuka Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko dan Kepala BNN Jatim Brigjen Pol Bambang Priyana

Brigjen Pol Bambang Priyana mengatakan, peredaran narkoba cukup tinggi di Jawa timur saat ini. Untuk ini perlu adanya sinergitas dalam menangangi secara bersama-sama pencegahan nakoba yang masuk ke kota Banyuwangi dan Jawa Timur. Pencegahannya dan pemberantasannya perlu ada peran serta banyak pihak dari masyarat untuk perangi narkoba. Khusus di Jawa Timur, telah ditemukan 562 kasus narkoba. Melihat ini kami merasa bertanggung jawab untuk turun ke daerah-daerah untuk melakukan pencegahan. Sosialisasi pertama kita awali dari Banyuwangi, kata Bambang.

Rapat tersebut digelar di Banyuwangi bukan tanpa alasan. Banyuwangi dipilih karena menjadi gerbang masuknya orang-orang ke Jawa Timur. Karena itu kita perlu memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Kota Banyuwangi dan Jawa Timur, kata Bambang. Menurutnya, Pemda bisa terlibat dalam upaya besar BNN. Misalnya dengan mensosialisasikan bahaya narkoba ke masyarakat. Kemudian mempetakan wilayah- wilayah yang rawan narkoba dan bersama-bersama memberantas narkoba hingga zero narkoba. Ini sesuai Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang narkoba,ujarnya.

Sementara itu, Yusuf Widyatmoko menyambut baik apa yang dilakukan BNN. Kami menyadari Banyuwangi ini daerah yang rawan untuk peredaran narkoba. Apalagi Banyuwangi saat ini telah menjadi bandara internasional, kita harus lebih serius dalam menangangi ini, katanya.

Yusuf menambahkan, narkoba saat ini tidak hanya menyasar kalangan orang dewasa, tapi sudah mulai masuk ke lingkungan masyarakat di desa-desa hingga anak dan pelajar. Narkoba tak hanya menyasar aspek kesehatan, namun juga keamanan dan ekonomi sehingga dapat mengancam berlangsungnya tatanan kehidupan masyarakat. Karena itu, diperlukan dukungan semua pihak terkait, untuk menciptakan jejaring yang kuat. Mulai dari aparat penegak hukum , pemerintah dan masyarakat sendiri, pungkasnya.

Rapat tersebut juga dihadiri Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Inf Ruli Nuryanto, Kepala Kementerian Agama dan sejumlah SKPD Kabupaten Banyuwangi terkait. Diantaranya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Pemuda Olahrga dan Kepala Bagian Hukum.

Sabtu, 02 Maret 2019

Baru Dilantik Sebagai Gubernur Mendapatkan Mobil Dinas Mewah

Baru Dilantik Sebagai Gubernur Mendapatkan Mobil Dinas Mewah

Baru Dilantik Sebagai Gubernur Mendapatkan Mobil Dinas Mewah

AGEN POKER Baru dilantik sebagai Gubernur Riau Bapak Syamsuar, yang belum sampai satu minggu dilantik, sangat kaget bukan kepalang melihat mobil dinasnya dikantornya. Dia sangat kaget karena jabatan gubernur memiliki lima mobil dinas saat ini. Saya kaget juga keberadaan mobil mewah mejeng didepan pintu masuk gedung, sampai ada lima mobil dinas mewah. Kemarin kita ada kegiatan sama KPK, saya sampaikan ke mereka, kalau ada mobil dinas Gubernur Riau sampai lima, jelas Gubernur Riau Syamsuar dalam perbincangan dengan wartawan di Posko Satgas Karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru, pada hari Rabu.

Menurut Syamsuar, kelima mobil dinas tersebut terdiri atas Toyota Royal Saloon, Landcruiser, Toyota Innova, jeep, dan Alphard, yang semuanya mobil dinas bekas dari sebelumnya. KPK pun sudah menyarankan ada baiknya sebagian mobil dinas itu dititipkan saja ke KPK. Semuanya mobil dinas bekas dari gubernur sebelumnya. Jadi saya ini akan menata aset dulu, sebagaimana saran KPK. Masak, sampai banyak begini mobil dinas, kata Syamsuar.

Dia menjelaskan, mobil Toyota Royal Saloon tersebut bekas zaman Gubernur Riau terdahulu. Dengan begitu, berarti mobil tersebut usianya sudah lebih dari lima tahun. Mobil ini mobil lama bekas gubernur lama, masih zamannnya Pak RZ (Rusli Zainal), bukan zaman Pak Anas, tuturnya.

Syamsuar menyebutkan, dia tidak akan meminta mobil dinas yang baru. Semua mobil dinas yang lama masih layak pakai tidak ada kendala saat di jalankan. Saya akan tata ulang ini soal aset daerah. Saya akan cek seluruh mobil dinas di satuan kerja yang ada. Ini penting karena salah satu indikator KPK dalam menilai jalannya roda pemerintahan, kata Syamsuar.

