Rabu, 13 Februari 2019

Bos Tekstil Bandung Dimutilasi Di Malaysia Bersama Teman Wanitannya

Bos Tekstil Bandung Dimutilasi Di Malaysia Bersama Teman Wanitannya

Bos Tekstil Bandung Dimutilasi Di Malaysia Bersama Teman Wanitannya

AGEN POKER Ditemukan mayat mutilasi di Malaysia bos tekstil asal Kabupaten Bandung dan teman wanitanya diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia. Nuryanto dan Ai Munawaroh pergi ke Malaysia pertengahan Januari lalu dan lost contact. Akhir Januari, publik Malaysia digemparkan dengan temuan dua korban mutilasi di tepi sungai di Malaysia. Iya berdasarkan informasi dan keterangan kepolisian Malaysia, mayat yang ditemukan diduga klien kita. Karena ciri-cirinya sesuai dengan pakaian yang ia kenakan, kata Hermawan, salah satu pengacara Hermawan via telepon, pada hari Sabtu.

Polisi Malaysia menyampaikan soal temuan dua mayat itu sedang ramai di sejumlah media massa di Malaysia pada tanggal 26 Januari lalu. Polisi mengumumkan temuan mayat laki-laki dan perempuan tanpa identitas di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Menurut Hermawan, Nuryanto berangkat ke Malaysia pada tanggal 17 Januari dan dijadwalkan kembali pada 23 Januari.

Tanggal 17 itu rencananya mau ngambil uang kepada vendor yang berada di Malaysia, karena klien kita bisnisnya menjual kain juga di Malaysia, nah di sana ketemu relasinya, ungkapnya. Hermawan mengaku pihak keluarga awalnya tidak mengetahui Nuryanto pergi bersama teman wanitanya, Ai Munawaroh. Pihak keluarga mengetahui hal tersebut dari pihak maskapai. Itu temannya, sebab dicek di Air Asia bahwa pemberangkatan Nuryanto bersama Ai Munawaroh. Tapi sebelumnya, kita tidak tahu dia berangkat dengan Ai Munawaroh, katanya.

Selama berada di Malaysia, Nuryanto diketahui sudah tiga kali pindah hotel dan selalu ada komunikasi dengan keluarga. Namun pada hari Senin, 22 Januari, hilang kontak. Nuryanto tak bisa dihubungi saat itu. Tanggal 23 enggak dipakai lagi tiket pesawat. Saya konfirmasi ke Air Asia, Tanggal 25 Januari. Kita lost contact Tanggal 22 Januari, handpone sudah enggak aktif, karena cek in di hotel terakhir Tanggal 21-23 otomatiskan Tanggal 23 dia harus pulang ke Indonesia, jelas Hermawan.

Menurut Hermawan mayat yang diduga kliennya itu ditemukan sepekan setelah hilang kontak, pada tanggal 26 Januari. Setelah mengumpulkan banyak informasi, akhirnya salahsatu kuasa hukum Nuryanto diberangkatkan 1 Februari lalu, kemudian menyusul adik Nuryanto pergi ke Malaysia pada tanggal 4 Februari.

Mereka pergi untuk memastikan apakah mayat itu adalah Nuryanto atau bukan dan melakukan tes DNA terhadap korban dengan salah satu adiknya, pungkasnya. Bos tekstil yang berasal dari Kabupaten Bandung Nuryanto dan teman wanitanya Ai Munawaroh diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia. Untuk memastikannya pihak keluarga sudah melakukan tes DNA. Salah satu Tim Pengacara Nuryanto, Hermawan mengatakan adik Nuryanto sudah berangkat ke Malaysia 4 Februari lalu untuk tes DNA.

Menurut Hermawan, dari sejumlah bukti petunjuk keluarga menduga kuat jenazah mutilasi yang ditemukan di Sungai Buloh, Selangor, adalah Nuryanto. Kalau dari ciri-ciri pihak keluarga yang dikonfirmasi sama adik dan temannya ,sabuk yang dia pakai itu sesuai. Itu Nuryanto, celana dalam yang dipakai sama juga yang dikirimkan istrinya. Dari Bandung dikirimkan fotonya, ternyata sesuai, tuturnya, pada hari Sabtu.

Selain itu, kata dia, telepon genggam yang ditemukan di lokasi temuan mayat juga diduga kuat milik Nuryanto. Baju yang dia pakai ketika keluar hotel CCTV dan ditemukannya mayat itu, ada kesamaan, tambah Hermawan. Namun untuk memastikannya, pihak kepolisian Malaysia melakukan tes DNA keluarga. Menurut Hermawan, keluarga Ai Munawaroh pun sudah dilakukan tes DNA. Bahkan mereka sudah berada di Malaysia lebih dulu saat mengtahui bahwa Ai Munawaroh sudah tiada.

Bisa kemungkinan dua Minggu ke depan, karena terkendala juga tubuh korban membusuk, tubuhnya dibuang ke sungai, otomatis sulit juga untuk mengidentifikasinya. Hingga saat ini kepalanya juga belum ditemukan, jelasnya. Kini pihak keluarga di Bandung tengah menunggu hasil tes DNA untuk memastikan kebenaran Nuryanto dan teman wanitanya jadi korban mutilasi di Malaysia.

Diberitakan sebelumnya Nuryanto dan teman wanitanya pergi ke Malaysia pada 17 Januari dan dijadwalkan pulang ke Bandung pada 23 Januari. Nuryanto ke Malaysia untuk bisnis tekstil. Dari informasi yang diperoleh, selama ini Nuryanto memang kerap bolak balik ke Malaysia untuk memasok kain di Indonesia.

Namun sehari sebelum kepulangannya, keluarga di Bandung tak bisa menghubungi Nuryanto. Begitupun keluarga Ai Munawaroh. Selang seminggu kemudian, pada 26 Januari, publik Malaysia digemparkan dengan temuan dua mayat laki-laki dan wanita yang terpotong-potong tanpa kepala di pinggir Sungai Buloh, Selangor.

