Minggu, 10 Maret 2019

TPA Burangkeng Bekasi Ditutup Warga Karena Meminta Kompensasi

TPA Burangkeng Bekasi Ditutup Warga Karena Meminta Kompensasi

TPA Burangkeng Bekasi Ditutup Warga Karena Meminta Kompensasi

AGEN POKER Warga sekitar TPA akan menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Burangkeng, Kabupaten Bekasi. Hal tersebut dilakukan karena warga tidak pernah menerima kompensasi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi. Jadi kita sebagai warga Desa Burangkeng akan menutup TPA ini bukan tanpa alasan yang bukan pasti. Sudah hampir 23 tahun TPA (Burangkeng) berdiri di Burangkeng, Kabupaten Bekasi. Kami warga Desa Burangkeng tidak pernah menerima dana kompensasi apa pun dari pemda sekitar atau pun pusat, ujar Sekretaris Desa Ali Gunawan di TPA Burangkeng, Gang Wirjo, Setu, Kabupaten Bekasi, pada hari Senin.

Kompensasi dana itu, kata Ali, salah satunya berupa 'uang bau' kepada warga sekitar TPA yang terkena polusi bau sampah yang ada. Namun ia tidak menjelaskan berapa besaran kompensasi yang dapat tersebut. Ya kalau bicara gitu, kita balikin ke dia atau pemda apa yang mau mereka berikan ke kita dana kompensasi bau tersebut. Nggak cuma sebatas itu uang bau, ya nanti kalau masalah itu kita bahas dulu apa aja yang bisa disampaikan, ujar Ali.

Ali mengatakan sekitar 10 ribu warga Desa Burangkeng terdampak bau dari TPA Burangkeng. Ia menginginkan warga sekitar TPA Burangkeng mendapatkan uang kompensasi seperti warga sekitar TPA Bantargebang, yang tiap bulan mendapatkan uang bau. Jadi, kalau memang ada niat juga, pemda pasti mampu. Sama kaya TPA Bantargebang juga, apa bedanya TPA Bantargebang dengan TPA Burangkeng. Kami sepakat hari ini TPA dihentikan aktivitasnya sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan, ujar Ali.

Ia berharap ada kesepakatan tertulis antara warga Burangkeng dan pemda. Sebelum ada kesepakatan tertulis, warga akan menutup TPA Burangkeng sementara. Ada respons dan tindak lanjut dari pemerintah daerah dan sebelum ada kesepakatan tertulis yang bisa dipertanggung jawabkan Pemda Kabupaten Bekasi. Kami bersama-sama warga tidak akan membuka TPA Burangkeng sampai dana kompensasi itu didapatkan, ujar Ali.

Ali menegaskan nantinya sebagian warga akan menunggu untuk menjaga aktivitas di TPA Burangkeng. Kita segel pokoknya mulai hari ini tidak ada mobil masuk ke TPA. Ada warga yang siaga di sini, walaupun sebagian nanti akan pulang, tapi TPA tetap ditutup, ujar Ali. Dari pantauan wartawan melihat sekitarnya emang bau dan terlihat tak terrawat, puluhan warga berada di sekitar pintu masuk TPA Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi. Terlihat dua truk yang membawa sound system berada di depan TPA.

Seorang orator tampak berbicara dari dalam mobil. Tiga baliho bertulisan Kami warga Desa Burangkeng menolak dan menutup tempat pembuangan sampah tersebar di sekitar lokasi. Aksi tersebut dijaga oleh aparat polisi. Aksi berlangsung aman dan tentram. Secara terpisah, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Dodi Agus Suprianto mengatakan pihaknya akan mengundang warga Desa Burangkeng untuk membicarakan masalah kompensasi itu.

