Jumat, 01 Maret 2019

Kakak Perkosa Adiknya Sebanyak 120 Kali dan Ayahnya Berulang-Ulang Kali

Kakak Perkosa Adiknya Sebanyak 120 Kali dan Ayahnya Berulang-Ulang Kali

Kakak Perkosa Adiknya Sebanyak 120 Kali dan Ayahnya Berulang-Ulang Kali

AGEN POKER Seorang pria berinisial M (45) dan dua orang anaknya berinisial SA (23) dan YF (15) diamankan polisi Lampung karena melakukan persetubuhan sedarah alias incest. Korban AG (18) merupakan anak kandung serta adik dan kakak para pelaku yang menyandang keterbelakangan mental.

Kakak perkosa adiknya AG (18) sungguh memilukan didengar warga. Dia menjadi korban incest atau hubungan sedarah yang dilakukan oleh ayah, kakak, dan adik kandung sendiri selama setahun belakangan. Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas menyatakan korban sudah diperkosa para tersangka sejak tahun 2018. Padahal ketiganya semestinya menjaga dan merawat korban karena ibunya sudah meninggal dunia.

Ayah kandung korban berinisial M (45), kakaknya berinisial SA (24), dan adiknya, YF (15), berulang kali memperkosa AG di rumah mereka di Pekon Panggung Rejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung. AG tak kuasa melawan karena takut. Selain itu, dia diketahui mengalami keterbelakangan mental.

Oleh kakaknya itu sudah menyetubuhinya sebanyak 120 kali dalam setahun, adiknya 60 kali. Kalau bapaknya sudah berulang kali, saya yakin sudah sering, kata AKP Edi saat dihubungi wartawan lewat telepon. Edi meyakini rata-rata pelaku menyetubuhi korban lebih dari satu kali setiap hari. Kasus ini sendiri bisa terungkap berkat kecurigaan warga. Selama ini pelaku dikenal tertutup kepada warga sekitar. Warga melapor karena melihat kondisi AG yang semakin kurus seperti di siksa.

Keluarga ini sepertinya tertutup, korban juga tidak dikasih keluar rumah, selalu dikurung di dalam rumahnya. Kemudian korban ini tadinya gemuk sekarang kurus. Pokoknya keluarganya tertutuplah, ujar AKP Edi. Menurut AKP Edi, AG saat ini dititipkan di rumah keluarga. Polisi dalam waktu dekat akan memeriksakan kondisi kesehatan dan kejiwaan AG. Polisi berupaya agar AG benar-benar mendapat jaminan terkait keberlangsungan hidupnya ke depan.

Korban sekarang ini ada dengan keluarganya, sama pamannya. Kami juga mau cek kondisinya dengan dokter dan psikolog, mudah-mudahan dinas terkait, pemda terkait bisa memberi bantuan juga pada korban ini, ucapnya.

Incest sendiri merupakan hal yang tabu atau ilegal dilakukan hampir di seluruh dunia. Salah satu alasannya karena perilaku incest bisa berhubungan dengan menyebarnya penyakit kelainan genetik.

1. Hemofilia adalah penyakit darah yang muncul karena mutasi genetik menyebabkan seseorang kekurangan faktor pembekuan darah. Seorang penyandang hemofilia sangat rentan terhadap cedera karena tubuhnya kesulitan menghentikan perdarahan. Incest dalam hal ini diketahui menjadi salah satu faktor risiko untuk terjadinya mutasi tersebut. Beberapa tokoh terkenal hasil hubungan incest yang menyandang hemofilia seperti contohnya Pangeran Leopold anak dari Ratu Inggris Victoria.

2. Mikrosefali adalah kelainan ukuran kepala yang kecil pada bayi baru lahir akibat otak yang tidak berkembang sempurna. Satu studi yang dipublikasikan di Annals of Translational Medicine 2016 menyusun rumus tingkat mutasi yang berhubungan dengan mikrosefali pada daerah dengan aktivitas incest. Anak yang lahir dengan mikrosefali ada kemungkinan untuk mengalami kecacatan dan tingkat inteligensinya rendah.

3. Cacat lahir atau malformasi kongenital adalah kecacatan yang terjadi akibat kelainan perkembangan janin di kandungan. Studi dalam jurnal Reproductive Health tahun 2009 melihat angka cacat lahir tinggi pada populasi warga arab yang menikah dengan saudaranya. Studi lainnya dalam jurnal Genetic Counseling 2012 menyebut kalau pernikahan di antara saudara sepupu meningkatkan prevalensi cacat lahir antara 1,7 sampai 2,8 persen.

4. Penyakit lanjutan yaitu satu studi dalam jurnal Medical Genetics tahun 2003 melihat dampak para pelaku incest pada kesehatan keturunannya tumbuh dewasa. Disebutkan bahwa sekitar 23-48 persen penyakit jantung koroner, kanker, hingga depresi pada populasi keturunan dapat berkaitan dengan perilaku incest orang tuanya. Disebutkan juga bahwa sekitar 36 persen kejadian hipertensi terjadi dalam populasi keturunan berhubungan dengan incest.

5. Masalah sistem imun yaitu akibat berkurangnya keragaman genetik, keturunan dari pelaku incest bisa memiliki masalah sistem imun. Ini karena informasi genetik sistem imun dari orang tua yang mirip dapat membuat keturunannya kesulitan untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan.

Sudah, ketiganya sudah jadi tersangka, kata Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas seperti dikutip dari wartawan yang berada di Lampung pada hari Sabtu. Tersangka tersebut bernama M, SA, dan YF saat ini sudah ditahan polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dipersangkakan Pasal 76D dan Pasal 81 ayat (3) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 8 huruf a jo Pasal 46 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga atau Pasal 285 KUHPidana.

Ancaman hukuman untuk Pasal 81 ayat 3 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak minimal 5 tahun maksimal 15 tahun ditambah sepertiga dari ancaman maksimal apabila dilakukan oleh orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan darah. Untuk Pasal 46 UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga ancaman hukuman paling lama 12 tahun. Untuk Pasal 285 KUHPidana, ancaman hukuman paling lama 12 (dua belas) tahun, jelas AKP Edi.

Rabu, 27 Februari 2019

Kisah Siti Nurbaya Kembali Terjadi Di Tasikmalaya Hingga Pelarian

Kisah Siti Nurbaya Kembali Terjadi Di Tasikmalaya Hingga Pelarian

Kisah Siti Nurbaya Kembali Terjadi Di Tasikmalaya Hingga Pelarian

AGEN POKER Kisah Siti Nurbaya terulang kembali di Tasikmalaya sehingga terjadi pergi dari rumah, sudah tiga bulan lebih, Hilda Fauziah (18) meninggalkan rumahnya karena jodoh dari orang tuanya. Ia menolak dinikahkan dengan pemuda pilihan orangtuanya. Ia pergi tanpa kabar selama dua minggu menjelang hari pernikahannya. Pada hari Minggu, 4 November 2018, menjadi hari terakhir pertemuan Ailah (42) dengan anak pertamanya, Hilda kabur dari rumahnya sehingga sanak family membantu mencarinya. Tanpa bekal yang dibawa, Hilda pergi dari rumahnya di Kampung Cijambu, Cikawung, Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Saya ingat saat Hilda, mulai tinggalkan rumah hari Minggu 4 November tahun lalu. Udah tiga bulan dia enggak ada kabar sama sekali, bahkan kontak keluarga, teman-temanya juga diblokir sama dia, ujar Ailah. Menurutnya anaknya pergi meninggalkan rumah sudah dua minggu menjelang hari pernikahannya. Jadi batal pernikahanya Hilda dengan suami pilihan orang tuanya, tutur Ailah.

Ailah mengaku akan menikahkan Hilda dengan pemuda di desanya. Umurnya tiga tahun lebih tua dari Hilda. Tapi dia lagi punya pacar dan akhirnya pergi dari rumah, ujar Ailah. Meski tidak ada bukti kuat, pada awalnya keluarga menduga Hilda pergi bersama pacarnya itu. Ia disebut bertemu dengan pemuda itu di sebuah Ponpes saat ikut pengajian.

