Minggu, 12 Januari 2020

Buaya 1,85 Meter Ditemukan Warga Di Bekasi

Buaya 1,85 Meter Ditemukan Warga Di Bekasi

Buaya 1,85 Meter Ditemukan Warga Di Bekasi

Para warga Jaka Sampurna, Kota Bekasi digegerkan dengan penemuan dengan hewan buas seperti buaya hidup yang dengan panjang 1,85 cm, buaya itu ditemukan dalam kondisi terikat ya benar, ditemukan buaya dalam saluran air di wilayah Jaka Sampurna oleh warga dan sudah dalam keadaan terikat pada saat kami kelokasi, kata Kapolres Metro Kota Bekasi, Kombes Wijonarko saat dikonfirmasi wartawan, pada hari Minggu.

Kombes Wijonarko mengatakan pada saat penemuan buaya itu pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang mencari cacing di saluran air depan ruko Nusa Plaza Bekasi, Jalan KH Noer Ali, Kalimalang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pada hewan buas ini seperti buaya itu ditemukan pukul 06.30 WIB pagi tadi.

Pada buaya yang berukuran dengan panjang 1.85 cm, jelas Kombes Wijonarko. Pada warga saat itu sudah menemukan buaya dalam keadaan terikat, buaya itu juga terlihat dibungkus dengan kain berwarna ungu saat ditemukan. Pada buaya tersebut sudah dalam keadaan terikat tali tambang dan dibungkus kain ungu, kata Kombes Wijonarko.

Polisi belum mengetahui siapa pemilik buaya itu dan buaya itu di rencananya akan diserahkan ke kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA. Setelah ditemukan, buaya itu dipindahkan ke lapangan kosong RT 01/03 Jakasampurna, Kota Bekasi dan rencananya buaya tersebut akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA untuk penanganan lebih lanjut, pungkas Kombes Wijonarko.

Sabtu, 11 Januari 2020

Perampok Tewas Setelah Bondetnya Meledak Di Tangannya Sendiri

Perampok Tewas Setelah Bondetnya Meledak Di Tangannya Sendiri

Perampok Tewas Setelah Bondetnya Meledak Di Tangannya Sendiri

Ada seorang perampok yang gagal melancarkan aksinya lalu berusaha kabur dari kejaran warga yang ketahuan saat merampok. Namun akhirnya tersangka tewas karena bondet atau bom ikan yang dibawanya meledak saat aksi kejar-kejaran terjadi di lokasi. Pada saat tersangka sebelumnya menyatroni rumah Muhammad Dhofir, Warga Desa Tandon Sentul, Kecamatan Lumbang. Tersangka ini lantaran kepergok oleh pemilik rumah, lalu langsung kabur dan di kejar warga sekitar.

Muhammad Dhofir mengatakan, pada aksi perampokan itu sekitar pukul 03.00 WIB. Menurutnya, ada lima orang perampok yang berada di halaman belakang rumahnya dan seorang pelaku berusaha masuk tapi berhasil dicegat dan berhasil di pergok warga dan pemilik rumah. Seorang pelaku yang berusaha masuk, dengan mendobrak pintu belakang dan untungnya bisa saya tahan dan saya teriaki maling sampai akhirnya warga dan Pak Kades datang melihat lalu warga ingin menangkap pelaku perampokan, karena banyaknya warga membuat para pelaku kabur, kata Muhammad Dhofir, pada hari Sabtu.

Tersangka yang kabur kemudian dikejar oleh warga dan seorang tersangka di antaranya berupaya melemparkan bondet ke warga sekitar yang menguber tersangka ini, namun bondet yang dipegang malah jatuh dan meledak mengenai tubuh tersangka. Setelah berusaha kabur, pelaku sempat mau melempar bondet ke warga. Namun malah kena dirinya sendiri, imbuh Muhammad Dhofir.

