Senin, 08 April 2019

Inilah Kisah Tragis Yang Didapat Oleh Calon Pendeta Di Palembang

Inilah Kisah Tragis Yang Didapat Oleh Calon Pendeta Di Palembang

Inilah Kisah Tragis Yang Didapat Oleh Calon Pendeta Di Palembang

AGEN POKER Kisah tragis yang terdapat dari jasad wanita yang ditemukan salah satu karyawan diperkebunan sawit dengan keadaan setengah telanjang di semak belukar perkebunan kelapa sawit, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Pembunuh wanita yang merupakan calon pendeta itu kini masih misteri karena tidak ada yang melihat kejadian tersebut. Jenazah itu ditemukan warga sekitar tepatnya di Areal PT PSM Divisi III Blok F19, Sungai Baung, Bukit Batu, OKI, pada hari Selasa pagi sekira pukul 04.30 WIB. Kondisi wanita itu sungguh menggenaskan dan setengah telanjang.

Posisi korban saat ini sedang dievakuasi untuk divisum guna penyelidikan polisi. Memang dugaan sementara ya ke sana atau diperkosa, kondisinya saat ditemukan setengah tidak pakai pakaian, kata Kasat Reskrim Polres OKI AKP Agus Prihadinika saat dimintai konfirmasi oleh wartawan, pada hari Selasa.

Polisi kemudian mengusut kasus dugaan pembunuhan dan pemerkosaan ini. Jejak-jejak pelaku masih ditelusuri oleh polisi. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, wanita itu diduga menumpang motor bersama temannya pada hari Senin menuju Pasar Jati. Saat pulang, keduanya dihadang pelaku yang diketahui berjumlah 2 orang.

Polisi juga telah melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya mayat calon pendeta asal Nias tersebut. Polisi menduga pelaku yang membunuh dan memperkosa korban merupakan orang dekat karena mengetahui keberadaan korban yang akan lewat di sana. Menurut keterangan polisi saat ini, dari saksi selamat pelakunya dua orang. Jadi dugaan kami ini pelakunya orang dekat, terang Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi di RS Bhayangkara Palembang, pada hari Selasa.

Supriadi mengatakan dugaan pelaku orang dekat ini menguat karena pelaku menggunakan kain sarung untuk menutupi wajah. Mereka sedang naik motor berdua saat dihadang oleh pelaku dan dibekap mengunakan karet lalu pingsan. Motor sudah ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan mayat. Kalau kami yakin pelakunya ini orang dekat lah, makanya dia pakai penutup wajah, kata Supriadi. Kami dari pihak kepolisian sedang berusaha semaksimal mungkin ya mengumpukan barang bukti. Kami akan melihat apakah diperkosa baru dibunuh atau seperti apa setelah tadi olah TKP, lanjutnya.

Selain korban tewas, Supriadi mengatakan korban selamat berinisial N (9) masih trauma. N mengalami luka di punggung dan leher karena dicekik oleh pelaku. Korban selamat luka di punggung dan leher karena dicekik serta diseret-seret sama pelaku. Untuk korban bernama N ini, mungkin para pelaku tidak tahu jika selamat, kondisinya pun masih sangat trauma karena dia diikat dan situasinya cukup mencekam, kata Supriadi.

Minggu, 07 April 2019

Beginilah Rumah Yang Diduga Ada Orang Didalam Ternyata Kosong

Beginilah Rumah Yang Diduga Ada Orang Didalam Ternyata Kosong

Beginilah Rumah Yang Diduga Ada Orang Didalam Ternyata Kosong

AGEN POKER Beginilah tampak sebuah rumah kosong yang digerebek oleh Tim Jaguar Polresta Depok setelah polisi menerima laporan ada suara jeritan dari dalam rumah tersebut. Setelah didatangi, tidak ada orang di dalam rumah itu dan polisi justru menemukan benda-benda mistis, salah satunya jelangkung. Saat wartawan menyambangi rumah yang terletak di Jalan Tole Iskandar No 6 RT 01 RW 19, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok, itu. Rumah tersebut memiliki luas sekitar 210 meter persegi.