Namun hal itu dibantah kepolisian. Menurut Kapolsek Pancatengah AKP Jonnaedi, pemuda itu masih berada di salahsatu ponpes. Diakui Jonnaedi, awalnya di tengah masyarakat muncul dugaan penculikan terhadap Hilda. Namun setelah ditelusuri, Hilda meninggalkan rumah diduga akibat menolak dijodohkan oleh kedua orang tuanya.

Karena tidak ada yang datang menculik, justru Hilda pergi karena menolak dinikahkan dengan lelaki pilihan orang tua, kata Jonnaedi. Jonnaedi mengungkapkan Hilda ternyata sudah dijodohkan sejak kecil oleh orangtuanya dengan pemuda bernama Iyep (21), yang saat ini merupakan pegawai di Kantor Desa Cikawung. Anak ini tidak tahu. Baru diberi tahu beberapa bulan sebelum hari H, katanya.

Setelah kepergian Hilda, polisi mengumpulkan dua keluarga serta tokoh di masyarakat untuk membahas pernikahan yang akhirnya gagal digelar. Keluarga Iyep yang awalnya mau dijodohkan dengan Hilda sudah ikhlas dan enggak akan menuntut apa-apa pada keluarga Hilda, kata Jonnaedi.

Bahkan, lanjutnya, Iyep yang gagal menikahi Hilda, kini sudah menikah dengan gadis lain. Iyep sekarang sudah menikah, katanya. Menurut Jonnaedi selama tiga bulan ini, pihaknya telah berusaha mencari Hilda. Kita sudah lakukan cek pos melalui hpnya, ke temen temannya juga. Pokoknya setiap ada informasi baru, kita telusuri, katanya.

Sementara itu, Ailah berharap anak pertamanya itu segera pulang ke rumah. Ailah mengaku sangat khawatir, terlebih saat pergi Hilda tidak membawa bekal sama sekali. Nak pulang, mamah kangen bapak juga. Mamah khawatir sama bapak juga, cepet pulang, ujar Ailah menahan tangis.

Proses pencarian Hilda Fauziah terus berlangsung. Polres Tasikmalaya menelusuri gadis berparas cantik asal Kampung Cijambu itu dengan melibatkan seluruh personel babinkamtibmas. Video berisi foto Hilda turut disebar melalui media sosial serta kantor polisi di seluruh Jawa Barat. Kami dari kepolisian terus berupaya mencari keberadaan Hilda. Anggota babinkamtibmas turut dilibatkan untuk menyerap dan mencari keberadaan gadis ini, video dan foto-foto Hilda juga disebar, ujar Kapolres Tasikmalaya AKBP Doni Eka Putra di Mapolres Tasikmalaya, pada hari Senin.

Bukan hanya polisi saja yang mencarinya, KPAID Kabupaten Tasikmalaya menyebar tim satgas untuk mencari Hilda. Berdasarkan investigasi di lapangan, KPAID menemukan terdapat tradisi turun temurun terkait pernikahan anak gadis di Kampung Cijambu, termasuk menimpa Hilda. Anak gadis sudah dilamar pria sejak lulus dari sekolah dasar (SD). Meski tidak terjadi pernikahan dini, keluarga perempuan tidak akan lagi menerima pria lain jika disepakati kedua belah pihak. Temuan KPAID, ada tradisi anak gadis warga Cijambu hanya menikah dengan pria keturunan warga Cijambu, tidak dengan daerah yang lain.

Jadi temuan kami ada tradisi lokal yang terjadi di tengah masyarakat kampung Cijambu. Anak begitu lulus SD langsung ditandai oleh pria yang menyukainya. Kalau sudah disepakati, anak gadis ini tidak bisa pindah kelain hati, walau pun tidak dinikahkan saat di bawah umur, ujar Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto di kantor Desa Cikawung.

Istilah kami ya kawin gantung, ini ternyata terjadi di tengah masyarakat kita, ucap Ato menambahkan. Tradisi kawin gantung dibenarkan Kades Cikawung Asep Sambas. Khusus di Cijambu, menurut dia, sejak lama terjadi tradisi tersebut tapi bukan perjodohan, melainkan hasil kesepakatan anak dan kedua belah pihak. Tradisi di kampung Cijambu seperti itu. Kalau sudah ada satu pria yang masuk, anak gadis perempuan enggak bisa ke pria lain, kata Asep via telepon.

Selasa, 26 Februari 2019

Seorang Mantan Koki Kapal Pesiar Sukses Menjadi pengusaha Tahu Tuna

Seorang Mantan Koki Kapal Pesiar Sukses Menjadi pengusaha Tahu Tuna

Seorang Mantan Koki Kapal Pesiar Sukses Menjadi pengusaha Tahu Tuna

AGEN POKER Mantan koki kapal pesiar menjadi sukses yang diraih oleh Deni Hermanto (38) mengingatkan pada pepatah bijak 'di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Dengan kemauan kerasnya membangun sebuah usaha, mantan koki kapal pesiar itu menjadi pengusaha tahu tuna yang sudah terkenal di Pulau Jawa terutama di Pacitan. Saya melihat potensi Kabupaten Pacitan di bidang perikanan terutama ikan tuna itu sangat luar biasa. Waktu itu belum banyak dimanfaatkan, kata Warga Teleng, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan itu saat membuka perbincangan dengan wartawan dirumahnya, pada hari Sabtu pagi.

Sebelumnya, suami Meri Ariani (30) telah melanglang buana ke sejumlah benua. Berawal dari Singapura, perusahaan tempat Deni bekerja membawanya hingga Barcelona, Spanyol. Turki menjadi negara terakhir yang disinggahi Deni. Kala itu menjalani profesi sebagai koki di kapal pesiar selama hampir 10 tahun dikapal pesiar. Sebenarnya spesialisasi saya Western Food, imbuh ayah dari Sabrina Maiia Althafunisa (6) dan Anastasya Khayla Azzahra (2) itu.

Pada tahun 2013 Deni kembali menginjakkan kaki di kampung halaman di Pacitan. Itu menjadi salah satu momen paling menantang dalam hidupnya. Ia memutar otak dan membulatkan tekad untuk mendirikan sebuah usaha. Saat itu usaha tahu tuna mulai berdiri di sejumlah tempat. Awalnya, lulusan D3 Perhotelan dari salah satu lembaga pendidikan di Yogyakarta ini sempat ragu. Sebagai pendatang baru dirinya khawatir tak mampu bersaing dengan industri-industri yang berkembang.

Peluang bisnis pun datang dari seorang kerabat yang memiliki rumah makan di Yogyakarta. Pengusaha itu meminta untuk pasokan tahu tuna untuk memenuhi kebutuhan 3 restoran miliknya. Mendengar kabar tersebut, Deni yang tengah bergairah membangun sebuah usaha langsung meramu resep. Untuk edisi perdana, Deni hanya mampu memproduksi 120 bungkus tahu tuna. Jadi, tahu tuna milik Deni hanya diproduksi berdasarkan pesanan saja.

Jadi dari total 120 bungkus yang kami kirim ke Jogja itu biasanya baru habis dalam 3 hari. Selama menunggu itu kami berhenti beroperasi sesaat untuk mengurangi pengeluaran modal, kata Deni mengenang perjuangannya saat memulai usaha. Angin segar berhembus seiring makin luasnya jaringan. Tahu tuna Deni makin dikenal. Sebagian pelanggan mengaku cocok dengan cita rasanya.

