Selasa, 09 Juni 2020

Dua Kendaraan Terlibat Laka Adu Banteng Di Jakarta Barat

Dua Kendaraan Terlibat Laka Adu Banteng Di Jakarta Barat

Dua Kendaraan Terlibat Laka Adu Banteng Di Jakarta Barat

Telah terjadi kecelakaan yang terjadi antar muka atau adu banteng yang melibatkan dua kendaraan yang terjadi di Jalan Tomang Raya, Palmerah, Jakarta dan pada kecelakaan diduga terjadi lantaran dari salah satu pengendara yang mengantuk saat mengemudikan kendaraannya.

Pada kecelakaan itu di benarkan telah terjadi sebuah laka lantas di wilayah Jakarta Barat, kata Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar dalam keterangannya, pada hari Selasa.

Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menyebutkan pada kecelakaan itu terjadi pada hari Selasa siang tadi sekitar pukul 11.30 WIB di dekat turunan Layang Jati Pulo, pada saat itu kendaraan Suzuki Ertiga yang sedang melaju dari Jalan Tomang Raya atau arah timur menuju ke barat mengalami oleng ke arah berlawanan dan terjadilah kecelakaan.

Sesampainya dekat dengan turunan layang Jati Pulo itu pengemudi Suzuki Ertiga diduga mengantuk sehingga kendaraan oleng ke kanan dan melompat ke jalur busway serta jalur hijau, ucap Fahri. Kemudian untuk kendaraan tersebut melintas masuk ke arah berlawanan sehingga mobil Suzuki Ertiga yang menabrak kendaraan dari arah berlawanan.

Pada saat terjadinya tabrakan kepada kendaraan yang datang dari arah berlawanan terdapat mobil jenis Honda Odyssey yang dikemudikan oleh pengemudi yang berinisial AR ini yang melaju dari arah Barat menuju ke Timur, yang mengakibatkan kerusakan kedua kendaraan yang terlibat pada kecelakaan, ujarnya Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar. Untuk saat ini pihak kepolisian memastikan tidak ada korban dari akibat kecelakaan tersebut, namun kerugian materi diduga mencapai Rp 5 juta.

Minggu, 07 Juni 2020

Diduga Jaringan Lapas Jakarta Empat Pengedar Sabu Ditangkap

Diduga Jaringan Lapas Jakarta Empat Pengedar Sabu Ditangkap

Diduga Jaringan Lapas Jakarta Empat Pengedar Sabu Ditangkap

Ada empat dari sepuluh bandar sabu yang ditangkap oleh Satnarkoba Polres Cianjur yang ternyata mendapatkan paket narkoba jenis sabu dari jaringan yang dikendalikan dari dalam lapas di Jakarta.

Dari keempat bandar tersebut mengaku kepada Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto menanyakan siapa saja yang mendapatkan narkoba jenis sabu dari jaringan di dalam lapas dan siapa saja yang mendapatkan barang narkoba jenis sabu dari lapas dengan jaringan para pengedar kata Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto, pada hari Minggu.

Dari keempat tersangka pun mengangkat tangan, mempertegas mereka menjadi jaringan yang dikendalikan dari dalam lapas di Jakarta. Bahkan yang masuk dalam jaringan tersebut, salah satunya merupakan seorang pemborong proyek perumahan yang bangkrut dan menjadi bandar sabu setelah diajak temannya dan tersangka ini berinisial RP (47) itu juga menjadi bandar dengan barang bukti paling banyak, sekitar 45,27 gram sabu.

Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian di Jakarta dan pihak lapas untuk mengungkap sebuah jaringan tersebut dan hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Kota Cianjur, Jawa Barat. Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto akan mencoba melakukan penyelidikan lebih dalam, apalagi sudah diketahui jika memang ada peredaran narkoba di Cianjur yang dikendalikan oleh pelaku di dalam lapas di Jakarta, tegasnya Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto.

Sekadar diketahui, pada saat ini pihak dari Polres Cianjur menangkap 10 orang bandar narkoba dan dari tangan pelaku diamankan juga barang bukti 102,75 gram sabu dan 30,46 gram ganja. Untuk para tersangka yang diamankan ialah RA, MS, RK, RP, AS, JA, SY, AR, YS, dan TT. Ada sebilan diantaranya merupakan bandar sabu, dan satu tersangka yakni RA perkara ganja.