Rumput ilalang tinggi menutupi wajah rumah itu. Rumah tersebut tampak tidak terawat dan hampir ambruk karena rumah yang tak berhuni dan tak terawat. Di depan rumah bercat krem itu, terdapat pohon beringin dengan akar yang menjuntai. Kerusakan tampak di beberapa sudut bangunan rumah tersebut. Saat wartawan kemudian masuk ke rumah itu. Rumah tersebut memiliki beberapa kamar.

Ada beberapa barang rongsokan di dalam kamar. Potongan kayu berbentuk salib yang disebut jelangkung oleh polisi juga masih ada, tetapi tanpa rok SMA. Di depan jelangkung, ada sebuah kendi yang ditutup kain lap lusuh. Di ruangan lain, tampak pakaian menggantung. Ada juga tikar kotor tergelar di atas lantai yang juga kotor.

Rumah tersebut digerebek Tim Jaguar pada pukul 02.00 WIB, setelah polisi mendapatkan laporan adanya suara jeritan dari dalam rumah. Warga khawatir ada perbuatan pidana di dalam rumah itu sehingga melapor kepada tim Jaguar, yang kebetulan sedang berpatroli malam itu. Namun, setelah sumber suara itu dicari-cari, tidak ada seorang pun di dalam rumah. Tim Jaguar justru menemukan benda-benda yang berkaitan dengan hal mistis di dalam rumah itu.

Ketua Tim Jaguar Iptu Winam Agus menduga rumah kosong itu dimanfaatkan oleh oknum untuk melakukan pesugihan. Analisa kami, ternyata ada orang yang manfaatkan rumah ini seakan-akan berhantu untuk mencari sesuatu yang secara tidak halal, misal mungkin orang beli togel ada medianya jelangkung, kain kafan mungkin untuk pesugihan, jelas Winam. Didalam rumah tersebut di jadikan Hal-hal mistis terjadi seusai tim Jaguar Polresta Depok menggerebek sebuah rumah kosong di Jalan Tole Iskandar. Seorang warga yang melaporkan soal suara jeritan dari rumah itu mengalami kesurupan setelah rumah itu digerebek.

Iya jadi tidak lama setelah kami keluar dari rumah itu, ada warga yang melaporkan ini mengalami kesurupan, kata Ketua Tim Jaguar Iptu Winam Agus saat dihubungi wartawan, pada hari Selasa. Winam mengatakan, warga tersebut bertingkah seperti seekor macan. Pria itu berteriak-teriak tidak jelas. Teriak-teriak berlagak seperti macan. Setelah disembuhkan langsung tepar, jelasnya.

Kata Winam, seorang warga setempat membantu menyembuhkan pria itu dari kesurupan. Kejadian ini tidak berlangsung lama. Itu sebentar saja, karena ada warga situ yang bisa menyembuhkan lelaki tersebut, katanya. Sebelumnya, tim Jaguar Polresta Depok menggerebek rumah kosong itu pada pada hari Selasa pada pukul 02.00 WIB. Polisi menggerebek rumah itu karena menerima laporan warga yang mengaku mendengar suara jeritan dari dalam rumah tersebut.

Rumah itu sendiri dalam keadaan tidak berpenghuni dan gelap. Polisi dan beberapa warga menemukan sejumlah benda-benda mistis setelah memasuki rumah tersebut. Rumah itu memiliki beberapa ruang kamar. Di kamar tersebut ada jelangkung yang didandani dengan rok SMA dan jam tangan. Di kamar lain, polisi menemukan sesajen yang baru dibakar. Ada juga kain kafan di dalam kamar itu. Ketika digerebek, tidak ada orang di rumah itu. Winam menduga ada orang yang sengaja memanfaatkan rumah kosong itu untuk pesugihan.

Sabtu, 06 April 2019

Ditipu Saat Kencan Yang Mengaku Sebagai Janda Pemuda Ini Diperas

Ditipu Saat Kencan Yang Mengaku Sebagai Janda Pemuda Ini Diperas

Ditipu Saat Kencan Yang Mengaku Sebagai Janda Pemuda Ini Diperas

AGEN POKER Polisi berhasil menangkap seorang wanita bernama Barbie Arlifsyani Botan beserta enam pemuda lainnya setelah melakukan penipuan dan perampokan kepada empat korban di Depok. Barbie diminta oleh suaminya untuk menipu dengan berpura-pura menjadi janda. Terlapor Barbie disuruh suaminya Hartono untuk mencari korban melalui kenalan Facebook untuk mencari teman selingkuh dan disuruh berpura-pura mengaku menjadi seorang janda, kata Kasatreskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan dalam keterangannya, pada hari Selasa.