Permintaan pun terus bertambah. Bahkan untuk memenuhi tuntutan pasar, dia kini mempekerjakan 18 orang karyawan. Sebagian besar warga sekitar rumahnya. Hingga saat ini sejumlah kota di Pulau Jawa menjadi pangsa pasar tetap produk tahu tuna karya Deni. Seperti Bekasi, Karawang, Bogor, Solo, dan Semarang. Sedangkan di Jawa Timur meliputi Ponorogo, Madiun, Nganjuk, Blitar, Malang, Mojokerto, Sidoarjo, serta Malang. Bahkan, kulinernya itu sudah sampai Pulau Dewata, Bali.

Sekarang ini produksi tiap hari rata-rata 1.200 bungkus. Bahan bakunya sekitar 1 kwintal ikan tuna, lanjutnya. Bisnis dengan mengandalkan bahan baku ikan memang tak selamanya mulus. Saat musim badai pada bulan September sampai April, banyak nelayan yang berhenti melaut karena angin kencang dan ombak tinggi. Akibatnya ikan tuna di pasaran sangat langka. Untuk menutup kebutuhan, Deni terpaksa mengambil dari Pasuruan. Harganya pun tentu lebih mahal dari pasaran.

Kendala lainnya pun datang, hingga saat ini pengiriman produk olahan tuna masih mengandalkan angkutan bus dan travel untuk mengirim produksinya. Cakupannya pun baru sebatas pulau Jawa. Deni berharap ke depan ada pengusaha ekspedisi yang membidik peluang tersebut. Sehingga pengiriman ke luar pulau dapat dilakukan dengan cepat. Insya Allah ada rencana bikin cabang di luar Jawa. Terutama untuk memenuhi kebutuhan di sana, pungkas Deni.

Senin, 25 Februari 2019

Cerita Horor Dan Modus Pria Mesum Di Karawang Incar Siswi

Cerita Horor Dan Modus Pria Mesum Di Karawang Incar Siswi

Cerita Horor Dan Modus Pria Mesum Di Karawang Incar Siswi

AGEN POKER Cerita horor yang meneror puluhan siswi disejumlah sekolah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi korban kelompok pria mesum. Tindakan amoral itu dilakukan oleh perorangan hingga berkelompok. Para siswi trauma dengan ulah horor para pelaku yang memperlihatkan alat vital di depan siswi sekolah. Seorang wakil kepala sekolah salah satu SMP negeri di Karawang menuturkan, modus operansi para pelaku biasanya menanyakan alamat kepada siswi yang sedang menunggu jemputan di halte depan sekolahnya.

Pelaku membuka kaca mobil dan menanyakan alamat, siswi yang menghampiri biasanya sudah melihat pria itu tidak pakai celana dan memainkan alat vital mereka. Saat siswi menjerit, para pelaku kabur tancap gas, tutur guru yang menolak namanya ditulis saat berbincang bersama wartawan di salah satu sekolah di Karawang, pada hari Kamis. Ada pula aksi yang tunggal biasanya dilakukan seorang biker motor gede. Menurut keterangan sejumlah siswi, pria mesum biasanya mengendarai motor laki dengan mesin agak besar alias motor gede. Dia mepet, nanya alamat sama kami. Awalnya tidak ada yang aneh dengan penampilan pria itu, tapi rupanya alat vital keluar dari celananya, kata seorang siswi yang pernah menjadi korban pria mesum tersebut.

Modus para pria yang mesum ini lebih ekstrem yang pernah terjadi dua tahun lalu di Kota Karawang. Saat seorang siswi hendak pulang pada sore hari. Dia dihampiri mobil bercat hitam, dari dalam mobil terlihat tiga pria bertampang ramah. Mereka berpura-pura sebagai teman ayah korban, saat komunikasi mulai terjalin, mereka memasukkan siswi ke dalam mobil. Di dalam mobil tersebut, beberapa pria tersebut itu memaksa siswi melihat mereka memainkan alat vitalnya masing-masing. Itu terus berlangsung sambil mobil jalan. Setelah mobil tersebut keliling kota Karawang, baru siswi tersebut dilepas oleh pria-pria mesum, tutur seorang guru.

Beberapa hari terakhir ini, kelompok pria mesum berkeliaran lagi, salah satunya di Jalan Ahmad Yani, Karawang. Sayangnya, para korban tidak ada yang mengingat nomor polisi kendaraan para pelaku. Jejak kemunculannya pun tidak diketahui karena minimnya CCTV di Jalan Ahmad Yani tak ada kamera CCTV satu pun di Jalan tersebut.  Tidak ada CCTV di jalan Ahmad Yani dan halte-halte di sana, ucap guru itu.

Situasi Jalan Ahmad Yani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada sore hari membuat murid perempuan dagdigdug dengan cerita pria mesum. Sebab, dari beberapa hari belakangan ini pria mesum itu berkeliaran sekelompok pria mesum yang meneror siswi saat pulang sekolah. Mereka di dalam mobil, memanggil siswi kami. Saat murid mendekat, pria-pria itu memperlihatkan alat vital mereka, kata salah satu guru SMP negeri di Karawang yang menolak namanya ditulis saat berbincang bersama wartawan di kantornya sekolahan, pada hari Kamis.

Peristiwa terakhir diketahui terjadi dua hari lalu. Seorang siswi di Kota Karawang tersebut baru kelas 8 di sekolahnya, guru itu mengalami langsung ulah sejumlah pria misterius itu. Guru tersebut mengungkapkan beberapa siswinya bercerita soal adanya dua pria yang turun dari mobil dan menarik tubuh seorang gadis itu ke dalam mobil tersebut. Bahkan, akibat kejadian itu, si siswi trauma atas kejadian tersebut. Siswi-siswi kami akhirnya bisa melarikan diri setelah menendang perut seorang pria tersebut yang tepat disamping pintu, ujarnya.

Dia menuturkan adanya gangguan kelompok pria mesum itu sebenarnya pernah terjadi pada dua hingga tiga tahun lalu. Namun hingga kini pelakunya tidak pernah tertangkap oleh pihak kepolisian. Biasanya setelah para murid berteriak, para pelaku langsung tancap gas, dia mengungkapkan. Entah kelompoknya sama atau tidak, guru ini mengkhawatirkan para siswinya atas teror mereka. Sebab, sejak dua tahun terakhir ini, sudah 50-an siswinya mendapat teror kelompok pria mesum.

Tak jarang para murid perempuannya yang melihat langsung itu trauma dan ketakutan atas pria tersebut. Untuk mengantisipasi saya bahkan menginstruksikan siswi-siswi selalu bergerombol setiap pulang sekolah supaya tidak ada terjadinya pria mesum tersebut. Bahkan saya menyuruh siswi mengabaikan orang yang tanya sebuah alamat, katanya. Ia berharap dari pihak yang berwajib segera meringkus kelompok pria mesum yang kerap meneror murid perempuan di sekolahnya. Sebab, kata dia, hal itu sangat mengganggu kenyamanan dan amat meresahkan siswi dan warga Kota Karawang. Kami harap pelakunya segera ketemu dan ditangkap. Saya sudah gereget pengen tonjok orangnya, ujarnya.

Teror kelompok pria mesum di Jalan Ahmad Yani Karawang juga pernah ia bahas dengan beberapa pendidik dan forum di sekolah lain. Hasilnya, menurut dia, ditemukan korban lainnya. Dia menyebutkan nama-nama dari dua SMP dan satu SMK yang sejumlah siswinya diteror kelompok pria mesum. Enam hari lalu baru ada kejadian serupa di salah satu SMK, ucap dia.

Sekelompok pria mesum kerap meneror murid perempuan sejumlah sekolah di bilangan Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Akibat aksi mereka, para siswi mengalami trauma batin. Salah satu dari siswa di sekolah kami pernah jadi korban, dia sampai trauma dengan keajdian tersebut, kerap menangis di malam hari dan sulit tidur, kata seorang guru di salah satu SMP negeri di Karawang kepada wartawan, pada hari Kamis.