Barusan kita sudah koordinasikan dengan kepala UPTD-nya, saya panggil semua kepala UPTD sudah kita bahas di dalam rapat dinas. Mereka warga Desa Burangkeng intinya mau diundang hari Rabu di ruang rapat Sekda pada jam 9, ujar Dodi, ketika dihubungi. Dodi mengatakan kompensasi kepada warga merupakan suatu kewajiban karena telah diatur dalam UU No 18 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah. Permasalahannya, kata Dodi, warga tidak pernah mengajukan kompensasi secara resmi kepada Pemkab Bekasi.

Persoalan kompensasi ini mereka demo itu sudah menyampaikan belum secara resmi. Kan selama ini mereka kan hanya teriak di dalam saja. Ayo, bareng-bareng sama kita. Momentum mereka demo ini kita jadikan untuk kita melaksanakan apa yang menjadi tuntutan mereka, ujar Dodi. Untuk bisa mendapatkan kompensasi itu, kita kan harus tahu berapa jumlah warga yang terdampak? Berapa yang harus diterima? Berapa KK? terus bentuk kompensasinya seperti apa yang diinginkan? Apa berupa uang bau? Kalau uang bau kan keputusannya bukan ada di saya, tapi di Pemda. Boleh nggak bantuan buat masyarakat? Kalau boleh, aturan undang-undangnya apa? Perdanya apa? lanjut Dodi.

Lebih lanjut, pihaknya Pemda akan mengundang warga untuk bermusyawarah pada hari Rabu. Intinya kita memang memperhatikan, dari aspirasi warga, untuk meminta kompensasi tentunya hari Rabu akan kami bahas mudah-mudahan ada solusi yang terbaik buat seluruh masyarakat Burangkeng, ujar Dodi.

Sabtu, 09 Maret 2019

Nekat Membawa Sabu Didalam Anus Dan Rice Cooker

Nekat Membawa Sabu Didalam Anus Dan Rice Cooker

Nekat Membawa Sabu Didalam Anus Dan Rice Cooker

AGEN POKER Aksi nekat yang dilakukan dua penumpang pesawat Air Asia rute Kuala Lumpur, Malaysia ke Surabaya, Jawa Timur diamankan petugas Bea dan Cukai Bandara Juanda. Mereka diamankan lantaran kedapatan membawa sabu dengan berat total 1.062 gram di dalam rice cooker dan Anusnya.

Mereka adalah Paosi (26), warga Bangkalan Madura, yang menumpang pesawat Air Asia XT 327 dengan rute Kuala Lumpur, Malaysia ke Surabaya, Jawa Timur. Paosi membawa sabu seberat 137 gram yang disembunyikan di dalam duburnya atau anus. Penumpang lainnya adalah Surimah (36), warga Madura, juga menumpang pesawat Air Asia XT 327 dengan rute Kuala Lumpur, Malaysia ke Surabaya. Surimah membawa sabu seberat 925 gram yang disembunyikan di dasar rice cooker miliknya.

Tersangka Surimah diamankan polisi pada hari Jumat, sedangkan tersangka Paosi baru ditangkap pada Jumat. Menurut Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda Budi Harjanto, dalam sehari Bea Cukai Juanda telah menangkap dua penumpang pesawat dari Malaysia yang akan ke Surabaya.

Petugas mencurigai seorang penumpang dari AirAsia dari tujuan Kuala Lumpur, Malaysia ke Surabaya Jawa Timur, setelah dilakukan penyelidikan singkat, kemudian membawa penumpang tersebut ke rumah sakit. Hasil dari rontgen kedapatan ada benda asing pada duburnya, kata Budi kepada wartawan pada saat rilis di Kantor KPPBC Bandara Juanda, pada hari Selasa.

Budi menambahkan, dari hasil laboratorium terungkap bahwa benda tersebut positif narkoba jenis sabu, selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke BNNP Jawa Timur. Sementara itu, tersangka lain atas nama Surimah sengaja mengelabuhi petugas dengan menyembunyikan barang haram tersebut di dasar rice cooker. Petugas juga mencurigai salah seorang perempuan penumpang pesawat yang membawa kerdus yang berisi rice cooker yang tidak wajar. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan bungkusan kristal putih diletakkan di dasar rice cooker, lanjut Budi.