Nuryanto, bos tekstil asal Kabupaten Bandung, seharusnya sudah berkumpul dengan keluarga pada 23 Januari lalu. Namun ia tak pernah muncul lagi sejak pergi ke Malaysia pada sepekan sebelumnya, 17 Januari. Keluarga malah mendapat kabar duka. Mayat yang diduga Nuryanto ditemukan telah dimutilasi di Selangor, Malaysia.

Publik Malaysia digegerkan dengan temuan dua mayat laki-laki dan perempuan dalam kondisi sudah membusuk dan terpotong-potong di pinggir Sungai Buloh, Selangor, pada tanggal 26 Januari. Dikabarkan potongan kepala mayat belum ditemukan. Pada saat yang sama, keluarga Nuryanto tengah waswas mencari kabar keberadaan Nuryanto. Salah satu pengacara Nuryanto, Hermawan, mengatakan keluarga menelusuri ke maskapai penerbangan soal kepulangan Nuryanto. Diketahui ternyata, Nuryanto pergi dengan teman wanitanya Ai Munawaroh.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, keluarga Ai lah yang pertama kali ke Malaysia untuk mencari keberadaan Ai. Pada saat pencarian itulah, ada kabar mengenai temuan dua mayat terpotong-potong di Malaysia keluarga langsung meminta tolong pengacaranya untuk menyelidiki. Tanggal 17 itu rencananya Nuryanto mau ngambil uang ke Malaysia, karena klien kita bisnisnya menjual kain juga di Malaysia, nah di sana ketemu relasinya, ungkapnya.

Kabarnya Nuryanto memang kerap bolak balik ke Malaysia untuk bisnis tekstil di negeri jiran itu. Menurut Hermawan, komunikasi Nuryanto dengan keluarga terakhir terjadi pada tanggal 21 Januari. Sehari setelahnya, ia tidak bisa dihubungi. Kita lost contact Tanggal 22 Januari, handphone sudah enggak aktif, kata Hermawan. Selama di Malaysia, Nuryanto diketahui tiga kali pindah hotel.

Akhirnya tim pengacara pada 1 Februari pergi ke Malaysia untuk mencari tahu kebenaran soal mayat yang dimutilasi itu. Kemudian disusul adik Nuryanto pada 4 Februari. Kalau dari ciri-ciri pihak keluarga yang dikonfirmasi sama adik dan temannya, sabuk yang dia pakai itu sesuai. Celana dalam yang dipakai sama dengan foto yang dikirim oleh istrinya, kata Hermawan.

Selain itu, kata dia, telepon genggam yang ditemukan di lokasi temuan mayat juga diduga kuat milik Nuryanto. Baju yang dia pakai ketika keluar hotel dari CCTV dan ditemukannya mayat itu, ada kesamaan, tambah Hermawan. Kini pihak keluarga tengah menunggu hasil tes DNA yang telah dilakukan di Malaysia. Untuk memastikan iya dan enggaknya ya memunggu hasil tes DNA. Itu yang pastinya, pungkasnya.

Polisi Malaysia dikabarkan telah mengamankan dua orang terkait kasus mutilasi bos tekstil Bandung, Nuryanto. Kedua orang tersebut merupakan rekan bisnis Nuryanto di Malaysia. Kabar itu yang disampaikan pengacara Nuryanto, Hermawan. Kedua orang tersebut M Iqbal alias Jimy dan M Abbas. Menurut Hermawan, pihaknya mendapat informasi langsung dari polisi Malaysia saat menghubungi nomor telepon Jimy.

Pada hari Sabtu kemarin, ponsel Iqbal sudah tidak aktif. Ternyata sudah diamankan pihak kepolisian. Pas kita telepon, pihak kepolisian sudah mengkonfirmasi ke kita sudah diamankan, ucap Hermawan kepada wartawan di Malaysia, pada hari Minggu. Berdasarkan keterangan polisi Malaysia, kata Hermawan, Jimy dan Abbas diamankan karena keduanya merupakan orang terakhir yang berkomunikasi dengan Nuryanto sebelum ditemukan tewas dimutilasi. Namun sejauh ini, belum ada penetapan tersangka.

Patut diduga pelaku karena polisi hanya berdasarkan informasi terakhir dia dapat bersama siapa Nuryanto bareng. Tetapi ya belum tentu juga pelaku mereka. Bisa saja dari Indonesia yang dendam karena motif pembunuh mutilasi kan sangat benar-benar direncanakan, tutur Hermawan.

Hermawan menuturkan Jimy dan Abbas merupakan rekanan bisnis. Nuryanto sendiri datang ke Malaysia bersama teman wanitanya bernama Ai Munawaroh bermaksud mengambil uang kepada Jimy. Menurut Hermawan, sebelum berangkat ke Malaysia pada tanggal 17 Januari 2019, Nuryanto menyampaikan uang yang rencananya akan diambil atas hasil bisnisnya itu bila dirupiahkan mencapai Rp 2 M. Akan tetapi, kata Hermawan, saat dikonfirmasi langsung oleh Hermawan kepada Jimy, uang yang dimaksud tak sampai Rp 2 M.

Kan saya konfirmasi juga ke Jimy, apakah Nuryanto akan mengambil uang Rp 2 M. Dia sebut hanya seperempat ringgit, jadi sekitar Rp 800-900 jutaan keterangan Jimy, tutur Hermawan. Hermawan menambahkan Jimy juga yang sebelumnya membuat laporan atas kehilangan Nuryanto ke kepolisian. Polisi sempat melakukan pencarian hingga akhirnya mendapat kabar penemuan bagian tubuh manusia. Hasil penyelidikan, diduga korban mutilasi tersebut merupakan Nuryanto yang sempat dilaporkan hilang.

Ada tiga kantor kepolisian Malaysia datang ke hotel dan memastikan adanya orang hilang. Karena diketahui ada dua sosok mayat yang ditemukan. Dari situ dicocokan dengan CCTV hotel dan baju yang diketemukan, ternyata ada kecocokan Nuryanto, katanya.

