Minggu, 04 November 2018

Jagung Indonesia Akan Diimpor Hingga 100.000 Ton

Jagung Indonesia Akan Diimpor Hingga 100.000 Ton

https://newskorandays.blogspot.com/2018/11/jagung-indonesia-akan-diimpor-hingga.html


AGEN POKER Pemerintah Indonesia akan mengimpor pertanian jagung Indonesia untuk pakan ternak hingga akhir tahun. Jumlah jagung yang bakal diimpor sekitar 50 ribu hingga 100 ribu ton. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Ketut Diarmita mengatakan, impor akan dilakukan secepatnya guna kelancaran ekonimi Indonesia.

50 ribu-100 ribu ton. Tahun ini? Sekarang ini, secepatnya, makin cepat makin baik, kata Ketut usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, pada hari Jumat (2/11/2018).

Untuk impor ini, Kementerian BUMN akan memberikan penugasan kepada Perum Bulog. Bulog, kata Ketut, yang mengeksekusi impor tersebut. Artinya Bulog ditugaskan Menteri BUMN sudah seperti itu aturannya, terang Ketut.

Ketut menambahkan impor dilakukan karena harga jagung tinggi. Jagung kan mahal nih, supaya biar terjangkau misalnya harganya sampai Rp 4.000 per kg kan sesuai HPP maka diintervensi, ujarnya.

Beberapa pejabat yang ikut dalam rapat sendiri enggan berkomentar banyak soal hasil rapat antara Menteri BUMN, Menteri Perdagangan dan Perum Bulog. Beberapa yang hadir di antaranya Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.

Sementara itu, Budi Waseso yang ditanya soal hasil rapat enggan memberikan penjelasan rinci. Pria yang biasa dipanggil Buwas itu hanya mengatakan rapat membahas soal kebutuhan jagung. Hanya bicara menyikapi kebutuhan jagung petani itu saja, kata Buwas.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pemerintah menjaga harga jagung karena saat ini ada pergeseran dimana perusahaan biasanya mengimpor gandum untuk ternak, kini membeli jagung dari petani.

Jagung harus dijaga, khusunya untuk peternak, sekarang memang ada pergeseran karena ada biasanya kita impor gandum untuk ternak, sampai hari ini nggak ada. Ada pergeseran perusahaan-perusahaan tertentu membeli jagung ke petani. Sehingga jagung, harga naik. Insyah Allah dalam waktu dekat kita atasi. Kemudian kita tahu masalah jagung dulu kita impor 3,5 ton, hari ini ekspor 370 ribu ton sampai hari ini, kata Menteri Pertanian Arman Sulaiman usai rapat koordinasi pangan di Kementerian Koordinator Perekonomian, pada hari Jumat (2/11/2018).

Arman tak menyinggung masalah impor untuk memenuhi kebutuhan pertenakan. Dia hanya mengatakan akan mencarikan jagung untuk memenuhi kebutuhan peternakan. Peternakan sudah siapkan carikan jagung bagaimana caranya peternak kecil kita harus perhatikan mereka, ujarnya.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso enggan berkomentar terkait hasil rapat yang di bahas dalam rapat tersebut. Saat ditanya awak media, pria yang akrab disapa Buwas mengatakan, hasil rapat akan disampaikan Menteri Koordinator ( Menko) Perekonomian Darmin Nasution.

Hanya bicara menyikapi kebutuhan jagung petani itu saja. Itu jadi satu saja (Menko), sudah kesepakatan, ujar Buwas. Senada, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita juga enggan berkomentar soal hasil rapat. Dia bilang, hasil rapat akan disampaikan Menko Perekonomian Darmin Nasution. Saya dilarang bicara karena sudah dibicarakan Pak Menko, tutupnya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Ketut Diarmita menambahkan impor jagung untuk pakan ternak akan dilakukan secepatnya. 50 ribu-100 ribu ton. (Tahun ini?) Sekarang ini, secepatnya, makin cepat makin baik, kata Ketut usai rapat koordinasi pangan di kantor Menko Perekonomian.

Sabtu, 03 November 2018

Tawuran Di Jakarta Selatan Tewaskan Pelajar Dan 8 Orang Jadi Tersangka

Tawuran Di Jakarta Selatan Tewaskan Pelajar Dan 8 Orang Jadi Tersangka

https://newskorandays.blogspot.com/2018/11/tawuran-di-jakarta-selatan-tewaskan.html


Sebuah Tim Polsek Pesanggrahan kembali menangkap 4 orang pelajar yang terkait tawuran yang menyebabkan seorang pelajar bernama Muhammad Kindy (17) meninggal dunia ditempat karena luka bacok. Total ada 8 orang yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Total semua ada 8 orang tersangka, kata Kapolsek Pesanggrahan Kompol Maulana dalam keterangannya, pada hari Kamis (1/11/2018).