Siswi tersebut sudah trauma lantaran pernah dibawa ke dalam mobil untuk keliling kota sambil dipaksa melihat pria mesum memainkan alat vital mereka. Meski peristiwa itu sudah terjadi selama dua tahun lalu, dia kembali trauma karena peristiwa serupa kembali terjadi pada murid lainnya, ungkap guru tersebut. Dua hari lalu, seorang siswi kelas 8 salah satu SMP Negeri di Karawang hampir jadi korban pria mesum dengan modus serupa. Sore itu, saat pulang sekolah, dua pria turun dari mobil dan menarik tubuh gadis itu ke dalam mobil.

Sejak tiga tahun lalu, sedikitnya 50 lebih siswi jadi korban pria-pria mesum tersebut. Namun hingga kini, pelakunya tidak pernah tertangkap. Guru tersebut mengungkapkan, para korban selalu kesulitan mengungkap ciri-ciri para pelaku. Sebab, para pria mesum itu selalu menyamarkan penampilannya. Para pelaku biasanya menggunakan kacamata hitam dan topi saat beraksi di Kota Karawang. Para korbannya ini kesulitan menceritakan ciri-ciri pelaku karena tidak melihat langsung muka tersebut, kata guru yang menjabat wakasek ini.

Minggu, 24 Februari 2019

Pembunuhan Sekeluarga Di Bekasi Lakukan Rekonstruksi

Pembunuhan Sekeluarga Di Bekasi Lakukan Rekonstruksi

Pembunuhan Sekeluarga Di Bekasi Lakukan Rekonstruksi

AGEN POKER Polisi Kota Bekasi hari ini menggelar rekonstruksi adegan pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat. Ada 57 adegan yang akan diperagakan dalam rekonstruksi tersebut. Iya besok kita lakukan rekonstruksi di Bekasi pada pukul 09.00 WIB, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dihubungi, pada hari Selasa.

Rekonstruksi akan dilakukan di TKP pembunuhan di Jalan Bojong Nangka II, RT 002 RW 007, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Argo mengatakan, dalam rekonstruksi hari ini, akan ada 57 adegan yang diperagakan oleh Haris Simamora. Adegan kurang-lebih ada 57 kalau belum ada tambahan, ucapnya.

Linggis yang dipakai Haris untuk membunuh Daperum dan istrinya hingga saat ini masih belum ditemukan. Dalam rekonstruksi nanti, pihak kepolisian akan menggunakan properti pengganti. Linggis Belum ketemu, nanti untuk linggis pakai benda pengganti dulu. Kalau linggis belum ketemu kan bukan berarti pidananya hilang, jadi pakai barang bukti pengganti, jelasnya.

Sebelumnya, polisi juga telah melakukan prarekonstruksi adegan pembunuhan di Polda Metro Jaya, pada hari Senin. Tersangka Haris Simamora memperagakan 30 adegan. Haris membunuh satu keluarga yang terdiri atas Daperum Nainggolan dan istrinya, Maya Ambarita; serta kedua anaknya, Sarah dan Arya. Haris membunuh Daperum dan Maya dengan linggis, sedangkan anak Daperum, Sarah dan Arya, tewas dicekik Haris.

Dalam prarekonstruksi, ditemukan juga beberapa fakta terkait dengan pembunuhan sadis yang dilakukan Haris, yaitu menusuk leher Daperum dan Maya sebanyak tiga kali menggunakan linggis, setelah itu menutup leher tersebut menggunakan bantal. Lalu, kedua anak Daperum dicekik oleh Haris ketika terlelap tidur.

Setelah membunuh satu keluarga itu, Haris pergi menggunakan mobil Nissan X-Trail berwarna silver dengan nomor polisi B-1075-UOG milik Daperum. Kini Haris sudah ditetapkan menjadi tersangka dan terancam hukuman mati.

Haris Simamora (HS) dibutakan dendam membara hingga tegas membunuh satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat. Dia lalu merencanakan pembunuhan sadis itu. Ini rentetan pengakuan Haris. Haris tega membunuh Daperum Nainggolan, Maya Ambarita, Sarah Nainggolan, dan Arya Nainggolan pada hari Senin malam. Jasad keluarga kecil itu ditemukan warga sekitar pada hari Selasa 13 November 2018 sekira pukul 06.30 WIB.

Jejak pelarian Haris diburu tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Bekasi Kota. Haris akhirnya diamankan tim gabungan di kaki Gunung Guntur pada Rabu 14 November sekitar pukul 22.00 WIB. Haris mengungkapkan sejumlah pengakuan. Dia menghabisi Daperum sekeluarga gegara kerap dihina tidak berguna. Kini, Haris telah berstatus tersangka dan ditahan Dia dijerat Pasal 365 ayat 3, 340, dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Berikut pengakuan Haris pembunuh satu keluarga di Bekasi: Baper Dihina Haris sering dihina tak berguna oleh korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Daperum Nainggolan. Setiap datang ke rumah korban, dia dihina. Dianggap tidak berguna dan sebagainya, kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, pada hari Jumat.

Hinaan itu, menurut pengakuan Haris, cukup sering dilontarkan dan membuat Haris sakit hati yang dipendam lalu membara dan merencanakan pembunuhan tersebut.

Rencanakan Pembunuhan, karena dendam membakar Haris gegara baper dihina oleh korban pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Haris lalu diduga merencanakan pembunuhan sadis itu. Dia sudah merencanakan beberapa hari, kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, pada hari Jumat.

Misteri Linggis, yang di pakai Haris menceritakan melakukan pembunuhan itu pada Senin 12 November 2018. Haris mengaku menggunakan linggis dalam aksi pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat. Sekitar pukul 23.00 WIB Senin 12 November 2018, dia melakukan aksinya. Pas mereka tidur, dia ke belakang bawa HP. Dia sudah sering ke situ, dia tahu tempat perkakas di mana, dia lihat linggis. Akhirnya linggis dipakai untuk itu, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono pada hari Jumat.

Linggis itu dipakai Haris untuk membunuh Daperum dan Maya yang sedang tidur. Polisi sempat mencari linggis tersebut pada hari Kamis malam. Namun pencarian ditunda karena cuaca tidak mendukung. Sampai sekarang belum ditemukan karena dibuang ke Kalimalang. Kemarin penyidik ke sana, karena hujan, banjir, deras airnya, makanya kita tunda, kata Argo. Linggis yang dipakai jadi senjata pembunuhan masih jadi misteri.

Ada Apa, Om kedengaran anaknya, Kegaduhan pembunuhan itu, sempat membangunkan buah hati Daperum dan Maya dari tidur nyenyaknya. Anak-anak itu lalu keluar dari kamar tidurnya. Saat kejadian pembunuhan Daperum dan Maya, anak itu bangun mengetahui dan sempat bertanya, Ada apa Om?, ucap Wakapolda Metro Jaya Brigjen Wahyu Hadiningrat saat konferensi pers di kantornya, pada hari Jumat. Haris lalu mengajak keponakannya itu kembali ke kamar tidur. Bahkan dia sempat menina bobokan kedua bocah itu sebelum mencekiknya hingga mati.

Kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi yang dilakukan tersangka Haris Simamora memasuki babak baru. Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, polisi siang ini melakukan pelimpahan tahap kedua, tersangka dan barang bukti, ke Kejari Bekasi. Iya nanti pukul 11.00 WIB kita limpahkan ke Kejari, kata Kanit I Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Malvino Edward Yusticia kepada wartawan, pada hari Kamis.

Sebelum dilimpahkan ke Kejari Bekasi, polisi akan mengecek kesehatan tersangka Haris terlebih dahulu di Biddokes Polda Metro Jaya. Pemeriksaan kesehatan merupakan prosedur yang harus dilakukan polisi sebelum menyerahkan tersangka ke jaksa. Kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi itu sudah dinyatakan lengkap atau P21 sejak beberapa hari lalu. Selanjutnya, kewajiban penyidik polisi adalah melimpahkan barang bukti dan tersangka ke kejaksaan untuk menghadapi persidangan.

