Sabtu, 04 Agustus 2018

Ditangkap Densus, Terduga Teroris Di Banyuwangi

Ditangkap Densus, Terduga Teroris Di Banyuwangi

https://newskorandays.blogspot.com/2018/08/ditangkap-densus-terduga-teroris-di.html


AGEN POKER Politeknik Negeri Banyuwangi (poliwangi) angkat bicara terkait dengan penangkapan tersebut, Perguruan tinggi (PT) negeri ini sering didatangi oleh Badan Intelijen Nasiaonal (BIN).

Sebelumnya memang sering didatangi (BIN). Kurang lebih ada 3 kali BIN datang ke kampus.
Bertemu Direktur dan yang bersangkutan, ujar Humas Poliwangi Wahyu Naris Wari kepada wartawan.

Pihak pimpinan Poliwangi sudah menanyakan langsung kepada yang bersangkutan perihal kegiatannya. Bahkan yang bersangkutan pernah menandatangani surat pernyatanaan tidak pernah terlibat kegiatan apapun yang melawan pemerintah.

Surat tersebut disodorkan ke Eka Puput Warsa tanggal 22 Juni lalu.

Dia mengaku tidak ikut kegiatan terlarang. Dan sudah tanda tangan bahwa tidak ikut aliran sesat, ungkapnya lagi.

Berikut isi surat pernyataan yang di tanda tangani terduga teroris, Eka Puput Warsa :

Dengan ini menyatakan dengan sebenarnya bahwa;

1. Bersumpah dan berjanji setia taat kepada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 sebagai Ideologi dan Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Sebagai Aparatur Sipil Negara berjanji mentaati segala ketentuan perundang-undangan dan sanggup untuk terkait dalam sumpah jabatan sebagai Pagawai Negeri Sipil.

3. Berjanji tidak mengikuti paham Radikal yang mengarah kepada terorisme.

4. Berjanji tidak menjadi Perpanjang Tangan Organisasi yang dilarang oleh Pemerintah.

5. Berjanji tidak menyebarluaskan paham yang dapat memecahkan belah Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada Civitas Akademika dilingkungan kampus Politeknik Negeri banyuwangi.

Jumat, 03 Agustus 2018

Kasus 8 Tahun Jadi Tersangka 2 Artis Belum Di Penjarakan

Kasus 8 Tahun Jadi Tersangka 2 Artis Belum Di Penjarakan


https://newskorandays.blogspot.com/2018/08/kasus-8-tahun-jadi-tersangka-2-artis.html


AGEN POKER Kasus video porno Ariel Noah dengan Cut Tari dan Luna Maya kini memasuki babak baru. Meski Ariel sudah divonis 3,5 tahun penjara, namun 2 wanita yang ada di video Ariel statusnya masih tersangka.

Kasus video porno itu bersedar pada tahun 2010. Kepolisian lalu menetapkan Ariel Atau Nazril ilham, sebagai tersangka. Setelah Ariel, polisi lalu menetapkan Luna dan Cut Tari sebagai tersangka.

Usai dari kepolisian, kasus bergulir ke pengadilan dan hasilnya Ariel divonis 3,5 tahun penjara. Tapi bagaimana Luna dan Cut Tari? mereka tetap tersangka hingga 2018 ini. Luna dan Cut Tari sendiri disangkakan Pasal 282 ayat 1 KUHP dikasus video porno. 8 tahun lalu, Luna dan Cut Tari pun tetap tersangka.

Lembaga Pengawasan dan Pengawal Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) melalui wakil ketuanya, Kurniawan Nugroho, mengajukan praperadilan ke PN Jakarta selatan, Nugroho mengajukan praperadilan karena khawatir dirinya dan warga lain akan bernasib sama seperti Luna Maya dan Cut Tari.

Praperadilan ini diajukan karena Luna dan Cut dianggap sebagai korban ketidakpastian hukum. Istilah populernya ialah tersangka seumur hidup Prapearadilan ini diharapkan Nugroho dapat memberikan kepastian hukum pada Luna maya dan Cut tari.