Delapan orang pelajar yang menjadi tersangka yaitu, FR (16), RAS (16), RD (17), BWTRS (16), MFN (17), MF (19), BRM (16), dan RI (16). Mereka semua mempunyai peran yang berbeda-beda dalam tawuran tersebut.

FR berperan membacok bagian punggung korban dengan parang. RAS berperan melukai leher dan punggung dengan sabuk gir. RD berperan melukai bagian punggung dengan golok. BWTRS berperan memukul korban sampai terjatuh dan MFN berperan menendang korban biar tidak bangun. Sedangkan ketiga lagi MF, BRM dan RI kepemilikan sajam saat tawuran namun tidak mengenai sasaran itu saja, ujar Maulana.

Menurut Maulana, tawuran antar pelajar itu dipicu oleh adanya tantangan di Instagram. Selain menewaskan Kindy, tawuran juga menyebabkan dua orang pelajar lain bernama Riko Ferdiansyah dan Artur Alamsyah mengalami luka sangat berat.

Bahwa anak murid sekolah gabungan dari sekolah SMK AVERUZ Pondok Pinang Kebayoran Lama dan SMA SASMITA Pamulang Tangerang Selatan merencanakan tawuran dengan anak murid dari gabungan sekolah SMA Negeri 12 Tangerang, SMA 5 Tangerang, SMK Budi Mulia, SMA dan SMK Mega Bangsa melalui akun Instagram tidak resmi sekolah SMK Averuz dan SMA 12 Tangerang di kolong tol Deplu Raya Bintaro, Pesanggrahan, Jaksel. Kejadian tawuran berlangsung kurang lebih 10 menit tepat pukul pukul 22.00 WIB, pada hari Rabu (31/10/2018), ujarnya.

Para tersangka akan dijerat dengan pasal 170 KUHP juncto UU darurat 1951 sajam. Barang bukti yang diamankan dalam tawuran tersebut antara lain 26 buah ponsel milik tersangka, 4 buah celurit, satu buah mandau, satu buah pedang, satu buah gergaji sisir, dan 12 unit sepeda motor milik tersangka.

Fransiskus Bikin Video Sebelum Tembaki Istri Dan 2 Anaknya Serta Pamitan Di Gruop WhatsApp

Fransiskus Bikin Video Sebelum Tembaki Istri Dan 2 Anaknya Serta Pamitan Di Gruop WhatsApp

https://newskorandays.blogspot.com/2018/11/fransiskus-bikin-video-sebelum-tembaki.html


AGEN POKER Sang istri dan dua anaknya serta dua anjingnya pun ikut dibunuh oleh Fransiskus Ong dengan cara ditembak kepalanya. Setelah itu, ia bunuh diri dengan cara menembak kepalanya. Sebelum melakukan aksi biadabnya, ia sempat membikin video. Apa isinya? Dalam video itu, Ong mengaku dirinya sudah tidak sanggup lagi menanggung beban utang-utangnya. Termasuk harus meninggalkan keluarganya di dunia karena utang yang menumpuk karena dia. Dalam video itu, Ong menyatakan:

Saya tidak rela meninggalkan anak dan istri saya di dunia ini. Kami akan kumpul lagi di kehidupan berikutnya, karena jika saya tinggalkan mereka akan jadi beban berat dan berat. Hal itu sebagimana diceritakan Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain kepada sejumlah wartawan, pada hari Selasa (30/10/2018).

Ada juga kalimat terakhir 'maafkan saya, maafkan saya, maafkan saya' yang terus diulang sebanyak tiga kali sebagai salah satu pernyataan yang mendalam sebelum dia bunuh istri dan anaknya, sambung Kapolda Sumsel. Selain pernyataan utang, tim gabungan Polresta Palembang dan Polda Sumsel turut menemukan adanya motif lain dan jadi alasan bunuh diri. Di mana sang istri diketahui sudah beberapa kali meminta gugat cerai.

Menurut Kasat sesungguhnya ini tidak hanya soal tekanan keuangan saja, tapi ada juga gugatan cerai dari istri. Ini kita dapat dari bukti dan ketetangan saksi, tutup Zulkarnain. Sebagaimana diketahui, warga di Jalan Said Toyib, Kompleks Villa Kebun Sirih, Palembang, mendadak heboh setelah adanya penemuan satu keluarga yang tewas. Korban ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu pembantunya, Dewi, akan membangunkan Ketty dan Rafael saat sarapan dan berangkat sekolah.

Sebagai kepala keluarga, Fransiskus Ong, sempat mengirim pesan di grup WhatsApp (GWA) sebelum melakukan aksi biadabnya itu kepada istri dan dua anaknya. Untuk kasus ini, sudah fix itu pembunuhan, seperti yang disampaikan oleh Kapolda Sumsel. Ini murni bunuh diri. Untuk motif apa, ya ada beberapa hasil olah TKP lapangan, ujar Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi saat dimintai konfirmasi oleh wartawan, pada hari Selasa (30/10/2018).