Salah satu tersangka ini tewas di lokasi, dirinya mengalami luka parah di bagian dada dan wajah bagian kanan. Pasca kejadian tersebut, polisi langsung melakukan olah TKP yang berguna keperluan penyelidikan, jenazah korban dibawa ke kamar mayat RSUD Tongas untuk dilakukan visum. Kapolsek Lumbang AKP Soewito mengatakan berdasarkan hasil olah TKP, pelaku membawa dua buah bondet. Selain itu juga ditemukan kunci T, Tang dan sandal jepit pelaku. Lebih lanjut kami masih kembangkan kasus ini, sekaligus mengejar para pelaku yang berhasil kabur, kata AKP Soewito.

Jumat, 10 Januari 2020

Aksi Begal Payudara Ini beraksi Di Surabaya

Aksi Begal Payudara Ini beraksi Di Surabaya

Aksi Begal Payudara Ini beraksi Di Surabaya

Masih ingat dengan pelaku begal payudara yang ditangkap Unit PPA Polrestabes Surabaya beberapa waktu lalu? Ia yang sudah meremas payudara lima korban merasa puas setelah beraksi. Tesangka yang bernama Sigit Saputra (28) warga Jalan Dinoyo, Surabaya. Semua aksi ia lakukan di halte bus Jalan Basuki Rahmat. Pada begal payudara itu dilakukan dalam kurun waktu dua hari, namun di hari terakhir, tersangka tertangkap setelah dikejar kekasih korban bersama warga dan polisi.

Di hari sebelumnya, pelaku melakukan hal yang sama pada dua korban. Di hari selanjutnya ada tiga korban, jadi ada lima korban dan yang laporan adalah korban yang terakhir, kata Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, pada haru Jumat. Untuk sementara itu tersangka Sigit mengaku, aksi tak senonoh itu ia lakukan hanya sekadar iseng. Tesangka Sigit mengaku terpengaruh oleh hawa dingin Surabaya ketiga gerimis menyiram.

Pada saat itu sedang dalam gerimis sekitar jam tujuh malam. Lalu iseng-iseng saya pegang, pada hari pertama saya melakukan dua kali, pada hari Kamis, terus yang kedua tiga kali, terus korban yang terakhir lapor, kata tersangka Sigit. Pada aksi cabulnya itu tersangka Sigit lakukan dalam keadaan sadar, meski dibarengi perasaan deg-degan, ia tak kuasa menahan nafsu untuk melakukan pelecehan.

Tersangka Sigit terpengaruh dengan cuaca dingin dan saat itu tersangka sadar dan puas setelah membegal payudara perempuan yang ada di halte bus jalan Basuki Rahmat, tambah tersangka Sigit. Dalam catatan kepolisian, pelaku merupakan seorang residivis kasus narkoba di Madiun pada 2010. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 289 KUHP dan atau 281 KUHP tentang tindak pidana kejahatan terhadap kesopanan dan kesusilaan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Rabu, 08 Januari 2020

Pengungkapan Penganiaya Anak majikan Berawal Dari Pengungkapan ART Lain

Pengungkapan Penganiaya Anak majikan Berawal Dari Pengungkapan ART Lain

Pengungkapan Penganiaya Anak majikan Berawal Dari Pengungkapan ART Lain

Penganiayaan terhadap bocah berusia 7 tahun di Jelambar, Jakbar, baru diketahui oleh ibunda setelah pelaku, NV (23), kabur. Tindakan kejam NV ini terkuak setelah ART baru di rumah korban membongkar perilakunya kepada sang majikan. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan pelaku sudah bekerja selama 7 tahun di rumah korban. Pelaku juga sudah sangat dipercaya mengasuh anak-anaknya.

Tapi, suatu ketika, pelaku ini merasa tersinggung karena majikannya menanyakan handphone saudaranya hilang, padahal nggak nuduh, tutur AKBP Teuku Arsya Khadafi saat dihubungi wartawan, pada hari Rabu. Hingga akhirnya pelaku pergi dari rumah majikannya tanpa pamit. Pada saat itu, sang majikan belum mengetahui aksi pelaku.

