Rabu, 08 Mei 2019

Divonis Penjara Seumur Hidup Membawa Sabu 13,5 Kg

Divonis Penjara Seumur Hidup Membawa Sabu 13,5 Kg

Divonis Penjara Seumur Hidup Membawa Sabu 13,5 Kg

Ketiga wanita pengedar sabu di Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup kepada tiga pengedar sabu. Ketiga wanita yang terdakwa yakni Aliefianti Amalia, Nina Arimawati, dan Amalia Munidawati Nura. Seorang Majelis Hakim Maxi Sigarlaki menyatakan ketiga terdakwa terbukti bersalah karena telah mengedarkan sabu seberat 13,5 kilogram. Ketiga wanita melanggar Pasal 112 Ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat 1 UU juncto No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Ketiga perempuan tersebut dihukum pidana penjara selama seumur hidup untuk terdakwa Aliefianti Amalia, Nina Arismawati, dan Amalia Munidawati Nura, kata Maxi di Ruang Sari I, pada hari Selasa. Mendengar vonis seumur hidup, ketiga terdakwa tidak kuasa menahan kesedihan. Ketiga perempuan tersebut berpelukan sambil meneteskan air mata.

Tidak hanya Aliefianti, Amalia dan Nina, majelis hakim juga menjatuhkan vonis untuk dua terdakwa lainnya. Yakni Budi Santoso dan Enik Setiyawati. Kelima pengedar sabu tersebut merupakan satu komplotan. Bedanya, Budi hanya divonis 20 tahun penjara. Sedangkan Enik menerima vonis 18 tahun kurungan. Ketiga terdakwa yang divonis seumur hidup kemudian memohon hakim untuk membacakan nota pembelaan atau pledoi sebelumnya. Ia meminta kemurahan pengadilan untuk mengurangi masa tahanan.

Tolong dibacakan lagi pledoi kami. Apakah tidak ada keringanan bagi kami majelis hakim, kata Amalia. Menanggapi permohonan tersebut, Maxi menyarankan para terdakwa yang keberatan dengan vonis bisa menggunakan hak hukumnya. Silakan Anda menggunakan hak hukumnya, kalau mau banding masih ada waktu selama tujuh hari, kan sudah diberikan kesempatan, pungkas Maxi.

Saat ini Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup kepada tiga pengedar sabu. Mereka menjadi penyelundup sabu 13,5 kg sabu. Inilah kronologi kasus sebagaimana dirangkum dari dakwaan jaksa, yang dikutip wartawan, pada hari Kamis:

Pada hari Selasa, Polisi mendengar akan ada transaksi narkoba jalu Pontianak, Kalbar ke Surabaya. Seorang pembeli atas nama Aliefanti Amalia. Aliefanti mengajak temannya, Amalia Munidawati Nur dan Nina Ariswati pergi ke Pontianak. Keduanya dijanjikan Rp 20 juta. Mereka tiba di Pontianak. Keesokannya, tiga perempuan itu naik kapal laut Darma Kencana Laut dari Pontianak dengan tujuan pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jawa Tengah.

Sebuah kapal Darma Laut bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Jawa Tengah. Seorang petugas segera melakukan penangkapan di area parkir pelabuhan. Dari tangan mereka didapati tas dengan isi sabu seberat 13,5 kg. Para pelaku dangan polisi melakukan control delivery ke Mojokerto. Mereka sepakat bertransaksi di sebuah hotel di Mojokerto.

Bernama Budi Santoso dan Enik Setiyawati masuk kedalam kamar untuk mengambil paket. Tidak lama, polisi datang dan mengangkap mereka. Kasus bergulir ke pengadilan. Kasusnya disidang perdana digelar di PN Surabaya.

PN Surabaya menjatuhkan hukuman:
1. Aliefanti Amalia selama penjara seumur hidup.
2. Amalia Munidawati Nur selama penjara seumur hidup
3. Nina Ariswati selama penjara seumur hidup.
4. Budi selama 20 tahun penjara.
5. Enik selama 16 tahun penjara.

Selasa, 07 Mei 2019

Hasil Analisa Kriminolog Dalam kasus Mayat Dalam Koper

Hasil Analisa Kriminolog Dalam kasus Mayat Dalam Koper

Hasil Analisa Kriminolog Dalam kasus Mayat Dalam Koper

Sudah terhitung delapan hari sejak penemuan mayat dalam koper di Blitar. Hingga kini kepolisian masih belum bisa menangkap sang pelaku mutilasi Budi tersebut. Seorang dari kriminolog angkat bicara mengenai kasus tersebut. Dari salah satu kriminolog dari Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya Kristoforus Laga Kleden mengatakan, ada beberapa motif yang melatarbelakangi pembunuhan dengan cara mutilasi itu. Dia menyebut kasus tersebut bukan hal baru di Tanah Air. Pada kasus pembunuhan itu atau tindak pidana pembunuhan mutilasi bukan sesuatu yang baru ya, beberapa tahun belakangan ini sudah sering terjadi di seluruh wilayah. Pada kasus pembunuhan yang dimutilasi dimasukkan dalam karung dimasukkan dalam kresek dalam kotak dan sebagainya itu boleh dibilang sudah sering terjadi. Dalam pertanyaannya itu kan motifnya apa, kata Kristoforus kepada wartawan di Surabaya, pada hari Kamis.