Diketahui, pembunuhan sekeluarga di Bekasi, Jawa Barat, itu terjadi pada November 2018. Tersangka Haris membunuh satu kaluarga sekaligus, yakni Daperin Nainggolan, Maya Ambarita, Sarah Nainggolan, dan Arya Nainggolan, karena mengaku sakit hati. Tersangka menghabisi nyawa para korban menggunakan linggis. Setelah itu, dia kabur sebelum akhirnya ditangkap di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat.

Jumat, 22 Februari 2019

Horor Dari Rumah Duka Dan Krematorium

Horor Dari Rumah Duka Dan Krematorium

Horor Dari Rumah Duka Dan Krematorium

AGEN POKER Cerita horornya rumah duka dan krematorium yang kerap dihindari orang banyak, kecuali kalau ada keperluan kedukaan kerabat atau orang lain yang dikenal. Atau ketika kita yang berada dalam peti matinya tersebut. Dikutip dari mahasiswa kedokteran, pada hari Rabu, selain membayangkan hal-hal menyeramkan, ternyata memang ada cerita-cerita horor terkait dengan rumah duka dan krematorium yang ternyata dilakukan oleh mereka yang masih hidup.

1. Bobby Wilks : Pada tahun 1988, Bobby Wilks saat itu berusia 51 tahun telah menjadi direktur untuk Barber Funeral Home di Cross Plains, Tennessee, selama lebih dari 20 tahun lamanya. Di tempat pemakaman tersebut, Wilks mengusulkan kepada para kerabat yang berduka untuk tidak usah menyaksikan penurunan peti mati karena bisa menyedihkan.

Kebanyakan keluarga mematuhi anjuran Wilks. Pada Oktober 1988, Wilks memberikan anjuran yang sama. Para pengusung peti menyingkir walaupun mereka tetap memasang mata. Mereka kemudian menyaksikan Wilks melempar sejumlah pot berisi bunga ke dalam liang kubur tapi tidak memasang tutup atas pelindung peti yang dibayar $375 ($761,53 nilai tahun 2016, Rp 10 juta) oleh kerabat yang berduka.

Mereka melaporkan kepada polisi dan Wilks diringkus. Setelah tersiarnya kabar penahanan Wilks, keluarga-keluarga lain ikut mengadukannya. Satu-satunya cara memeriksa tuduhan adalah dengan mengangkat kembali jenazah yang dimakamkan oleh Wilkes. Ada 30 makam yang dibongkar. Seperti kasus yang diadukan pertama kali, beberapa jenazah dikuburkan tanpa tutup dan tersingkaplah sejumlah hal yang lebih parah lagi. Setidaknya 10 peti mati dijejali dengan botol-botol, popok bekas, kaleng bekas makanan anjing, dan kantong-kantong rambut.

Setidaknya ada dua peti mati yang dikuburkan miring pada sisinya dan ada satu peti dengan tangan yang mencuat keluar. Diduga, Wilks tidak menurunkan peti sebagaimana seharusnya, tapi melemparkan begitu saja. Tapi para kerabat beruntung masih menemukan peti-peti itu. Ada satu jenazah yang dikuburkan tanpa peti. Seorang penggali makam yang membantu mengangkat jenazah mengatakan bahwa Wilkes seperti marah kepada orang mati. Para Oktober 1989, Wilks mengaku bersalah atas 48 dakwaan berbeda dan dipenjara 28 tahun 11 bulan.

2. Juragan Jenazah dari Broward County : Pada tahun 1977, Joseph Damiano memulai bisnis angkutan jenazah di Florida selatan. Ia mendapat sejumlah kontrak besar dan memegang monopoli di pasaran. Setelah beberapa tahun, bisnis angkutan diperluas dengan bisnis jasa kremasi sejumlah jenasah.

Kemudian pada tahun 1990-an Damiano menghadapi sejumlah gugatan. Pertama pada tahun 1994, saat seorang wanita menggugat Damiano karena percaya abu jenazah suaminya tercampur dengan abu jenazah orang lain. Dalam pengadilan, beberapa mantan pegawai bersaksi bahwa abu dari beberapa jenazah berbeda memang seringkali dicampur. Secara khusus, ada perintah untuk menambah abu kremasi bayi karena tidak banyak abu jenazah yang dihasilkan dalam proses itu.

Ia digugat dengan tuduhan yang sama pada 1998, ketika anak perempuan Heather Smith dikremasi di layanan Damiano. Dalam dengar pendapat kasus anak kecil berusia 5 tahun itu, Damiano tidak datang untuk membela diri. Dalam kasus lain, Damiano dituduh menghilangkan seluruh abu jenazah seorang wanita. Bahkan ada tuduhan lain yang mengatakan Damiano tidak menebarkan abu, hanya membuangnya di belakang krematorium atau di tempat parkir krematorium.

Di semua kasus sipil itu Damiano kalah dan diperintahkan untuk membayar $39 juta ($57,48 juta nilai 2016, Rp 757 miliar) kepada semua pihak yang pernah ditelikungnya. Tapi tidak banyak yang bisa diambil oleh penggugat karena tidak ada properti atas nama Damiano. Ia mendaftarkan semua bisnis dan properti atas nama orang lain. Pada 2001, ada penyidikan tentang layanan pemakaman di Florida. Karena Damiano masih banyak utang gugatan, ditambah dengan denda $15 ribu ($20 ribu untuk 2016, Rp 268 juta) yang harus dibayar ke pemerintah federal, Damiano langsung menjadi perhatian.

Mereka memeriksa bisnisnya dan terungkaplah bahwa Damiano tidak memiliki izin untuk menjalankan tungku pembakaran. Lalu terkuaklah temuan lain yang mengejutkan. Damiano secara tidak sah menyewakan sekitar 600 jenazah ke sekolah pembalseman tanpa sepengetahuan kerabat dengan pembayaran $110 untuk setiap jenazah.

Dalam setidaknya 2 kasus, dua jenazah Yahudi dibalsem, padahal itu dilarang dalam ajaran Yudaisme. Pada Maret 2001, kegiatan Damiano ditutup dan ia ditangkap dengan tuduhan penipuan dan berkegiatan tanpa izin. Belum kapok, pada Mei 2016 namanya muncul lagi karena menjalankan layanan kremasi secara daring di Colorado dengan nama Heritage Cremation Provider and Legacy Funeral Services.

Para pengguna jasa mengatakan bahwa abu kerabat ditangani secara sembrono dan, dalam beberapa kasus, perlu waktu berbulan-bulan untuk mendapat kembali abunya. Ada beberapa orang yang menuduhnya menahan abu jenazah kerabat demi uang tebusan.

Celana Dalam Milik Jenazah Dicuri
3. Mark Calebs : Kabar tentang orang yang mencuri dari rumah duka bukan hal yang tidak biasa, apalagi kisah Mark Calebs ini. Sesaat setelah tengah malam pada 27 Juni 1998, seorang pegawai rumah duka di London, Kentucky, mendengar adanya upaya penerobosan. Bersama rekannya, mereka melihat-lihat dan sepertinya tidak ada yang hilang sampai akhirnya mereka tiba di peti mati Brittany Rae Bradley. Anak berusia 9 tahun itu meninggal setelah berjuang melawan kanker langka selama 2 tahun.

Malam itu, rumah duka baru saja mengadakan perkabungan baginya. Ternyata, celana dalam anak itu hilang. Keluarga Brittany Rae Bradley menuduh Mark Calebs (31), sepupu almarhumah, sebagai pencurinya. Polisi akhirnya menggeledah tempat tinggal pria itu dan menemukan celana dalam yang hilang. Lega, tidak ada tanda-tanda penistaan seksual pada jenazah Brittany Rae Bradley. Calebs kemudian disangkakan dengan sejumlah dakwaan.