Seorang wanita bernama Barbie Arlifsyani Botan (20) ditangkap polisi karena memeras pemuda di Depok dengan modus berkencan. Bagaimana Barbie melancarkan aksinya itu? Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan mengungkap Barbie menjadi umpan sang suami, Hartono untuk mencari mangsa. Hartono menyuruh Barbie untuk mencari korban yang bisa diajak berkencan, melalui situs jejaring Facebook.

Dia ini disuruh suaminya untuk memancing mangsanya, Hartono untuk seolah-olah menjadi janda. Disuruh selingkuh, cari teman selingkuh lah di Facebook gitu, kata Kompol Deddy Kurniawan dalam keterangannya kepada wartawan, pada hari Selasa. Barbie kemudian berkenalan dengan korban, Yogi Hidayat (21) via Facebook pada Februari 2019 lalu. Perkenalan mereka semakin intens setelah saling chatting dan bertukar nomor WhatsApp.

Kemudian Barbie ini cerita lah sama korban kalau dia nggak punya suami alias janda, lalu korban diajak ketemuan, ungkapnya. Hingga hari Minggu, tiba-tiba Barbie mengirimkan WA ke Yogi. Dia mengabari Yogi bahwa sudah sampai di Setu Cilangkap dan memintanya untuk segera menemuinya. Tanpa rasa curiga, Yogi yang juga seorang perjaka, langsung meluncur ke Setu Cilangkap ditemani temannya Zakaria. Tidak cukup sampai situ, Barbie juga mengajak Yogi dan Zakaria ke kontrakannya di Cilodong, Depok.

Yogi dan Zakaria pun mengiyakan permintaan Barbie itu. Tanpa mereka sadari, bahwa sebetulnya mereka sudah masuk dalam perangkap. Setelah sampai di depan kontrakan Barbie ini, korban ditarik dari belakang dan dibawa masuk ke kontrakan oleh pria yang mengaku suami Barbie, si Hartono ini, sambungnya.

Kejadian ini bermula ketika korban Yogi Hidayat berkenalan dengan Barbie melalui Facebook. Perkenalan ini berlanjut chating-an hingga korban dan pelaku memutuskan untuk bertemu di Setu, Cilangkap, Tapos pada hari Minggu. Baru hari Minggu, sekitar jam 17. 00 WIB pelapor di WhatsApp oleh terlapor kalau sudah sampai di Setu Cilangkap, ucap Deddy.

Setelah bertemu di Setu, akhirnya korban beserta temannya bernama Zakharia diajak ke kontrakan Barbie. Sesampainya di sana, Yogi justru bertemu dengan pelaku Hartono suami dari Barbie. Pelapor dibawa masuk ke dalam kontrakan terlapor, dan ternyata terlapor mempunyai suami yang bernama Hartono, dia langsung marah dan menuduh pelapor kalau mau selingkuh sama istrinya Barbie, langsung pelapor dipukuli dan ditendang, ungkap Deddy.

Kemudian tidak lama datang lima teman Hartono ikut mengeroyok Yogi. Tidak terima dikeroyok, Zakharia kemudian memanggil juga teman-temannya yang justru ikut dianiaya oleh Hartono. Tidak cukup menganiaya, Hartono juga merampas barang-barang milik Yogi dan teman temnannya. Tersangka Hartono meminta Yogi dan Zakaria untuk menebus barang yang dirampasnya. Kemudian pelaku bilang sama korban boleh ambil HP akan tetapi harus ditebus, sebesar Rp 1,5 juta. Selanjutnya barang milik pelapor yang dirampas oleh para pelaku berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Mio B- 6833-TOP dan 1 buah HP merk Xiaomi, pelaku mengatakan barang boleh di ambil harus ditebus Rp. 2.500.000, tutur Deddy.