Budi menambahkan, tersangka Surimah mengaku bahwa sabu tersebut merupakan titipan dari temannya di Malaysia. Bila sudah sampai di Indonesia, Surimah dijanjikan akan mendapat imbalan uang sebesar Rp 50 juta. Sementara tersangka yang menyembunyikan sabu ke dalam dubur tersebut sudah diniati sejak akan berangkat ke Malaysia, terang Budi.

Kedua tersangka akan di jerat dengan pasal 113 ayat 1 dan 2 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara, pungkasnya.

Rabu, 06 Maret 2019

Jauh-Jauh Mencari Kerja Warga Temukan Jenasah Di Pantai Bantul

Jauh-Jauh Mencari Kerja Warga Temukan Jenasah Di Pantai Bantul

Jauh-Jauh Mencari Kerja Warga Temukan Jenasah Di Pantai Bantul

AGEN POKER Polisi dari Bantul berhasil mengidentifikasi salah satu dari 2 mayat yang ditemukan di Pantai Cemara Sewu, Bantul, DIY, pada hari Jumat kemarin. Sedangkan satu mayat lagi masih dalam proses identifikasi oleh pihak kepolisian. Untuk mayat yang pertama yang posisinya terlentang sudah teridentifikasi, ujar Kanit Ident Polres Bantul, Aiptu Nurwandi saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, pada hari Sabtu siang.

Lanjut Nurwandi, mayat yang berhasil teridentifikasi bernama Junaidin Nata (24), warga Kelurahan Rantau Raya, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Selain itu, dari hasil pemeriksaan medis, Tim Ident Polres Bantul memperkirakan mayat tersebut sudah meninggal lebih dari 1x24 jam. Dari pemeriksaan tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan pada tubuh jenazah. Pihak keluarganya Junaidin juga sudah kami hubungi supaya mendatangi ke Polres Bantul, ucapnya.

Nurwandi menambahkan, polisi juga telah meminta keterangan dari keluarga Junaidin. Hasilnya, Junaidin ternyata sebelumnya telah berpamitan kepada keluarganya untuk mencari kerja di Yogyakarta sejak tanggal 24 Februari 2019. Dari keterangan keluarga, dia (Junaidin) ke Yogyakarta bersama temannya untuk mencari kerja disana. Karena itu, kemungkinan besar mayat yang kedua mayat kedua adalah temannya, kata Nurwandi.

Saat ini keduanya Jenazah masih di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY, dan untuk mayat kedua masih dalam proses identifikasi, pungkasnya. Seperti diketahui, sebanyak 2 mayat berjenis kelamin pria ditemukan tergeletak di pinggir Pantai Cemara Sewu, Kecamatan Kretek, Bantul.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Kabupaten Bantul, Ali Sutanto mengatakan, penemuan kedua mayat tersebut terjadi sekitar jam 1 siang, pada hari Jumat. Di mana saat itu ada salah seorang warga yang melihat seorang pria mengapung di pinggir Pantai Cemara Sewu. Karena tidak menunjukkan adanya gerakan dari pria tersebut, warga setempat langsung melaporkannya ke Tim SAR Satlinmas Wilayah III Bantul.

Jadi tadi dapat laporan dari warga kalau ada mayat mengapung di Pantai Cemara Sewu, dan dapat info itu langsung kami tindaklanjuti langsung ke lokasi penemuan tersebut, katanya saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, pada hari Jumat. Setelah mendatangi lokasi yang dimaksud, Tim SAR mendapati sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki berada di pinggir Pantai Cemara Sewu. Untuk kondisi tubuh mayat sendiri, lanjut Ali sudah menggelembung.