Selasa, 12 Februari 2019

Ditilang Pasal Berlapis Adi Banting Motor Di Depan Polisi

Ditilang Pasal Berlapis Adi Banting Motor Di Depan Polisi

Ditilang Pasal Berlapis Adi Banting Motor Di Depan Polisi

AGEN POKER Polisi yang menilang Adi Saputra dengan pasal berlapis atas sejumlah pelanggaran lalu lintas. Berapa denda maksimal yang harus dibayar Adi? Kasat Lalu Lintas Polres Tangerang Selatan AKP Lalu Hedwin menyebut Adi ditilang karena melawan arus saat melihat polisi yang sedang razia, Adi pun tidak memiliki SIM, tidak membawa STNK saat mengendarai, hingga tidak mematuhi perintah Polri.

Pasal 281 (UU Lantas dan Angkutan Jalan) tidak memiliki SIM denda maksimal Rp 1 juta, kata Lalu kepada wartawan, pada hari Kamis. Adi juga ditilang dengan Pasal 288 karena tidak membawa STNK saat berkendara. Denda maksimal atas pelanggaran pasal itu adalah Rp 500 ribu. Kemudian Pasal 391 ayat (1) tidak mengenakan helm, denda maksimal Rp 250 ribu, ucapnya.

Adi juga ditilang karena membiarkan kekasihnya tidak mengenakan helm sebagaimana diatur dalam Pasal 291 ayat (2). Denda maksimal atas pelanggaran itu adalah Rp 250 ribu. Kemudian yang bersangkutan juga ditilang dengan Pasal 282 karena tidak mematuhi perintah yang diberikan oleh petugas Polri, denda maksimal Rp 250 ribu, tuturnya.

Adi sebelumnya ditilang karena melawan arus di kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan, pada hari Kamis pagi. Setelah diperiksa, Adi ternyata tidak memakai helm, tidak pegang SIM, dan tidak membawa STNK. Dia juga memarahi polisi karena tidak mau ditilang. Tidak hanya itu, dia juga membanting-banting motornya karena kesal. Tapi untuk ketentuan berapa dendanya, nanti hakim yang menentukan, tandas Lalu.

Karena ditilang Adi Saputra mengamuk hingga membanting-banting motornya karena tidak terima ditilang. Tidak hanya itu, dia juga membakar sepucuk Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Aksi Adi yang membakar STNK itu terekam dalam sebuah video yang viral di grup WhatsApp. Dalam video itu, terlihat Adi memegang STNK dan korek api di tangan kanan sambil merokok.

Katanya tadi nanya STNK, nih STNK, kata Adi sambil menyulut STNK dengan korek gas seperti dilihat oleh wartawan, pada hari Kamis. Tidak jelas apakah STNK itu adalah STNK motor Honda Scoopy yang dia rusak. Tidak diketahui juga posisi dia ketika membakar STNK itu. Setelah api menyala, STNK pun perlahan terbakar dan hangus.

Kami tidak tahu, karena video tersebut belum jelas kebenaran dan validitasnya. Jadi kami belum bisa memberikan komentar, ujar Kasat Lantas Tangsel AKP Lalu Hedwin saat dimintai konfirmasi soal video itu.

Adi Saputra belum mengambil motor yang dibantingnya karena tak terima ditilang polisi saat itu. Hingga pagi ini, motornya itu masih berada di Polres Tangerang Selatan.

Dari pantauan wartawan, motor yang dibanting Adi tampak berjejer dengan motor-motor lain di halaman Polres Tangerang Selatan, Jalan Letnan Sutopo, Serpong, Tangsel, pada hari Jumat. Motor tersebut disita polisi sebagai barang bukti.

Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin mengatakan pihaknya masih menunggu Adi untuk mengurus administrasi penilangan. Setelah ditilang, Adi diberi kesempatan pulang ke rumahnya untuk mengambil surat-surat terkait kendaraan. Belum dibawa motornya saat wartawan melihat dikantor polisi, ujar Lalu saat dihubungi.

Seusai beredar video banting-banting motor, muncul juga video Adi yang sedang membakar STNK. Lalu mengatakan pihaknya masih mendalami kejelasan dan keterkaitan video tersebut. Masih kita dalami, belum bisa komentar apapun karena kami belum menerima kejelasan dan validitasnya apakah berhubungan atau tidak, ujarnya.

Selain itu, polisi juga masih menelusuri kepemilikan motor yang dibanting oleh Adi Saputra lewat nomor polisi yang terpasang di kendaraan tersebut. Polisi juga belum bisa memastikan apakah nomor polisi itu bodong atau tidak. Belum, belum bisa dipastikan gitu bodong atau tidak. Sedang pengajuan untuk dicek, kata Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin saat dihubungi, pada hari Kamis. Lalu mengatakan proses pengecekan kepemilikan motor di wilayahnya tak bisa dilakukan dengan cepat. Sebab, kata dia, ada beberapa data kendaraan yang masuk proses mutasi dari Polda Metro ke Polda Banten.

Berdasarkan pengecekan awal, nomor polisi kendaraan B-6395-GLW yang dibanting Adi Saputra dibuat pada 2010. Nomor itu tercatat atas warga berinisial HDH, yang beralamat di kawasan Tangerang. Namun di database motor itu tercatat terpasang di motor Yamaha Mio, bukan Honda Scoopy, seperti yang dibanting Adi. Pada 2016, kendaraan sesuai nomor polisi itu sudah berganti kepemilikan kepada seorang warga berinisial SH. Pemilik tersebut beralamat di kawasan Tangerang Selatan.

Senin, 11 Februari 2019

Ada 3.000 Truk Sumatera Dimodifikasi Hingga Overload Pengusaha Denda 12juta

Ada 3.000 Truk Sumatera Dimodifikasi Hingga Overload Pengusaha Denda 12juta

Ada 3.000 Truk Sumatera Dimodifikasi Hingga Overload Pengusaha Denda 12juta

AGEN POKER Dishub Kota Pekanbaru menghitung sebanyak 3.000 truk angkutan kelapa sawit dan kayu di Riau diduga menyalahi aturan dengan menyambung sumbu atau sasis kendaraan. Semua kendaraan ini diminta untuk melakukan normalisasi agar tak kelebihan beban atau overload kepada kendaraan tersebut dan merusak jalan.