Syamsuar menyebut, dari lima mobil mewah dinas bekas yang ada, ia hanya akan memakai tiga unit, yaitu Royal Saloon, Alphard, dan Kijang Innova. Untuk jenis Landcruiser dan satu unit lagi jenis jeep akan di-pool-kan alias tidak dipakai. Saya cuma tiga aja pakai, yang semuanya bekas dari gubernur sebelumnya, karena semuanya masih layak pakai, katanya sembari menolak pengadaan yang baru.

Mobil dinas yang dipakai adalah Crown Royal Saloon, Alphard, dan Kijang Innova. Mobil ini akan dipakai dalam urusan kedinasan saat ada di kedinasan. Kalau urusan pribadi, saya akan pakai mobil pribadi saya sendiri, ungkap Syamsuar.

Gubernur Riau, Syamsuar yang baru sepekan dilantik kaget mendapat mobil dinas 5 unit. Salah satu mobil dinasnya ialah Toyota Crown Royal Saloon bekas yang bekas dipakai Gubernur Riau tahun 2013 lalu. Ini penampakannya Mobil dinas Gubernur Riau merek Royal Saloon terlihat parkir di depan gedung Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, pada hari Rabu.

Mobil tersebut warna hitam dengan pelat nomor polisi BM 1. Mobil ini terparkir di pintu utama masuk di Posko Karhutla. Warnanya masih kinclong walau mobil ini bekas Gubernur Riau Rusli Zainal yang mengakhiri masa jabatannya 2013 lalu.

Posisi di belakang mobil dinas Gubernur Riau Syamsuar, terparkir juga mobil dinas Wakil Gubernur Riau, Edi Natar Nasution yang sama-sama hadir di rapat penanggulangan Karhutla. Mobil dinas Wagub Riau jenis sedan ini juga merek Toyota Crown Royal Saloon yang juga bekas. Warnanya juga sama-sama hitam. Keduanya terpajang di posko Karhutla.

Gubernur Riau, Syamsuar yang baru dilantik sepekan ini kaget mendapat jatah 5 unit mobil dinas. Mobil dinas tersebut terdiri dari Landcruiser, Royal Saloon, Alphard, Kijang Innoa dan satu lagi jenis jep. Kaget banget saya dengan, mendapatkan mobil dinas sampai 5 unit. Semua mobilnya bekas gubernur lama. Ini (Royal Saloon) sejak jaman RZ (Rusli Zainal), kata Syamsuar dalam perbincangan dengan wartawan.

Mantan Bupati Siak itu menyebutkan, dia menolak untuk dianggarkan mobil yang baru. Mengingat semua mobil dinasnya bekas gubernur sebelumnya. Semua mobil bekas ini masih layak pakai, katanya. Masih menurut orang nomor satu di Riau ini, soal jatah mobil dinas 5 unit sudah dia sampaikan ke KPK saat menggelar rapat koordinasi di Kantor Gubernur Riau.

Saya sudah sampaikan juga ke KPK soal mobil dinas sampai 5 unit ini. KPK sempat ngomong ke saya, titip aja sebagian di KPK, kata Syamsur. Walau diberikan 5 mobil dinas yang semuanya bekas, Syamsuar hanya akan menggunakan tiga unit saja. Pertama Alphard, Royal Saloon dan Kijang Innova. Dia menilai biar dapat jatah mobil bekas semuanya masih layak pakai dan tidak perlu pengadaan yang baru lagi.

Saya akan tata aset soal ini mobil dinas. Saya hanya pakai 3 saja, sisanya kita poolkan. Pendataan aset ini penting, dan itu salah satu indikator KPK dalam menjalankan pemerintahan di daerah, kata Syamsuar.

Jumat, 01 Maret 2019

Kakak Perkosa Adiknya Sebanyak 120 Kali dan Ayahnya Berulang-Ulang Kali

Kakak Perkosa Adiknya Sebanyak 120 Kali dan Ayahnya Berulang-Ulang Kali

Kakak Perkosa Adiknya Sebanyak 120 Kali dan Ayahnya Berulang-Ulang Kali

AGEN POKER Seorang pria berinisial M (45) dan dua orang anaknya berinisial SA (23) dan YF (15) diamankan polisi Lampung karena melakukan persetubuhan sedarah alias incest. Korban AG (18) merupakan anak kandung serta adik dan kakak para pelaku yang menyandang keterbelakangan mental.

Kakak perkosa adiknya AG (18) sungguh memilukan didengar warga. Dia menjadi korban incest atau hubungan sedarah yang dilakukan oleh ayah, kakak, dan adik kandung sendiri selama setahun belakangan. Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas menyatakan korban sudah diperkosa para tersangka sejak tahun 2018. Padahal ketiganya semestinya menjaga dan merawat korban karena ibunya sudah meninggal dunia.