Setelah dievakuasi mayat pertama, ternyata 500 meter sebelah barat TKP ditemukan lagi satu mayat, untuk jenis kelaminnya mayat kedua sama, laki-laki, ucapnya. Sambung Ali, saat ditemukan, kedua mayat tersebut masih mengenakan pakaian berupa kaus dan celana jin. Namun, untuk kondisi tubuh mayat kedua masih utuh dan tidak menggelembung seperti mayat yang ditemukan pertama kali.

Mayat yang ditemukan tadi mengenakan kaus dan celana jins. Untuk identitasnya belum diketahui karena tidak ditemukan kartu identitas tadi saat dievakuasi, ucapnya.

Selasa, 05 Maret 2019

Reserse Narkoba Berhasil Menyita 10,4 Kg Dari Pengedar Di Jakarta

Reserse Narkoba Berhasil Menyita 10,4 Kg Dari Pengedar Di Jakarta

Reserse Narkoba Berhasil Menyita 10,4 Kg Dari Pengedar Di Jakarta

AGEN POKER Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menangkap lima orang pengedar sabu yang sudah beraksi selama satu tahun di wilayah Ibukota DKI Jakarta. Polisi berhasil mengamankan 10,4 kilogram narkotika jenis sabu dan 1.105 butir ekstasi dari para tersangka yang mengedarkan barang haram tersebut. Di awal bulan Februari 2019 kita mendapat laporan dari masyarakat. Tiga minggu diselidiki, kemudian benar bahwa ternyata ada salah satu rumah di Tambora telah digunakan untuk penyalahgunaan narkotika, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, pada hari Jumat.

Pada tanggal 21 Februari 2019, polisi berhasil menangkap tersangka SS (22) di rumahnya di Tambora, Jakarta Barat. Dari sana polisi mengamankan ekstasi berwarna cokelat sebanyak 46 butir. Pada tanggal yang sama, polisi menangkap tersangka MS (30) dengan barang bukti 3 kg sabu. SS menyebut ekstasi yang dimilikinya berasal dari MS.

MS kita menemukan dia membawa sabu seberat 3 kg. Dia pakai motor dan ditaruh di tas. Setelah kita periksa, disebutkan bahwa di kontrakan dia masih ada barang narkotika. Di kontrakan MS di Kemayoran kita menemukan 7 kg sabu dan 1.059 butir ekstasi cokelat ini, kata Argo.

Saat kontrakan MS digeledah, ada tersangka RH (45) dan FM (53) di lokasi. Dari hasil pendalaman, ternyata mereka juga pengedar obat-obatan terlarang seperti sabu, pil extasi. Kemudian, setelah diinterogasi, para tersangka mengaku mendapatkan barang dari tersangka YR (34). Kemudian YR ditangkap di Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan barang bukti 2 kg sabu yang siap diantarkan kepada pemesan yang telah di sepakati sebelumnya melalui handphone.

Dari barang semua ini, ternyata ada yang di atasnya lagi, yaitu inisial H. H masih kita kejar. Sampai sekarang belum kita temukan. Barang semua ini dari H dan ini jaringan mana kita belum tahu karena H belum ketemu, kata Argo. Dari semua barang bukti yang disita polisi, terlihat beberapa bungkus ekstasi berbentuk seperti narkotika golongan satu jenis baru, yakni Metoksetamina (MXE). Narkotika itu berasal dari jaringan Malaysia-Pontianak-Malaysia. Polisi sempat menangkap pengedar narkotika itu.

Polisi belum bisa menyimpulkan apakah barang bukti yang ada saat ini sama dengan narkotika MXE itu. Polisi masih menyelidiki jaringan-jaringan itu. Kelima tersangka juga sudah dilakukan tes urine dan hasilnya positif menggunakan narkotika. Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Dony Alexander menyebut para pengedar narkotika ini hanya beraksi di sekitar wilayah DKI Jakarta. Kepada polisi, para tersangka mengaku sudah menjalankan aksinya selama satu tahun.