Sabtu, 06 Juni 2020

Sekelompok Orang Gunakan Helm Membacok Seorang Pria Di Yogya

Sekelompok Orang Gunakan Helm Membacok Seorang Pria Di Yogya

Sekelompok Orang Gunakan Helm Membacok Seorang Pria Di Yogya

Ada seorang pria yang bernama Indro Prasetyo (42) tewas usai menjadi korban penganiayaan di Sendang Kasihan, Bantul. Pada saat ini polisi Bantul tengah memburu para pelaku penganiayaan terhadap seorang pria yang bernama Indro Prasetyo yang tewas di bacok.

Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono telah membenarkan adanya kejadian penganiayaan terhadap Indro Prasetyo tersebut dan dia menjelaskan pada kejadian itu terjadi di Sendang Kasihan, Dusun Kasihan, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul, pada hari Jumat malam. Untuk korban yang merupakan warga Kelurahan Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, meninggal pada saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono menjelaskan, iya betul ada kasus penganiayaan yang mengakibatkan seseorang MD (meninggal dunia), katanya Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono pada saat dihubungi wartawan, pada hari Sabtu. Dan dari keterangan para saksi, sekira pukul 22.00 WIB korban yang didatangi 4 orang laki-laki dengan menggunakan helm dan cadar yang sambil membawa celurit sambil berteriak Indro mana, lanjut Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono.

Setelah mereka berteriak, mencari Indro Prasetyo kemudian para pelaku menghampiri korban yang pada saat itu sedang duduk di gazebo bersama wanita tersebut dan usai menghampiri korban, ada satu dari 4 orang tersebut langsung membacok korban. Kemudian salah satu orang pelaku membacok korban di kaki kiri dan kanan, untuk 3 orang lain hanya berjaga di dekat pintu masuk atau sendang kasihan, ujarnya Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono.

Dari salah satu pelaku ini selesai melakukan pembacokan, 4 orang tersebut langsung pergi meninggalkan lokasi kejadian. Dari akibat penganiayaan tersebut, korban langsung dilarikan ke rumah sakit oleh warga. Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong lagi. Saat ini polisi masih menyelidiki dan memburu para pelaku.

Jumat, 05 Juni 2020

Kawasan Industri Mojokerto Tolak Adanya Pabrik Beralhohol Utusan MUI

Kawasan Industri Mojokerto Tolak Adanya Pabrik Beralhohol Utusan MUI

Kawasan Industri Mojokerto Tolak Adanya Pabrik Beralhohol Utusan MUI

Ada sebuah pabrik minuman yang beralkohol akan beroperasi di Ngoro Industrial Park (NIP) Kabupaten Mojokerto mendapat penolakan keras dari pihak MUI Kecamatan Ngoro. Seorang ulama menilai, keberadaan dengan adanya pabrik itu berpotensi menambah jumlah pemabuk. Pabrik minuman beralkohol (minol) itu bernama PT Hardcorindo Semesta Jaya. Pabrik tersebut akan beroperasi di Blok J Nomor 11, Desa/Kecamatan Ngoro. MUI Kecamatan Ngoro menolak rencana operasional pabrik tersebut.

MUI Kecamatan Ngoro telah melayangkan surat ke MUI Kabupaten Mojokerto, yaitu dengan surat Nomor 010/MUI.NGR/VI/2020 tertanggal 5 Juni 2020 dan surat tersebut ditandatangani oleh Ketua MUI Kecamatan Ngoro KH Ismail Arif dan sekretarisnya Nurul Huda. Sejak sekitar sebulan yang lalu kami menerima kabar akan ada pabrik minuman beralkohol di NIP dan kami dari MUI Ngoro telah menolak, kata Ketua MUI Kecamatan Ngoro KH Ismail Arif, pada saat dikonfirmasi wartawan di rumahnya, Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, pada hari Jumat.

Ketua MUI Kecamatan Ngoro KH Ismail Arif menjelaskan, pihaknya telah menolak pabrik minol beroperasi di wilayahnya dengan beberapa pertimbangan dan Menurut dia, produksi minol akan membawa dampak sosial, salah satunya, produksi minol bakal meningkatkan jumlah pemabuk di wilayah Mojokerto. Dengan banyaknya pemabuk akibat adanya minuman keras akan memicu tindak kriminal dan juga akan memperburuk citra Kecamatan Ngoro yang mayoritas beragama Islam, terangnya Ketua MUI Kecamatan Ngoro KH Ismail Arif.

Kepala Desa Ngoro, Suryo Prihartono membenarkan sebuah pabrik minol akan beroperasi di Blok J Nomor 11 kawasan NIP. Menurut dia, pabrik tersebut akan memproduksi minol dengan kadar alkohol 10 persen. Dari humas perusahaan silaturahmi ke saya tiga hari sebelum Lebaran dan dia hanya memberitahukan bahwa perusahaannya akan memproduksi minuman beralkohol di kawasan NIP dan katanya kadar alkoholnya 10 persen sejenis wine. Lalu kami tidak dijual di sini, melainkan penjualannya ekspor untuk hotel-hotel, tidak dijual bebas, ungkapnya humas perusahaan.