Mas Kristoforus menambahkan, pembunuhan tersebut kemungkinan besar dilatarbelakangi hal-hal yang bersifat private. Menurutnya mas Kristoforus, sebelum pelaku ditangkap maka akan sulit menyimpulkan motif yang melatarbelakangi mutilasi itu. Saya mau bilang motifnya bisa dibilang dilatarbelakangi oleh hal-hal yang sifatnya sangat private yang mungkin saja orang tidak tahu. Kasus tersebut yang paling tahu adalah pelaku itu sendiri, lanjutnya. Mas Kristoforus menambahkan pembunuhan yang diikuti dengan mutilasi juga bisa terjadi karena adanya dendam atau kemarahan yang teramat besar pada korban. Kemungkinan ada dendam sifatnya begitu besar bisa saja atau motif itu adalah ungkapan kemarahan terhadap korban, imbuh Kristoforus.

Mas Kristoforus mengatakan pembunuhan dengan mutilasi bisa juga diartikan sebagai ancaman atau peringatan. Dia melihat, ada kemungkinan pelaku ingin menekankan jika dirinya bisa melakukan apa saja termasuk hal yang paling sadis. Pelaku melakukan dengan cara dimutilasi kemudian dimasukkan dalam koper ini sebuah peringatan, boleh dibilang begitu ini adalah peringatan bahwa saya bisa melakukan apa saja termasuk saya melakukan mutilasi ini, jelasnya. Dari sisi lain Kristoforus berpendapat, dalam kejahatan bisa saja korban pembunuhan bukan lah sasaran utama. Menurutnya, kadangkala ada pelaku yang mendendam kepada orang lain, namun justru membunuh korban sebagai peringatan kepada orang tersebut.

Ini yang bisa saya katakan bahwa boleh saja suatu bentuk kemarin dari si pelaku ungkapan kemarahan, ungkapan emosi dari pelaku terhadap korban atau terhadap situasi di sekitar korban tapi korban ini menjadi sasaran, ungkapnya. Hingga bisa saja menjadi pesan bahwa ada orang lain ada sasaran lain yang belum tercapai. Sehingga kemudian sifatnya menjadi pesan ini menjadi ancaman itu di satu sisi, tambah Kristoforus. Dari sisi lain, pelaku sengaja melakukan hal ini karena belajar dari kasus yang pernah terjadi sebelumnya. Misalnya saja mutilasi ini akan lebih mudah menghilangkan jejak dan sebagainya.

Kalau di sisi lain ini cara-cara semacam ini, cara yang ditiru oleh pelaku bisa saja menjadi cara yang dilakukan pelaku karena ternyata cara semacam ini akan sulit untuk mengungkapkan siapa pelakunya. Kemungkinan si pelaku meniru cara ini sehingga sampai delapan hari ini kan masih belum tertangkap pelakunya, pungkasnya. Saat ini misteri pembunuh Budi Hartanto (28) yang ditemukan dimutilasi dan dibuang di dalam koper masih menjadi misteri. Sudah 8 Hari setelah ditemukan meninggal, pelaku pemutilasi mayat dalam koper tak juga ditemukan.

Melihat hal ini, Kriminolog dari Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya Kristoforus Laga Kleden mengatakan dalam teorinya, ada kemungkinan pelaku akan kembali ke tempat kejadian perkara (TKP) tersebut. Tetapi pada dasarnya seseorang yang biasanya melakukan kejahatan, pada saat bersamaan atau selang beberapa saat kemudian dia akan kembali TKP (Mayat dalam koper) di mana terjadinya kejadian tersebut, papar Kristoforus kepada wartawan di Surabaya, pada hari Kamis.

Mas Kristoforus menyebut lokasi kejadian bisa saja di rumah korban atau TKP pembunuhan. Dia menambahkan secara teori, pelaku pasti ada di sekitarnya. Di mana sesungguhnya kalau polisi belum menemukan siapa pelakunya, secara teori ternyata bahwa si pelaku itu ada di sekitar lokasi kejadian. Katakan saja lokasi kejadian ini korban ini berasal dari mana, rumahnya di mana, paling tidak bahwa si pelaku ada di sekitar situ, jelasnya.

