Sabtu, 05 Januari 2019

Sungguh Terlalu Seorang Perempuan Dibalok Saat Salat Dimasjid

Sungguh Terlalu Seorang Perempuan Dibalok Saat Salat Dimasjid

Sungguh Terlalu Seorang Perempuan Dibalok Saat Salat Dimasjid

AGEN POKER Pihak kepolisian Samarinda, yang mendapatkan laporan mengenai pemukulan seorang perempuan yang sedang melaksanakan salat di masjid yang ada di Samarinda tersebut sedang dalam penyelidikan petugas. Saat ini pelaku tengah dikejar oleh tim gabungan dari polda dan Polresta Samarinda.

Seorang pria memukul perempuan yang sedang salat sendirian di masjid di Samarinda, Kalimantan Timur. Ini kata Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan kejadian tersebut. MUI sangat menyesalkan tindakan yang tidak terpuji tersebut didalam Masjid tersebut. Polisi diharapkan untuk bisa dengan sesegera mungkin menangkap sang pelaku agar polisi dapat mengetahui dan mengungkap apa yang menjadi motif si pelaku dalam melakukan tindakan yang tercela tersebut, kata Sekjen MUI Anwar Abbas kepada wartawan, pada hari Senin.

Sebuah video kejadian ini sedang viral di media sosial. Seorang perempuan yang sedang melaksanakan salat seorang diri didekati oleh seorang pria dan memukul wanita tersebut. Si pria yang mendekat langsung memukul si perempuan menggunakan balok di bagian kepala belakang. Perempuan malang itu tersungkur, sementara si pria lari.

Bagi Anwar, pengungkapan kasus pemukulan ini mesti segera dilakukan. Anwar tak ingin masyarakat berpersepsi.  Ini penting untuk segera diketahui dan dijawab agar kasus ini tidak menjadi isu liar yang meresahkan kehidupan masyarakat, ucap Anwar.

Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetiyo mengatakan korban yang berinisial MAN ini mengalami luka lebam di bagian tengkuk. Adapun terduga pelaku, yang sampai saat ini masih dikejar, berinisial MJ.

Polisi telah menerima pengaduan resmi mengenai kejadian ini. Diketahui, peristiwa yang sungguh keterlaluan itu terjadi pada hari Jumat, pada pukul 14.05 Wita di Masjid Al Istiqomah, Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur.

Korban yang sedang melaksanakan salat di masjid sendirian, tiba-tiba mengalami pemukulan, seketika korban terjatuh dan berusaha untuk bangkit, dan pelaku sudah melarikan diri. Kejadian sudah dilaporkan ke Polresta Samarinda, ujar Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetiyo kepada wartawan di kantornya, pada hari Senin.

Saat ini sedang dalam proses pengejaran oleh tim gabungan yang dibentuk oleh Polresta Samarinda, kata Dedi.

Jumat, 04 Januari 2019

Polresta Samarinda Membuat Tim Gabungan Untuk Mengejar Pemukulan Di Masjid

Polresta Samarinda Membuat Tim Gabungan Untuk Mengejar Pemukulan Di Masjid

Polresta Samarinda Membuat Tim Gabungan Untuk Mengejar Pemukulan Di Masjid

AGEN POKER Polda Samarinda bentuk tim gabungan dan Polresta Samarinda masih memburu pelaku pemukulan perempuan yang sedang salat di masjid sendiri. Polisi menginvestigasi ke pihak keluarga untuk mengetahui keberadaan pelaku saat ini.

Kita dari Polda dan Polresta Samarinda bentuk tim gabungan untuk lakukan penyelidikan terhadap pelaku yang memang identitas pelaku sudah diketahui, ada juga rekaman CCTV dari masjid tersebut. Yang bersangkutan belum berhasil dilakukan penangkapan saat ini. Satu kesulitan, yang bersangkutan tidak menggunakan sarana komunikasi. Jadi kita cenderung lakukan investigasi ke pihak keluarga, kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Yaya Suryana, saat dihubungi oleh wartawan, pada hari Senin malam.