Luna Maya dan Cut tari apa pun adalah public figure yang semestinya diberi pelindungan hukum. Jika Luna Maya dan Cut Tari saja tidak mendapatkan perlindungan hukum, apalagi rakyat biasa, dikhawatirkan akan menjadi korban ketidakpastian penegakan hukum, ucap Nugroho dalam keterangannya, jumat (3/8/2018).

Atas hal ini Polri membantahnya. Menurut Polri kasus Luna Maya dan Cut Tari tetap berjalan penyidikannya. Terus berjalan ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal kepada wartawan, Jmuat (3/8).

Mengenai tidak ada kabarnya tentang perkembangan kasus itu hingga akhirnya mencuat karena ada praperadilan, Iqbal mengatakan bila proses hukum memang tidak selalu dibuka ke publik. Menurutnya, apabila dibuka ke publik maka bisa mengganggu proses penyidikan.

Ada etika penyidikan yang harus tidak disampaikan ke publik karena, satu, bisa mengganggu proses penyelidikan dan penyidikan, kedua ada norma di dalam sosial kemasyarakatan, imbuh Iqbal.

Wawalkot Jakarta Utara: JPO Ampera Terakhir Direnovasi 2004

Wawalkot Jakarta Utara: JPO Ampera Terakhir Direnovasi 2004



Pemerintah DKI Jakarta Kota Jakarta Utara belum mengetahui adanya jembatan penyebrangan orang yang rusak dan berkarat. Padahal jarak JPO Ampera yang terletak di Jalan Yos Sudarso itu hanya bejarak 1 Kilometer dari kantor Walikota Jakarta Utara.

Belum kita tahu tentang jembatan yang rusak nanti kita cek, ujar wakil Walikota Jakarta Utara Junaedi.

Junaedi mengaku tidak mengetahui sejak kapan JPO itu mulai rusak. Ia mengatakan JPO tersebut terakhir di perbaiki pada tahun 2004.

udah lama banget (perbaikan), pas pelebaran jalan tol akses priok sekitar tahun 2004 ya, ucapnya.

Menindak lanjuti hal ini, Pemkot Jakut berencana akan mengecek kondisi seluruh JPO diwilayah Jakarta Utara. Untuk perbaikan diserahkan ke Dinas Bina marga.

Ya harus nanti kita usulkan ke sudin atau dinas, itu kan kewenangan dinas, katanya.

Junaedi mengkliam pihaknya selalu melakukan pengawasan terhadap fasilitas umum yang ada di Jakarta Utara. Meski begitu, sejauh ini belum ada yang melaporkan jika ada kerusakan pada fasilitas umum.

kalu malem si suka ada penjagaannya kita dari satpol PP, cuma dia nggak melaporkan kerusakannya. Mereka sering jaga di lokasi yang rawan, kayak JPO, halte, dan Terminal, jelasnya

Kamis, 02 Agustus 2018

Kenal Via Media Sosial, Pria Di Makassar Nyaris Perkosa Gadis Di Bawah Umur

Kenal Via Media Sosial, Pria Di Makassar Nyaris Perkosa Gadis Di Bawah Umur



AGEN POKER Tim khusus Polda Sulsel, menangkap Nasaruddin (30), pria yang nyaris memperkosa seorang wanita ALF (22) dijalan Tallasa City, Tamalanrea, Makassar. Korban nyaris diperkosa dimobil oleh pelaku yang baru dikenal melalui media sosial.

Pesonel Timsus Polda Sulsel bersama dengan unit Reskrim Polsek Tamalanrea berhasil melaksanakan penangkapan terhadap pelaku dugaan tindak pidana percobaan pemerkosaan sekitar pukul 02.00 Wita, yang sedang berada dirumahnya di Perumahan Depag, Biringkanaya, kata Panit Timsus Polda Sulsel, Aiptu Iqbal Muh Kosman, di Makassar, Kamis (2/8/2018).

Dari hasil interogasi polisi, pelaku mengakui berkenal dengan korban sekitar 3 minggu melalui aplikasi medsos. Usia berkenalan, pelaku kemudian mengajak korban bertemu dan kemudian melakukan pelecehan seksual dengan memaksa mencium dan memegang korban.