Pada saat humas perusahaan tersebut menemui dirinya, Kepala Desa Ngoro, Suryo Prihartono mengaku sempat diminta tanda tangan terkait perizinan. Namun, saat itu dia mengaku menolak membubuhkan tanda tangan. Karena saya belum konsultasi ke para ulama setempat dan saya khawatir terjadi gejolak di masyarakat. Kami tidak mendukung, melihat para ulama. Kalau ulama mendukung, saya mendukung. Karena ini menyangkut minol, tegasnya Kepala Desa Ngoro, Suryo Prihartono.

Untuk sementara itu dari Ketua Komisi Fatwa dan Hukum MUI Kabupaten Mojokerto Ahmad Saifudin Zuhri, mengaku belum menerima surat penolakan operasional pabrik minol dari MUI Kecamatan Ngoro, namun Ketua Komisi Fatwa dan Hukum MUI membenarkan bahwa pihak dari MUI Kecamatan Ngoro telah melayangkan surat tersebut ke MUI Kabupaten Mojokerto. Mungkin masih disikapi pribadi oleh Ketum (Ketua Umum MUI Kabupaten Mojokerto) dan sebagai Ketua Komisi Fatwa dan Hukum, saya masih belum menerima konfirmasi mengenai surat itu, pungkasnya Ketua Komisi Fatwa dan Hukum MUI Kabupaten Mojokerto Ahmad Saifudin Zuhri.

Rabu, 03 Juni 2020

Terdampak Karena Covid-19 Para Pelaku Pariwisata Mendapat bantuan

Terdampak Karena Covid-19 Para Pelaku Pariwisata Mendapat bantuan

Terdampak Karena Covid-19 Para Pelaku Pariwisata Mendapat bantuan

Setelah beberapa waktu lalu menyerahkan bantuan dari Kapolri, Polres Lamongan kembali menyerahkan bantuan. Kali ini, bantuan diserahkan kepada pelaku pariwisata terdampak COVID-19 di Lamongan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
Bantuan dari Kemenparekraf RI ini diserahkan langsung oleh Kapolres Lamongan AKBP Harun dan sebanyak 337 paket sembako diberikan untuk pelaku pariwisata yang terdampak COVID-19 yang ada di Lamongan, Jawa Timur.

Pada pemberian paket sembako ini adalah wujud dari perhatian pemerintah kepada warganya yang terdampak COVID-19 terutama tempat wisata atau pelaku pariwisata, kata AKBP Harun usai menyerahkan bantuan di halaman Mapolres Lamongan, pada hari Rabu. AKBP Harun dalam sambutannya mengatakan, pada saat pandemi COVID-19 ini juga berakibat pada ribuan pekerja pariwisata yang terpaksa dirumahkan dan mereka itu, lanjut AKBP Harun, terdiri atas pekerja di sektor perhotelan, restoran, pekerja seni, pekerja ekonomi kreatif dan kelompok sadar wisata.

Untuk pelaku pariwisata ini tak bisa lagi beraktivitas seperti biasa di sektor pariwisata tersebut lantaran tidak adanya kunjungan wisatawan sehingga mendapatkan bantuan kerohiman dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan pemberian paket sembako ini adalah wujud perhatian pemerintah kepada warga terdampak COVID-19 terutama tempat wisata, atau pelaku pariwisata, jelasnya AKBP Harun.

AKBP Harun berharap atas bantuan paket sembako ini mampu meringankan beban warga yang terdampak COVID-19 dengan mendorong mereka untuk tetap semangat menghadapi ujian ini dan AKBP Harun mengatakan semoga dengan bantuan paket sembako ini bisa mampu meringankan beban warga yang terdampak COVID-19 dengan mendorong mereka untuk tetap semangat menghadapi ujian ini, harap AKBP Harun.

Dengan bantuan sembako itu sendiri diterimakan untuk para pekerja sektor pariwisata yang ada di beberapa titik di Lamongan. Beberapa pekerja tersebut diantaranya adalah pekerja di Hotel Mahkota sebanyak 67 paket, di Hotel Bougenvil sebanyak 27 paket, Resto One Point sebanyak 24 paket. Untuk di Hotel Mazoola sebanyak 148 paket, Rumah Makan dan Hotel Aqila sebanyak 20 paket. Selain itu, bantuan paket sembako itu juga diserahkan ke pelukis sebanyak 3 paket, tour guide sebanyak 16 paket, akupresure 4 paket, Hotel dan Resto Elresas 28 paket.