Pengedarannya masih di sekitar Jakarta ya, belum ada yang di luar Jakarta. Kalau dari keterangan dia kan mengantarkan ke wilayah Kemayoran, ke wilayah Cempaka Putih gitu-gitu, kata Dony. Atas perbuatannya, para tersangka dikenai Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Para tersangka dikenai hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Senin, 04 Maret 2019

Karawang Sedang Viral Dengan Adanya Teror Alat Vital

Karawang Sedang Viral Dengan Adanya Teror Alat Vital

Karawang Sedang Viral Dengan Adanya Teror Alat Vital

AGEN POKER Karawang sedang viral dengan teror yang membuat pihak perempuan takut, baru kali ini korbannya bertambah yaitu seorang guru jadi kasus pamer alat vital di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, bertambah. Para pria cabul tak hanya menyasar pelajar. Bahkan sejumlah guru perempuan turut jadi korban pria-pria mesum yang masih berkeliaran tersebut.

Makin banyak yang mengaku pernah jadi korban alat vital pria yang dipamerkan di depan umum. Tidak hanya siswi, bahkan ada enam orang guru perempuan yang mengaku pernah jadi korban mereka. Sepertinya korban kejahatan ini cukup banyak, kata seorang guru salah satu SMP Negeri di Jalan Ahmad Yani, Karawang, pada hari Jumat siang.

Mereka baru mengaku kemarin jadi korban alat vital pria, saya telusuri ke seluruh sekolah siapa yang pernah jadi korban. Rupanya tidak hanya siswi, guru perempuan juga ada, kata guru pria tersebut.

Sedikitnya ada tiga sekolah di bilangan Jalan Ahmad Yani tengah bekerja sama mengungkap kasus pamer alat vital tersebut guna menangkap para penjahat alat vital yang dipamerkan kepada pihak perempuan. Selain minta tolong pada petugas berpakaian preman, mereka menelusuri jumlah korban sebenarnya.

Dalam pertemuan itu, terungkap ada korban di sekolah - sekolah tetangga. Kami sepakat mencari kemungkinan korban lainnya. Karena kebanyakan anak perempuan pada takut dan malu mengakui jadi korban penampakan alat vital, kata guru yang menjabat wakasek itu.

Guru tersebut mengungkapkan, rata - rata korban memendam peristiwa pamer alat vital itu. Bahkan perlu cara khusus dan privat saat membujuk para korban supaya berani mengaku. Bahkan ada yang sudah 2 tahun baru mengaku pada kami karena takut dan malu bercerita. Perlu pendekatan khusus mengungkap kasus semacam ini, kata dia.

Ia menuturkan, sekolah - sekolah di bilangan Ahmad Yani tengah proaktif membahas kasus ini. Sebab, mereka khawatir korban bertambah. Ini bukan kasus sepele. Guru dan murid sudah resah, makanya kemarin berkumpul, membahas pencegahan kasus ini. Kami khawatir jika korban ternyata sangat banyak, kata dia.

Sebelumnya, ada sekitar 50an korban yang baru diketahui pernah menjadi korban kelompok pria cabul. Para korban kebanyakan masih di bawah umur, syok oleh kelakuaan pria cabul yang gemar memamerkan alat vital. Kasus tersebut terjadi dalam rentang 3 tahun sejak pertengahan 2016 hingga awal 2019. Data tersebut baru sementara. Belum semua murid kami tanyai. Perlu waktu untuk menanyai murid perempuan. Kami khawatir jika korban sangat banyak, kata guru tersebut.