Nasarudin membenarkan bahwa kenal dengan korban sudah berlangsung selama sekitar 3 minggu melalui media sosial Bee Talk. korban diajak keluar jalan menggunakan mobil, kemudian ketika hendak pulang mobil tersebut diberhentikan di sekitar jalan Tallasa City, kemudian mulai melakukan pelecehan seksual terhadap korban dengan mencium korban serta memegang tanganya, jelasnya.

Karena tak terima, korban kemudian melawan dan berhasil melarikan diri saat akan diperkosa oleh pelaku. Pipi korban lecet saat berusaha kabur.

korban merasa tidak nyaman dan melakukan perlawanan dengan mencoba keluar dari mobil yang mengakibatkan pipi sebelah kiri korban mengalami luka lecet. Korban keluar dari mobil,kemudian meninggalkan dompet dan handphone korban masih berada diatas mobil tersebut, terangnya.

Dari tangan pelaku, polisi menemukan sebuah handphone milik korban, dompet, termasuk mobil yang digunakan pelaku menjalankan aksinya. Kini pelaku diamankan di posko Timsus Polda Sulsel guna pemeriksaan lebih lanjut.

Pelaku Percobaan Pembunuhan Lurah Di Banyuwangi Oknum LSM

Pelaku Percobaan Pembunuhan Lurah Di Banyuwangi Oknum LSM

https://newskorandays.blogspot.com/2018/08/pelaku-percobaan-pembunuhan-lurah-di.html


Agus Siswanto, pelaku pencurian dengan kekerasan dan percobaan pembunuhan Lurah Penataban, Wilujeng Esti Utami ditembak kakinya, saat penangkapan mencoba melawan petugas dan mencoba kabur, akhirnya di berikan hadiah timah panas dikaki kanannya, kata AKP Panji Prathista Wijaya.

Pelaku mencoba melarikan diri, saat polisi mengajak pelaku mencari barang bukti. Saat itu pelaku pamit akan buang air. Namun saat diborgol dilepas, pelaku langsung berusaha kabur, saat itulah langsung kita tembak kakinya. Kita mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, tambahnya.

Inilah Agus Siswanto, warga Desa Sumberberas Kecamatan Muncar pelaku dari percobaan pembunuhan Lurah Penataban, ujar Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman kepada wartawan saat merilis kasus percobaan pembuhunan yang dilakukan Agus, Kamis (2/8/2018).

Selain Agus, barang bukti kejahatan yang dilakukan berupa uang Rp 60 juta milik korban, baju korban, tas korban dan tas plastik untuk mengikat korban juga diperihatkan kepada wartawan.

menurut Donny, Agus merupakan salah satu anggota LSM LPRI (Lembaga Peduli Rakyat Indonesia). Dirinya melakukan aksi itu karena tergiur dengan uang yang dibawa korban. Korban meminta bantuan ke pelaku agar dibantu. Mengenai bantuan apa, masih kami dalami, tambah Donny.

Donny menambahkan pelaku dan korban berkenalan setelah dikenalkan oleh salah satu rekan korban dan pelaku.

Sementara Agus Siswanto sudah ditetapkan menjadi tersangka atas kasus dugaan pecurian dengan kekerasan. Polisi saat ini melakukan reka ulang adengan kasus tersebut di halaman Mapolres Banyuwangi.

Rabu, 01 Agustus 2018

Polisi Menjebak Pengedar Dolar Amerika Palsu Di Surabaya

Polisi Menjebak Pengedar Dolar Amerika Palsu Di Surabaya

https://newskorandays.blogspot.com/2018/08/polisi-menjebak-pengedar-dolar-amerika.html


Polisi mengamankan dua tersangka pengedar uang palsu (upal) dolar Amerika Serikat. Dari tangan kedua tersangka polisi mendapatkan dolar palsu sebanyak 1.300 lembar.

Dua tersangka yang diamankan jajaran Polres Tanjung Perak Surabaya yakni, Ahmad Yasin (44) warga Gunungsari, Surabaya dan mustofa (45) warga Sumber Rejo, kecamatan Pandaan, Pasuruan. Mereka diamankan petugas, Senin  (30/7) malam.