Yogi Hidayat (21) babak belur setelah dipukuli oleh Hartono, suami Barbie, wanita yang dikencaninya. Yogi dan temannya, Zakaria, juga sempat disekap oleh Hartono dkk sebelum membayar tebusan atas barang-barang yang dirampas pelaku. Pelapor sempat disandera sampai pukul 22.00 WIB. Setelah itu korban dan temannya diantar ke Cilangkap, namun barang milik pelapor masih di tangan para pelaku, jelas Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan kepada wartawan, pada hari Selasa.

Peristiwa itu terjadi pada hari Minggu sekitar pukul 18.00 WIB. Yogi dan Zakarian saat itu ke kontrakan Barbie di Cilodong atas undangan Barbie, yang mengaku sebagai janda. Tetapi, sesampai di sana, Yogi dipukuli oleh Hartono yang mengaku sebagai suami Barbie. Setelah itu, datang teman-teman Hartono yang lainnya yang ikut mengeroyok korban.

Bahkan datang teman korban bernama Riki mau menolong justru ikut dikeroyok oleh Hartono dkk hingga babak belur, sambungnya. Selain itu, Hartono dkk merampas handphone milik Zakaria. Peristiwa ini terjadi setelah Yogi berkencan dengan Barbie, wanita yang dikenalnya sebagai janda, melalui Facebook. Rupanya, itu hanya akal-akalan Barbie dan suaminya, Hartono, agar bisa memeras korban.

Yogi kemudian melaporkan kejadian ini ke Polresta Depok. Dalam kasus ini, polisi tidak hanya menangkap Barbie dan Hartono, tetapi juga Iwan Darmawan, Wahyu Hidayat, Angga Hazhari, M Zaen Alrasyid. Para pelaku disangkakan pasal 365 dan atau pasal 368 dan atau pasal 170 KUHP atas dugaan tindak pidan curas, peras dan atau pengeroyokan, tandasnya.

Jumat, 05 April 2019

Ibu Muda Yang Tewas Dirumah Dibunuh Oleh Selingkuhannya

Ibu Muda Yang Tewas Dirumah Dibunuh Oleh Selingkuhannya

Ibu Muda Yang Tewas Dirumah Dibunuh Oleh Selingkuhannya

AGEN POKER Ibu muda bernama Susanti (30) tewas yang diduga dibunuh oleh selingkuhannya dan belum ada yang tahu kejadian tersebut. Pembunuhan itu dilakukan pelaku di depan anak Susanti yang kebetulan terbangun saat kejadian tersebut. Jadi perkembangan penyelidikan, pelaku diduga pria selingkuhan nya sendiri. Saat kejadian kedua anak korban memang sedang di lokasi, terang Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Indra Najib saat dihubungi pada hari Selasa.

Indra mengatakan saat kejadian, pada hari Senin sekitar pukul 23.00 WIB, anak korban Ari Setiono (10) dan Paris (3) berada di lokasi sedang tidur. Namun anak pertama korban Ari Sutiono terbangun mendengar keributan antara pelaku dengan korban. Waktu keributan antara pelaku dengan korban itu anak pertama terbangun dan menangis. Saat anak korban nangis, pelaku lari keluar rumah, kata Indra.

Tangisan anak korban, sempat terdengar bibinya, Rumini (25) yang tinggal di rumah bersebelahan. Rumini kemudian menuju rumah korban setelah membangunkan Katijan (54), mertuannya. Saat ditemukan Susanti sudah terkapar di dalam rumah dengan kondisi berlumuran darah di bagian kepala, keduanya membawa korban ke puskesmas terdekat dan akhirnya dirujuk ke RSUD dr Seoroto dan meninggal pukul 02.00 WIB, ujarnya.

Peristiwa ini langsung dilaporkan Kepala Dusun Jatisari, Arifin (40) ke Polsek Widodaren. Polisi masih melakukan penyelidikan motif kematian korban yang diduga dibunuh oleh pria selingkuhannya itu. Untuk motif kami masih penyelidikan mengingat pelaku belum tertangkap, tandasnya. Korban selama ini hidup dan tinggal bersama suami dan kedua anaknya. Saat kejadian sang suami Ichwan Sugiyanto (31) sedang tidak ada di rumah.

Dari hasil penyelidikan kita saat ini masih mencari, pelaku pembunuhan terhadap Susanti ini diduga seorang pria yang menjadi selingkuhannya, terang Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Indra Najib saat dihubungi wartawan pada hari Selasa. Kesimpulan pelaku adalah selingkuhan korban, kata Indra, berdasarkan dari hasil penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi. Dari keterangan beberapa orang saksi, lanjut Indra, bahwa korban memiliki selingkuhan yang tinggal satu Kecamatan di Widodaren.