Minggu, 03 Maret 2019

Badan Narkotika Negara Mengadakan Razia Di Kota Palembang Dan Banyuwangi

Badan Narkotika Negara Mengadakan Razia Di Kota Palembang Dan Banyuwangi

Badan Narkotika Negara Mengadakan Razia Di Kota Palembang Dan Banyuwangi

AGEN POKER Badan Narkotika Negara melakukan razia guna anti narkoba di Kota Palembang dan Banyuwangi, saat mengadakan razia di Kota Palembang ada salah satu orang yang melihat-lihat saat razia bernama Akbar Putra terpaksa kami tembak saat petugas gabungan melakukan razia narkoba di Palembang, Sumatera Selatan. Akibatnya, pria yang berusia 18 tahun itu menderita luka tembak dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Akbar yang tertembak peluru nyasar di Jalan Teratai, Kampung Baru, Sukarame, Kota Palembang, pada hari Kamis sekitar pukul 23.45 WIB. Saat kejadian diketahui ada petugas BNN Provinsi Sumatera Selatan (BNNP Sumsel) yang tengah menggelar razia narkoba. BNNP Sumsel, yang berusaha masuk ke Jalan Teratai yang dikenal sebagai lokasi prostitusi mendapat penolakan dengan dilempari dengan sebuah batu. Petugas BNN memberi tembakan peringatan sebelum akhirnya mundur.

Setelah petugas BNNP Sumsel kembali, Akbar kaget melihat dadanya tertembak peluru. Akbar langsung dibawa ke RS Myria Palembang karena diduga kuat proyektil masih ada di dalam tubuhnya. Iya betul ada razia BNNP Sumsel pada saat kejadian. Untuk sementara, korban sudah dibawa ke rumah sakit ya, terang Kapolresta Palembang Kombes Didi saat dimintai konfirmasi lewat telepon kepada wartawan, pada hari Jumat.

Sementara itu, Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan mengatakan pihaknya sudah mendapat kabar adanya warga yang terluka. Namun, dia tidak dapat memastikan apakah Akbar korban salah tembak atau memang target petugas saat razia tersebut. Benar ada warga yang terluka, saya juga baru mau ke rumah sakit, hari ini operasi. Kalau kesalahan kami, pastilah akan ada tanggung jawabnya. Nanti saya cek dulu, kata Jhon.

Meskipun demikian, Jhon membenarkan BNNP melakukan razia bersama Satpol PP Palembang. Ada 47 anggota yang terlibat, 35 dari BNNP dan 12 dari Sapol PP kota. Kami pas masuk tadi malam diserang sekelompok pemuda yang tak terima dengan kedatangan kami. Kami ya mundur sambil memberi tembakan peringatan. Razia batal digelar karena kami nggak mau ada keributan di tengah-tengah masyarakat, katanya.

Kami mencurigai lokasi itu jadi sarang pemakaian narkoba. Kenapa? Karena sebelum razia tadi malam kami sudah lakukan upaya persuasif, banyak bong atau alat isap sabu ditemukan, tutup Jhon. Saat ini kami masih mencari jalan keluarnya biar tempat tersebut aman dari narkoba.

Dari Jawa Timur juga melakukan razia narkoba, BNN Jatim dan Pemkab Banyuwangi bersinergi untuk memberantas peredaran narkoba. Banyuwangi dipilih karena sebagai pintu masuk Jawa Timur yang datang melalui kapal laut dan penyebrangan ke Bali. Guna membangun komitmen dan sinergitas program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4G), Badan Narkotika Nasional (BNN) Provonsi Jatim menggelar rapat bersama Pemkab Banyuwangi di Hotel Santika, pada hari Rabu. Rapat tersebut dibuka Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko dan Kepala BNN Jatim Brigjen Pol Bambang Priyana

Brigjen Pol Bambang Priyana mengatakan, peredaran narkoba cukup tinggi di Jawa timur saat ini. Untuk ini perlu adanya sinergitas dalam menangangi secara bersama-sama pencegahan nakoba yang masuk ke kota Banyuwangi dan Jawa Timur. Pencegahannya dan pemberantasannya perlu ada peran serta banyak pihak dari masyarat untuk perangi narkoba. Khusus di Jawa Timur, telah ditemukan 562 kasus narkoba. Melihat ini kami merasa bertanggung jawab untuk turun ke daerah-daerah untuk melakukan pencegahan. Sosialisasi pertama kita awali dari Banyuwangi, kata Bambang.

