Sabtu, 08 Desember 2018

Riwayat Bos Batik Keris Saat Hidupnya

Riwayat Bos Batik Keris Saat Hidupnya


AGEN POKER Sebuah kabar duka terdengar dari kalangan pengusaha tekstil dan batik di Solo, Jawa Tengah, pada hari Minggu lalu. Pemilik perusahaan tekstil bersejarah di Solo ini, PT Batik Keris, Handianto Tjokrosaputro tutup usia karena sakit yang di deritanya selama ini. Sosok dari generasi kedua di Batik Keris itu memang sangat dikenal di dunia perbatikan. Batik Keris merupakan salah satu perusahaan yang mampu bertahan hingga puluhan tahun dan dikenal luas secara nasional.

Batik Keris awalnya hanya sebuah perusahaan batik tradisional berskala rumahan pada 1920. Kemudian pada 1946, Batik Keris dikelola dengan skala lebih besar di Cemani, Grogol, Sukoharjo oleh ayah Handianto, Kasoem Tjokrosaputro. Semakin berkembang, perusahaan tekstil berskala nasional itu berubah bentuk menjadi perseroan terbatas (PT) pada 1970. Hingga kini, PT Batik Keris telah memperkerjakan ribuan karyawan.

Batik Keris mengikuti perkembangan zaman dengan menggunakan mesin-mesin tekstil dalam memproduksi kain bermotif batik. Meski demikian, Batik Keris tetap mempertahankan produksi batik tradisional, baik cap maupun tulis dikain.

Seorang pengusaha batik tradisional asal Solo, Gunawan Setiawan, menilai Handianto selama hidupnya telah turut melestarikan motif batik yang merupakan warisan nenek moyangnya.

Menurut pebatik asal Kauman, Solo ini, hanya sedikit perusahaan batik yang mampu bertahan di era '70-an, seperti Batik Keris dan Danar Hadi. Saat itu, batik harus bersaing dengan masuknya produk tekstil yang lebih modern.

Beliau ini mampu bertahan dengan sistem modern. Padahal tahun '70-an itu banyak perusahaan batik yang gulung tikar, ujar dia. Sekarang batik bisa dikenal ke banyak daerah ya salah satunya karena Batik Keris ini, tokonya ada di mana-mana, kata Gunawan.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surakarta, Gareng S Haryanto, juga memandang Batik Keris sebagai objek pariwisata. Sebab wisatawan juga bisa berkunjung dan belajar membatik di pabrik tersebut.

Dari sisi bisnis, Gareng menyebut Batik Keris dan grupnya merupakan salah satu perusahaan raksasa perbatikan. Handianto mampu mengembangkan dan melebarkan sayap ke bidang lainnya. Kan ada batik Dan Liris, ada juga bisnis kuliner dan propertinya. Produknya tidak hanya nasional, tapi sudah ekspor. Karyawannya bisa sampai 6 ribuan itu, ujarnya.

Di luar bisnis, Handianto ternyata juga aktif di kegiatan gereja. Menurut adik iparnya, Sumartono Hadinoto, Handianto sangat peka terhadap kehidupan sosial di sekitarnya.

Martono yang aktif dalam berbagai organisasi sosial, mengatakan seringkali menyalurkan dana bantuan dari Handianto untuk keperluan masyarakat kekurangan.

Dua pekan lalu saat dijenguk jemaat gereja, beliau sempat titip pesan agar gereja tetap membantu orang tua dan anak-anak yang membutuhkan. Dia menyampaikan tidak mungkin uang gereja itu habis dipakai untuk keperluan yang tidak mungkin. Memang peka sekali beliau, ujar dia.

Handianto tutup usia pada hari Minggu, pada pukul 06.20 WIB Singapura karena sakit yang sudah dia derita sejak lama. Sempat sembuh setahun lalu, dia kembali mengalami sakit sejak tiga bulan yang lalu.

Sejak saat itu, Handianto dirawat di Singapura hingga akhir hayatnya. Dia meninggal pada usia 57 tahun dan meninggalkan dua orang anak, Elvina Tjokrosaputro dan Adriel Tjokrosaputro.