Pelaku ini kabur lah, karena mungkin merasa punya salah juga, tuturnya. AKBP Teuku Arsya Khadafi menyebutkan, di rumah tersebut pelaku bukan satu-satunya ART. Ada juga seorang ART lain yang baru dipekerjakan oleh ibunda korban. Nah, kemudian majikannya ini memuji pelaku lah di depan ART yang baru ini. Kamu harus kerja kayak si NV, tuturnya AKBP Teuku Arsya Khadafi. Mendengar hal itu, ART baru ini pun angkat bicara perilaku sesungguhnya NV kepada sang majikan. Dan ART baru ini lantas menunjukkan video kekerasan yang dilakukan NV kepada putera majikannya.

Mungkin karena dia merasa kasihan sama majikannya, sehingga dia kasih lihat video itu sama majikannya, lanjutnya AKBP Teuku Arsya Khadafi. Mengetahui hal itu, sang majikan pun merasa murka. Dia lalu mengunggah video tersebut berikut foto pelaku ke akun Facebook-nya untuk memberi peringatan kepada yang lain dan video itu pun menjadi viral di media sosial.

Peristiwa itu disebut-sebut terjadi pada 9 Desember 2019. Sementara orang tua korban baru mengetahuinya pada 4 Januari 2020. Setelah video itu menjadi viral, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Polisi berhasil menangkap pelaku di kawasan Kosambi, Jakarta Barat, pada 8 Januari 2020 malam.

Selasa, 07 Januari 2020

3 Nelayan Selamat Berhasil di Bantu Oleh TNI AL Dipantai Pekalongan

3 Nelayan Selamat Berhasil di Bantu Oleh TNI AL Dipantai Pekalongan

3 Nelayan Selamat Berhasil di Bantu Oleh TNI AL Dipantai Pekalongan

Proses evakuasi ABK kapal nelayan Bintang Sejahtera yang terbalik dan karam di Muara Jambean, Kabupaten Pekalongan berlangsung dramatis dan evakuasi dilakukan oleh personel TNI AL dibantu nelayan dan tim SAR. Ketiga ABK yang dievakuasi yakni Casmian (50) warga Mulyorejo, Kecamatan Tirto, yang merupakan juru mudi kapal; Olil (35) warga Dusun Buntek, Desa Rowoyoso dan Iwan (37) warga Werdi. Ketiganya dievakuasi setelah sekitar lima jam lebih terombang-ambing bertahan laut pantai Pekalongan.

Ketiga ABK yang menjadi korban telah dievakuasi dibantu nelayan, SAR dan dari kami, semua selamat, kata Komandan Pos AL Wonokerto, Peltu (Mar) Pukung, pada saat ditemui di Pos TNI AL Wonokerto, pada hari Selasa malam. Pada awalnya tim SAR sedang dalam upaya evakuasi yang mencoba dilakukan oleh kapal nelayan lainnya, namun karena gelombang tinggi ditambah derasnya arus sungai yang mengarah ke muara, membuat kapal nelayan yang akan menolong gagal mendekat.

Ada beberapa kali kapal nelayan berupaya menolong, namun karena kondisi gelombang membuat kapal nelayan tidak berani lebih mendekat lagi karena berbahaya, jelasnya. Karena tidak dapat melakukan evakuasi, salah satu nelayan melaporkan ke Pos TNI AL Wonokerto untuk meminta pertolongan guna evakuasi ketiga nelayan tersebut. Kejadian jam 11 siang, dan kami baru dilaporkan sore. Kami langsung berupaya evakuasi namun saat itu evakuasi kurang maksimal karena cuaca hujan, terangnya.