Pelaku yang diduga selingkuhan nya ini orang satu kecamatan tinggalnya, namun kami belum bisa menyampaikan identitasnya, ujar Indra. Dikatakan Indra, saat ini polisi telah memeriksa tiga orang saksi dalam tewasnya Susanti. Dari tiga orang saksi itu satu diantaranya adalah Ikhwan Sugiyanto (31), suami korban. Sedangkan dua saksi lain adalah Rumini (25), adik ipar korban yang tinggal di rumah sebelah serta Katijan (54), mertua korban.

Kami sudah periksa saksi dari suami korban dan dua dari adik ipar dan mertua korban. Untuk hasil pemeriksaan belum selesai dan kemungkinan akan memanggil saksi lain, tandasnya. Dari data yang dihimpun wartawan selain membunuh Susanti, pelaku juga melukai kedua anak korban Aris Setiono (10) dan Paris (3).

Diberitakan sebelumnya korban meninggal setelah dirujuk ke RSUD dr Soeroto Ngawi.m setelah sebelumnya dirawat di Puskesmas Widodaren. Saat pertolongan awal ke puskesmas Widodaren kondisi korban berlumur darah di kepala belakang dan wajah.

Rabu, 03 April 2019

Terbukti Mencuri Tas Gucci WN Australia Divonis 4 Bulan Penjara

Terbukti Mencuri Tas Gucci WN Australia Divonis 4 Bulan Penjara

Terbukti Mencuri Tas Gucci WN Australia Divonis 4 Bulan Penjara

AGEN POKER Telah terjadi pencurian oleh Warga Negara (WN) Australia yang mencuri tas Gucci di Duty Free Shop (DFS) Mal Bali Galeria, Bali, Bilal Kalache dituntut 5 bulan bui. Jaksa meyakini Bilal bukan lupa membayar tapi melakukan pencurian tas seharga Rp 12 juta itu. Bilal Kalache divonis 5 bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Warga negara (WN) Australia itu terbukti mencuri tas merek Gucci dari Duty Free Shop (DFS) Mall Bali Galeria, Bali.

Menyatakan terdakwa Bilal Kalache secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian, ujar ketua majelis hakim Kony Hartanto dalam persidangan di PN Denpasar, Jalan PB Sudirman, Denpasar, Bali, pada hari Senin.

Menuntut supaya hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menyatakan terdakwa Bilal Kalache bersalah melakukan tindak pidana pencurian dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama lima bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah tetap ditahan, kata Jaksa I Made Gde Bamaxs Wira Wibowo di Pengadilan Negeri Denpasar, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, pada hari Senin.

Bilal disebut majelis hakim terbukti ngeloyor dari DFS Mall Bali Galeria membawa tas selempang merek Gucci tanpa membayar. Bilal juga disebut membuat kerugian bagi pihak DFS Mal Bali Galeria merugi Rp 12 juta. Menimbang keterangan saksi dan fakta persidangan Kamis, sekitar jam 18.00 Wita di DFS Mall Bali Galeria, terdakwa Bilal telah mengambil tas selempang warna krem merupakan milik Duty Free Shop Mall Bali Galeria di mana terdakwa tidak minta izin untuk mengambil tas tersebut, ujar Kony.

Bamaxs mengatakan perbuatan Bilal telah memenuhi unsur mengambil suatu barang. Sebab, Bilal juga membenarkan perbuatannya itu dilakukan pada hari Kamis sekitar pukul 16.00 Wita. Tas selempang warna krem merek Gucci tersebut senilai Rp 12.282.500, bernilai ekonomis bagi Duty Free Shop Mall Bali Galeria sehingga unsur mengambil suatu barang telah terpenuhi, imbuh Kony.

Selain itu, jaksa juga menyatakan Bilal mengambil tas selempang Gucci itu dengan maksud untuk dimiliki dan melawan hukum. Sebab, Bilal tidak meminta izin untuk mengambil tas tersebut dari pemilik toko. Hal ini didukung oleh keterangan terdakwa bahwa terdakwa tidak pernah minta izin untuk mengambil barang-barang tersebut dari pemiliknya. Dengan demikian unsur secara melawan hukum telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum, tutur Bamaxs.