Sipelaku berkutat di sekitar situ. Tidak kemungkinan pelaku berada di lokasi di mana dia membuang kotak atau koper yang berisi mutilasi tadi. Tapi di mana tempat tinggal korban, pelaku itu biasanya berkutat di sekitar situ," imbuh Kristoforus. Pada saat ditanya apa alasan pelaku kembali ke TKP ? Mas Kristoforus memaparkan jika pelaku biasanya akan penasaran dengan respons keluarga dan masyarakat sekitar saat kehilangan korban maupun harta bendanya. Karena dia akan kembali melihat di sekitar situ dengan pertanyaannya begini apa reaksi masyarakat setempat kalau misalnya korban itu kehilangan beberapa benda, merasa menyesal tidak dengan kehilangan beberapa motor misalnya. Atau mereka merintih, menangis, menjerit dia ingin melihat seperti itu. Dalam kasus ini kan dia membunuh ya. Pelaku ingin melihat reaksi orang sekitar seperti apa, pungkasnya.

Senin, 06 Mei 2019

Kisah Seorang Istri Yang Mengetahui Isi Ponsel Suami

Kisah Seorang Istri Yang Mengetahui Isi Ponsel Suami

Kisah Seorang Istri Yang Mengetahui Isi Ponsel Suami

Kisah seorang Istri menemukan ponsel suaminya dan melihat isi chattnya mesra suaminya, di ponsel suaminya yg ketinggalan dirumah. Lalu sang istri membaca setiap Chatt nya dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan seperti apa dan menangis dalam hati sehingga terdiam sambil terus membaca isi chattnya. Lalu sang istri mandi dan kesalon menghabiskan waktunya seharian disalon karena ingin membuat kejutan untuk sang suaminya.

Sang istri mengabaikan telepon dari suaminya yg meneleponnya berkali-kali ke ponselnya, juga tidak menjawab chatt suaminya dengan meminjam hp temannya untuk mengirimkan hp Suaminya melalui gojek ke kantornya tetap tidak di balas atau diangkat. Pada malam pun tiba. Sang suami pulang kerumah dan kaget melihat kondisi rumah yg berantakan tapi melihat Istrinya Cantik dengan dress seksi yg dipakainya dengan bingung suami bertanya Kamu Kenapa?

Dan sang istri menjawab dengan suara manja istrinya aku mau menjadi pacar kamu aja selama sebulan ini. Sang suaminya makin bingung dan langsung mencari hp yg ketinggalan tadi pagi. Hp ketemu dalam kondisi sudah lowbatt dan tiba waktunya buat makan malam si suami pun bertanya kepada istrinya masak apa hari ini tetapi istrinya tersenyum dan mengajak dinner diluar.

Karena sudah lapar diapun langsung mengiyakan ajakan dari istrinya dan dimobil istrinya minta dinner di Resto Steak yang terkenal mahal dan enak dimana biasanya sang istri lebih memilih tempat yg ekonomis karna uangnya bisa digunakan untuk kepentingan lain. Setelah itu mereka pun pulang tapi lagi-lagi si suami dibikin bertanya tanya dengan apa yg dilakukan istrinya karna mulai malam ini mereka pisah kamar, istrinya mengulang lagi keinginannya untuk menjadi pacarnya selama sebulan dan karna pacaran mereka harus tidur terpisah.

Dihari berganti tak terasa sudah seminggu sang istri berubah. Rumah makin kotor tidak dibersihkan, tidak ada lagi sarapan pagi yg disiapkan untuknya bahkan untuk kopipun dia bikin sendiri. Baju kotornya numpuk di mesin cuci dan tidak adalagi ucapan hati2 dijalan ya pah yg selalu diucapkan istrinya. Diapun pergi dengan kondisi pintu kamar istrinya masih terkunci. tetapi istrinya perhatian lewat chatt menanyakan dia sudah lunch atau belum dan mengajak kencan nonton film terbaru dengan janjian di bioskop tempat suaminya juga nonton bareng selingkuhannya. Ketika ketemu istrinya tampil sangat cantik karna habis nyalon dulu dan wangi parfum yg sama yg dipakai selingkuhan suaminya.

Yups dari chatt di handphone si suami, sang istri tau apa parfumnya, dimana salon perawatannya, karena selingkuhan suaminya meminta di jemput disalon itu dan minta dibelikan parfum merk tersebut pada suaminya juga makan di resto steak terkenal dan bioskop tempat mereka nonton skarang. Sang suaminya makin lama pun makin menyadari perbedaan sikap istrinya dan lagi2 menanyakan kamu kenapa? Tapi selalu dijawab dengan, Aku mau jadi pacar kamu aja sambil tersenyum.

Pada minggu ke 2 suaminya pun sudah merasa tidak nyaman dengan perubahan istrinya dan mengajak istrinya bicara karna rumah semakin kotor dan anak-anak mereka sebentar lagi selesai liburan dirumah neneknya. Cucian baju kotor numpuk bahkan sudah setengah pakaian dilemari yg pindah ke mesin cuci menumpuk di sana. Tidak ada lagi aroma masakan tiap pagi atau malam sepulang dia kerja yg disiapkan istrinya. Dia menyatakan keberatan dengan sikap istrinya yg lebih suka kesalon dalam 2minggu ini dan kenapa setiap ditanya perubahan sikapnya istrinya hanya menjawab aku mau jadi pacar kamu aja.