Jumat, 07 Desember 2018

Pengusaha Sebuah Bahan Batik Meninggal Di Singapura

Pengusaha Sebuah Bahan Batik Meninggal Di Singapura


AGEN POKER Seorang Pengusaha, Pemilik perusahaan sebuah batik ternama PT Batik Keris, Solo, Jawa Tengah,  bernama Handianto Tjokrosaputro, meninggal dunia. Dia meninggal saat menjalani pengobatan di Singapura.

Adik ipar Handianto, Sumartono Hadinoto, membenarkan kabar tersebut. Kakaknya meninggal pada hari Minggu (2/12/2018) pada pukul 06.20 WIB Singapura. Iya benar meninggal tadi pagi di salah satu rumah sakit di Singapura, kata pria yang menjabat Sekretaris PMI Surakarta itu saat dihubungi oleh para wartawan.

Menurutnya, Handianto memang sudah lama sakit. Namun satu tahun yang lalu kondisinya sudah membaik. Baru tiga bulan terakhir ini, penyakitnya kambuh lagi sehingga harus berobat di Singapura. Sejak tiga bulan yang lalu berobat ke Singapura, ujarnya.

Rencananya, jenazah akan dipulangkan dari Singapura besok, Senin (3/12) pukul 08.00 WIB. Tiba di Solo, jenazah akan disemayamkan di Rumah Duka Tiong Ting, Jebres, Solo. jasad Handianto dibawa menggunakan pesawat carter.

Dijadwalkan berangkat pukul 08.00 WIB, rombongan dari Singapura akhirnya berangkat sekitar pukul 14.00 WIB. Sempat terkendala persoalan birokrasi di Singapura, makanya sempat delay beberapa jam di Singapura. Ini tadi rombongan yang berisi istri, anak laki-laki dan keponakan Pak Handianto, naik pesawat carter, kata Sumartono Hadinoto, adik ipar almarhum, kepada wartawan di rumah persemayaman Thiong Ting, Solo, Jawa Tengah, pada hari Senin.

Jenazah tiba di Thiong Ting, Jebres, Solo, pukul 17.15 WIB. Sebelumnya, jenazah dimampirkan terlebih dahulu di pabrik Batik Keris, Cemani, Grogol, Sukoharjo. Bu Handianto ingin dilewatkan sebentar dipabrik Batik Keris. Hanya keliling saja, jasad Handianto disambut oleh seluruh karyawan pabrik, setelah itu langsung ke rumah duka Thiong Ting, kata Martono.

Sampai di Thiong Ting, almarhum kemudian diletakkan di ruang jenazah. Kemudian upacara digelar di Ruang The Kiem Ming, rumah duka Thiong Ting. Prosesnya nanti akan masuk peti. Besok mungkin tutup peti. Lusa malam kembang. Kamis jam 10 rencana dikremasi, ujar pria yang menjabat Sekretaris PMI Surakarta itu.

Handianto meninggal pada usia 57 tahun karena sakit. Dia meninggalkan dua orang anak, Elvina Tjokrosaputro dan Adriel Tjokrosaputro.

Rabu, 05 Desember 2018

Industri Obat Majukan Obat Herbal, Komintmen Sido Muncul Didunia Obat

Industri Obat Majukan Obat Herbal, Komintmen Sido Muncul Didunia Obat


AGEN POKER Demi memajukan industri obat herbal di Indonesia, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) terus melakukan berbagai upaya. Misalnya dengan menggelar seminar obat herbal di beberapa universitas di Indonesia hingga mengadakan kerja sama dengan penelitian. Hingga kini, Sido Muncul telah menggelar 42 seminar sejak 2007 hingga 2018. Bahkan Sido Muncul juga mengajak mahasiswa dan mahasiswi akademisi untuk membantu industri kesehatan Indonesia membuat tanaman herbal yang belum teridentifikasi menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi tubuh.

Misalnya dengan melakukan kerja sama dengan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado, Sulawesi Utara dalam melakukan kerja sama di bidang penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat dalam hal obat herbal atau obat tradisonal. Dengan adanya kerja sama tersebut, saya harap tanaman lokal lainnya bisa dikategorikan sebagai tanaman bahan baku. Penggunaan bahan baku itu nanti akan bertambah melalui penelitian yang dikerjakan oleh akademisi perguruan tinggi, ujar Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada wartawan di Pabrik Sido Muncul, Ungaran, Semarang pada hari Jumat.