Kita akan tertibkan kendaraan angkutan jalan raya yang dimodifikasi menyambung sumbu. Di Riau kita perkirakan ada 3.000 truk bak terbuka dan tanki menyalahi UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya, kata Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kemenhub, Wilayah IV di Riau, Syaifudin Ajie Panatagam, kepada wartawan, pada hari Kamis.

Syaifudin menjelaskan, bahwa pihaknya akan menertibkan kendaraan angkutan yang telah dimodifikasi dengan penambahan sekitar 2 meter sumbu kendaraan. Kendaraan overdimensi dan overload (ODOL) telah menyalahi aturan yang ada atau tidak sesuai dengan standar pabrik. Makanya kita targetkan seluruh kendaraan ODOL di Riau harus melakukan normalisasi kembali, kata Syaifudin.

Menurut Syaifudin, kendaraan angkutan jalan raya di Riau ini yang sudah menyalahi aturan pada kendaraan truk bak terbuka angkutan kayu. Selain itu, terjadi pada angkutan kelapa sawit, CPO, dan turunan sawit lainnya. Jadi umumnya kendaraan angkutan kayu dan sawit serta turunannya menambah sumbu kendaraan. Inilah yang kita harapkan pengusaha transportasi darat ini harus melakukan normalisasi sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan, kata Syaifudin.

Dia menjelaskan, pihaknya baru melakukan kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) di Riau. Aptrindo sudah mendaftarkan sekitar 1.672 kendaraannya yang akan melakukan normalisasi. Kendaraan di bawah Aptrindo kita beri waktu selama enam bulan ke depan untuk melakukan normalisasi, kata Syaifudin.

Dalam kasus ini, katanya, sudah dua kendaraan yang ditangkap tim Kemenhub di Riau untuk pertama kalinya di Indonesia. Pemilik dua truk yang dimodifikasi itu kini sudah dijadikan tersangka. Berkasnya kini sudah dinyatakan P21 oleh pihak Kejari Pekanbaru. Dua pemilik kendaraan truk angkutan kayu sudah dijadikan tersangka. Barang bukti dan tersangka baru sepekan lalu kita serahkan ke Kejari Pekanbaru, tutur Syaifudin.

Bagi pemilik usaha ekspedisi atau jasa angkutan dijadikan tersangka. Dia dijadikan tersangka karena memodifikasi truk ringan menjadi truk besar. Ini memang pertama kali kita lakukan di Indonesia. Ini dalam rangka penerapan UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkitan jalan raya, kata Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV di Provinsi Riau. Syaifudin Ajie Panatagam dalam perbincangan dengan wartawan, pada hari Senin.

Syaifudin menjelaskan, penangkapan ini dilakukan pada Oktober 2018 lalu di Kabupaten Kuansing, Riau. Dalam razia khusus kendaraan truk tersebut diaman tiga unit. Kendaraan tersebut jenis truk Fuso. Kita melakukan razia ini dalam rangka penegakan hukum kendaraan over dimensi dan over loas (ODOL). Sebab, umumnya kendaraan jenis truk di Riau ini 95 persen untuk angkutan kayu, sawit terindikasi di ODOL, kata Syaifudin.

Dari ketiga kendaraan truk yang terjaring razia, lanjutnya, dua di antara truk tersebut berkasnya sudah selesai dilakukan penyidikan oleh PPNS Kemenhub. Dari kedua kendaraan yang dimodifikasi ini, dua orang dijadikan tersangka. Kedua kendaraan itu bernomor polisi di Riau. Kedua tersangka statusnya sebagai pemilik kendaraan inisial AC (41) dan El (42), kata Syaifudin.

Dari pemberkasan ini, lanjutnya, pihaknya baru menyerahkan berkasnya dan tersangka pada hari Jumat ke Kejari Pekanbaru. Kedua kendaraan angkutan kayu itu telah menyambung sepanjang 2 meter dari batas normal sumbunya. Dalam undang-udang tersebut jelas tidak diperbolehkan kendaraan ODOL.Tapi yang terjadi truk tersebut telah menyambung sumbunya sepanjang 2 meter dari pajang normal, kata Syaifudin.

Untuk satu truk yang terkena razia, katanya, bernomor polisi dari Sumatera Utara. Kendaraan ini juga dilakukan penahanan. Namun pemiliknya belum dijadikan tersangka. Kita lagi melengkapi berkasnya dan keterangan saksi ahli saja. Ini karena pemilik truk tersebut melakukan upaya perlawanan secara hukum. Kita tetap akan melengkapinya, karena kendaraan ini juga sumbunya ditambah dari batas normal, kata Syaifudin.

Tujuan dari razia ini, katanya, agar seluruh kendaraan truk angkutan di Riau baik nomor polisi luar agar mentaati aturan yang ada. Kendaraan truk ODOL akan terus dirazia untuk normalisasi kendaraan angkutan. Akibat kendaraan truk sumbunya diperpanjang otomatis sarat muatannya bertambah dari batas normal. Ini jelas akan merusak kondisi jalan kita. Kita akan tetap menertibkan truk ODOL tersebut, tutup Syaifudin.

Kasus pengusahan yang memodifikasi kendaraan truk menjadi Over Dimensi dan Over Load (ODOL) diseret ranah hukum. Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru memvonis hukuman denda terhadap dua pengusaha truk Rp 12 juta. Kedua pengusaha tersebut adalah, Idwandi alias Acua dan Edi Lee, pengusaha yang bergerak bidang usaha truk. Sidang ini digelar di PN Pekanbaru pada hari Kamis malam pukul 21.00 WIB.