Sebelum menembak mati istri dan kedua anaknya, Frans diketahui sempat mengirim beberapa pesan. Di salah satunya di grup WhatsApp miliknya kepada teman-temannya. Memang dia sempat kirim pesan di grup WhatsApp komunitas dini hari. Di dalam pesan itu Frans minta maaf, bilang sama teman-temannya agar mengenang yang baiknya saja kepada saya, kata Yon Edi.

Berikut adalah pesan yang disampaikan Fransiskus di grup WhatsApp sebelum mengeksekusi istri dan kedua anaknya:

Maafkan aku..Teman teman.. Kenanglah kebaikanku saja.. Jangan membicarakan kejelekanku, jalan kalian masih panjang. Dua jam berlalu, pesan Fransiskus pun dibalas oleh beberapa temanya. Mereka mempertanyakan maksud Frans menulis pesan tersebut.

Ngomong apa kau mat jam 3 fajar, kata salah satu temannya. Amat yang dimaksud adalah Fransiskus Xaverius Ong, itu nama panggilan Frans oleh teman-teman dekat dan komunitas, kata Yon Edi.

Tidak hanya itu, beberapa pesan singkat diketahui turut disampaikan Frans lewat video saat menghadiri acara ulang tahun temannya. Pria 24 tahun itu mengatakan belum tahun kapan lagi bisa berkumpul dengan sahabatnya.

Video acara ulang tahun itu juga Frans yang buat tanggal 23 Oktober. Di dalam video dia bilang belum tahu kapan bisa kumpul lagi, tutup Yon Edi. Sebagaimana diketahui, warga Jalan Said Toyib, Kompleks Villa Kebun Sirih, Palembang, mendadak heboh setelah adanya penemuan satu keluarga yang tewas.

Korban ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu pembantunya, Dewi, akan membangunkan Ketty dan Rafael saat sarapan dan berangkat sekolah.

Dari serangkaian olah TKP, Satreskrim Polresta dan Polda Sumsel memastikan Fransiskus-lah yang menembak mati anak dan istrinya. Polisi pun rencananya akan menutup kasus tewasnya satu keluarga yang ditemukan dengan luka tembak itu.

Isak tangis keluarga pecah dalam proses kremasi itu. Dari pantauan wartawan ditempat kremasi, proses kremasi dilakukan di Krematorium Sampurna Kompleks TPU Talang Kerikil, Kemuning, Palembang. Terlihat perwakilan keluarga dari pihak Fransiskus (45) dan Margareth (43).

Proses kremasi satu keluarga dilakukan 2 kali. Pertama, jenazah Fransiskus dan Rafael. Sedangkan tahap kedua, jenazah Margareth dan Ketty. Untuk tahap pertama, kremasi dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Sedangkan tahap kedua dilakukan mulai pukul 15.30 WIB. Proses kremasi atau pembakaran berlangsung selama 4 jam sebelum akhirnya menjadi abu.

Keluarga yang hadir menangis saat jenazah dua keluarganya tiba di Krematorium Sampurna. Isak tangisan keluarga semakin pecah saat jenazah Margaret dan Ketty dimasukkan ke pembakaran atau oven. Untuk kremasi Fransiskus dan Rafael tadi sudah selesai, abunya ada dalam guci. Sedangkan untuk yang dua yang baru masuk, Margareth dan Ketty, pagi besok baru bisa diambil, kata pengurus Krematorium Sampurna, Darwis, di sela proses kremasi, pada hari Jumat (26/10/2018).

Proses kremasi sendiri sebenarnya memakan waktu hingga 10 jam. Namun kremasi Fransiskus dan Rafael dipercepat karena akan dilakukan kremasi tahap kedua. Sebenarnya kalau proses alamiah bisa sampai 10 jam. Proses pendinginan itu lebih lama dari proses kremasi hanya 4 jam. Tadi dipercepat karena ada tahap kedua dan mereka satu keluarga juga, kata Darwis.

Setelah proses kremasi selesai, abu satu keluarga ini akan dilarungkan di kawasan Pulau Kemaro, Kalidoni, Palembang. Tapi keluarga lebih dulu melakukan proses doa. Keluarga sudah sepakat, artinya abu ini dilarungkan seluruhnya di Pulau Kemaro. Tidak ada yang disimpan, semua dibawa untuk dilarungkan di sana besok sekitar pukul 08.00 WIB, tutupnya.

Jumat, 02 November 2018

Terungkap Perselingkuhan Istri Berujung Penggal Kepala Suami

Terungkap Perselingkuhan Istri Berujung Penggal Kepala Suami 

https://newskorandays.blogspot.com/2018/11/terungkap-perselingkuhan-istri-berujung.html


Kepala sekaligus nyawa Alim Nurlatu hilang karena dipenggal selingkuhan istrinya. Nola Labutal, istri kedua Alim, menyuruh selingkuhannya, yaitu Maujana Nurlatu, melakukan tindakan kriminal itu.