Irwan mengatakan nantinya akan ada akademisi bisa membuat uji toksisitas terhadap suatu tanaman herbal. Apakah tanaman tersebut beracun atau tidak sehingga akan terkumpul daftar tanaman herbal yang teruji aman. Sekarang ini ada sekitar 30.000 tanaman herbal di Indonesia dan yang baru diteliti hanya 300-an tanaman. Rata-rata tanaman tersebut bermanfaat untuk obat tradisonal, tapi belum tahu dosis yang tepat bagimana. Makanya akademisi perlu turun langsung, jelasnya.

Kerja sama antara keduanya ditandai dengan penandatanganan Mou antara Direktur Sido Muncul dan Rektor Unstrat Prof. Ellen Joan di Pabrik Sido Muncul, Ungaran pada hari Jumat. Kerja sama ini merupakan lanjutan dari seminar herbal yang kemarin diadakan di Unsrat dua bulan lalu. Dari Unstrat, mahasiswanya bisa magang di sini. Goal-nya kan satu, supaya obat alami ini bisa dimanfaatkan untuk menunjang Indonesia sehat tahun depan, jelas Irwan.

Sementara itu, Rektor Unstrat Prof. Ellen Joan berharap melalui kerja sama ini, mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman dan menimba lebih banyak ilmu tentang penggunaan obat herbal. Kerja sama ini akan meningkatkan keilmuan akademiknya, penelitian juga menjadi poin penting karena bisa menambah ilmu, khususnya oleh mahasiswa tingkat S2 dan S3 karena masih banyak kekayaan di Indonesia yang belum terekspos. Sekaligus hasil penelitian ini menjadi poin untuk pengabdian masyarakat sehingga mereka bisa merasakan manfaatnya, katanya.

Dekan FMIPA Unstrat Prof. Benny Pinontoan yang turut hadir pada acara ini juga mengatakan bahwa kerja sama antara Sido Muncul dan Unstrat bisa dimanfaatkan lebih luas lagi oleh mahasiswa dan dosen. Sebenarnya banyak yang kita tau dari obat tradisional, tapi penelitian masih minim. Ada yang beberapa hasilnya sudah bagus, tapi belum bisa diindustrialisasikan jadi belum bisa dikenalkan dengan masyarakat, paparnya.

Maka dengan kerja sama ini, mahasiswa dan dosen bisa mendapatkan kesempatan melakukan penelitian dengan alat-alat yang canggih seperti yang ada di Pabrik Sido Muncul.

Tentunya kerja sama ini akan memberikan banyak manfaat. Apalagi mahasiswa mendapat kesempatan untuk belajar banyak hal dari Sido Muncul. Setelah tadi kami berkeliling pabrik, jadi tahu proses pembuatan produk yang high tech. Dari penelitian bahan-bahan, kualitas, proses pembuatan produk, penjaminan mutu, dan penjaminan halal dilakukan oleh Sido Muncul. Kecanggihan ini bisa direkomendasikan ke dosen untuk mempelajarinya, pungkas Benny.

Turut hadir di acara penandatanganan Mou antara Sido Muncul dan Unsrat antara lain perwakilan FMIPA Prof. Edwin de Queljoe, Guru Besar Fakultas Kedokteran/Koordinator Prodi Farmasi FMIPA Prof. Fatimawali, perwakilan FPIK/Farmakologi Kelautan Dr. Deiske Sumilat, dan staf rektor Unsrat Pankie Pangemanan.

Selasa, 04 Desember 2018

Dalam Musim Hujan Pemprov DKI Masih Uji Coba Drainase Vertikal

Dalam Musim Hujan Pemprov DKI Masih Uji Coba Drainase Vertikal 


AGEN POKER Musim hujan telah tiba Gubernur DKI Anies Baswedan pernah berjanji akan menggunakan program drainase vertikal untuk mengatasi banjir di Ibu Kota Jakarta. Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta masih melakukan uji coba untuk menerapkan drainase vertikal tersebut.

Untuk tahun ini kami akan membuat beberapa untuk uji coba drainase vertikal. Jadi sudah kami bangun itu, di daerah yang kami bangun itu pernah tergenang cukup tinggi. Sekarang sudah selesai kami bangun, tapi kami menunggu kalau hujan bisa benar-benar diserap atau nggak, kata Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta Ricki Marjohan kepada wartawan, pada hari Kamis.