Ketua majelis hakim, Sorta Ria Neva. Kedua pengusaha tersebut secara sah melanggar pasal 227, pasal 50 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. Dan pasal 55 ayat (1) ke 1e KUH Pidana. Menghukum kedua terdakwa masing-masing dengan denda Rp 12 juta. Jika tidak dibayar, kedua terdakwa dapat menggantinya dengan hukuman badan selama 2 bulan, kata Sorta.

Atas vonis tersebut, antara terdakwa dengan JPU sama-sama dapat menerima. Sebagaimana diketahui, kasus ini bermula ketika Kemenhub melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Riau-Kepri menggelar operasi di Riau. BPTD Riau mengamankan dua truk yang melakukan modifikasi dengan cara menyambung sumbu truk.

Perbuatan ODOL ini lantas ditindak lanjuti. Kasus ini pun akhirnya dibawa ke pengadilan. Truk yang sudah dimodif ini dijadikan angkutan kayu.

Minggu, 10 Februari 2019

Cek Kejiwaan Pengasuh Yang Meaniaya Bayi Hingga Tewas

Cek Kejiwaan Pengasuh Yang Meaniaya Bayi Hingga Tewas

Cek Kejiwaan Pengasuh Yang Meaniaya Bayi Hingga Tewas

AGEN POKER Polresta Kota Depok memeriksa kondisi kejiwaan Lomrah (66), pengasuh yang menganiaya seorang bayi Mutia hingga tewas dikomplek perumahan di Kota Depok. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis Lomrah.

Kita adakan pemeriksaan psikologi, jadi hasilnya psikologi belum ada, hasil perlu menunggu wawancara dan observasi, butuh waktu sekitar semingguan, kata Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Firdaus saat dihubungi oleh salah satu wartawan, pada hari Selasa.

Firdaus menjelaskan pemeriksaan psikologis terhadap Lomrah ini untuk mengetahui kondisi pelaku saat melakukan penganiayaan. Menurutnya ini langkah yang biasa dilakukan penyidik kepada pelaku pembunuhan balita di komplek perumahan di wilayah Kota Depok.

Untuk mengetahui kondisi pelaku ketika melakukan pembunuhan dan penganiayaan itu apakah kondisinya sehat atau tidak gitu secara psikologis, ucap Firdaus. Selama pemeriksaan, Lomrah bisa menjawab pertanyaan penyidik secara normal. Meski begitu, pemeriksaan psikologi tetap harus dilakukan.

Yah sejauh ini sebenarnya secara normatif sih enggak ada gangguan, pemeriksaan normatif dan keterangan ga plin plan, cuma memang ini salah satu langkah penyidik, tegas Firdaus. Pemeriksaan terhadap Lomrah dilaksanakan oleh penyidik Polresta Depok bersama psikolog dari P2TP2. Wawancara ini berlangsung selama satu jam dan dilanjutkan dengan observasi psikologis.

Lomrah menganiaya seorang bayi Mutia karena kesal karena bayi tersebut menangis terus menerus. Tangisan Mutia yang tidak kunjung berhenti membuat Lomrah emosi lalu menganiaya bayi mungil itu hingga meninggal dunia.

Kasus ini diketahui ketika pada hari Senin, ketika Lomrah hendak membawa bayi Mutia pergi ke Jakarta. Dia meminta diantar oleh sopir ojek online yang sedang mangkal di komplek tersebut, namun sopir itu menolak karena melihat bayi dalam kondisi pucat pasi dan tidak bergerak sama sekali.

Sopir yang curiga lalu memberitahukan kecurigaannya itu kepada tetangga di rumah korban di Perum Villa Santika, Rangkapan Jaya, Pancoranmas, Depok. Tetangganya memeriksa kondisi bayi dan saat itu diketahui bayi sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Lomrah lalu dilaporkan ke polisi. Dia dijerat dengan UU Perlindungan Anak.

Jumat, 08 Februari 2019

Polisi Berhasil Menggerebek Sindikat Prostitusi Online Via Line Live Show

Polisi Berhasil Menggerebek Sindikat Prostitusi Online Via Line Live Show

Polisi Berhasil Menggerebek Sindikat Prostitusi Online Via Line Live Show

AGEN POKER Polres Jakarta Barat berhasil membongkar sindikat prostitusi online dari grup pesan singkat LINE atau mereka beri nama Live Show via video. Lima orang admin grup atau muncikari diamankan jajaran Polres Jakarta Barat. Ada lima orang yaitu berinsial SH (23), ZJ (23), WN (23), HAM (23), dan RM.

Kami tangkap kelima orang tersebut di Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan beberapa hari lalu. Mereka mengatur transaksi prostitusi online dan penyedia perempuan-perempuan yang bisa dibooking oleh member grup dan menyiapkan lokasi transaksi, kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Edi Sitepu, dalam keterangannya, pada hari Senin.

Sindikat prostitusi online dari grup pesan LINE Live Show menjajakan model-model di bawah umur. Anggota grup ini 500 orang lebih dan dipatok bayaran hingga Rp 1 juta per bulan.

Sindikat ini menyediakan para perempuan dewasa hingga pelajar SMA untuk dijadikan sebagai pekerja seks komersial (PSK) via online. Grup itu menyediakan live video porno oleh model-modelnya. Model video itu adalah PSK yang bisa dibeli oleh anggota grup tersebut.

Talent atau model live show mesum itu terdapat anak di bawah umur yang masih tercatat sebagai pelajar SMA. Selain melayani live show mesum, anak di bawah umur yang menjadi talent atau ini juga melayani praktik prostitusi online yang dibooking melalui admin grup, ucap Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Edi Sitepu, dalam keterangannya, pada hari Senin.

Anggota grup sudah lebih dari 500 orang. Setiap anggota dipatok untuk membayar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per bulan untuk langganan LIVE SHOW tersebut. Untuk booking PSK sendiri, di luar dari biaya tersebut. Ada biaya lagi, ucap Edi Sitepu.