Pembunuhan yang sebelumnya dirancang Nola-Maujana itu terjadi Desa Wailikut, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku, pada hari Minggu (28/10/2018) dini hari. Bertempat di rumah bapak Ali Nurlatu telah terjadi tindak pidana pembunuhan dengan korban atas nama Alim Nurlatu alias Istiar Nurlatu, beralamat di Desa Waelikut, pekerjaan petani, ujar Kapolres Pulau Buru AKBP Adityanto Budi Satrio saat dimintai konfirmasi oleh wartawan.

Polres Pulau Buru menetapkan dua tersangka sebagai pemenggal kepala Alim Nurlatu suami dari tersangka. Dua orang tersangka itu adalah istri korban, NL, dan seorang pemuda, JM. Sudah ditetapkan sebagai tersangka, ada dua orang yang terlibat, termasuk istri korban (NL), yang berperan dalam tindak pidana, ujar Kapolres Pulau Buru AKBP Adityanto B Satrio saat dihubungi oleh sejumlah wartawan, pada hari Senin (29/10/2018).

Kepala Alim Nurlatu yang dipenggal lalu ditemukan di sungai yang tidak jauh dari rumahnya. Keduanya merencanakan pemenggalan itu lantaran takut perselingkuhan mereka terbongkar. Perselingkuhan antara Nola dan Maujana telah berjalan selama satu tahun.

Bagaimana kronologi pembunuhan itu? Adityanto mengatakan semua berawal saat Maujana menelepon Nola dan mengaku sangat ketakutan apabila Alim mengetahui perselingkuhannya karena mereka berhubungan intim sebanyak tujuh kali. Daripada ketahuan dan mereka takut dibunuh, satu di antara mereka berencana membunuh Alim. Panggilan telepon itu dilancarkan pada 24 Oktober 2018.

Pada 27 Oktober, atau berselang 3 hari, Maujana menelepon Nola lagi untuk merencanakan pembunuhan yang akan dilakukan pada Minggu dini hari. Maujana menyatakan, setelah korban tertidur, Nola diminta menghubunginya.

Satrio menjelaskan NL menghubungi JM melalui ponsel. Kemudian JM melakukan eksekusi saat korban sedang tidur. JM membungkus kepala Alim supaya darahnya tidak berceceran. Istri menelepon JM pada pukul 02.00 WITA. Kepala korban dibungkus dan dibawa kabur melalui pintu belakang korban. Untuk motifnya, diduga istri korban selingkuh dengan tersangka, ujarnya.

Polisi mengamankan barang bukti berupa ponsel NL yang ditemukan di sekitar mayat. Polisi juga mengamankan parang yang bersimbah di luar rumah korban. Hingga kini polisi masih mencari kepala korban yang hilang. Diduga kepala tersebut ditanam oleh tersangka. Jenazah Alim saat ini berada di Rumah Sakit Namrole.

Sebagaimana diketahui, Alim ditemukan tewas di rumahnya di Desa Waelikut, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, pada hari Minggu (28/10) dini hari, sekitar pukul 03.30 WITA. Nola menelepon Maujana dan mengatakan suaminya telah tidur. Maujana datang ke rumah Alim melalui Jendela, dengan sengaja Nola membuka jendela samping sebagai akses masuk dan keluar pelaku, Maujana masuk ke ruang tengah dan masuk ke kamar Alim yang sedang tidur. Pelaku langsung memenggal kepala saat korban sedang tertidur lelap. Nola membantu Maujana membereskan mayat itu. Kepala Alim ditenteng Maujana dan dibuang ke sungai.

Kisah Perjalanan Lion Air PK-LQP Sebelum Jatuh

Kisah Perjalanan Lion Air PK-LQP Sebelum Jatuh

https://newskorandays.blogspot.com/2018/11/kisah-perjalanan-lion-air-pk-lqp.html


AGEN POKER Kondisi perjalanan pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang menjadi salah satu hal yang diselidiki Komite Nasional Kesalamatan Transportasi (KNKT). Pesawat ini berlalu lalang dari Jakarta hingga China dalam 10 hari terakhir dengan durasi delay yang makin parah di tiga hari terakhir. Penerbangan Lion Air JT 610 Jakartap-Pangkalpinang pada hari Senin (29/10/2018) menggunakan pesawat Boeing 737 MAX 8 dengan nomor registrasi PK-LQP. Dinas Perhubungan Udara mengecek riwayat penerbangan pesawat PK-LQP yang dilacak di situs Flight Radar 24.

Flight Radar 24 adalah situs pelacakan penerbangan global yang menyediakan informasi penerbangan secara real-time. Data yang ditampilkan bukanlah data resmi dari otoritas yang berwenang.

Dari data di Flight Radar24 memperlihatkan nomor registrasi pesawat, tipe pesawat dan maskapai yang menerbangkan hingga rute dan nomor penerbangan. Flight Radar24 juga menunjukkan jadwal keberangkatan (scheduled time of departure/STD) dan waktu keberangkatan yang sebenarnya (actual time of departure/ATD). Seperti diketahui, pesawat tidak selalu terbang sesuai jadwal.