Ricki mengatakan lokasi uji coba drainase vertikal tersebut nantinya akan diumumkan oleh Anies. Dia mengatakan saat ini fokus melakukan kajian terhadap efektivitas program tersebut. Karena memang bisa kurangi banjir, tapi membuktikan dulu nih secara riil di lapangan bahwa itu benar atau nggak, Nah, setelah itu baru kick off. Nanti kalau kick off kami sampaikan melalui Pak Gubernur, katanya.

Ricki mengatakan nantinya semua drainase vertikal akan diterapkan di kawasan padat yang tidak mempunyai drainase di semua wilayah, kecuali Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Pihaknya berencana membangun 1.333 sumur resapan pada 2019.

Ke depannya kami rencanakan 1.333 sumur resapan, atau drainase vertikal. Itu 1.300 itu untuk sumur dangkal. Yaitu untuk menghilangkan genangan dan konservasi air. Kemudian ada sumur yang sedang juga. Selain konservasi air, itu nanti memasukkan air ke dalam gorong-gorong untuk mencegah penurunan muka tanah, paparnya.

Anies sebelumnya menyinggung soal drainase vertikal untuk membantu mencegah penurunan tanah yang terjadi di Jakarta Utara. Dia mengatakan programnya tersebut dapat membantu memasukkan kembali air ke tanah.

Selama pengambilan air tanah itu terus dilakukan dan air tidak dimasukkan ke dalam tanah juga, maka kita akan merasakan penurunan. Itulah sebabnya mengapa sekarang kita masif menyiapkan untuk drainase vertikal. Harapannya pada saat (musim) hujan kita membantu mengisi tanah-tanah kita dengan air yang cukup, papar Anies di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, pada hari Rabu (21/11).

Pada hari Seninnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemani Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam tiga agenda di Jakarta. Anies mengaku sempat berada didalam satu mobil dengan Presiden Jokowi.

Anies berada satu mobil dengan Jokowi seusai acara di PT Yamaha di Pulogadung, Jakarta Timur, pada hari Senin. Dalam Perjalanan semobil bersama Jokowi itu berlanjut saat menuju pembagian sertifikat tanah di daerah Cakung, Jakarta Timur.

Didalam mobil Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta bersama, Ya tentu ngobrol banyak tentang Jakarta. Jadi ketika selesai di pabrik Yamaha Indonesia, beliau bilang, 'Pak Gub, sama-sama kita.' Kita ngobrol soal Jakarta, kata Anies.

Anies mengatakan, dalam perjalanannya selama menuju kawasan Cakung, dia menyinggung pembangunan Jakarta. Dia sempat bertukar pikiran soal drainase vertikal hingga pembangunan waduk. Kita ngobrol dari mulai soal perpres drainase vertikal, kita bicara transportasi, kita bicara pembangunan waduk-waduk. Jadi karena buat Pak Presiden, kalau masalah Jakarta kan beliau sudah familiar, jadi kita banyak ngobrol soal itu, jelas Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies mengaku tidak ada pembicaraan selain tentang Jakarta. Ada beberapa hal yang nanti akan dibahas lebih lanjut lagi. Tapi sesudah itu, nggak ada pembicaraan lebih jauh, jelas Anies. Sebelumnya, Anies mendampingi Jokowi sejak siang hingga sore. Anies mengikuti agenda pembagian sertifikat warga hingga mengecek gelanggang remaja Otista di Jakarta Timur.

Senin, 03 Desember 2018

Polisi Mencari Saksi-saksi Atas Kasus Ciktuti, Dari Pengelola Hotel, Pengunjung Karaoke, dan Driver online

Polisi Mencari Saksi-saksi Atas Kasus Ciktuti, Dari Pengelola Hotel, Pengunjung Karaoke, dan Driver online


AGEN POKER kepolisi tengah mengurai benang kusut di kasus pembunuhan seorang pemandu lagu bernama Ciktuti Iin Puspita yang mayatnya ditemukan dalam lemari sebuah kosan di daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Sejumlah pihak sebelum Ciktuti dibunuh, yakni pengelola hotel, pengunjung karaoke, dan driver taksi online diperiksa polisi dalam kasus pembunuhan Ciktuti ini. Pemeriksaan terhadap para pihak ini untuk memastikan keterangan dari pelaku perempuan NR soal tip Rp 1,8 juta yang akan diberikan setelah menemani 4 tamu pria untuk karaoke.