Kasus ini sudah ditangani oleh Polresta Samarinda. Polisi sudah mendatangi rumah pelaku, namun tidak didapati keberadaan pria berinisial MJ itu. Polisi mengetahui alamat pelaku karena memegang fotokopi KTP MJ. Diketahui, MJ sudah berada di Masjid Al Istiqomah, Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, sejak tiga hari sebelum adanya peristiwa pemukulan.

Memang yang bersangkutan itu sudah berada di masjid tersebut selama tiga hari sebelum kejadian. Sudah di situ, diketahui oleh marbut masjid, penjaga masjid. Makanya kita punya kopi KTP-nya. Tiba-tiba pada hari tersebut, pukul 14.00, korban dipukul dari belakang, ucap Yaya. Akibat pemukulan itu, korban perempuan berinisial MAN mengalami luka lebam di bagian pundak. Motif pemukulan belum diketahui karena belum ada keterangan dari pelaku.

Tanpa kita lakukan pemeriksaan yang bersangkutan kita belum tahu motif pemukulan, ujar Yaya. Sebelumnya diberitakan, peristiwa pemukulan itu terjadi pada hari Jumat pukul 14.05 Wita. Dari rekaman CCTV tampak pelaku memukul korban menggunakan balok dengan keras dari belakang korban.

Setelah itu pelaku keluar masjid. Korban pun terjatuh. Korban yang sempat ingin mengejar pelaku sempat kesulitan bangun karena kehilangan keseimbangan setelah dipukul oleh pelaku.

Polisi sudah menangkap pelaku yang menganiaya wanita saat salat di Masjid Al Istiqomah, Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur. Pelaku atas nama Muhammad Zuhairi, ditangkap di rumahnya, Kutai Kartanegara, Kaltim. Muhammad Zuhairi ditangkap dirumahnya di Sanga-sanga Kutai Kartanegara pada Rabu siang, setelah melakukan pelarian ke sejumlah kota di Kalimantan Timur, ujar Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono, saat dikonfirmasi, pada hari Rabu.

Sudarsono memastikan, kasus ini merupakan kriminal ini murni dari pelaku yang ingin mengambil uangnya. Jadi ini murni tindak pidana murni tidak ada kaitanya dengan keagamaan, imbuhnya. Polisi mengamankan satu buah balok yang sebelumnya digunakan untuk memukul korban. Kasus ini terungkap setelah video penganiayaan yang dilakukan pelaku viral di media sosial. Setelah videonya viral, Zuhairi mengaku ketakutan dan sengaja menyerahkan diri.

Saya sudah niat untuk menyerahkan diri, saya salah, saya bingung mau kemana, saat itu saya hanya perlu makan jika berhasil pun saya tidak akan ambil seluruh uang korban karena memang hanya butuh Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu, kata Muhammad Zuhairi. Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya bapak 8 anak ini dikenakan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Korban orangnya ramah, entah kenapa saya nekat melakukan hal itu, tak tahu iblis apa, setan apa yang merasuki saya, jelas Zuhairi.

Rabu, 02 Januari 2019

Karena Sakit Hati Ke Pamannya Sidik Culik Dan Membunuh Saudaranya

Karena Sakit Hati Ke Pamannya Sidik Culik Dan Membunuh Saudaranya

Karena Sakit Hati Ke Pamannya Sidik Culik Dan Membunuh Saudaranya

AGEN POKER Saudara kandung yang sungguh keji perilaku Muhammad Sidik (19) warga Kabupaten Siak Riau. Dia membunuh anak pamannya karena dijanjikan dana yang dibantukan untuk nikahnya terlalu sedikit alias kurang banyak dari tagihan acara.