Sindikat prostitusi online di grup pesan LINE punya ruang khusus untuk menjajakan anak di bawah umur. Anak-anak di bawah umur itu dijajakan dalam grup LINE khusus TK Manjyaah.

SH (23), satu dari lima orang tersangka, menjadi admin di grup TK Manjyaah. Dia menyuplai video porno anak di bawah umur dan mengkoordinasi anak yang akan melakukan sex video call, phone sex, dan live show live melihat hubungan intim.

Saat mau live show, dia hubungi admin, admin umumkan di grup untuk yang mau bisa hubungi admin. Termasuk soal biaya yang harus dikeluarkan oleh member, ucap Kasat Reskrim AKBP Edi Suranta Sitepu kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jalan S Parman, Palmerah, Jakarta Barat, pada hari Senin.

Edi menjelaskan ada delapan grup yang dibuat oleh sindikat ini untuk menjalankan prostitusi online-nya. Grup-grup itu dibuat dengan tarif member dan tujuan yang berbeda. Member yang tergabung dalam grup untuk melihat video porno saja dikenai tarif Rp 200 ribu per bulan. Namun, untuk fasilitas tambahan, seperti video call sex, phone sex, dan live show dikenai tarif mulai Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per bulan.

Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat AKP Erick Sitepu menambahkan, anak-anak di bawah umur yang tergabung grup TK Manjyaah juga bisa diajak melakukan hubungan intim. Talent anak itu bisa menghubungi admin atau mengontak member yang tergabung dalam grup. Untuk BO (booking out) biayanya dari Rp 200 ribu sampai Rp 2,5 juta, ucap Erick.

Barang bukti yang disita yakni 4 unit ponsel, 5 buah akun grup LINE, 4 buah akun Official LINE, 30 lembar capture group LINE, 3 unit CPU, 3 unit laptop, dan 1 set perangkat lan dan Wifi.

Tersangka disangkakan Pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 ayat 1 UU nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik," ujar Edi.

Rabu, 06 Februari 2019

Tempat Ibadah Saat Imlek Ada 8 Daftar Kelenteng Di Indonesia

Tempat Ibadah Saat Imlek Ada 8 Daftar Kelenteng Di Indonesia

Tempat Ibadah Saat Imlek Ada 8 Daftar Kelenteng Di Indonesia

AGEN POKER Menjelang perayaan hari Imlek 2019 di Indonesia yang sudah di depan mata, di beberapa sudut kota seperti Jakarta hingga Kalimantan, Kelenteng dan Vihara sudah terlihat meriah. Biasanya sejak H-10 sebelum perayaan Imlek, berbagai kelenteng akan dipersiapkan dengan dekorasi menarik dan bersih-bersih kelenteng. Mulai dari pengecatan warna merah dan emas, pemasangan pernak-pernik khas Imlek hingga membuat berbagai macam barang yang akan digunakan untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2019.

Selain melihat kemeriahan di beberapa titik kelenteng yang ada di Indonesia, ternyata ada beberapa kelenteng yang menjadi pusat perayaan Imlek setiap tahunnya. Kelenteng ini masuk ke daftar kelenteng terbesar yang ada di Indonesia.

Dari sekian banyaknya klenteng di Indonesia, beberapa kelenteng di bawah ini menjadi kelenteng terbesar dan terbaik yang ada saat ini. Keindahan bukan hanya dilihat dari kemegahan bangunan saja, melainkan juga dari beberapa fasilitas yang disediakan. Mulai dari tempat istirahat, pusat kuliner dan oleh-oleh, hingga fasilitas mewah lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut daftar kelenteng di Indonesia terbesar dan terbaik:

1. Kelenteng Kwan Sing Bio di Tuban, Jawa Timur

Kelenteng Kwan Sing Bio merupakan satu di antara kelenteng yang ada di Indonesia dengan bangunan yang cukup megah dan halaman yang luas serta taman yang indah. Selain memiliki kemegahan dari segi arsitekturnya, kelenteng ini juga masuk sebagai kelenteng terbesar di Asia Tenggara.

Kelenteng ini memiliki luas sekitar 4 hektare. Selain itu fasilitas yang disediakan di dalamnya juga tergolong sangat lengkap, mulai dari pusat kuliner dan oleh-oleh khas China, tempat untuk istirahat, area parkir yang memadai, dan masih banyak lagi. Untuk lokasinya sendiri berada di Jl. RE Martadinata, Karangsari, Tuban, Jawa Timur.

2. Kelenteng Tay Kak Sie di Semarang, Jawa Tengah

Kelenteng Tay Kak Sie menjadi kelenteng yang sangat populer untuk kalangan masyarakat di daerah Semarang, Jawa Tengah. Selain memiliki bangunan yang tergolong luas, kelenteng ini juga ramai setiap harinya bagi umat budha yang ingin berdoa disini. Bahkan di setiap menjelang perayaan Tahun Baru Imlek banyak umat yang sembayang atau untuk berdoa di sini, kelenteng ini dihias oleh umat kelenteng sedemikian rupa dengan berbagai pernak-pernik khas Imlek.

Yang lebih uniknya lagi, kelenteng ini memiliki banyak simbol dan ornamen yang sengaja dibuat seperti abad ke-19. Sehingga selain bisa melihat berbagai sejarah di abad ke-19, pengunjung juga bisa melihat replika kapal Laksamana Cheng Ho yang ada di gerbang pintu masuk utama.

3. Kelenteng Tri Dharma Candra Nadi di Palembang, Sumatera Selatan

Kelenteng Tri Dharma Candra Nadi merupakan kelenteng pertama yang dibangun di Palembang. Dulunya kelenteng ini menjadi pusat pengobatan yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bahkan hingga saat ini kelenteng Tri Dharma Candra Nadi juga dipercaya sebagai kelenteng yang mampu menyembuhkan penyakit oleh masyarakat sekitar.