Dengan santai istrinya pun menjelaskan seorang pacar tidak menyiapkan sarapan juga makan malam buat mereka jadinya tidak bau dapur saat kamu berangkat dan pulang kerja
Tidak membereskan rumahmu juga tidak mencuci, setrika dan membereskan lemari pakaianmu juga tidak mengurus anak-anakmu apalagi memikirkan untuk menghemat uangmu. Jadi punya banyak waktu untuk merawat dirinya disalon karena gak harus mengurus hidupmu. Bisa tampil cantik dan wangi didepanmu karna pacar berbeda dengan istri.

Aku mau menjadi pacarmu saja bukan istrimu seperti prempuan yang ada di chatt denganmu yang kamu bilang lebih perhatian dari aku, lebih menarik dan selalu wangi saat bertemu denganmu dan kamu nilai lebih baik padahal dia hanya melakukan sedikit hal saja untukmu dibanding apa yang aku lakukan untukmu dan hidupmu juga anak-anakmu. Pakai logikamu dalam menjalani hidup sehari-hari. Kalau kamu ingin aku seperti pacarmu itu sediakan aku 2 PRT untuk membantuku.

Note : Hai lelaki jangan suka bandingin istri kalau ngasih uang bulanan aja masih pas-pasan. Apalagi sampe selingkuh. Banyak-banyak bersyukur jika istrimu wanita yg baik dan sudah mengurus hidupmu dengan baik.

Minggu, 05 Mei 2019

Mayat Yang Ditemukan Di Pandeglang Pelaku Yang Sama

Mayat Yang Ditemukan Di Pandeglang Pelaku Yang Sama

Mayat Yang Ditemukan Di Pandeglang Pelaku Yang Sama

Sudah sepekan, ditemukan 2 mayat dalam karung di Pandeglang, Banten. Kepolisian Banten menduga pelaku pembuang kedua mayat dalam karung diduga korban pembunuhan itu orang yang sama. Kalau dari karungnya ada kemiripan dan sama dengan yang kemarin, dan lokasi penemuan mayat tidak terlalu jauh, kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutriansto Amstono saat dihubungi wartawan, pada hari Rabu.

Ditemukan mayat dalam karung pertama kali ditemukan di Pantai Karibea, Pagelaran. Pada penemuan kedua berlokasi di sungai Ciseukeut yang bermuara di laut di Desa Mekarsari, Panimbang. Sungai itu juga bermuara tak jauh dari pesisir Pandeglang. Saat ini masih dalam penyelidikan, kata Indra ditanya soal pengungkapan pelaku. Pada sebelumnya, polisi menyebutkan mayat dalam karung yang pertama kali ditemukan, bernama Asep Hidayat (46). Korban diketahui bekerja di salah satu tambang di Lebak. Saat ini polisi masih memburu terduga pembunuh, kata Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Deddy Hermawan, pada hari Selasa.

Saat ini tim forensik rumah sakit dr. Dradjat Prawiranegara Serang (RSDP) menemukan kemiripan pola pembunuhan 2 mayat yang dibuang dalam karung ke laut di Pandeglang. Saat ditemukan tubuh jenazah ditemukan sayatan di bagian perut dan luka memar di bagian wajah. Pada bagian kepala Forensik RSDP Budi Suhendar mengatakan, autopsi di jenazah pertama yang ditemukan pada hari Minggu lalu di Kecamatan Pagelarang dan diketahui bernama Asep Hidayat (46) ditemukan luka sayatan di bagian perut. Bagian wajah dan kepala belakang juga penuh memar.

Sama dengan yang pertama dengan jenazah tanpa identitas yang ditemukan pada hari Rabu kemarin di Panimbang. Di bagian tubuh bagian perut korban terdapat sayatan dan memar di wajah. Bahwa ada kemiripan dengan korban yang ditemukan sebelumnya di Pandeglang. Khususnya dalam hal luka di perut, dan juga bungkus karung, kata Budi saat berbincang di Serang, Banten, pada hari Kamis.

Pada jenazah kedua katanya juga dililit oleh lakban. Namun, tak ditemukan batu seperti di jenazah pertama sebagai pemberat saat dibuang ke laut. Ada luk-luka di bagian kepala, kemungkinan penyebarannya ada di sekitar wajah, paparnya. Jenazah yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki ini menurutnya sudah dalam kondisi memprihatikan. Saat ini sedang dilakukan identifikasi untuk mencari identitas.