Korbannya bernama Ayub usia lima tahun yang merupakan anak pamannya sendiri. Bocah ini dibunuh pelaku karena unsur sakit hati terhadap pamannya, kata Kasat Reskrim Polres Siak, AKP M Faisal Ramzani SIK kepada wartawan, pada hari Minggu.

Faisal menjelaskan kenapa dia membunuh sepupunya, peristiwa tersebut berawal pada hari Jumat sore di Desa Perawang Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Tersangka mengajak korban Ayub dengan alasan akan bermain si sebuah tempat permainan. Ketika itu ayah korban sedang tidak lagi di rumah, tengah berada di Pekanbaru. Tersangka menjemput korban ke rumahnya, kata Faisal.

Setelah dijemput, kata Faisal, pelaku menghubungi orang tua korban mengatakan telah menculik anaknya atau sepupu Faisal. Mendapat kabar tersebut, ayah korban Asril (42) menghubungi keluarganya untuk memastikan soal aksi penculikan tersebut.

Dengan komunikasi melalui HandPhone, tersangka meminta tebusan uang ke pamannya sebesar Rp 300 juta jika bocah itu ingin selamat. Bila tidak diberikan, korban akan dibunuh, kata Faisal.

Atas ancaman tersebut, sambungnya, pihak keluarga melaporkan aksi penculikan tadi ke Polsek Tualang. Malam itu juga pihak kepolisian melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku. Pelaku berhasil ditangkap pada hari Sabtu.

Saat ditangkap ternyata tidak bersama korbannya. Dia mengaku telah membunuh korban yang tak lain juga saudara sepepunya sendiri, kata Faisal.

Tim lantas meminta pelaku untuk menunjukkan lokasi pembunuhan korban. Tersangka usai membunuh dengan cara mencekik lantas ditimbun begitu saja dengan tanah. Kaki korban saat ditemukan dalam keadaan terikat. Jasad korban selanjutnya dibawa ke RS Polda Riau di Pekanbaru, kata Faisal.

Dari keterangan tersangka, katanya, dia sengaja melakukan hal itu karena unsur sakit hati terhadap pamannya, Asril. Alasannya karena saat dia ingin menikah, pamannya hanya bersedia memberikan bantuan Rp 5 juta.

Tersangka mengaku sakit hati karena sepupu lainnya dulu saat menikah diberi bantuan dari pamannya mobil dan rumah. Tersangka juga mengaku sakit hari juga karena sering dimarahi dan dihina bodoh, kata Faisal.

Selasa, 01 Januari 2019

Begini Kronologinya Tsunami Menurut BMKG Di Selat Sunda

Begini Kronologinya Tsunami Menurut BMKG Di Selat Sunda

Begini Kronologinya Tsunami Menurut BMKG Di Selat Sunda

AGEN POKER Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan menyampaikan urutan kejadian tsunami yang terjadi di kawasan Selat Sunda pada hari Sabtu malam. Berikut adalah kronologi tsunami yang menewaskan ratusan korban jiwa tersebut.

Bagaimana lebih jelas kronologi ini disampaikan lewat keterangan pers BMKG dengan penjelasan dari Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, pada hari Minggu. Peristiwa ini akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi awalannya sumber tsunami tersebut.

Hari Jumat pada pukul 07.00 WIB, BMKG memberi peringatan dini untuk gelombang tinggi yang berlaku tanggal 22 Desember pada pukul 07.00 WIB hingga 25 Desember pada pukul 07.00 WIB di wilayah perairan Selat Sunda dengan ketinggian 1,5 hingga 2,5 meter. Pada hari Jumat (21/12/2018) pada pukul 13.51 WIB, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mendeteksi erupsi Gunung Anak Krakatau. Ketinggian kolom abu sekitar 400 m di atas puncak dan 738 m di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal, condong ke arah utara. Status Gunung adalah Waspada (Level II).