Untuk pengunjung yang ingin datang ke kelenteng ini, lokasinya berada di Jl Perikanan No 10 Ulu, Palembang, Sumatera Selatan. Setiap pengunjung yang datang ke kelenteng ini dapat menikmati keindahan bangunan dengan menggunakan perahu getek yang telah disediakan. Bahkan di setiap perayaan Imlek, kelenteng ini juga dihias dengan berbagai ornamen khas Imlek dengan semarak kemeriahan dibalut dengan warna merah keemasan.

4. Kelenteng Surga Neraka di Singkawang, Kalimantan Barat

Mendengar namanya saja orang sudah dibuat penasaran dengan bangunan kelenteng satu ini. Mengapa tidak? Sebagai salah satu bangunan kelenteng terbesar di Kalimantan Barat, Kelenteng Surga Neraka ini juga menjadi pusat beribadah orang Tionghoa yang ada di daerah Singkawang, Kalimantan.

Untuk lokasi Kelenteng terletak di Kampung Sempalit, yaitu sekitar 12 km dari pusat kota Singkawang. Di kelenteng ini pengunjung dapat melihat patung dewa-dewi yang menjadi kepercayaan orang Tionghoa sebagai dewa yang ada di surga dan neraka. Selain itu, kelenteng ini juga memiliki bangunan berupa relief naga yang sangat besar dan keren.

5. Kelenteng Cu An Kiong di Rembang, Jawa Tengah

Kelenteng Cu An Kiong menjadi kelenteng yang cukup unik di Jawa Tengah. Pasalnya, selain memiliki bangunan yang terbuat dari ukiran kayu berwarna-warni, kelenteng ini juga merupakan bangunan yang cukup megah dan luas.

Di kelenteng ini pengunjung dapat melihat sebuah altar yang digunakan Makco Tian Siang Sing Bo, yatu dewi laut yang menjadi kepercayaan orang Tionghoa. Namun pengunjung tidak diizinkan masuk ke area utama dan hanya bisa melihatnya dari luar. Untuk lokasinya sendiri terletak di Jl. Dasun No. 19 Soditan, Kab. Rembang, Jawa Tengah.

6. Kelenteng Xian Ma di Rembang, Jawa Tengah

Masih berada di daerah Rembang, Jawa Tengah, kita bisa melihat kelenteng terbaik yang ada di sana. Kelenteng Xian Ma menjadi salah satu kelenteng yang ada di Jawa Tengah yang cukup ramai dikunjungi masyarakat sekitar. Selain menjadi pusat beribadah keturunan Tionghoa, kelenteng ini juga memiliki bangunan yang cukup khas.

Kelenteng dibangun dengan 6 lantai utama. Bahkan jika dilihat dari luar kelenteng, kelenteng ini mirip dengan bangunan ruko megah. Selain itu, di kelenteng ini pengunjung juga dapat melihat berbagai patung dewa yang ada di setiap lantainya. Yang lebih spesialnya lagi, kelenteng ini akan dihias sedemikian rupa untuk menyambut perayaan Imlek setiap tahunnya.

7. Kelenteng Hok Tiek Hian di Surabaya, Jawa Timur

Selain terkenal sebagai kotanya sejarah, Surabaya juga memiliki salah satu bangunan kuno berupa Kelenteng Hok Tiek Hian. Kelenteng tertua di Surabaya ini menjadi pusat beribadah orang Tionghoa. Selain menjadi salah satu kelenteng terbesar di Indonesia, Hok Tiek Hian juga menjadi bangunan kuno khas sejarah orang Tionghoa zaman dulu.

Kelenteng yang berlokasi di Jalan Dukuh nomor 21 Surabaya ini dulunya dibangun oleh tentara Tartar yang ada di zaman Kaisar Ku Bi Lai Khan. Kelenteng ini memiliki 7 bangunan pagoda yang menjadi ciri khas bangunan orang Tionghoa zaman dulu.  Selain digunakan sebagai pusat beribadah orang Tionghoa, kelenteng ini juga menjadi pusat wisata yang ada di Surabaya. Tak heran jika bangunan ini selalu ramai akan pengunjung setiap harinya.

8. Kelenteng Kim Tek Le di Jakarta Barat

Kelenteng Kim Tek Le menjadi satu-satunya kelenteng tertua di Jakarta. Kelenteng ini pertama dibangun pada tahun 1650 sebelum perang dunia II. Selain menjadi kelenteng dengan bangunan kuno, kelenteng Kim Tek Le juga menjadi pusatnya orang Tionghoa untuk melakukan ibadah hingga saat ini.

Bahkan di hari-hari menjelang perayaan Imlek seperti ini, kelenteng ini juga diramaikan dengan berbagai ornamen untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Kita bisa berkunjung ke kelenteng di Jakarta ini yang berlokasi di Jl. Kemenangan 3, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat.

Itulah daftar 8 klenteng terbesar di Indonesia. Biasanya mendekati perayaan Imlek seperti saat ini, tentu berbagai Kelenteng di atas telah menyiapkan segala kebutuhan untuk menyambut Tahun Baru yang kental dengan ciri khas angpau, Gong Xi Fa Cai, dan barongsai ini.

Selasa, 05 Februari 2019

Indonesia Tidak Bolehkan Para Pencari Suaka Mencari Bekerja

Indonesia Tidak Bolehkan Para Pencari Suaka Mencari Bekerja

Indonesia Tidak Bolehkan Para Pencari Suaka Mencari Bekerja

AGEN POKER Para pencari suaka saat ini sedang di pengungsi dari sejumlah negara yang nongkrong sepanjang hari di pinggir Jalan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat. Ini bukan karena mereka malas, tapi mereka memang tak diperbolehkan bekerja di wilayah Indonesia. Kebanyakan dari mereka hanya termangu di pinggir jalan, sambil membawa payung atau duduk di atas tikar. Puluhan pengungsi dari Afganistan, Sudan, Somalia, dan Irak ini teramati berada di sekitar Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta.