Saat ini kira-kira pria dewasa, perkiraan usia belum kita tentukan. Dan sudah berapa lama meninggal itu lebih baik disampaikan dari penyidik, pungkasnya. Dalam sepekan ini, 2 mayat ditemukan di kawasan pesisir Pandeglang. Kata Kepolisian Polres Pandeglang menduga 2 mayat tersebut dibunuh oleh pelaku yang sama. Kalau dari karungnya ada kemirikan dan sama dengan yang kemarin, dan lokasi penemuan mayat tidak terlalu jauh, kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono kepada wartawan, pada hari Rabu.

Saat ini Polisi mengaku kesulitan mengungkap identitas mayat pria dalam karung yang ditemukan di Panimbang, Kabupaten Pandeglang pada hari Selasa. Kondisi tubuh yang membusuk dan rusak jadi kendala pengungkapan identitas jenazah. Karena rusak semua tangan dan kulit sudah terkelupas, sehingga untuk mengetahui sidik jarinya agak susah, kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono kepada wartawan di Pandeglang, Banten, pada hari Kamis.

Selain itu, mata korban juga ditutup lakban sehingga retina jari rusak. Untuk menggali siapa identitas mayat tersebut, polisi sudah mendatangi beberapa pihak yang merasa kehilangan anggota keluarga, namun sejauh ini upaya tersebut belum menemukan hasil. Menurut hasil keterangan dokter pada kepolisian, jenazah tersebut menurutnya sudah tewas sekira satu minggu. Ada luka sayatan di bagian perut dan pelipis. Yang membedakan dengan penemuan mayat dalam karung pada hari Minggu lalu adalah tak adanya batu sebagai pemberat saat ditenggelamkan ke laut.

Dilihat dari luka ada yang sama dan tidak. Kemudian sayatan berbeda, ucapnya. Ia mengatakan, saat ini pihaknya sedang mencari pelaku terduga pembunuh mayat dalam karung. Sudah ada beberapa orang yang dimintai keterangan oleh kepolisian. Kita terus lakukan pengembangan, anggota berjalan terus di lapangan, tuturnya. Dalam sepekan ini warga pesisir Pandeglang digemparkan penemuan mayat dalam karung. Mayat pertama terungkap identitasnya atas nama Asep Hidayat (46) warga Lebak. Sedangkan mayat kedua, ditemukan di sungai Ciseukeut dan belum diketahui identitasnya.

Saat ini Polres Pandeglang mengungkap identitas korban pembunuhan dalam karung yang dibuang di pesisir Panimbang pada pada hari Rabu. Korban merupakan warga Kuningan berinisial SJP (50) dan seorang pekerja tambang pasir di Lebak. Identitas korban SJP, umur 50 tahun, kita inisial dulu, kata Kapolres Pandeglang AKBP Indra L Amstono kepada wartawan di Pandeglang, Banten, pada hari Kamis.

Saat ini sedang identifikasi, katanya, diketahui setelah polisi melakukan autopsi. Korban terbunuh akibat tusukan benda tajam dan memar di wajah. Saat ini kepolisian sedang mencari pihak keluarga di Kuningan. Polisi sudah mengetahui nama lengkap korban tapi belum bersedia membeberkannya ke media.

Saat ini Polisi, lanjutnya, belum bisa menyimpulkan motif pembunuhan korban dan dibuang dalam karung. Dalam dugaan sementara, ada motif ekonomi yang mendorong pembunuhan itu. Selain itu, korban punya hubungan dengan jenazah pertama yang juga dibuang dalam karung atas identitas Asep Hidayat (46) asal Lebak. Kami menduga pelaku pembunuhan dua korban ini orang yang sama. Kemungkin dugaan karena motif ekonomi, pungkasnya.

Sabtu, 04 Mei 2019

Inilah Mayat Wanita Di Tol Jagorawi Polisi Masih Menyelidiki

Inilah Mayat Wanita Di Tol Jagorawi Polisi Masih Menyelidiki

Inilah Mayat Wanita Di Tol Jagorawi Polisi Masih Menyelidiki

Telah ditemukan sesosok mayat perempuan ditemukan di taman kota di pinggir jalur masuk Jalan Tol Jagorawi, Cililitan, Jakarta Timur. Yang ditemukan sesosok mayat perempuan yang belum diketahui identitasnya itu diduga korban pembunuhan. Pada saat ini identitas Mrs X, belum diketahui, kata Kapolres Jaktim Kombes Ady Wibowo dalam keterangannya, pada hari Selasa.

Sesosok mayat tersebut ditemukan oleh seorang warga yang sedang naik angkot 06A dari arah Jatinegara ke Pasar Induk Karamat Jati. Pada saat ditemukan ada angkot melintas di Jalan Mayjen Soetoyo, Kebon Pala, Masakar, Jaktim, saksi melihat burung lovebird berwarna kuning-biru. Lalu saksi bilang kepada sopir untuk berhenti, ucapnya. Saat saksi itu turun dari angkot 06A dan mengejar burung tersebut hingga ke dalam taman kota Jalan Tol Jagorawi tapi tidak tertangkap karena burung tersebut terbang ke pohon yang berada di tengah jalan tol. Saksi kemudian kembali ke jalan raya.