Persoalan tip ini diakui oleh NR sebagai pangkal penyebab dia bersama pacarnya, YAP, membunuh Ciktuti dikamar kosannya. NR mengatakan dari janji tip Rp 1,8 juta yang dijanjikan Ciktuti, tetapi Ciktuti hanya diberikan Rp 500 ribu. Pengelola hotel akan diperiksa polisi soal pertemuan Ciktuti, NR, dan tamu-tamunya diruangan karaoke yang mereka sewa. Polisi juga memeriksa rekaman CCTV yang ada di hotel yang ada di kawasan Jakarta Pusat.

Selama dua hari kemarin yang diperiksa itu teman wanitanya korban. Ternyata kegiatan mereka itu bukan hari Sabtu. Tapi dua hari sebelumnya, hari Jumat malam. Pergi ke salah satu tempat hiburan karaoke di wilayah Kemayoran Jakpus. Saat ini kami sedang minta CCTV tempat tersebut dan kami akan periksa pengelolanya, kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, pada hari Kamis (29/11/2018).

Indra mengatakan pihaknya juga telah mengantongi identitas keempat tamu yang bertemu dengan Ciktuti, NR, dan temannya. Seorang tamu di antaranya sudah diperiksa polisi. Polisi mengatakan pertemuan ketujuh orang tersebut tidak terkait dengan pekerjaan Ciktuti dan NR sebagai pemandu lagu. Polisi mengatakan Ciktuti memang sudah janjian untuk bertemu dengan empat orang tamu tersebut.

NR yang membutuh uang Rp 1,8 juta itu agar bisa pindah dari kosan Ciktuti. NR memang tinggal menumpang di kosan Ciktuti di Mampang Prapatan. Duit Rp 500 ribu disoal NR karena dianggap tidak cukup sebagai modal mencari tempat tinggal baru. Sebelumnya polisi memang ingin mengetahui soal pertemuan Ciktuti, NR, bersama keempat tamu tersebut agar masalah tip Rp 1,8 juta jadi terang benderang. Untuk tahu soal pertemuan ini, polisi juga memeriksa driver taksi online.

Dari pemeriksaan ini, polisi malah mendapatkan fakta baru soal cekcok antara Ciktuti dengan NR. Ciktuti risi dengan NR yang hidup menumpang di kosannya Ciktuti. Ciktuti sempat meluapkan kegerahannya itu kepada NR. Driver taksi online jadi salah satu saksi yang tahu Ciktuti menegur keras NR didalam mobilnya.

Mereka bertiga Ciktuti, NR, dan temannya sama driver online jadi empat orang. Driver online mendengar pembicaraan yang sama yang temen wanita korban mendengar yang sama juga. Jadi intinya korban ini menegur 'kamu bersyukur' dan pokoknya macem-macem teguran lain lah. Keras lah, ujar Indra.

Ciktuti juga disebut risi karena NR selalu melapor ke pacarnya mengenai kegiatan mereka. NR juga diketahui kerap bermesra-mesraan dengan pacarnya di kosan Ciktuti. Ini kamu pergi aja dari sini ini kamu ganggu saya aja kata Ciktuti gitu. Kamu tuh sedikit-sedikir laporan kepacar kamu. Lapor sama pacarnya itu, ujar Indra menirukan cekcok antar korban dan tersangka.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib menyebut tersangka NR sempat mempunyai kesepakatan dengan Ciktuti untuk ikut membantu membayar kosan. Namun uang untuk kosan itu tak juga dibayarkan karena tersangka tak mempunyai uang.

Ya mereka pacaran. Kadang ada sikap mereka yang... ya namanya pacaran, mereka mesra-mesraan kan. Ya mereka juga nggak ada uang. Awalnya mau ada kesepakatan untuk bantu-bantulah. Bantu-bantu kosan bayar, ujar Andi. Selain itu, tersangka NR meminta dicarikan pekerjaan kepada Ciktuti. Namun, menurut Andi, Ciktuti sangat merasa risi karena NR sering melapor mengenai pekerjaannya itu kepada pacarnya, YAP.