Beruntung ketiga nelayan itu menggunakan jaket pelampung yang berwarna oranye. Walaupun kapal yang terbalik sudah karam di bawah permukaan air laut, ketiganya masih tampak terapung dan berhasil dievakuasi. Untuk sementara itu, juru mudi kapal, Casmian (50) saat ditemui di rumahnya menceritakan peristiwa yang dialaminya itu, sebelum kejadian, mesin kapal diakuinya tiba-tiba mati, kami bertiga habis melaut. Berangkat pagi pulang siang, tujuan akan lelang ke TPI Jambean. Namun karena cuaca buruk kapal terbalik, kata Casmian.

Sebelum kapal hilang kendali dan terbalik, kondisi angin disebutnya cukup besar dan gelombang tinggi. Ditambah dengan derasnya air sungai yang menuju ke lautan. Kapal oleng karena gelombang laut besar, ditambah arus sungai yang deras, seperti ditampar sana sini, goyang kemudian terbalik, ungkap Casmian. Setelahnya jurumudi kapal pak Casiman bersama dua rekannya langsung memakai rompi pelampung.

Sudah tidak bisa apa-apa lagi. Untungnya ada pelampung. Ombaknya besar dari sana sini, ujarnya. Alhamdulillah selamat. Sudah gak berpikiran apa-apa kecuali bagaimana caranya bisa sampai daratan, sambung Casmian.

Senin, 06 Januari 2020

Ojol Di Sukabumi Tewas Ditusuk Oleh Begal

Ojol Di Sukabumi Tewas Ditusuk Oleh Begal

Ojol Di Sukabumi Tewas Ditusuk Oleh Begal

Seorang ojol yang bernama Ahmad Taufik (49), yang sebagai driver ojek online (ojol), yang ditemukan tewas dengan luka tusuk di bagian dada kanannya, pada hari Minggu malam. Dirinya diduga korban begal, setelah menjalani serangkaian pemeriksaan forensik di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, jasad korban diantar menggunakan ambulans.

Ada seratusan rekan seprofesi turut mengantarkan jenazah dari rumah sakit hingga ke rumah duka di Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat. Jasad pengemudi ojol tersebut disalatkan di Masjid Al-Ikhlas, lalu dikebumikan di tempat pemakaman umum yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah duka.

Almarhum Ahmad Taufik (49) sekitar setahun bergabung di ojek online, kalau tidak salah dulu sempat berdagang kelontong makanan ringan di Pasar Cisaat, untuk pribadinya almarhum ini baik dan kadang suka bercanda, tutur Irvan, yang rekan sesama driver ojol sekaligus tetangga korban kepada wartawan, pada hari Senin.

Pada saat hujan lebat sempat mengguyur saat prosesi pemakaman korban, namun hal itu tidak menyurutkan solidaritas para driver ojol berciri jaket hijau-hijau tersebut. Tadi emang sempat hujan lebat pada saat proses pemakaman rekan seprofesi. Dalam solidaritas driver tetap mengantarkan korban hingga ke dimakamkan, ujar Irvan yang teman ojolnya.

Irvan pun berharap agar pelaku penusukan korban segera bisa ditangkap dan mendapat hukuman yang setimpal. Semoga pihak kepolisian bisa segera mengungkap siapa pelakunya, kami juga tidak tenang kalau mau aktivitas ojol, ucap Irvan. Pada saat ini tim forensik menyebut ditemukan luka akibat kekerasan tajam yang mengakibatkan pendarahan diduga menjadi penyebab korban meninggal dunia dan berdasarkan autopsi, luka itu diketahui tembus hingga ke rongga perut korban.

Hanya terdapat satu luka di sisi dada bagian kanan, hanya saja lukanya menembus ke rongga perut sehingga menimbulkan banyak pendarahan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, kata Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH, Nurul Aida Fathia. Menurut Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH, Nurul Aida Fathia, pendarahan korban cukup banyak. Bahkan hingga proses autopsi masih ada sisa-sisa pendarahan.

Korban ini kehabisan darah, di sini saja pendarahan lumayan banyak. Untuk waktu meninggal antara delapan sampai 12 jam. Karena kami terima sudah cukup lama dari waktu meninggal, kalau waktu meninggal persis saya tidak tahu, tutur Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH, Nurul Aida Fathia.