Pada hari Sabtu (22/12) pada pukul 07.00 WIB, Peringatan dini gelombang tinggi telah berlaku dari 22 Desember 2018 pada pukul 07.00 WIB hingga 25 Desember 2018 pukul 07.00 WIB berlaku di wilayah perairan Selat Sunda. Ketinggian gelombang 1,5 hingga 2,5 meter. Hari Sabtu (22/12) pada pukul 20.56 WIB, Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu longsor lereng Gunung seluas 64 Ha.

Pada hari Sabtu (22/12) pada pukul 21.03 WIB, Seismograf BMKG di Cigeulis Pandeglang (CGJ) dan beberapa sensor di wilayah Banten serta Lampung mencatat adanya getaran. Namun sistem prosesing otomatis gempa BMKG tak memproses secara otomatis karena sinyal getaran bukan berasal dari gempa tektonik.

Sistem Peringatan dini tsunami yang dimiliki oleh BMKG saat ini hanya untuk tsunami yang disebabkan gempa bumi tektonik, sedangkan tsunami yang melanda Selat Sunda adalah akibat aktivitas vulkanik sehingga saat ada aktivitas vulkanik di Gunung Anak Kraktau, sistem peringatan dini tsunami tidak mampu memproses secara otomatis adanya aktivitas vulkanik sehingga tidak memberikan WARNING tsunami kepada masyarakat pinggir pantai, kata Rahmat.

BMKG tak melanjutkan pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan gunung api lainnya karena hal itu menjadi tugas PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM.

Pada hari Sabtu (22/12) pada pukul 21.30 WIB
Petugas Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG mendapat laporan kepanikan masyarakat wilayah Banten dan Lampung karena air laut pasang tidak normal. BMKG mengecek marigram Tide Gauge Badan Informasi Geospasial (BIG). Pada hari Sabtu (22/12) pada pukul 21.27 WIB, lewat pengecekan itu dipastikan, ada perubahan permukaan air laut di sejumlah wilayah, yakni Pantai Jambu, Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. Ketinggian muka air laut sebesar 0,9 m.

Pada hari Sabtu (22/12) pada pukul 21.33 WIB, ketinggian permukaan air laut mulai mencapai 0,35 m di pelabuhan Ciwandan, Banten. Pada pukul 21.35 WIB, ketinggian permukaan air laut sudah mencapai 0,36 m di Kota Agung, Lampung. Pada pukul 21.53 WIB, ketinggian permukaan air laut mulai mencapai 0,28 m di Kecamatan Kota Bandar Lampung

Pada pukul 22.30 WIB, BMKG meyakini bahwa yang terjadi itu adalah gelombang tsunami dan segera mengeluarkan rilis pers bahwa tsunami melanda Banten dan Lampung, namun tsunami tidak dipicu oleh gempa bumi tektonik.

Pada hari Minggu (23/12) pada pukul 14.40 WIB, BMKG memastikan bahwa pusat getaran ada di gunung anak krakatau, 115,46 BT- 6.10 LS, kedalaman 1 km, Getaran tersebut setara dengan kekuatan M 3,4. Ucap BMKG pusat.

Senin, 31 Desember 2018

Terungkap Pembunuhan Wanita Muda Di Apartemen Kebagusan City

Terungkap Pembunuhan Wanita Muda Di Apartemen Kebagusan City

Terungkap Pembunuhan Wanita Muda Di Apartemen Kebagusan City

AGEN POKER Terungkap kasus terduganya pembunuh wanita muda bernama Sisca Icun Sulastri ditangkap di Cilandak, Jaksel. Terduga pelaku kini dibawa ke Polres Jaksel. Kita melakukan pengejaran dan menangkap di Cilandak, kata Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya saat dimintai konfirmasi oleh wartawan, pada hari Kamis.

Kompol Andi belum menerangkan kronologi penangkapan, termasuk barang bukti yang disita dari terduga pelaku pembunuhan Sisca Icun Sulastri. Tim disebut masih mengembangkan penyidikan.  Lagi kita kembangkan, katanya. Sisca Icun Sulastri ditemukan tewas di unit Apartemen Kebagusan City yang disewa pada hari Selasa sore. Polisi menduga Sisca dibunuh pada hari Minggu.