Karena dia butuh uang. Mohon cari-cari kerjaan. Si perempuan ini kan mau minta cari kerjaan di karaoke dengan tamu-tamu. Dia selalu minta izin sama pacarnya. Si korban juga tidak senang. Kamu kok apa-apa lapor terus. Dia nggak senang dengan teguran Ciktuti itu, tutur Andi kepada wartawan, pada hari Kamis (29/11/2018).

Persoalan ini semakin memuncak tatkala NR diusir dari kosan oleh Ciktuti, tapi dia masih meminta dicarikan pekerjaan kepada korban. Ciktuti pun akhirnya membawa NR bekerja di sebuah hotel karaoke.

Pada poin inilah Ciktuti mengajak NR ke hotel di daerah Kemayoran, Jakpus, untuk menemani empat tamu hingga ada janji Rp 1,8 juta. Namun, setelah pekerjaan selesai, NR tak menerima uang seperti yang dijanjikan. Dia mengadukan hal tersebut kepada Ciktuti tapi malah dimarahi.

Terus dijanjikan sama tamunya Rp 1,8 juta, kok ternyata dikasih Rp 500 ribu. Tapi sikapnya si korban kok tidak berempati, malah bilang, Untung masih dibayar kan..., itu yang buat marah tuh. Pada saat kejadian itu, datang lagi malah diusir lagi. Ditanyain kenapa hanya bayar segitu? Malah marah-marah. Jadi karena itu, beber Andi.

Setelah cekcok itu, NR pun menghubungi pacarnya YAP. YAP naik pitam dan terlibat cekcok dalam sambungan telepon dengan korban. Cekcok berlanjut pada hari Minggu (18/11), saat korban datang ke rumah kos. Setelah bertengkar, YAP memukulkan palu ke kepala korban dan mengikat leher Ciktuti Iin Puspita dengan tali. Setelah itu, mayat korban dimasukkan ke lemari.

Minggu, 02 Desember 2018

4 Warga Negara China Penyelundup 1,6 Ton Sabu Via Batam Melalui Kapal Laut, Ditunutut Hukuman Mati

4 Warga Negara China Penyelundup 1,6 Ton Sabu Via Batam Melalui Kapal Laut, Ditunutut Hukuman Mati


AGEN POKER Warga Negara China menyelundupkan 1,6 Ton Sabu, Tiga anak buah kapal (ABK) dan satu kapten kapal pembawa 1,6 ton sabu, MV Min Lian Yu Yun 61870, dituntut hukuman mati. Penuntutan itu dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Agung, Alma, di Pengadilan Negeri Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Hari ini sidang pembacaan tuntutan kasus narkotika jenis sabu seberat 1,6 Ton dengan terdakwa 4 orang, yaitu Yao Yin Fa, Chen Meisheng, Chen Yi, dan Chen Hui. Jaksa penuntut umum menuntut para terdakwa dengan hukuman mati, kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Yani Santoso kepada awak media, pada hari Selasa (30/10/2018).

Yani menerangkan sidang berlangsung terbuka dan mendapat pengamanan terbuka dari Satuan Sabhara Polresta Barelang serta pengamanan tertutup dari Unit Opsnal Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri. Sidang dipimpin tiga hakim, yaitu Muhammad Chandra selaku ketua majelis hakim serta Redite dan Yonna Lamerossa sebagai anggota.

Mudah-mudahan vonis dari majelis hakim juga hukuman mati, ujar Yani.

Yani menjelaskan sidang dilanjutkan dengan agenda pembacaan nota pembelaan dari terdakwa pada hari Selasa, 13 November 2018. Proses hukum masih panjang. Kita kawal terus supaya maksimal hukumannya, tegas Yani. Keempat tersangka merupakan warga negara Cina. Mereka ditangkap di perairan Anambas, Kepri, pada 20 Februari 2018. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama Satgas Gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri dan Ditjen Bea-Cukai.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis mati kepada empat WN China terdakwa penyelundupan 1,6 ton sabu. Vonis ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sidang putusan itu digelar di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Kota Batam, Kepulauan Riau, pada hari Kamis (29/11/2018). Keempatnya adalah Chen Hui, Chen Yi, Chen Meisheng, dan Yao Yin Fa.