4. Mark Villella : Pada Agustus 1999, direktur pemakaman bernama Mark Villella menemukan sesuatu yang tidak pernah diharapkan oleh seorang suami di manapun, yaitu surat cinta dari istrinya kepada kekasih gelap. Beberapa hari sesudahnya, Mark dan Exelee (28), istrinya yang telah dinikahinya selama 2 tahun, memperbincangkan hal itu dan kerap menjadi tegang. Pada 5 Agustus malam, Exelee menelepon kakaknya guna mengadukan perkelahian pasutri itu. Saudara perempuannya menjadi khawatir ketika adiknya tidak menelepon lagi.

Rekan-rekan kerja Exelee merasa ada yang tidak beres karena wanita itu tidak datang ke tempat kerja dan Mark tidak mencari-carinya - seperti kebiasaan kalau pria itu sedang dibakar rasa cemburu. Tiga hari setelah Exelee menelepon saudara perempuannya, polisi mewawancarai Mark dan ia mengaku mereka bertengkar. Ia menceritakan kepada polisi bahwa istrinya hengkang tak tentu rimbanya.

Kerabat merasakan kejanggalan karena Exelee tidak membawa bayinya yang masih berusia 18 bulan dan mobilnya masih di rumah. Polisi memeriksa hilangnya wanita itu, menuju suatu kesimpulan yang cukup mengerikan. Di hari yang sama dengan hari mereka melakukan wawancara, Mark sedang bertugas melakukan pemakaman peti mati tertutup bagi Marjorie Hutchinson (89). Polisi menduga Mark menyertakan mayat Exelee dalam peti mati Hutchinson dan menguburkannya bersama-sama.

Tiga minggu setelah hilangnya Exelee, mereka menantang Mark dan mengatakan akan menangkat peti mati Hutchinson. Pria itu kemudian mengaku menikam Exelee ketika sedang tidur. Mark tidak ingin menjalani proses cerai yang mahal dan tidak ingin berbagi perwalian anak lelaki mereka. Ia mengaku bersalah dan diganjar 30 tahun dalam penjara.

5. Anthony Parisi : Pada Juli 1986, Anthony Parisi meninggal pada usia 83. Almarhum adalah seorang dari beberapa pendiri sebuah toko grosir di Mount Vernon, New York. Ia meninggal secara alamiah dan jenazahnya dibaringkan di Yannantuono Funeral Home, juga di Mount Vernon. Pagi tanggal 26 Juli, para pegawai rumah duka berdatangan untuk mempersiapkan jenazah. Ketika mereka melihat ke dalam peti, kepala jenazah sudah raib.

Polisi mendapat laporan dan mereka menduga ada seseorang datang tengah malam, menerobos ke dalam rumah duka, dan menggunakan pisau cukur atau pisau bedah untuk memenggal kepala tersebut. Setelah lepas, kepala itu dibawa kabur. Tidak ada benda lain apapun yang hilang atau rusak. Tidak ada tanda-tanda masuk secara paksa. Polisi kebingungan dengan kasus ini. Mereka tidak bisa menduga orang yang mencurinya, alasannya, atau apa yang kemudian terjadi kepada kepala itu karena tidak pernah ditemukan hingga sekarang.

6. Julie Mott : Pada 15 Agustus 2015, teman dan kerabat Julie Mott menghadiri ibadah duka di rumah duka San Antonio, Texas. Seandainya masih hidup pada tanggal itu, usianya 26 tahun, tapi ia kalah melawan penyakit cystic fibrosis sepekan sebelumnya. Ia mendapat diagnosa penyakit yang memperpendek umur itu ketika masih berusia 2 tahun. Pemakaman seharusnya menjadi bagian pemulihan bagi kerabat, tapi malah menjadi mimpi buruk. Sesaat setelah ibadah kedukaan, tapi sebelum rumah duka tutup, seseorang mencuri jenazah Mott dari dalam peti mati. Tidak pernah ditemukan lagi.

Polisi tidak bisa memastikan siapa yang mencuri jenazah wanita muda yang cantik itu. Mereka memiliki sejumlah teori. Salah satu teori adalah bahwa kekasihnya yang terobsesi telah mencurinya. Ia adalah orang terakhir yang terlihat keluar dari kapel. Polisi menggunakan anjing pelacak untuk menggeledah mobil, rumah, serta beberapa properti milik kakek nenek pria itu. Nihil. Ia tidak pernah disebut secara umum oleh polisi dan tidak pernah disangkakan kejahatan apapun.

Suatu teori lagi dikemukakan oleh pemilik rumah duka, Robert Dick Tips. Menurutnya, jenazah dicuri oleh seseorang yang secara moral keberatan dengan kremasi. Teori lain lagi adalah bahwa rumah duka itu mungkin terlibat dengan raibnya jenazah. Pada Januari 2016, keluarga Mott menggugat rumah duka karena kelalaian besar.

Sang mantan kekasih juga menyalahkan rumah duka. Ia mengatakan bahwa pihak rumah duka kehilangan jenazah Mott atau telah dikremasi secara prematur. Dalam bantahan pihak rumah duka, Tips mengemukakan bahwa ia membantu mengatur pencarian dalam beberapa minggu pertama hilangnya jenazah itu dan menawarkan hadiah $20 ribu (Rp 263 juta)untuk informasi keberadaan jenazah.

Ratusan Jenazah di Garasi Rumah
7. Robert Winston : Banyak orang melakukan bisnis rumah duka karena merupakan bisnis keluarga. Lain dengan Robert Winston memulainya pada usia 49 tahun setelah pensiun sebagai tukang listrik. Sewaktu masih menjadi tukang listrik, ia terkena asbestosis dan mendapat ganti rugi dari perusahaan asbes, lalu bersekolah untuk menjadi direktur rumah duka.

Winston lulus ujian pada 1991. Pada 1993, ia membuka Newman-Winston Memorial Chapel di McKeesport, Pennsylvania, menggunakan uang ganti rugi yang diterimanya. Masalahnya, dia bukan seorang pengusaha ulung. Ia tidak terlalu bagus menagih ratusan ribu dolar yang menjadi haknya dan, pada akhir 2000, ia mengalami masalah besar keuangan.

Salah satu pemasukan tetap berasal dari Magee-Women’s Hospital. Tugas Winston adalah melakukan kremasi pada janin dan bayi yang meninggal sewaktu lahir. Masalahnya, ia menerima uang dari rumah sakit dan membayarkan tagihan lain sehingga ia tidak bisa melakukan kremasi dan malah menyimpannya dalam rumah duka. Pada Maret 2004, izin usahanya ditangguhkan selama 3 tahun karena menjalankan rumah duka tanpa lisensi dan tidak memberitahukan kepada negara bagian bahwa ia menjual rencana pengaturan pemakaman.

Karena tidak punya izin, ia tidak punya pemasukan dan rumah duka itu disita. Ketika diusir dari sana, ia membawa jenazah-jenazah bayi ke garasi rumahnya. Pada Agustus 2005, mantan istrinya melapor kepada polisi bahwa Winston menyimpan jenazah dalam garasi rumahnya.

Polisi menggeledah garasinya dan menemukan 179 jenazah janin dari ibu berusia kehamilan lebih dari 16 minggu, 154 janin dari ibu yang berusia kehamilan kurang dari 16 minggu, 253 wadah berbahaya berisi bekas-bekas otopsi janin, dan 19 jenazah bayi yang baru lahir tapi meninggal beberapa hari kemudian. Menurut polisi, semua itu berasal dari rumah sakit antara tahun 2000 dan 2002. Winston kemudian ditangkap dan didakwa dengan 19 dakwaan penistaan jenazah serta pencurian. Ia mengaku bersalah dan menjalani hukuman percobaan.

8. Biomedical Tissue Services : Michael Mastromarino adalah seorang ahli bedah gigi, tapi kehilangan izin pada 2002 karena menggunakan obat infus selagi sedang mengerjakan gigi seorang pasien. Bisnis berikutnya adalah perusahaan sendiri bernama Biomedical Tissue Services di kota Fort Lee, New Jersey. Perusahaan itu mengambil tulang dan jaringan dari mayat untuk digunakan dalam implan gigi. Walau terdengar menyeramkan, hal ini sebenarnya lazim dilakukan.