Jaksa menyebut hal yang memberatkan terdakwa yaitu perbuatannya telah meresahkan masyarakat. Sementara itu hal-hal yang meringankan yaitut terdakwa berterus terang, menyesali perbuatannya dan merupakan tulang punggung keluarganya. Usai mendengarkan tuntutan jaksa, Bilal mengajukan keringanan hukuman. Sebab dia mengaku memiliki lima anak yang tinggal di Australia.

Jika bisa saya minta keringanan, saya memiliki lima anak yang tinggal di Australia dan saya yang menafkahi mereka, ujar Bilal. Bilal sebelumnya membela diri. Dia mengatakan dirinya tak ada niat mencuri melainkan lupa membayar. Hal itu dikuatkan bukti bahwa Bilal membayar tas Gucci yang dia beli lebih dulu di toko yang sama. Dia juga mengaku lupa bayar karena buru-buru mau ke bandara. Iya itu yang tertulis, tapi faktanya tidak seperti itu, bantah Kalache lewat penerjemah saat sidang bulan Januari lalu.

Vonis ini lebih ringan sebulan dari tuntutan jaksa. Majelis hakim menyatakan hal yang meringankan terdakwa yaitu berterus terang dan belum pernah dihukum sebelumnya. Atas vonis tersebut Bilal menyatakan menerima. Sementara jaksa masih pikir-pikir. Ya saya menerima, kata Bilal

Selasa, 02 April 2019

Geng Motor Hiu Bersenjatakan Pentungan Dan Mengakibatkan Seorang Pemuda Luka-Luka

Geng Motor Hiu Bersenjatakan Pentungan Dan Mengakibatkan Seorang Pemuda Luka-Luka

Geng Motor Hiu Bersenjatakan Pentungan Dan Mengakibatkan Seorang Pemuda Luka-Luka

AGEN POKER Akibat salah sasaran seorang pemuda Jujun (22) warga Bojong,Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi korban penganiayaan kelompok geng motor di Ciamis, Jawa Barat. Korban mengalami luka memar setelah terjatuh dan luka sobek bagian bibir akibat hantaman benda tumpul dibelakang badannya. Jujun menuturkan peristiwa itu terjadi pada Minggu dini hari di sekitar Pasar Ciamis. Saat itu ia habis makan di warung akan pulang. Tiba-tiba dari arah belakang didug sekelompok geng motor yang diduga sekitar 20 orang memepet sepeda motornya. Kemudian korban terjatuh dan menghantamnya diduga menggunakan gear ke muka, mengenai bibirnya.

Geng motor Hiu tiba-tiba memepet saya sampai terjatuh lalu dihantam dengan balok dan gear motor, saya mau coba melawan tapi tidak bisa, setelah saya luka mereka langsung pergi meninggalkan saya, ujar Jujun saat dihubungi melalui telepon oleh wartawan saat Jujun masih dirumah sakit, pada hari Jumat. Korban sempat melihat geng motor tersebut menggunakan jaket dengan logo gambar hiu di belakangnya. Setelah kejadian, korban dibawa ke Rumah Sakit untuk diobati. Jujun mengaku sempat tak sadarkan diri setelah terjatuh.

Jujun mengaku tidak mengetahui penyebab pelaku melakukan pengeroyokan terhadapnya. Karena selama ini ia mengaku tidak memiliki masalah. Setelah kejadian kondisi sudah membaik saya langsung melaporkan peristiwa ini ke Polres Ciamis hari hari Senin kemarin, katanya. Setelah mendapat laporan, jajaran Satreskrim Polres Ciamis langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku penganiayaan tersebut. Beberapa hari setelah pengejaran, pelaku sebanyak 12 orang berhasil diamankan rinciannya 6 pelaku usia dewasa, sedangkan 6 orang dibawah umur dititipkan di yayasan wilayah Banjarsari Ciamis. Sedangkan 8 orang pelaku penganiayaan masih DPO.