Selasa, 02 Juni 2020

Satu Mobil Tertimpa Longsor Di Polman Sedang Membawa Sembako

Satu Mobil Tertimpa Longsor Di Polman Sedang Membawa Sembako

Satu Mobil Tertimpa Longsor Di Polman Sedang Membawa Sembako

Pada saat ini terlah terjadi peristiwa tanah longsor yang dipicu dengan tingginya curah hujan sejak beberapa hari terakhir kembali terjadi di Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Yang mengakibatkan, sebuah mobil yang membawa sembako itu ringsek tertimpa reruntuhan tanah. Pada saat peristiwa longsor tersebut terjadi pada pagi tadi dan pada tanah longsor yang menutup akses jalan poros Dusun Perandangan, Desa Tubbi, dan Jalan Poros Dusun Baosikki, Desa Pollewani.

Akibat dari longsornya itu di picu dari akibat hujan deras sejak beberapa hari terakhir, makanya pada tebing tinggi di sisi jalan terjadi longsor hingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan, kata Kapolsek Tutar Ipda Slamet pada saat dimintai konfirmasi, pada hari Selasa.

Selain itu longsor tersebut melumpuhkan akses jalan, dan ada sebuah kendaraan roda empat milik warga yang sedang melintas dan tertimbun longsoran hingga ringsek akibat tertimpa reruntuhan material longsor. Beruntung pada saat kejadian longor tersebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tapi kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai belasan juta rupiah.

Karena longsor tersebut terjadi ada satu mobil yang sedang membawa kebutuhan bahan pokok ringsek akibat tertimpa reruntuhan longsor, tadi sudah dievakuasi oleh warga, ungkap Kapolsek Tutar Ipda Slamet.

Menurut Kapolsek Tutar Ipda Slamet, hingga saat ini material longsor masih menutup permukaan jalan dan dalam upaya warga menyingkirkan material longsor menggunakan alat seadanya, kata Slamet, yang terhalang cuaca buruk.

Sebenarnya kalau kita paksakan kendaraan seperti motor sudah bisa melintas, hanya saja upaya warga membersihkan longsoran terkendala cuaca buruk, warga khawatir akan terjadi longsor susulan, ucapnya Kapolsek Tutar Ipda Slamet.

Senin, 01 Juni 2020

Warga Sakit Di Etikong Dievakuasi Oleh Prajurit TNI Mengarungi Sungai

Warga Sakit Di Etikong Dievakuasi Oleh Prajurit TNI Mengarungi Sungai

Warga Sakit Di Etikong Dievakuasi Oleh Prajurit TNI Mengarungi Sungai

Salah satu dari anggota prajurit TNI yang sedang berjaga di jalur perbatasan Indonesia-Malaysia yang ada di pedalaman Kalimantan Barat (Kalbar) telah mengevakuasi seorang warga pedalaman ini menderita sakit stroke dan dari anggota Prajurit TNI itu berjibaku mengarungi sungai untuk mengevakuasi warga yang sakit stroke itu.

Dari para prajurit TNI yang sedang berjaga di perbatasan Indonesia-Malaysia itu merupakan dari personel Pos Guntembawang yang tergabung dalam Satgas Pamtas Yonif Raider 641/Beruang dan mereka ini telah mengevakuasi salah satu warga lansia bernama yang bernama Lorensius O'ok dari Dusun Gunjemak, Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar.

Selama ini Lorensius O'ok memang hanya melakukan pengobatan seadanya di rumah dan dirawat oleh keluarganya, kata Dansatgas Pamtas Yonif R-641/Bru, Letkol Infanteri Kukuh Suharwiyono, di Pos Kotis Entikong, Sanggau, pada hari Senin.

Warga yang sakit stroke ini bernama Lorensius O'ok pun berhasil dievakuasi dari rumahnya menuju ke Puskesmas Entikong untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut atas sakitnya tersebut. Dari evakuasi warga yang sakit karena stroke ini dipimpin oleh Serda Roy Martin bersama beberapa anggota dan warga setempat dengan menggunakan sampan yang membutuhkan waktu enam jam untuk sampai ke Puskesmas Entikong.

Untuk letak fasilitas kesehatan yang terdekat berjarak sekitar 70 kilometer dan para anggota dari Dansatgas Pamtas Yonif R-641/Bru berhasil evakuasi tidak memungkinkan melintasi jalan darat karena kondisi jalan yang berlumpur dan licin setelah diguyur hujan seharian, ujarnya Dansatgas Pamtas Yonif R-641/Bru, Letkol Infanteri Kukuh Suharwiyono.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...