Ayah kandung korban berinisial M (45), kakaknya berinisial SA (24), dan adiknya, YF (15), berulang kali memperkosa AG di rumah mereka di Pekon Panggung Rejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung. AG tak kuasa melawan karena takut. Selain itu, dia diketahui mengalami keterbelakangan mental.

Oleh kakaknya itu sudah menyetubuhinya sebanyak 120 kali dalam setahun, adiknya 60 kali. Kalau bapaknya sudah berulang kali, saya yakin sudah sering, kata AKP Edi saat dihubungi wartawan lewat telepon. Edi meyakini rata-rata pelaku menyetubuhi korban lebih dari satu kali setiap hari. Kasus ini sendiri bisa terungkap berkat kecurigaan warga. Selama ini pelaku dikenal tertutup kepada warga sekitar. Warga melapor karena melihat kondisi AG yang semakin kurus seperti di siksa.

Keluarga ini sepertinya tertutup, korban juga tidak dikasih keluar rumah, selalu dikurung di dalam rumahnya. Kemudian korban ini tadinya gemuk sekarang kurus. Pokoknya keluarganya tertutuplah, ujar AKP Edi. Menurut AKP Edi, AG saat ini dititipkan di rumah keluarga. Polisi dalam waktu dekat akan memeriksakan kondisi kesehatan dan kejiwaan AG. Polisi berupaya agar AG benar-benar mendapat jaminan terkait keberlangsungan hidupnya ke depan.

Korban sekarang ini ada dengan keluarganya, sama pamannya. Kami juga mau cek kondisinya dengan dokter dan psikolog, mudah-mudahan dinas terkait, pemda terkait bisa memberi bantuan juga pada korban ini, ucapnya.

Incest sendiri merupakan hal yang tabu atau ilegal dilakukan hampir di seluruh dunia. Salah satu alasannya karena perilaku incest bisa berhubungan dengan menyebarnya penyakit kelainan genetik.

1. Hemofilia adalah penyakit darah yang muncul karena mutasi genetik menyebabkan seseorang kekurangan faktor pembekuan darah. Seorang penyandang hemofilia sangat rentan terhadap cedera karena tubuhnya kesulitan menghentikan perdarahan. Incest dalam hal ini diketahui menjadi salah satu faktor risiko untuk terjadinya mutasi tersebut. Beberapa tokoh terkenal hasil hubungan incest yang menyandang hemofilia seperti contohnya Pangeran Leopold anak dari Ratu Inggris Victoria.

2. Mikrosefali adalah kelainan ukuran kepala yang kecil pada bayi baru lahir akibat otak yang tidak berkembang sempurna. Satu studi yang dipublikasikan di Annals of Translational Medicine 2016 menyusun rumus tingkat mutasi yang berhubungan dengan mikrosefali pada daerah dengan aktivitas incest. Anak yang lahir dengan mikrosefali ada kemungkinan untuk mengalami kecacatan dan tingkat inteligensinya rendah.

3. Cacat lahir atau malformasi kongenital adalah kecacatan yang terjadi akibat kelainan perkembangan janin di kandungan. Studi dalam jurnal Reproductive Health tahun 2009 melihat angka cacat lahir tinggi pada populasi warga arab yang menikah dengan saudaranya. Studi lainnya dalam jurnal Genetic Counseling 2012 menyebut kalau pernikahan di antara saudara sepupu meningkatkan prevalensi cacat lahir antara 1,7 sampai 2,8 persen.

4. Penyakit lanjutan yaitu satu studi dalam jurnal Medical Genetics tahun 2003 melihat dampak para pelaku incest pada kesehatan keturunannya tumbuh dewasa. Disebutkan bahwa sekitar 23-48 persen penyakit jantung koroner, kanker, hingga depresi pada populasi keturunan dapat berkaitan dengan perilaku incest orang tuanya. Disebutkan juga bahwa sekitar 36 persen kejadian hipertensi terjadi dalam populasi keturunan berhubungan dengan incest.

5. Masalah sistem imun yaitu akibat berkurangnya keragaman genetik, keturunan dari pelaku incest bisa memiliki masalah sistem imun. Ini karena informasi genetik sistem imun dari orang tua yang mirip dapat membuat keturunannya kesulitan untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan.

Sudah, ketiganya sudah jadi tersangka, kata Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas seperti dikutip dari wartawan yang berada di Lampung pada hari Sabtu. Tersangka tersebut bernama M, SA, dan YF saat ini sudah ditahan polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dipersangkakan Pasal 76D dan Pasal 81 ayat (3) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 8 huruf a jo Pasal 46 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga atau Pasal 285 KUHPidana.

Ancaman hukuman untuk Pasal 81 ayat 3 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak minimal 5 tahun maksimal 15 tahun ditambah sepertiga dari ancaman maksimal apabila dilakukan oleh orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan darah. Untuk Pasal 46 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga ancaman hukuman paling lama 12 tahun. Untuk Pasal 285 KUHPidana, ancaman hukuman paling lama 12 (dua belas) tahun, jelas AKP Edi.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...