Minggu, 05 Januari 2020

Sebuah Mobil Merah Yang Bermerek BMW Sudah Ada Dibandara Denpasar Selama 4 Tahun

Sebuah Mobil Merah Yang Bermerek BMW Sudah Ada Dibandara Denpasar Selama 4 Tahun

Sebuah Mobil Merah Yang Bermerek BMW Sudah Ada Dibandara Denpasar Selama 4 Tahun

Ada sebuah mobil yang bermerek BMW berwarna merah yang belum diketahui siapa pemiliknya yang terparkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali selama 4 tahun, pada mobil BMW ini dengan kondisi tertutup cover ini sudah terparkir sejak tahun 2016. Dari pantauan wartawan, pada hari Minggu, pada kondisi mobil ini dalam keadaan ditutupi oleh cover dan ban belakang yang terlihat kempes dan velg racing berwarna hitam terlihat sudah mulai lecet lecet dan selain itu, di sebelahnya mobil BMW tidak terdapat mobil lain, hanya ada beberapa mobil yang terparkir di area ini dan mobil ini diparkir di area terbuka bandara.

Menurut dari Communication and Legal Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim, mobil BMW ini sudah diserahkan ke KP3 Ngurah Rai dan dia menjelaskan, jika sudah ditemukan pemiliknya, mobil BMW tersebut akan dipindahkan ke Polresta Denpasar, dan dia berharap kepada pemilik BMW ini segera melapor ke otoritas bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar.

Ketika nantinya sudah ditemukan kesimpulan bahwa itu barang milik siapa, mereka akan memindahkan ke markasnya Polresta Denpasar, ucap Communication and Legal Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim.

Communication and Legal Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim menambahkan kendaraan roda dua ataupun roda empat yang diparkir di bandara secara sengaja ataupun tidak sengaja harus membayar sesuai dengan tarif yang sudah ditentukan dan tidak akan mendapatkan potongan. Ada beberapa kebijakan jika itu memang sudah ditemukan pemiliknya pasti tidak akan kita, tidak ada kebijakan untuk mengkorting atau mengurangi tagihan, jelas Arie.

Lantas berapa biaya estimasi yang harus ditebus oleh pemilik mobil BMW untuk bayar parkir sekitar 4 tahun ini? Menurut dari Communication and Legal Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim berdasarkan data tarif parkir di situs Bali-airport.com, tertera tarif parkir untuk mobil roda 4 di area terbuka yaitu Rp 5.000 untuk 1 jam pertama dan seterusnya Rp 3.000/jam.

Menurut Communication and Legal Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim inilah hitungan estimasinya parkiran bandara I Gusti Ngurah Rai:

Pada tarifnya Rp 5.000x 1 jam = Rp 5.000
Dan pada 1 hari Rp 3.000x 24 jam (1 hari) = Rp 72.000
Pada 1 Tahun Rp 72.000 (tarif 1 hari) x 365 hari (1 tahun) = Rp 26.280.000
Dan pemilik mobil BMW itu harus membayar Rp 26.280.000 (tarif 1 tahun) x 3 tahun = Rp 78.840.000

Namun bila mobil BMW itu diparkir pada tanggal 5 Januari 2016 dan keluar pada tanggal 5 Januari 2020 itu estimasi biaya parkirnya mencapai Rp 105.120.000.

Communication and Legal Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim menegaskan, bagi pengendara yang memarkirkan kendaraan di Ngurah Rai tetap akan diperlakukan sama sesuai tarif yang berlaku. Communication and Legal Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim mengatakan, pemilik kendaraan harus membayar sesuai dengan tarif yang sudah ditentukan dan tidak akan mendapatkan potongan.

Ada beberapa kebijakan jika itu memang sudah ditemukan pemiliknya pasti tidak akan kita, tidak ada kebijakan untuk mengkorting atau mengurangi tagihan, jelas Communication and Legal Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...