Banyak orang mengetahui bahwa dokter mengambil organ dari orang yang masih hidup dan melakukan transplantasi organ itu pada orang lain. Tulang dan jaringan tertentu tidak harus segera dipakai, sehingga bisa diambil di rumah duka, beberapa jam setelah kematian, dengan empat syarat tertentu. Pertama, agar perusahaan itu boleh melakukan 'panen' organ jenazah, mereka harus mendapat izin dari yang bersangkutan sewaktu masih hidup atau dari anggota keluarga. Kedua, orang itu tidak pernah memiliki penyakit menular. Ketiga, ia tidak boleh terlalu tua. Terakhir, kematiannya belum lebih dari 15 jam.

Syarat yang terdengar masuk akal, namun diabaikan semua oleh perusahaan Mastromarino. Ia menggunakan perantara dan membayar $1000 (Rp 1,3 juta) untuk setiap jenazah. Ia lalu mengirim tim 3 orang untuk melakukan panen. Tidak ada kerabat korban yang mengetahui hal ini. Salah satu jenazah yang dikerjakannya adalah jenazah Alistair Cooke, mantan pembawa acara Masterpiece Theater di stasiun televisi PBS. Ia meninggal dalam usia 94 tahun dan pernah menderita kanker, tapi tetap saja tulang lengan dan kakinya diambil.

Dari setiap jenazah, Mastromarino mendapat untung $10 hingga $15 ribu untuk setiap jenazah. Ia telah melakukan panen dari 1.076 jenazah, jelaslah ia menjadi seorang jutawan. Masalahnya, orang menjadi sakit karena transplantasinya. Ada seorang pria usia 23 tahun yang harus dibedah untuk perbaikan ligamen sobek pada sendi dengkul. Ia mendapatkan tulang rawan dari jenazah yang sudah mati selama 19 jam. Dalam tambahan waktu setelah kematian itu, jamur sempat berkembang di tulang rawan, dan menjadi infeksi ketika ditanam pada penerimanya.

Ada seorang wanita berusia 74 tahun yang mendapat implan tulang untuk punggung bagian bawah dan malah tertular sipilis dari implan. Seorang pria berusia 41 tahun teruji positif HIV dan hepatitis C setelah mendapat implan tulang untuk suatu penyakit terkait usia. Dan masih banyak lagi. Dampak sebenarnya mungkin tidak akan pernah diketahui karena Mastromarino membanjiri pasar dengan tulang dan jaringan tercemar yang telah ditanam pada lebih dari 10 ribu orang.

Semua mulai terungkap pada November 2004 ketika New York Police Department diminta datang ke suatu rumah duka yang pernah dimiliki oleh seorang direktur pemakaman di bawah Mastromarino. Setelah penyidikan panjang, polisi menangkap Mastromarino, tiga orang bawahannya, dan tiga direktur pemakaman, terkait dengan komplotan pelaku panen jenazah.

Mastromarino diganjar 18 hingga 54 tahun penjara. Istrinya sepakat membayar $4,6 juta ($ 5,85 juta nilai 2016, Rp 77 miliar) kepada keluarga-keluarga yang pernah terhubung dengan jejaring Mastromarino. Pria itu meninggal karena kanker hati metastatis pada Juli 2013, di usia 49 tahun.

Menukar Organ Jenazah
9. Walter dan Helen Pestinikas : Pada Maret 1982, Joseph Kly (90), seorang pensiunan penambang batu bara penderita paru-paru legam, pergi ke sebuah rumah sakit di Scranton, Pennsylvania karena sulit menelan. Ketika berada di rumah sakit, ia membuat pengaturan pemakaman dengan Walter dan Helen Pestinikas, pemilik rumah duka setempat.

Setelah dirawat selama 4 minggu di rumah sakit, bukannya pulang ke rumah bersama putra tirinya, Kly malah tinggal bersama pasangan Pestinikas yang keduanya berusia 60-an. Kly ditempatkan di area patio yang telah diubah di bekas bar milik pasangan itu di Scranton. Dua setengah tahun kemudian, pada 15 November 1984, Kly ditemukan meninggal dalam bar. Pihak yang berwenang dipanggil dan jenazah Kly dibawa ke dokter.

Pihak berwenang juga memperhatikan bahwa area tempat tinggal Kly selama 2,5 tahun terakhir tidak pantas untuk tempat tinggal manusia. Tidak ada pendingin, tidak ada toilet, tidak ada insulasi. Tinja manusia bertebaran dalam ruangan kecil itu. Jenazah Kly diperiksa dokter dan ketahuan bahwa Kly kelaparan serta menderita dehidrasi parah. Ia juga tidak makan dalam beberapa hari sebelum kematiannya. Jelas terlihat, karena berat badannya saat meninggal hanya 28 kg.

Karena Kly telah membayar pengaturan pemakaman kepada pasangan Pestinikas, dokter mengembalikan jenazah kepada pasangan untuk kemudian dikuburkan. Polisi mengatakan bahwa pihak keluarga memiliki keputusan final tentang siapa yang menguburkan jenazah. Kly tidak mempunyai banyak saudara dan merekapun tidak sanggup membiayai pemakaman sehingga lagi-lagi mereka mengirimkannya kepada rumah duka milik pasangan yang membiarkan Kly kelaparan.

Enam hari setelah Kly dilaporkan meninggal, polisi kembali ke ruangan tempat tinggalnya dan mendapati ruang itu telah dibersihkan serta dicat ulang oleh Pestinikas. Lalu ada alat bantu jalan yang sebelumnya tidak ada di ruangan itu. Pasangan Pestinikas kemudian ditahan dengan tuduhan telah menyandera Kly, mencuri uangnya, dan membiarkannya kelaparan. Ketika Kly pindah ke sana, ia memberikan akses rekening bank yang saat itu berisi $35 ribu ($ 87 ribu nilai 2016, Rp 1,15 miliar) kepada Helen Pestinikas. Ketika meninggal, isi rekening tinggal $55 ($ 127,7 nilai 2016, Rp 1,67 juta)

Pasangan Pestinikas membela diri dan mengatakan bawha Kly memang sudah tua, anoreksik, dan menderita paru-paru legam serta beberapa kondisi medis lain yang turut andil dalam kematiannya. Mereka mengaku melakukan yang terbaik untuknya dan Kly meninggal karena sebab alamiah. Mereka juga menuduh bahwa otopsinya sembarangan.

Jenazah Kly diangkat lagi pada Februari 1985 untuk otopsi ulang. Sang dokter langsung mengetahui ada yang tidak beres. Pada bagian perut ada dua jahitan. Ketika melihat ke bagian dalam tubuh, lambung dan beberapa organ lain telah diganti dengan organ dari orang yang telah makan sebelum meninggal. Pasangan Pestinikas menolak dugaan telah menukar organ-organ tubuh, sehingga masih beum jelas dari mana asal organ-organ sehat itu. Pasangan Pestinikas kedapatan bersalah pada Februari 1987 untuk pembunuhan tingkat tiga dan dakwaan lain. Keduanya diganjar 5 hingga 10 tahun penjara.

10. Skandal Tri-State Crematory : Pada tahun 1996, ketika ayahnya sakit, Tommy Ray Brent Marsh berhenti kuliah untuk meneruskan bisnis keluarga, yaitu sebuah krematorium di halaman belakang rumah keluarga di Noble, Georgia. Saat Marsh menjalankan Tri-State Crematory, ada ribuan jenazah dikirim ke sana untuk kremasi. Pada Oktober 2000, kantor sheriff menerima laporan pertama adanya sesuatu yang tidak biasa di krematorium.