Pada saat Saksi akan kembali ke jalan raya mencium bau busuk, lalu saksi melihat tumpukan daun pisang dan melihat sesosok mayat manusia, lanjutnya. Saat ditemukan kondisi mayat saat ditemukan terkubur sebagian. Jasadnya ditutupi daun pisang. Badan terkubur sebagian saat ditemukan dan tertutup tumpukan daun pisang, imbuh Ady. Saat ini Polisi telah mengautopsi jasad tersebut. Dari hasil autopsi diketahui korban sedang hamil dengan usia kandungan 8-9 bulan.

Dari pemeriksaan dalam didapatkan bayi jenis kelamin laki-laki, usia bayi tersebut kurang-lebih 8-9 bulan, sambungnya. Sedangkan dari pemeriksaan luar dan dalam didapatkan kekerasan tumpul di dahi terdapat luka terbuka, tapi tidak rata, sudut tumpul ukuran panjang 6 cm dan lebar 5 cm. Dari pemeriksaan gigi, diketahui korban berusia 20-25 tahun.

Pada waktu kematian diperkirakan kurang-lebih 20-24 jam dari waktu pemeriksaan. Diperkirakan, korban meninggal pada hari Sabtu antara pukul 18.00 dan 19.00 WIB. Oleh sebab itu, kematian akibat kekerasan benda tumpul yang menyebabkan mati lemas. Adapun ciri-ciri korban memiliki tinggi badan 160 cm dan berat 65 kg, warna kulit kuning langsat. Ciri lain, terdapat tahi lalat di bawah kuping sebelah kanan, bekas luka bakar di betis kaki kanan, dan gigi depan patah kecil berwarna agak hitam warna beda dengan gigi yang lain.

Sesosok mayat perempuan hamil ditemukan di pinggir pintu masuk Jalan Tol Jagorawi, Jakarta Timur. Meski polisi telah mengungkap sejumlah ciri-ciri, identitas perempuan nan malang itu masih misterius. Mayat wanita hamil tersebut awalnya ditemukan oleh seorang warga yang sedang naik angkot 06A dari arah Jatinegara ke Pasar Induk Kramat Jati. Saat angkot melintas di Jalan Mayjen Soetoyo, Kebon Pala, Masakar, Jaktim, warga itu melihat burung lovebird berwarna kuning-biru. Dia lalu meminta sopir berhenti.

Seorang warga itu kemudian turun dari angkot 06A dan mengejar burung tersebut hingga ke dalam taman kota Jalan Tol Jagorawi, tapi tidak berhasil menangkapnya karena burung tersebut terbang ke pohon yang berada di tengah jalan tol. Saat kembali ke jalan raya, warga itu mencium bau busuk. Dia pun melihat ada sesosok mayat yang badannya terkubur sebagian dan ditutupi daun pisang. Pada polisi memperkirakan wanita hamil itu meninggal pada hari Sabtu, petang. Mayatnya ditemukan di pinggir jalur masuk Tol Jagorawi pada hari Minggu, sekitar pukul 07.00 WIB. Identitas Mrs X, belum diketahui, kata Kapolres Jaktim Kombes Ady Wibowo dalam keterangannya, pada hari Selasa.

Polisi menduga wanita hamil itu menjadi korban pembunuhan dan mengalami kekerasan. Polisi menemukan ada bekas injakan kaki di punggung korban. Ada juga luka diduga hantaman benda tumpul di dahi sebelah kiri. Sebab, kematian akibat kekerasan benda tumpul yang menyebabkan mati lemas, kata Ady.

Saat ini jasad wanita hamil itu telah diautopsi polisi. Dari hasil autopsi, diketahui korban sedang hamil bayi berjenis kelamin laki-laki dengan usia kandungan 8-9 bulan. Adapun ciri-ciri korban diperkirakan berusia sekitar 20-25 tahun, tinggi badan 160 cm dan berat badan 65 kg, rambut lurus sebahu, warna kulit kuning langsat, ada tahi lalat di bawah kuping kanan, ada bekas luka bakar di betis kaki kanan, gigi depan patah kecil berwarna agak hitam warna beda dengan gigi yang lain, serta saat ditemukan mengenakan baju warna hijau muda dan bergambar boneka dan celana legging warna hitam dengan list merah.

Saat ini misteri pembunuhan wanita hamil ini terus ditelusuri polisi. Identitas maupun alamat korban masih diselidiki. Polisi mengimbau masyarakat yang mengenal korban agar melapor ke Polres Jakarta Timur atau Polsek Makasar. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga yang memiliki kemiripan dengan ciri-ciri tersebut diimbau melapor ke Polsek Makasar, Jakarta Timur, atau telepon ke 021-8400757 atau 021-8191478. Namun belum ada keluarga atau masyarakat yang datang ke kantor polisi menanyakan korban. Saat ini polisi juga telah berkoordinasi dengan Jasa Marga, selaku pengelola tol. Tapi Jasa Marga tidak memiliki kamera CCTV yang mengarah persis ke lokasi penemuan mayat wanita berbaju hijau itu.