Kedua tersangka berhasil diringkus usai mendapatkan informasi dari masyarakat tentang ada nya transaksi jual beli uang palsu di Hotel Grand Kalimas, Surabaya.

Sebelum menangkap mereka, kita membuat tim under cover. Dengan metode yang diterapkan oleh tim-tim under cover kita bisa menangkap kedua tersangka, kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto, Rabu (1/8/2018).

Agus juga mengatakan kedua tersangka yang telah diamankan ini bermaksud ingin mengelabui korban-korbannya. Dugaan polisi sangat kuat dari barang bukti yang ditemukan di rumah salah satu tersangka Mustofa, ditemukan peti berisi bunga dan beberapa patung untuk ritual.

Mereka ingin mengelabui korban-korban dengan maksud bisa menarik uang dari bumi dan juga potongan emas yang terbuat dari kuningan, ungkap Agus. Polisi juga mengamankan alat tester uang palsu tambahnya.

Meski berhasil menangkap kedua pelaku, namun keduanya bukan sebagai membuat uang palsu tersebut. Kedua tersangka statusnya adalah pengedar. Untuk pembuatannya masih akan kita kembangkan lagi, ujar Agus.

Terkait peredaran uang dolar palsu yang dimiliki oleh tersangka, polisi juga masih melakukan pendalaman. Saat ini kami masih melakukan pendalaman kemana peredaraan uang palsu mereka, tandasnya.

Dari dua tersangka polisi mengamankan 1.300 lembar dolar AS palsu dengan pecahan 100 dolar AS. Jika dirupiahkan mencapai Rp 1.873.300.000.
Tak hanya itu, di rumah Mustofa petugas juga menyita barang bukti lainnya yakni satu peti berisi uang rupiah pecahan Rp. 50.000 dan Rp 100.000.

Tawuran Pelajar Di Tangerang, Siswa SMK Luka Tusuk Di Leher

Tawuran Pelajar Di Tangerang, Siswa SMK Luka Tusuk Di Leher

https://newskorandays.blogspot.com/2018/08/tawuran-pelajar-di-tangerang-siswa-smk.html


AGEN POKER Tawuran antarpelajar terjadi di Jalan Raya Puspitek, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Peristiwa ini mengakibatkan seorang pelajar SMK Ahmad Fauzan (18), terluka parah.

Korban luka tusuk sebilah besi pada leher, kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Ahmad Yurikho dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (1/8/2018).

Tawuran terjadi dijalan Raya Puspitek, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (31/7) sore. Puluhan pelajar berseragam putih-abu saling serang. Mereka membawa besi ukuran 2 meter, senjata tajam, dan benda berbahaya lainnya. Mereka juga saling melempari lawan dengan batu.

Dalam kejadian itu, korban luka tusuk di bagian leher. Korban dibawa oleh pengemudi ojek online ke RS Hermina. Korban (saat itu) ikut dalam tawuran, ucapnya.

Korban saat ini masih menjalani perawatan di RS Hermina Tangerang Selatan. Sementara itu polisi masih melakukan identifikasi untuk menangkap pelaku yang terlibat dalam tawuran dan yang menyebabkan korban terluka.

Saat ini guna penyelidikan lebih lanjut atas kejadian itu, polisi pun melakukan penggeledahan di dua SMK yang pelajarnya terlibat tawuran. Ruangan kelas dan badan pelajar digeledah, kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP ALexander Yurikho dalam keterangannya kepada wartawan.

Adapun SMK yang didatangi polisi yakni SMK SJ dan SMK B. Di SMK B, tim yang dipimpin Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdi Irawan berdialog dengan kepala sekolah sebelum melakukan penggeledahan.

Saat polisi datang ke lokasi, kata Alexander, banyak siswa yang tidak masuk Di SMK S dari total 250 pelajar hanya ada 200 pelajar, sementara di SMK B hanya 102 siswa dari total 180 siswa.

Ada dua kemungkinan, pertama takut ada aksi balasan, atau karena terlibat dalam tawuran. Masih kami dalami, imbuhnya.

Dalam upaya penggeledahan itu, polisi tidak menemukan benda mencurigakan. Namun, deorang pelajar SMK B dibawa ke Polres Tangerang Selatan. dengan pendampingan guru, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...