Saksi perempuan berinisial IR kepada polisi mengaku terakhir kali berkomunikasi via WhatsApp pada hari Minggu, sekitar pukul 11.45 WIB.  Keesokan harinya, sekitar pukul 22.03 WIB, pada hari Senin, Sisca Icun Sulastri tak lagi merespons panggilan telepon IR.

Komunikasi terakhir pada Minggu itu juga diterangkan saksi berinisial WS. Pria ini terakhir kali berkomunikasi via chat WA pada pukul 15.35 WIB, pada hari Minggu. Pada Senin, Sisca Icun Lestari tak juga bisa dihubungi oleh IR yang ingin membeli susu nutrisi herbal.

Curiga ada yang janggal, IR dan WS mendatangi unit apartemen Sisca Icun di Tower A sekitar pukul 14.30 WIB, pada hari Selasa. Tapi pintu unit kamar Sisca terkunci hingga akhirnya dibuka paksa dan ditemukan Sisca sudah tewas.

Saat ini Polisi terus menggali fakta-fakta pembunuhan Sisca Icun Sulastri (34). Polisi menemukan fakta Sisca sempat janjian berkencan dengan H (22), pelaku pembunuhan di Apartemen Kebagusan City, Jaksel. Pelaku sempat cekcok sebelum akhirnya membunuh Sisca Icun.

Pelaku dan korban janjian untuk kencan di tempat dan lokasi kejadian melalui aplikasi chatting, ujar Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya, pada hari Kamis.  Sisca Icun Sulastri menghubungi H sejak hari Minggu pagi. Sisca disebut menjanjikan uang Rp 2 juta agar H mau diajak berkencan.

Sekitar pukul 17.30 WIB, pada hari Minggu, Sisca Icun menjemput H di kolam renang Apartemen Kebagusan City. Di unit apartemen yang disewa Sisca, pelaku sempat menagih uang yang dijanjikan. Namun Sisca Icun menolak dan meminta H menemaninya. Setelah itu, terjadi cekcok antara Sisca Icun dan H hingga akhirnya terjadi pembunuhan.

Dari hasil visum yang ditemukan tiga luka tusukan di tubuh Sisca, yang baru diketahui tewas pada hari Selasa sore.  H ditangkap di Cilandak sekitar pukul 13.00 WIB. Polisi masih mengembangkan penyidikan kasus pembunuhan Sisca Icun Sulastri.

Minggu, 30 Desember 2018

Dikagetkan Temuan Bocah SD Tewas Di Kota Banjar Diduga Dibunuh

Dikagetkan Temuan Bocah SD Tewas Di Kota Banjar Diduga Dibunuh

Dikagetkan Temuan Bocah SD Tewas Di Kota Banjar Diduga Dibunuh

AGEN POKER Warga dikagetkan dengan temuan seorang pemuda tanpa identitas ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah rumah warga di Dusun Margaluyu, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat pada hari Rabu sore. Mayat yang ditemukan di rumah milik Yatno (60) ini diduga korban pembunuhan. Saat ditemukan oleh pemilik rumah, korban tergeletak di bawah kursi dengan leher terluka diduga bekas sayatan benda tajam.

Dengan ciri-ciri korban yakni kulit hitam, menggunakan baju lengan panjang warna hitam, celana jeans hitam, memakai gelang hitam di lengan kirinya serta rambut ikal. Agus (38), warga setempat mengatakan menurut cerita pemilik rumah Yatno, ia baru pulang dari pasar setelah berjualan ikan. Sewaktu masuk ke rumah, Yatno terkejut melihat sesosok pria muda tergeletak di lantai rumahnya dengan bersimbah darah, sudah tidak bernyawa.