Jumat, 03 Mei 2019

Seorang Guru Yang Banting Muridnya Adalah Guru Honorer

Seorang Guru Yang Banting Muridnya Adalah Guru Honorer

Seorang Guru Yang Banting Muridnya Adalah Guru Honorer

Viral sebuah video pertengkaran guru dan siswa SMA viral di media sosial. Pada peristiwa itu terjadi di Bojonegoro. Sebuah rekaman berdurasi 27 detik itu memperlihatkan seorang guru yang sedang menasihati siswanya yang duduk di kursi guru. Saat dinasihati, si siswa terlihat juga mengatakan sesuatu. Namun tiba-tiba si guru mencekik leher sang siswa. Sang siswa tersebut rupanya tak terima dan melawan gurunya. Telah terjadilah saling dorong. Para murid bergumul dan berakhir dengan guru membanting siswanya tersebut. Sejumlah siswa lalu datang dan melerai mereka.

Saat diwawancari kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Bojonegoro Adi Prayitno membenarkan peristiwa tersebut terjadi di di Bojonegoro. Peristiwa di dalam video itu terjadi di SMU Negeri 1 Tambakrejo Bojonegoro. Saat terjadinya peristiwa pada tanggal 29 maret 2019, ujar Adi kepada wartawan, pada hari Selasa.

Kepala cabang Dinas Pendidikan pak Adi mengatakan pihaknya sudah mengetahui siapa guru dan murid yang sedang bertengkar tersebut. Pak Adi mengaku pihaknya sudah menangani kasus tersebut. Oh iya, sudah kita selesaikan, tandas Adi. Sebuah video seorang guru yang bertengkar, bergumul, lalu membanting muridnya di Bojonegoro viral di media sosial. Seorang guru tersebut ternyata seorang guru tidak tetap (GTT) atau honorer yang mengajar di SMA Negeri 1 Tambakrejo Bojonegoro.

Pada kejadian itu dilakukan oleh oknum guru GTT yang mengajar Bimbingan Kesiswaan (BK), ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Bojonegoro Adi Prayitno kepada wartawan, pada hari Selasa. Pak Adi mengatakan guru BK tersebut berinisial AS. Pak Adi mengaku pihaknya sudah menyelesaikan persoalan atas kejadian yang terjadi pada 29 Maret 2019 tersebut. Saat ini sudah kami selesaikan, tandas Adi.

Dalam sebuah video pertengkaran guru dan siswa SMA viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Bojonegoro. Video yang terrekam berdurasi 27 detik itu memperlihatkan seorang guru yang sedang menasihati siswanya yang duduk di kursi guru. Saat-saat dinasihati, si siswa terlihat juga mengatakan sesuatu. Tiba-tiba si guru mencekik leher sang siswa. Siswa tersebut rupanya tak terima dan melawan. Terjadilah saling dorong. Mereka bergumul dan berakhir dengan guru membanting siswanya tersebut. Sejumlah siswa lalu datang dan melerai mereka.

Pada kejadian guru yang membanting siswanya di sebuah SMA di Bojonegoro telah diselesaikan. Sang guru tersebut mendapat sanksi berupa skorsing mengajar. Sang guru tersebut adalah AS. Guru AS yang mengajar Bimbingan Kesiswaan (BK) merupakan guru tidak tetap atau guru honorer. Guru AS di SMA I Tambakrejo, AS telah mengajar selama satu tahun. Sudah kami selesaikan secara kedinasan. Sudah kami beri sanksi gurunya. Sudah saya skorsing ini. Apapun yang dilakukan oleh guru tersebut salah sebagai seorang pendidik. ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Bojonegoro Adi Prayitno saat dihubungi wartawan, pada hari Selasa.

Hukuman skorsing kepada guru AS, kata Adi, ini sudah dalam proses. Rencananya AS akan diskorsing untuk tidak mengajar terlebih dahulu sambil diadakan pembinaan sampai batas waktu tertentu agar kepribadiannnya berubah. Kami sudah skorsing untuk sementara tidak mengajar sampai batas waktu kurang lebih tiga bulan, sambil pembinaaan supaya kepribadiannya berubah. Suratnya masih kami proses, kata Adi. Pak Adi menambahkan untuk siswa yang terlibat kejadian itu, tetap dilindungi agar tetap bersekolah dan belajar hingga lulus.