Rapat tersebut digelar di Banyuwangi bukan tanpa alasan. Banyuwangi dipilih karena menjadi gerbang masuknya orang-orang ke Jawa Timur. Karena itu kita perlu memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Kota Banyuwangi dan Jawa Timur, kata Bambang. Menurutnya, Pemda bisa terlibat dalam upaya besar BNN. Misalnya dengan mensosialisasikan bahaya narkoba ke masyarakat. Kemudian mempetakan wilayah- wilayah yang rawan narkoba dan bersama-bersama memberantas narkoba hingga zero narkoba. Ini sesuai Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang narkoba,ujarnya.

Sementara itu, Yusuf Widyatmoko menyambut baik apa yang dilakukan BNN. Kami menyadari Banyuwangi ini daerah yang rawan untuk peredaran narkoba. Apalagi Banyuwangi saat ini telah menjadi bandara internasional, kita harus lebih serius dalam menangangi ini, katanya.

Yusuf menambahkan, narkoba saat ini tidak hanya menyasar kalangan orang dewasa, tapi sudah mulai masuk ke lingkungan masyarakat di desa-desa hingga anak dan pelajar. Narkoba tak hanya menyasar aspek kesehatan, namun juga keamanan dan ekonomi sehingga dapat mengancam berlangsungnya tatanan kehidupan masyarakat. Karena itu, diperlukan dukungan semua pihak terkait, untuk menciptakan jejaring yang kuat. Mulai dari aparat penegak hukum , pemerintah dan masyarakat sendiri, pungkasnya.

Rapat tersebut juga dihadiri Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Inf Ruli Nuryanto, Kepala Kementerian Agama dan sejumlah SKPD Kabupaten Banyuwangi terkait. Diantaranya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Pemuda Olahrga dan Kepala Bagian Hukum.

Sabtu, 02 Maret 2019

Baru Dilantik Sebagai Gubernur Mendapatkan Mobil Dinas Mewah

Baru Dilantik Sebagai Gubernur Mendapatkan Mobil Dinas Mewah

Baru Dilantik Sebagai Gubernur Mendapatkan Mobil Dinas Mewah

AGEN POKER Baru dilantik sebagai Gubernur Riau Bapak Syamsuar, yang belum sampai satu minggu dilantik, sangat kaget bukan kepalang melihat mobil dinasnya dikantornya. Dia sangat kaget karena jabatan gubernur memiliki lima mobil dinas saat ini. Saya kaget juga keberadaan mobil mewah mejeng didepan pintu masuk gedung, sampai ada lima mobil dinas mewah. Kemarin kita ada kegiatan sama KPK, saya sampaikan ke mereka, kalau ada mobil dinas Gubernur Riau sampai lima, jelas Gubernur Riau Syamsuar dalam perbincangan dengan wartawan di Posko Satgas Karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru, pada hari Rabu.

Menurut Syamsuar, kelima mobil dinas tersebut terdiri atas Toyota Royal Saloon, Landcruiser, Toyota Innova, jeep, dan Alphard, yang semuanya mobil dinas bekas dari sebelumnya. KPK pun sudah menyarankan ada baiknya sebagian mobil dinas itu dititipkan saja ke KPK. Semuanya mobil dinas bekas dari gubernur sebelumnya. Jadi saya ini akan menata aset dulu, sebagaimana saran KPK. Masak, sampai banyak begini mobil dinas, kata Syamsuar.

Dia menjelaskan, mobil Toyota Royal Saloon tersebut bekas zaman Gubernur Riau terdahulu. Dengan begitu, berarti mobil tersebut usianya sudah lebih dari lima tahun. Mobil ini mobil lama bekas gubernur lama, masih zamannnya Pak RZ (Rusli Zainal), bukan zaman Pak Anas, tuturnya.