Saya tidak tahu persis kejadiannya, namun orang yang pertama kali menemukan korban adalah Yatno pemilik rumah tersebut, ujarnya. Menurut Agus, warga sekitar tidak ada yang mengenali mayat pemuda tersebut, termasuk pemilik rumah yang baru melihat wajah korban. Petugas kepolisian yang melakukan identifikasi tidak menemukan identitas di tubuh pelaku.

Kepolisian Polres Banjar berhasil mengungkap identitas pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah rumah warga, Dusun Margaluyu, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat. Korban ternyata adalah siswa sekolah dasar (SD) bernama Nanda Rizky Ramadhan (13). Nanda, warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, diduga menjadi korban pembunuhan. Identitas bocah SD itu diketahui setelah pihak keluarga mengecek ke RSUD Banjar.

Kalau untuk korban sudah diketahui dari keluarganya sudah datang ke RSUD Banjar . Korban masih kelas enam SD, ujar Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Yanto Selamet saat ditemui di Mapolres Banjar, pada hari Kamis.

Polisi menduga siswa SD tersebut merupakan korban pembunuhan. Namun pelaku belum diketahui. Satreskrim Polres Banjar beserta jajarannya bergerak menyelidiki guna mengungkap tuntas perkara tersebut. Semua tim gabungan dari Serse, Intel termasuk dari Polsek-Polsek lagi mencari saksi-saksi yang mengarah kepada seseorang, terang Yanto.

Hasil penyelidikan sementara berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), sambung Yanto, ada barang milik korban yang hilang. Namun pihak kepolisian tidak menyampaikan barang hilang tersebut.  Karena ada barang yang hilang mungkin si pelaku ingin memiliki sesuatu, ucapnya. Jasad korban saat ini dibawa ke RS Sartika Asih Bandung untuk autopsi. Nanda mengalami luka sobek pada bagian leher.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, pada Rabu siang Nanda dijemput temannya menggunakan sepeda motor. Korban sempat nongkrong di wilayah Puloerang, Banjar. Nanda diketahui meminjam sepeda motor jenis matic merah milik temannya bernama Itok. Lalu korban pergi bersama temannya yang lain, inisial A. Hingga sore hari, Nanda tak kunjung pulang, lalu Itok si pemilik motor menyusul ke rumah Nanda menanyakan kendaraan yang dipinjamkan. Tapi ternyata Nanda belum kembali ke rumah.

Pada Rabu malam, ramai di media sosial soal penemuan pria tanpa identitas yang diduga korban pembunuhan. Setelah dilihat dari foto yang beredar, keluarga menyatakan ciri-cirinya sama dengan Nanda. Keluarga bergegas menuju ruang jenazah RSUD Banjar. Ternyata pria tewas tersebut ialah Nanda.

Polres Banjar menyelidiki tewasnya Nanda Rizky Ramadhan (13). Bocah lelaki sekolah dasar (SD) tersebut diduga korban pembunuhan. Polisi mengungkap ada barang berharga yang hilang berkaitan peristiwa ini.  Semua tim gabungan dari Serse, Intel termasuk dari Polsek-Polsek lagi mencari saksi-saksi yang mengarah kepada seseorang, kata Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Yanto Selamet di Mapolres Banjar, Jawa Barat, pada hari Kamis.

Polisi menyebutkan ada barang hilang yang sebelumnya digunakan korban. Namun, Yanto tidak menyampaikan lebih rinci soal barang hilang tersebut.  Karena ada barang yang hilang mungkin si pelaku ingin memiliki sesuatu, ucap Yanto.

Barang berharga yang raib itu diperkirakan berupa satu unit sepeda motor. Sebab, berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum tewas itu Nanda sempat membawa motor pinjaman milik temannya.