Dari data yang terlacak, penerbangan Lion Air PK-LQP tidak selalu tepat waktu. Ketika sedang mengecek jadwal pesawat Lion Air PK-LQP selama 10 hari terakhir. Di 7 hari awal, pesawat ini hanya delay beberapa menit hingga 1 jam. Namun di tiga hari terakhir, pesawat PK-LQP mengalami delay beberapa kali yang mana delay tersebut durasinya makin lama.

Seperti diketahui, ada macam-macam penyebab jadwal penerbangan mundur atau delay. Delay bisa karena cuaca, masalah di pesawat, pesawat belum tiba dari penerbangan sebelumnya, hingga alasan-alasan lain yang tidak terduga.

Berikut riwayat penerbangan Lion Air PK-LQP pada 20-29 Oktober 2018 atau 10 hari sebelum jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP:

20 Oktober 2018

Lion Air PK-LQP Jayapura-Merauke terbang pukul 07.00 WIT dan mendarat pukul 08.52 WIT. Pesawat lanjut terbang Merauke-Jayapura dan sempat delay selama 48 menit.

Dari Jayapura, Lion Air PK-LQP terbang ke Makassar pukul 11.00 WIT dan mendarat pukul 13.48 WIT. Dari Makassar, Lion Air PK-LQP terbang ke Jakarta pukul 15.33 WIT atau 13 menit mundur dari jadwal yang seharusnya.

Lion Air PK-LQP terbang Jakarta-Banjarmasin lalu dijadwalkan terbang pukul 16.40 WIB namun delay 58 menit. Dari Banjarmasin, PK-LQP kembali ke Jakarta namun delay 1 jam 1 menit. Kemudian, ada 1 kolom yang tertulis 'unknown' di Flight Radar24.

21 Oktober 2018

Lion Air PK-LQP terbang Jakarta-Tarakan pukul 05.02 WIB atau lewat 2 menit dari jadwal. Dari Tarakan, pesawat lanjut terbang ke Surabaya 2 menit lebih cepat dari jadwal. Dari Surabaya, pesawat terbang ke Banjarmasin pukul 12.07 WIB atau mundur 30 menit dari jadwal. Kembali ke Surabaya, pesawat delay 20 menit.

Lion Air PK-LQP terbang dari Surabaya ke Tarakan pukul 16.12 WIB atau delay 57 menit. Dari Tarakan, pesawat terbang ke Jakarta dengan delay 35 menit lalu 'menginap di Jakarta.

22 Oktober 2018

Lion Air PK-LQP terbang dari Jakarta-Tarakan pada pukul 05.20 WIB atau delay 20 menit dari jadwal. Dari Tarakan, pesawat terbang ke Surabaya dengan waktu penerbangan mundur 4 menit dari jadwal. Pesawat lanjut terbang dengan rute Surabaya-Banjarmasin-Surabaya. Penerbangan sempat delay 13 menit dan 24 menit.

Pada sore hari, Lion Air PK-LQP terbang dari Surabaya ke Tarakan dengan delay 40 menit dan lanjut dari Tarakan ke Jakarta dan delay 25 menit. Pesawat kemudian bermalam di Jakarta.

23 Oktober 2018

Pada pukul 06.30 WIB, pesawat PK-LQP seharusnya terbang dari Jakarta ke Bandar Lampung namun mundur 23 menit. Saat perjalanan kembali ke Jakarta, pesawat sempat delay 28 menit. Pesawat PK-LQP lanjut menjalani rute Jakarta-Balikpapan-Jakarta. Saat itu, pesawat sempat delay namun kurang dari 1 jam.

Pada sore hari, PK-LQP terbang dari Jakarta ke Denpasar dengan delay 18 menit lalu berlanjut dari Denpasar ke Chongqing, China. Pesawat sempat delay 29 menit.

24 Oktober 2018

Di hari tersebut, pesawat PK-LQP hanya melayani dua kali penerbangan yaitu rute Chongqing-Denpasar dan Denpasar-Tianjin. Penerbangan pertama sempat delay 31 menit sementara penerbangan kedua hanya mundur 1 menit dari jadwal yang ditentukan.

25 Oktober 2018

Pada dini hari, PK-LQP berangkat dari Tianjin ke Denpasar hanya 3 menit mundur dari jadwal. Pesawat kemudian PP Denpasar-Surabaya-Denpasar dengan delay 27 menit dan 40 menit. Dari Denpasar, PK-LQP kembali terbang ke China tepatnya ke Shanghai pada 19.37 WITA atau mundur 17 menit. Pesawat kemudian menginap di Shanghai.

26 Oktober 2018

Pada dini hari, Lion Air PK-LQP terbang dengan rute Shanghai-Denpasar pada pukul 03.02 waktu setempat atau mundur 7 menit dari jadwal. Mendarat di Denpasar pukul 09.03 WITa, pesawat lalu melanjutkan penerbangan ke Manado. Pesawat dijadwalkan untuk terbang (scheduled time departure/STD) pada pukul 09.55 WITa namun baru terbang (actual time departure/ATD) pada 13.38 WITa. Itu berarti pesawat delay sekitar 3,5 jam.