Syamsuar menyebutkan, dia tidak akan meminta mobil dinas yang baru. Semua mobil dinas yang lama masih layak pakai tidak ada kendala saat di jalankan. Saya akan tata ulang ini soal aset daerah. Saya akan cek seluruh mobil dinas di satuan kerja yang ada. Ini penting karena salah satu indikator KPK dalam menilai jalannya roda pemerintahan, kata Syamsuar.

Syamsuar menyebut, dari lima mobil mewah dinas bekas yang ada, ia hanya akan memakai tiga unit, yaitu Royal Saloon, Alphard, dan Kijang Innova. Untuk jenis Landcruiser dan satu unit lagi jenis jeep akan di-pool-kan alias tidak dipakai. Saya cuma tiga aja pakai, yang semuanya bekas dari gubernur sebelumnya, karena semuanya masih layak pakai, katanya sembari menolak pengadaan yang baru.

Mobil dinas yang dipakai adalah Crown Royal Saloon, Alphard, dan Kijang Innova. Mobil ini akan dipakai dalam urusan kedinasan saat ada di kedinasan. Kalau urusan pribadi, saya akan pakai mobil pribadi saya sendiri, ungkap Syamsuar.

Gubernur Riau, Syamsuar yang baru sepekan dilantik kaget mendapat mobil dinas 5 unit. Salah satu mobil dinasnya ialah Toyota Crown Royal Saloon bekas yang bekas dipakai Gubernur Riau tahun 2013 lalu. Ini penampakannya Mobil dinas Gubernur Riau merek Royal Saloon terlihat parkir di depan gedung Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, pada hari Rabu.

Mobil tersebut warna hitam dengan pelat nomor polisi BM 1. Mobil ini terparkir di pintu utama masuk di Posko Karhutla. Warnanya masih kinclong walau mobil ini bekas Gubernur Riau Rusli Zainal yang mengakhiri masa jabatannya 2013 lalu.

Posisi di belakang mobil dinas Gubernur Riau Syamsuar, terparkir juga mobil dinas Wakil Gubernur Riau, Edi Natar Nasution yang sama-sama hadir di rapat penanggulangan Karhutla. Mobil dinas Wagub Riau jenis sedan ini juga merek Toyota Crown Royal Saloon yang juga bekas. Warnanya juga sama-sama hitam. Keduanya terpajang di posko Karhutla.

Gubernur Riau, Syamsuar yang baru dilantik sepekan ini kaget mendapat jatah 5 unit mobil dinas. Mobil dinas tersebut terdiri dari Landcruiser, Royal Saloon, Alphard, Kijang Innoa dan satu lagi jenis jep. Kaget banget saya dengan, mendapatkan mobil dinas sampai 5 unit. Semua mobilnya bekas gubernur lama. Ini (Royal Saloon) sejak jaman RZ (Rusli Zainal), kata Syamsuar dalam perbincangan dengan wartawan.

Mantan Bupati Siak itu menyebutkan, dia menolak untuk dianggarkan mobil yang baru. Mengingat semua mobil dinasnya bekas gubernur sebelumnya. Semua mobil bekas ini masih layak pakai, katanya. Masih menurut orang nomor satu di Riau ini, soal jatah mobil dinas 5 unit sudah dia sampaikan ke KPK saat menggelar rapat koordinasi di Kantor Gubernur Riau.

Saya sudah sampaikan juga ke KPK soal mobil dinas sampai 5 unit ini. KPK sempat ngomong ke saya, titip aja sebagian di KPK, kata Syamsur. Walau diberikan 5 mobil dinas yang semuanya bekas, Syamsuar hanya akan menggunakan tiga unit saja. Pertama Alphard, Royal Saloon dan Kijang Innova. Dia menilai biar dapat jatah mobil bekas semuanya masih layak pakai dan tidak perlu pengadaan yang baru lagi.

Saya akan tata aset soal ini mobil dinas. Saya hanya pakai 3 saja, sisanya kita poolkan. Pendataan aset ini penting, dan itu salah satu indikator KPK dalam menjalankan pemerintahan di daerah, kata Syamsuar.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...