Sabtu, 29 Desember 2018

Tim SAR Diturunkan Untuk Mencari Lima Siswa Yang Hilang Digunung Arjuno

Tim SAR Diturunkan Untuk Mencari Lima Siswa Yang Hilang Digunung Arjuno

Tim SAR Diturunkan Untuk Mencari Lima Siswa Yang Hilang Digunung Arjuno

AGEN POKER Saat ini tim SAR masih mencari Faiqus Syamsi (17), satu dari tujuh siswa SMKN 5 Surabaya, yang hilang saat mendaki Gunung Arjuno belum ditemukan. Puluhan personel Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan pun dikerahkan untuk mencari pemuda tersebut. Tim pencarian kami bagi tiga SRU (Search and Rescue Unit). SRU I dan II ada 8 orang, SRU III anggotanya 7 orang, ditambah satu tim pengirim logistik, kata Farid Kurniadi, SAR Mission Coordinator (SMC) kepada wartawan, pada hari Jumat.

SRU I dan SRU II sudah diberangkatkan pada hari Kamis malam, sedangkan SRU III berangkat pada hari  Jumat dini hari tadi untuk mencari warga Jalan Kendangsari XV/VI Surabaya tersebut.  Pagi tadi tim logistik menyusul, tambahnya. Pencarian ini melibatkan personel SAR, Sat Pol PP, Linmas, dinas terkait serta relawan. Sampai saat ini belum ditemukan korban, pungkas Farid.

Dari sumber berita sebelumnya, rombongan pendaki asal SMKN 5 Surabaya ini mulai melakukan pendakian pada tanggal 16 Desember 2018 melalui Pos Perizinan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Faiqus kemudian terpisah dengan rombongan sejak tanggal 18 Desember 2018.  Teman-temannya Faiqus Syamsi sempat melakukan pencarian namun tak membuahkan hasil. Akhirnya mereka pun turun dan melapor ke Pos Perizinan Tretes..

Pencarian terhadap Faiqus Syamsi (17), siswa SMK 5 Surabaya yang hilang di Gunung Arjuno tidak membuahkan hasil atas pencarian tersebut. Pencarian yang dilakukan selama 7 hari dihentikan.

Semua potensi SAR (Search and Rescue) kami kerahkan selama 7 hari. Namun belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan survivor (Faiqus Syamsi). Seluruh potensi SAR sudah ditarik. Sesuai ketentuan, malam ini pencarian resmi kami hentikan, kata Farid Kurniadi, SAR Mission Coordinator (SMC), pada hari Rabu.

Farid mengatakan pihaknya akan kembali melakukan pencarian jika mendapat laporan valid tanda-tanda keberadaan survivor. Jika ada laporan tanda-tanda keberadaan korban, pencarian akan kembali dilakukan, tandasnya.

Pencarian terhadap pemuda asal Jalan Kendangsari XV/VI Surabaya tersebut, dimulai sejak tanggal 20 Desember 2018. Pencarian melibatkan puluhan personel dari unsur SAR maupun relawan dan instansi terkait. Tim dibagi dalam beberapa jumlah Search and Rescue Unit (Unit) yang melakukan penyisiran dari berbagai arah yang diduga kuat dilalui survivor. Seluruh tim kemudian mengarah ke Puncak Bayangan, lokasi terakhir survivor hilang kontak, dan mengonsentrasikan pencarian di titik tersebut.

Pencarian dilakukan di tengah kondisi cuaca buruk. Bahkan sempat dihentikan sementara karena cuaca yang tak mendukung. Selama 7 hari pencarian waktu optimal untuk pencarian mulai pukul 07.00-14.00. Pukul 14.00 ke atas, tim menghadapi hujan lebat dan kabut tebal.

Faiqus Syamsi merupakan satu dari 7 pendaki asal SMKN 5 Surabaya yang melakukan pendakian pada tanggal 16 Desember 2018 melalui Pos Perijinan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Faiqus terpisah dengan rombongan sejak tanggal 18 Desember 2018.

Teman-temannya sempat melakukan pencarian namun tak membuahkan hasil. Akhirnya turun dan melapor ke Pos Perijinan Tretes pada tanggal 20 Desember atau dua hari setelah Faiqus hilang.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...