Petugas gas memberitahu melihat beberapa jenazah bergelimpangan di properti Marsh, tapi kantor sheriff tidak pernah melakukan tindak lanjut. Sekitar 13 bulan kemudian, dinas perlindungan lingkungan, Environmental Protection Agency (EPA), mendapat petunjuk tak bernama tentang keberadaan jenazah di hutan sekitar properti milik Marsh. Mereka melakukan penyidikan tapi tidak menemukan apapun.

Pada 14 Februari 2002, polisi menerima panggilan tak bernama yang mengatakan bahwa, sewaktu sedang membawa anjing berjalan-jalan di hutan, beberapa orang menemukan tulang lengan manusia. Hari berikutnya, polisi pergi ke krematorium dan langsung menemukan 49 jenazah yang harusnya sudah dilakukan kremasi, tapi belum dilakukan. Mereka memperluas pencarian dan menemukan 334 mayat bertebaran dalam dan di sekitar properti Marsh. Ada beberapa yang sudah tergeletak lebih dari 5 tahun.

Selain jumlah yang mencengangkan, cara penyimpanan jenazah juga keterlaluan. Ada yang masih berada dalam peti mati dan beberapa peti mati sekedar ditumpuk. Tapi banyak jenazah yang tidak berada dalam peti mati dan berserakan begitu saja. Beberapa jenazah masih mengenakan gaun rumah sakit, lengkap dengan gelang rumah sakit. Jenazah bertebaran di hutan, disembunyikan dalam hampir semua bangunan dalam properti, dan ada beberapa yang dilemparkan ke dalam lubang-lubang di tanah.

Karena sudah ada yang tergeletak lebih dari 5 tahun, peluruhannya ada pada beberapa tingkatan. Misalnya, dalam garasi, polisi menemukan 4 peti mati dengan beberapa jenazah saling bertumpukan, lalu ada berapa jenazah bertebaran dengan cairan tubuh yang menetes ke tanah. Mengenai alasan di belakang semua ini, pengacara Marsh mengatakan bahwa Marsh mengalami keracunan zat merkuri karena proses kremasi sehingga ia mengaku seakan tinggal di dalam kabut.

Menurut polisi, ia sangat tidak becus dalam pekerjaannya dan tidak pernah sungguh-sungguh ingin menjadi bagian bisnis keluarga. Marsh disangkakan 787 dakwaan, termasuk 179 dakwaan penistaan jenazah dan 439 dakwaan pencurian. Pada Februari 2004, Marsh mengaku bersalah dan diganjar hukuman penjara selama 12 tahun. Pemerintah setempat dan negara bagian menghabiskan $10 juta ($12,7 juta nilai 2016, Rp 16,7 miliar) untuk pembersihan dan pemulihan jenazah. Secara keseluruhan, ada 133 jenazah yang tidak bisa dikenali.

Kamis, 21 Februari 2019

Dari Mengidam Wanita Ini Suka makan Sabun Berasal Dari Probolinggo

Dari Mengidam Wanita Ini Suka makan Sabun Berasal Dari Probolinggo

Dari Mengidam Wanita Ini Suka makan Sabun Berasal Dari Probolinggo

AGEN POKER Warganet digegerkan dengan adanya perilaku Mobarokatul Hosi'ah (21) yang sedang menikmati makan sabun batangan. Rupanya kebiasaan ini dilakukan sejak hamil anak pertama yang merupakan ngidam yang aneh bagi orang lain. Aksi warga Desa Dungun, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo ini tergolong unik dan jarang di lihat orang. Tanpa berpikir bahaya menyantap pembersih badan ini, dirinya dengan lahap menjilat dan mengulum sabun. Menurut Hosi'ah, dirinya ngidam memakan sabun batangan.

Dulu ngidam makan sabun mas, tapi karena keseringan jadinya kebiasaan,ungkap Hosi'ah saat dikonfirmasi, pada hari Sabtu.  Hosi'ah menjelaskan, berbagai sabun batangan sudah dinikmatinya sejak 2 tahun lalu. Ini dilakukannya saat di kamar mandi.

Ya pas mandi itu. Baunya harum. Pengen nyoba rasanya ternyata pahit, pungkasnya. Sementara suami Hosi'ah, Khoirul Anwar mengaku masih memperbolehkan istrinya memakan sabun, lantaran kondisinya tidak apa-apa. Akan tetapi, jika ke depannya ada imbuan dari pihak kesehatan setempat, dia pun akan memperingatkan istrinya agar berhenti makan sabun.

Saat ini kan istri saya tidak apa-apa meski makan sabun, tapi kalo nanti ada larangan dari pihak terkait, tentunya saya akan ingatkan istri agar berhenti, jelasnya. Beberapa hari terakhir, warganet di media sosial (medsos) dihebohkan sebuah unggahan video yang menampilkan wanita sedang memakan sabun batangan. Siapa dia?

Rupanya wanita yang sedang viral itu adalah Mobarokatul Hosi'ah (21). Aksi warga Desa Dungun, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, ini viral setelah menikmati berbagai macam sabun batangan. Selama 2 tahun ini, Hosi'ah mengaku sering makan sabun. Mengenai rasa, dirinya mengaku sabun yang dimakan terasa pahit.

Kalau rasanya ya pahit mas. Kalau makan ini ya sekitar 2 tahunan, ujarnya kepada wartawan saat dikonfirmasi, pada hari Sabtu. Aksi memakan sabun ini, tambah Hosi'ah, biasanya dilakukan saat berada di kamar mandi. Meski begitu, makan sabun itu hanya sebatas menjilat dan mengemutnya bukan dimakan secara utuh.

Ya sudah bermacam sabun saya coba. Sampai sekarang dan itu pun saya tidak pernah sakit, pungkasnya. Video aksi makan sabun itu, diunggah akun bernama @khosikmubarok sepekan yang lalu dan langsung mendapat ribuan like dan komentar yang aneh-aneh.

Dalam akun tersebut, terdapat 3 unggahan video dengan aksi yang sama, masing-masing berdurasi sekitar 1 menit. Beragam tanggapan warga net, langsung menghujani video aksi makan sabun itu. Ada yang terhibur, bahkan ada juga yang malah request. Seperti yang dikatakan oleh akun bernama @bektirenita Mbak sabun yg kayak mayonaise itu lo mbak, kalo gak salah merknya WINGS, dan akun bernama @justiharianja Saya Request Sabun Colek Merek Ekonomi.

Mubarokatul Hosi'ah (21), wanita yang makan sabun diperiksa kesehatannya oleh para medis puskesmas. Melalui Puskesmas Tongas, Dinkes Kabupaten Probolinggo mendatangi rumah Hosi'ah di Desa Dungun, Kecamatan Tongas, Dinkes Kabupaten Probolinggo. Kepada wartawan, dr Peni Endah Setyoresmi mengatakan, pemeriksaan kepada Hosi'ah meliputi pemeriksan fisik, vital sign, antropometri, darah, hemoglobin, kolesterol, asamurat dan gula darah.

Dari pemeriksaan yang berlangsung selama 1 jam itu, secara umum kondisi kesehatan Hosi'ah normal tanpa ada masalah apapun. Meski demikian, petugas tetap akan melakukan langkah-langkah agar Hosi'ah mengurangi konsumsi sabun. Pemeriksaan kesehatan korban sudah kita lakukan. Akan tetapi kita akan berikan konseling pada Hosi'ah agar mengurangi kemauannya atau kebiasaannya menjilati sabun mandi batangan, kata Peni saat dikonfirmasi oleh wartawan, pada hari Senin.

Peni menambahkan, pemeriksaan tidak hanya akan dilakukan pada Hosi'ah. Tapi juga terkait tumbuh kembang anaknya. Petugas kesehatan akan memeriksa apa anak tersebut mengalami keterlambatan pertumbuhan atau tidak. Karena Hosi'ah kebiasaan menjilati sabun sejak hamil, kita akan periksa juga anaknya. Jika memang diketemukan keterlambatan, kita akan konsultasikan ke dokter spesialis anak, tandasnya.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...