Pesawat lalu mendarat di Manado pada 15.51 WITa. Di Manado, pesawat PK-LQP lalu dijadwalkan terbang ke Tianjin, China pada 16.55 WITA. Namun, pesawat akhirnya baru terbang pada pukul 17.34 WITA atau delay sekitar 40 menit. Lion Air PK-LQP mendarat di Tianjin pada 23.13 waktu setempat. Pesawat lalu 'parkir' kurang dari dua jam di bandara.

27 Oktober 2018

Setelah 'parkir' selama 2 jam di Tianjin, Lion Air PK-LQP lalu terbang lagi dari ke Manado pada 27 Oktober 2018 dini hari, tepatnya pukul 00.45 waktu setempat. Penerbangan ini delay 30 menit karena harusnya Lion Air PK-LQP Tianjin-Manado dijadwalkan terbang pukul 00.15 waktu setempat. Lion Air PK-LQP Tianjin-Manado mendarat di Manado pada pukul 06.40 WITa. Seharusnya tepat pada pukul 06.40 WITa tersebut, Lion Air PK-LQP terbang lagi ke Denpasar.

Namun karena penerbangan sebelumnya delay, penerbangan Lion Air PK-LQP Manado-Denpasar juga kena imbasnya. Harusnya terbang pada pukul 06.40 WITa, pesawat baru lepas landas pada 07.53 WITa atau delay 1 jam 13 menit. Lion Air PK-LQP Manado-Denpasar mendarat pada pukul 10.11 WITa. Seharusnya, pesawat yang sama sudah terbang lagi dengan rute Denpasar-Manado pada 09.55 WITA tetapi (lagi-lagi) karena jadwal sebelumnya sudah delay, keberangkatan tertunda.

Pesawat Denpasar-Manado baru terbang lagi pada pukul 14.34 WITa atau delay sekitar 4,5 jam. Penyebab delay sekian lama itu adalah karena pesawat Lion Air PK-LQP dipakai dulu untuk terbang PP Denpasar-Lombok-Denpasar. Lion Air PK-LQP seharusnya terbang dari Denpasar ke Lombok pukul 10.30 WITa, tapi baru lepas landas pukul 11.48 WITa. Jadwal Lombok-Denpasar juga delay. Pesawat seharusnya lepas landas pukul 11.40 WITa namun baru terbang pada pukul 12.56 WITa.

Pesawat PK-LQP baru mendarat lagi di Denpasar pada 13.24 WITa. Hingga kemudian pesawat dipakai untuk penerbangan Denpasar-Manado pukul 14.34 WITa. Mendarat di Manado pukul 16.41 WITa, pesawat lalu 'menginap' di Bandara Sam Ratulangi, Manado.

28 Oktober 2018

Setelah menginap semalam, Lion Air PK-LQP terbang dari Manado ke Denpasar pada pukul 07.51 WITa. Jadwal ini delay 1 jam 11 menit dari yang seharusnya lepas landas pukul 06.40 WITa. Pesawat PK-LQP mendarat di Denpasar pada pukul 10.00 WITa. Namun, pesawat baru dijadwalkan terbang lagi 7,5 jam setelahnya.

Lion Air PK-LQP dijadwalkan terbang Denpasar-Jakarta pada pukul 19.30 WITa, namun baru lepas landas pada 22.21 WITA. Itu berarti pesawat delay 3 jam. Berbeda dari 2 hari sebelumnya, frekuensi penerbangan Lion Air PK-LQP di 28 Oktober 2018 lebih sedikit yaitu hanya 2 kali penerbangan. Pada 26 Oktober 2018, PK-LQP terbang 3 kali dan pada 27 Oktober 2018 pesawat ini menjalani 5 penerbangan.

29 Oktober 2018

Pada 29 Oktober 2018, pesawat Lion Air PK-LQP terbang dari Jakarta ke Pangkalpinang dengan nomor JT-610. Pesawat seharusnya terbang pukul 06.10 WIB namun baru lepas landas pukul 06.21 WIB. Pesawat yang membawa 189 orang itu kemudian hilang kontak dan dipastikan jatuh. Hingga saat ini, pesawat belum ditemukan.

Kamis, 01 November 2018

Anak Bacok Ibu Di Sumut Karena Tidak Dikasih Uang Rokok

Anak Bacok Ibu Di Sumut Karena Tidak Dikasih Uang Rokok

https://newskorandays.blogspot.com/2018/11/anak-bacok-ibu-di-sumut-karena-tidak.html


Seorang anak tak diberikan uang untuk beli rokok, seorang anak di Kabupaten Langkat, Sumatera utara dengan teganya membacok sang ibu kandungnya hingga kritis. Anak yang bernama Jumadi (42) itu kini sudah ditangkap polisi Langkat.