Ini dia yang pengungsi yang mencari suaka bernama Abdul Zabi (29) memegang payung biru sambil bersila di trotoar yang tak jauh dari toilet umum. Di depannya, angkot melaju meninggalkan asap, disusul kendaraan-kendaraan lainnya. Lalu lintas sedang ramai pada hari Selasa siang. Abdul berharap ada dermawan di antara banyak orang yang berlalu lalang itu untuk menolong mereka untuk makan.

Sehari-hari duduk di jalan. Kalau hujan, pindah ke sana, kata Zabi kepada seorang wartawan sambil menunjuk ke teras toko di seberang. Dia mengaku sering mendapat nasi bungkus dari warga, meski tidak bisa dibilang rutin. Cara hidup seperti ini terpaksa dia jalani karena dia tak punya pilihan. Dia tak diperbolehkan bekerja secara legal di Indonesia. Kerja tidak boleh. Di Indonesia ada banyak orang juga ya, di sini tidak boleh, kata Zabi. Maka satu-satunya cara bertahan hidup adalah lewat bantuan yang sampai ke tangannya. Dia hidup di Indonesia bersama istri dan dua putra kecilnya.

Kondisi yang memaksanya menjadi mirip pengemis ini membuatnya ingin segera menuju tanah impian, yakni negara pihak ketiga yang menerima para pengungsi, seperti Kanada, Selandia Baru, atau Australia. Negara-negara itu meratifikasi Konvensi PBB mengenai Status Pengungsi Tahun 1951 dan Protokol mengenai Status Pengungsi 31 Januari 1967. Indonesia tidak termasuk salah satu negara yang meratifikasi konvensi. Indonesia hanyalah negara transit yang berbaik hati.

Saya mau ke Kanada, New Zealand, Australia. Jadi di Indonesia transit. Mungkin saya bisa di sini 4 tahun, 5 tahun, 6 tahun, tuturnya. Zabi bertutur dalam bahasa Indonesia yang belum sempurna. Dia belajar bahasa Indonesia secara otodidak di jalanan ini sejak kedatangan pertama kali pada Februari 2018.

Kini yang bisa dilakukan mantan sopir taksi ini adalah menunggu diregistrasi oleh petugas IOM (Organisasi Internasional untuk Migrasi). Bila sudah diregistrasi, paling tidak dia bisa hidup layak di penampungan dan hari-hari keluarganya lebih terjamin. Entah kapan dia dan keluarganya akan diregistrasi IOM. Harapan Zabi sebenarnya sempat mengkerut setelah tahu Australia menghentikan dana bantuan bagi pengungsi di Indonesia.

Dilansir The Guardian, Australia menghentikan pendanaan pengungsi yang menunggu di Indonesia. Kebijakan Australia itu berlaku sejak tanggal 15 Maret 2018. Sebelumnya, anggaran untuk pengungsi dari Australia diurus oleh Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan (DIBP) Australia lewat IOM dan akhirnya sampai di Indonesia.

Kini dia sedikit bernapas lega, paling tidak istri dan kedua anaknya, masing-masing usia 1,3 tahun dan 3 tahun, bisa tinggal di kontrakan yang dibiayai lembaga swadaya masyarakat Selasih. Satu kontrakan diisi lima keluarga. Adapun dia sendiri tidur di jalan di bawah tenda terpal biru yang didirikan para pengungsi tiap malam hari di dekat Rudenim Jakarta ini.

Peperangan-lah yang mendorong Abdul Zabi sekeluarga hijrah dari Kabul ke Jakarta. Bukan hanya Zabi, rata-rata pengungsi di sini berlatar belakang masyarakat korban perang dengan berbagai bentuk konflik yang tak sederhana. Pindah karena perang, Taliban. Bomb blast! ujar Zabi.

Cara hidup berharap dari kedermawanan orang-orang juga dilakoni oleh pengungsi Afganistan lain bernama Ahmad Zakaria (32), bapak yang membawa istri dan putri usia 2 tahun ke Jakarta. Duitnya sudah habis, terpaksa dia meninggalkan kontrakan sewaan dan turun ke jalanan.

Setiap hari kami di sini, karena menurut hukum di Indonesia, kami sebagai pengungsi tidak boleh bekerja. Jadi kami hanya duduk-duduk seharian. Kami tidak punya pilihan kecuali duduk disini, untuk mendapatkan makanan, minuman, kata Zakaria dalam bahasa Inggris. Soal bahasa Inggrisnya yang lumayan, dia mengaku sempat bersekolah di India. Dulu dia bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta di ibu kota Afganistan, Kabul. Dulu saya bekerja di kantor, ucap Zakaria sambil merana di trotoar depan Rudenim.

Ada pria yang lebih muda, Ali namanya. Dia baru berusia 22 tahun. Selain tak bisa bekerja, dia juga tak bisa sekolah. Saat keluarganya mengungsi dari peperangan di Ghazni, tiga tahun lalu, dia masih bersekolah setingkat SMA. Kini dia hanya berharap pemerintah Indonesia, UNHCR, atau IOM memberi kemudahan bekerja dan bersekolah bagi pengungsi.

Andai saja mereka bisa memberikan itu, dan juga sedikit makanan dan minuman, karena kami tidak bisa bekerja di sini, tidak bisa belajar, makanya kami selalu di pinggir jalan seperti ini. Kami tidak bisa melakukan apa pun di sini, kata Ali, yang meminta wajahnya tak difoto.

Dalam Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor: IMI-1489.UM.08.05 Tahun 2010 tanggal 17 September 2010, terdapat aturan perihal aktivitas bekerja bagi pengungsi. Lampiran itu memuat Surat Pernyataan Pengungsi yang harus ditandatangani pengungsi yang bersertifikat UNHCR. Poin keempat mengatur: mereka tidak boleh bekerja.

Pengungsi harus taat terhadap peraturan yang berlaku di Indonesia, termasuk tidak boleh mencari kerja, melakukan kegiatan yang berhubungan dengan mendapatkan upah, mengendarai kendaraan tanpa surat izin mengemudi, serta menjaga ketertiban lingkungan sekitarnya, demikian bunyi poin keempat Surat Pernyataan Pengungsi tersebut.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...