Untuk siswanya kami lindungi agar sekolah sampai lulus, tandas Adi. Viral sebuah video pertengkaran guru dan siswa SMA viral di media sosial. Pada peristiwa itu terjadi di Bojonegoro pada 29 Maret 2019. Lokasi kejadian di SMA Negeri I Tambakrejo. Sebuah rekaman berdurasi 27 detik itu memperlihatkan seorang guru yang sedang menasihati siswanya yang duduk di kursi guru. Saat dinasihati, si siswa terlihat juga mengatakan sesuatu. Namun tiba-tiba si guru mencekik leher sang siswa. Siswa tersebut rupanya tak terima dan melawan. Terjadilah saling dorong. Mereka bergumul dan berakhir dengan guru membanting siswanya tersebut. Sejumlah siswa lalu datang dan melerai mereka.

Rabu, 01 Mei 2019

Sebuah Pabrik Yang Membuat Bak Mandi Terbakar Dan Kerugian 18 Miliar

Sebuah Pabrik Yang Membuat Bak Mandi Terbakar Dan Kerugian 18 Miliar

Sebuah Pabrik Yang Membuat Bak Mandi Terbakar Dan Kerugian 18 Miliar

Telah terjadi kebakaran pabrik kembali terjadi di Pasuruan. Disebuah pabrik bak mandi di Desa Ganding, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan terbakar. Kobaran api terjadi di PT Apaiser Indonesia terjadi pada hari Senin pagi. Menurut sejumlah saksi, api berasal dari bagian belakang pabrik. Kobaran api dari bagian belakang, api cepat menyebar dan membesar. Karena barang-barang mudah terbakar seperti kayu dan plastik seketika menjadi arang. Kepulan asap tebal pun membubung tinggi ke udara. Karena api yang sangat besar, para pekerja dan warga tidak bisa berbuat apa-apa. Pada saat kebakaran, para karyawan belum banyak yang datang.

Seorang karyawan Muhammad mengatakan, saat kejadian kondisi pabrik masih sepi. Hanya terdapat beberapa karyawan yang sudah masuk kerja. Saat kejadiannya tadi pas belum banyak karyawan. Siapi cepat besar, ya tak bisa berbuat banyak, kata Muhammad. Saya ingin membantu memadamkan api, sebanyak dua unit mobil pemadam diterjunkan. Para petugas pemadam harus berjibaku menjinakan api. Kebakaran pabrik bak mandi di Desa Ganding, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan berlangsung selama dua jam. Penyebab kebakaran dan jumlah kerugian masih diselidiki oleh polisi dan petugas pemadam.

Kebakaran di pabrik PT Apaiser Indonesia terjadi pada hari Senin pagi. Menurut sejumlah saksi, api berasal dari gudang bagian belakang kemudian cepat menyebar dan membesar. Karena api yang sangat besar, para pekerja dan warga tak bisa berbuat apa-apa. Saat kejadian, para karyawan belum banyak yang datang. Sebanyak dua unit mobil pemadam diterjunkan. Petugas pemadam harus berjibaku menjinakkan api.

Selain petugas damkar, anggota polisi, TNI dan Satpol PP juga membantu pemadaman. Selama dua jam pemadaman, akhirnya api bisa dipadamkan, kata anggota Satpol PP Winongan, Sutrisno yang ikut terlibat membantu pemadaman. Meski berhasil dipadamkan, kebakaran sudah meludeskan barang-barang mudah terbakar seperti kayu dan plastik. Barang-barang kualitas ekspor tersebut jadi arang.

Saat ini sekarang masih proses penghitungan kerugian, imbuh Sutrisno. Tak ada korban dalam kejadian ini. Penyebab kebakaran juga masih selidiki. Kami sudah meminta Labfor untuk datang ke lokasi. Untuk mengetahui penyebab kebakaran harus Labfor, kata Kapolsek Winongan AKP Handoyo. Pada kebakaran pabrik bak mandi PT Apaiser Indonesia di Kabupaten Pasuruan, berhasil dipadamkan. Pihak perusahaan di Desa Gading, Kecamatan Winongan, ini menaksir kerugian mencapai Rp 18 miliar.

Saat ini petugas menaksir estimasi kerugian kami Rp 18 Miliar, kata Badrus Sholeh, perwakilan perusahaan, kepada wartawan, pada hari Senin. Pak Badrus mengungkapkan setelah kebakaran padam, pihaknya langsung melakukan penghitungan estimasi kerugian. Selain pihak perusahaan, penghitungan juga dilakukan bersama aparat kepolisian. Kerugian dihitung dari barang produk jadi yang terbakar dan bangunan fisik gudang. Memang mahal ya karena kami bergerak untuk ekspor, terangnya.

Badrus menjelaskan bangunan pabrik tersebut seluas 9.000 meter persegi. Bagian yang terbakar habis seluas 2.000 meter persegi. Produk jadi yang terbakar mencapai 1/4 dari jumlah keseluruhan, terang Badrus. Sementara penyebab kebakaran hingga pukul 15.00 WIB belum diketahui. Penyebabnya kami sendiri belum tahu. Itu biar labfor yang menjawab, pungkas Badrus.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...