Saat ini, tersangka yang membacok ibu kandungnya sudah diamankan oleh Polres Langkat, kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, kepada wartawan, pada hari Minggu (28/10/2018).

Tersangka Jumadi ini ditangkap usai membacok Tuyem, ibu kandungnya sendiri di rumah mereka. pada hari Sabtu (27/10/2018). Peristiwa berdarah tersebut, terjadi saat tersangka mendatangi korban yang sedang memasak di dapur untuk meminta uang untuk membeli rokok.

Tersangka mendatangi korban meminta uang untuk beli rokok. Korban menolak memberi karena memang tidak punya uang, kata Tatan.

Karena tidak di kasih uangnya, tersangka mengamuk dan langsung mengambil parang yang ada di dapur dan membacok korban (ibu kandungnya). Kejadian tersebut, terdengar oleh kedua anak korban lainnya. Keduanya berusaha membantu korban yang sudah dalam kondisi kritis, namun tersangka yang masih memegang senjata tajam terus mengancam akan membacok keduanya.

Saat polisi datang, tersangka langsung kabur ke dalam kamar dan akhirnya berhasil diamankan, ungkap Tatan.

Lebih lanjut, Tatan mengatakan, sebelum ditangkap, tersangka sempat memutuskan jari tangannya dengan parang. Korban dan tersangka di bawa ke RSU Tanjung Pura untuk mendapatkan perawatan, ucapnya.

Atas perbuatannya tersangka Jumadi harus bertanggung jawab atas pembacokan sang ibu kandung, dan mendekam dalam penjara.

Pesawat Lion Air Rute Jakarta-Pangkalpinang Jatuh Di Karawang Setelah 13 Menit Lepas Landas

Pesawat Lion Air Rute Jakarta-Pangkalpinang Jatuh Di Karawang Setelah 13 Menit Lepas Landas

https://newskorandays.blogspot.com/2018/11/pesawat-lion-air-rute-jakarta.html


AGEN POKER Seorang bernama Sabudi sedang memegang pengemudi perahu tempelnya ketika melihat pesawat berkelir merah itu terbang tidak stabil diatas laut Karawang, Jawa Barat. Sekitar lima detik matanya menatap pesawat di kejauhan itu. Nelayan Desa Tanjung Pakis, Kecamatan Tanjung Jaya, Karawang, itu pun memberi tahu temannya Gaok Samin mengenai pesawat yang terbang oleng tersebut.

Itu kenapa pesawat kayak miring-miring? ujar Sabudi kepada teman saat melautnya, Gaok Samin, Ah biasa itu mah, paling juga mau biluk (berbelok), ujarnya menirukan Samin kepada wartawan di Tanjung Pakis kemarin. Sabudi adalah saksi mata jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang pada Senin, 29 Oktober 2018, pagi.

Bagi nelayan di kawasan pantai utara Karawang seperti Sabudi, melihat pesawat terbang di atas laut memang sudah biasa. Pesawat-pesawat itu biasanya berjalan memutar di atas kepala mereka. Karena itu, Sabudi dan Samin tidak heran dan kembali mencari udang pada pagi sekitar pukul 06.30 WIB itu.

Tidak berapa lama, telinga keduanya mendengar bunyi dentuman keras. Kepulan asap lantas terlihat di permukaan air laut sebelah timur. Warnanya putih dan kehitaman. Namun tak terlintas sedikit pun di benak Sabudi maupun Samin bahwa bunyi mirip bom dan kepulan asap itu berasal dari mesin pesawat yang sebelumnya mereka lihat.

Menurut Sabudi, kepulan asap itu berjarak ratusan meter dari perahunya. Ia mengira asap itu berasal dari kapal barang yang memang sering melintas di antara perahu-perahu nelayan. Sedangkan bunyi dentuman keras itu, ia menduganya sebagai petir karena cuaca pagi itu mendung dan berkabut. Hujan cukup deras pun mengguyur setelah terdengar suara dentuman. Saya masih 2 jam berada di lokasi untuk mencari ikan, kata Sabudi.

Sementara Sabudi dan Samin belum menyadari ada pesawat jatuh di dekat keduanya, di Jakarta, sekitar pukul 06.50 WIB, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menerima laporan dari menara Air Traffic Control (ATC) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, bahwa pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang hilang kontak pada pukul 06.33 WIB.

Menurut informasi ATC, dua menit setelah lepas landas dari Cengkareng pada pukul 06.20 WIB, pilot Lion Air beregister PK-LQP, Kapten Bhavye Suneja, menginformasikan ada masalah flight control dalam penerbangannya. Sang pilot pun langsung meminta mendarat kembali (return to base) ke Bandara Cengkareng kepada petugas ATC. Namun, setelah itu, pesawat tidak bisa dihubungi. Posisi terakhir berada di koordinat 05.46.15 Lintang Selatan dan 107.07.16 Lintang Timur atau di atas perairan Karawang.