Sidang sempat ditunda 3 jam. Dari seharusnya pukul 16.00 WIB, sidang dimulai pada pukul 19.00 WIB. Memutuskan keempat terdakwa dijatuhi hukuman mati, kata ketua majelis hakim Muhammad Chandra membacakan putusan. Setelah jaksa penuntut umum putusan dibacakan, keempat terdakwa mengamuk dan hampir memukul petugas kejaksaan yang sedang mengawal berjalannya sidang. Mereka mengamuk dan sempat memukul ke arah jaksa saat mencoba mendekati untuk dibawa langsung ke mobil tahanan menuju Lapas Tembesi, Batam.

Aksi para terdakwa ini diredam oleh sejumlah petugas kejaksaan dan kepolisian bersenjata lengkap yang mengawal keempat terdakwa. Dalam putusan yang dibacakan Muhammad Chandra, keempat terdakwa terbukti secara sah mengetahui, menyelundupkan, narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 1,6 ton yang ditangkap oleh tim gabungan dari Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri dan Bea-Cukai Batam pada Februari 2018.

JPU Filpan Fajar Dermawan Laia mengapresiasi putusan hakim yang menjatuhkan hukuman mati terhadap para terdakwa. Kami selaku jaksa penuntut umum mengapresiasi putusan yang dilakukan oleh hakim atas keempat terdakwa, ujarnya.

Filpan menambahkan sejauh ini alat bukti yang diserahkan oleh JPU terbukti. Keempat terdakwa divonis bersalah melanggar Pasal 114 juncto Pasal 132 ayat(1) Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sabtu, 01 Desember 2018

Bulan November Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran Sabu Sebesar 103 KG

Bulan November Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran Sabu Sebesar 103 KG


AGEN POKER Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan peredaran sabu, polda metro jaya menyebut ada sebanyak 103 Kg narkotika jenis sabu masuk ke wilayah Jakarta. Peredaran hingga 103 Kg sabu itu berhasil digagalkan polisi selama bulan November 2018.

Perlu diketahui bahwa di bulan November sudah 103 Kg sabu yang masuk ke wilayah Jakarta yang berhasil ditangkap, kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Suwondo Nainggolan kepada wartawan di kantornya, Jalan Jend Sudirman, Jakarta Selatan, pada hari Rabu (28/11/2018).

Pernyataan itu disampaikan Suwondo usai merilis kasus peredaran narkotika jenis Sabu seberat 50 Kg dari jaringan bandar Malaysia-Pekanbaru-Jakarta. Selain narkotika jenis sabu, Suwondo menyebut ada ratusan ribu butir ekstasi yang berhasil digagalkan polisi sebelum ekstasi itu beredar di wilayah DKI Jakarta.

Peredaran sabu yang berhasil digagalkan yaitu di Jakarta Utara 10 Kg, Jakarta Barat kemarin 43 Kg dan sekarang 50 Kg, ungkap Suwondo.

Penangkapan terkahir, Suwando menyebut sebanyaknya sekitar 50 Kg sabu jaringan bandar Malaysia-Pekanbaru-Jakarta. 50 Kg sabu itu digagalkan oleh polisi dengan menangkap 4 tersangka dan salah satunya tersangka yang sudah mendekam di salah satu lapas di Jakarta.

Sumbernya barang dari Malaysia, melalui Pekanbaru menuju Jakarta menggunakan transportasi umum. Pengendalinya tersangka Feri, Feri ada di dalam lapas mengendalikan peredaran dari Malaysia, kata Direktur Reserse Narkoba, Kombes Suwondo Nainggolan kepada wartawan di kantornya, Jakarta Selatan, pada hari Rabu (28/11/2018).

Penangkapan itu bermula saat pengembangan kasus peredaran narkotika seberat 2,7 KG pada bulan September lalu. Kemudian, dari hasil pengembangan itu, polisi mendapatkan 4 tersangka yang mencoba mengedarkan 50 KG sabu serta 43 butir ekstasi.

4 tersangka yang ditangkap yakni Wiwin Santoso (42), Muhammad Soleh (34), Firman (39), dan Verry (38) seorang tahanan disalah satu rumah tahanan di Jakarta. Penangkapan itu berlangsung pada 21 November 2018 di Pekanbaru, Riau.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...