Basarnas pun langsung memeriksa alat Medium Earth Orbit Local User Terminal (MEOLUT). Alat tersebut berfungsi menangkap sinyal darurat dari emergency local transmitter (ELT) yang ditanam pada pesawat udara. ELT Lion Air JT 610 masih teregistrasi dengan benar, masa berlakunya masih sampai Mei 2023, dan sertifikatnya masih valid. Namun Basarnas tak menangkap sinyal ELT Lion Air.

Kemudian, berbekal koordinat terakhir hilangnya pesawat, peta pun digelar. Lokasi itu berjarak 34 nautical miles dari kantor Basarnas. Dari Pelabuhan Tanjung Priok sekitar 25 nautical miles. Sedangkan dari Tanjung Pakis sekitar 11 nautical miles. Jadi tidak terlalu jauh. Kami mendapat informasi pesawat itu lost contact di ketinggian 2.500 kaki, kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, Senin, 29 Oktober.

Basarnas kemudian mengerahkan tiga kapal dan satu helikopter untuk mencari pesawat Lion Air JT 610. Sedangkan jumlah personel yang diterjunkan 130 orang. Tim Basarnas bergerak menuju titik lokasi terakhir diperkirakan pesawat itu hilang. Basarnas akhirnya menemukan serpihan-serpihan pesawat yang berjarak sekitar 2 nautical miles arah selatan dari koordinat awal.

Namun, sebelum Basarnas tiba, di lokasi ternyata sudah ada kapal patroli Pertamina Hulu Energi (PHE) Offshore North West Java. Kapal itu datang mengecek setelah sejumlah petugas anjungan terperangah melihat pesawat terbang rendah dan hendak jatuh. Saat itu juga, PHE menghubungi Polisi Air Udara. Sekitar pukul 07.30 WIB, mereka menemukan serpihan pesawat dan barang penumpang di atas laut.

Sekitar pukul 08.00 WIB, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mendapatkan laporan dari pihak Lion Air mengenai kejadian hilang kontak salah satu pesawatnya. KNKT langsung membentuk command center. Setelah itu, KNKT melakukan koordinasi dengan Lion Air, Basarnas, AirNav Indonesia, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Pelindo II, otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, dan lainnya.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono membentuk tim investigator. Tim ini diberangkatkan menuju Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara. Tim berkoordinasi dengan BPPT untuk menggunakan kapalnya, Baruna Jaya IV, dalam mencari lokasi jatuhnya pesawat Lion Air. Kapal milik BPPT ini diperlukan karena memiliki peralatan Multi Beam Sonar. Pada pukul 09.35 WIB, Basarnas sudah memastikan pesawat Lion Air itu jatuh di atas perairan Karawang. “Sudah A-1,” kata Kepala Humas Basarnas Yusuf Latif. Sekitar pukul 10.00 WIB, Ketua KNKT dan Kepala Basarnas menggelar konferensi pers mengenai tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 tersebut.

Soerjanto mengatakan pesawat Lion Air JT 610 masuk jajaran armada Lion Air sejak Agustus 2018. Jam terbangnya baru sekitar 800 jam. Jumlah penumpang pesawat nahas itu 178 orang dewasa, 1 anak-anak, dan 2 bayi. Sedangkan kru pesawat berjumlah delapan orang sehingga jumlah total yang berada di dalam perut pesawat itu 189 orang. Hingga saat itu, belum ditemukan tanda-tanda penumpang yang selamat. “Kami atas nama pemerintah mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini. Mudah-mudahan apa penyebabnya bisa kita temukan segera,” ucap Soerjanto.

Jatuhnya pesawat Lion Air yang sarat penumpang membuat keluarga korban dan masyarakat terkesiap. Kementerian Perhubungan lantas membuka crisis center di Terminal 1-B Bandara Soeta dan Pangkalpinang sekitar pukul 10.30 WIB. Pihak Lion Air pun menerbangkan keluarga korban secara bergelombang dari daerah ke Jakarta.

Di Pelabuhan Tanjung Pakis, yang kemudian menjadi salah satu posko Basarnas, suasana tak kalah gemparnya saat kabar pesawat jatuh itu menyebar. Sabudi dan Samin, yang pulang dan mendarat di pelabuhan sekitar pukul 09.00 WIB karena tak mendapat ikan, kaget bukan kepalang. Sabudi baru menyadari bahwa pesawat yang sempat dilihatnya itulah yang ternyata jatuh ke laut.

Ia lantas dimintai bantuan untuk mengantar Kapolres Karawang, Camat Tanjung Jaya, Lurah Tanjung Pakis, dan beberapa personel tentara kembali ke lokasi dan memastikan adanya tragedi itu. Benar saja, setiba di lokasi, Sabudi melihat aneka serpihan pesawat, benda-benda penumpang, serta potongan tubuh manusia sedang dievakuasi tim SAR. “Andai sebelumnya saya tahu itu pesawat jatuh, saya langsung mendekat ke sana,” katanya.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...