Sudah kami amankan pelaku yang melakukan penganiayaan secara bersama-sama dimuka umum, yang terjadi pada hari Minggu dini hari. Pelaku berjumlah 12 orang, 8 masih DPO, ujar Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso di Mapolres Ciamis, Jawa Barat. Polisi mengamankan barang bukti 8 unit sepeda motor milik para pelaku penganiayaan yang merupakan kelompok bermotor dan sebuah pentungan kayu/stik baseball. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Bismo mengaku tidak segan-segan untuk melakukan tindakan bagi siapa saja yang bikin onar di wilayah Ciamis. Bismo mengimbau kepada para pemuda tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Seharusnya pemuda melakukan kegiatan positif. Ciamis harus bersih dari penganiayaan yang melibatkan banyak orang, pungkasnya. Seorang pemuda, Jujun (22), warga Bojong, Ciamis, Jawa Barat, dikeroyok kawanan geng motor bernama Hiu di Ciamis, Jawa Barat. Pelaku mengeroyok korban menggunakan pentungan dan gir motor. Polisi menangkap pelaku dan menyita sejumlah barang bukti.

Barang bukti kami amankan sebuah pentungan kayu. Kami amankan juga sepeda motor yang digunakan pelaku, ujar Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso di Mapolres Ciamis, pada hari Jumat. Salah satu pelaku, IC, mengaku menghantamkan pentungan itu kepada terhadap korban. Dia dan kawan-kawannya juga menghajar korban. Pakai tangan kosong, pakai pentungan kayu, kata IC.

Korban menyebut kawanan geng motor tersebut menggunakan jaket berlogo gambar ikan hiu di belakangnya. Akibat ulah geng motor 'Hiu' itu korban mengalami luka disekujur tubuhnya. Pelaku sebanyak 12 orang sudah ditangkap polisi. Kini polisi tengah mengejar pelaku lainnya. Delapan orang masih DPO (daftar pencarian orang), ucap Bismo.

Senin, 01 April 2019

Bagaimana Cara Memusnahkan Narkoba Dengan Aman

Bagaimana Cara Memusnahkan Narkoba Dengan Aman

Bagaimana Cara Memusnahkan Narkoba Dengan Aman

AGEN POKER Bagaiman cara pemusnahan barang bukti ganja yang sering dilakukan oleh BNN dan Polisi dengan cara dibakar dilapangan terbuka lebar supaya asapnya tidak terhirup oleh warga sekitar dan yang membakar memakai masker anti asap atau pelindungan berlapis. Narkoba jenis lainnya juga dimusnahkan dengan cara dibakar. Kenapa cara ini yang dipilih? Apa asap pembakaran tidak bikin mabuk? Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Polisi Dedi Prasetyo, menerangkan berdasarkan pengalamannya. Pemusnahan dengan cara dibakar tak pernah membuat orang-orang di sekitarnya menjadi teler. Soalnya, ada cara khusus yang diterapkan untuk membakar ladang ganja, yakni dengan dicampur Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kami belum pernah mabuk selama melakukan proses pembakaran karena pohon ganja disiram solar saat pembakaran supaya akarnya ikut terbakar. Jika hanya dipotong maka pohon akan tumbuh lagi cabang-cabangnya, sementara jika dicabut akan membutuhkan banyak sumber daya manusia/tenaga, kata Dedi kepada wartawan, pada hari Senin.

Analis Kebijakan Direktorat 4 Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri, Kombes Sulistyo Pudjo, menjelaskan pemusnahan barang bukti ganja memang biasa dilakukan dengan cara dibakar. Namun, pembakaran dilakukan di insinerator tungku perapian yang mampu menghasilkan suhu tinggi dan tekanan udara tertentu, sehingga narkoba akan hancur dalam alat pembakaran itu.

Sulistyo Pudjo yang merupakan mantan Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) ini menjelaskan tidak semua wilayah punya insenerator. Biasanya, BNN Provinsi dan BNN Kabupaten yang tak punya insinerator harus membakar ganja dengan cara langsung, tujuannya untuk memusnahkan. Memang memabukkan, karena asap ganja sama saja. Satu-satunya yang paling aman adalah pembakaran di insenerator, kata Sulistyo Pudjo kepada wartawan, saat dihubungi terpisah.

Insenerator milik Kementerian Pertanian yang ada di kawasan Bandara Soekarno-Hatta adalah yang paling aman karena cerobong asapnya yang tinggi, biasanya digunakan untuk memusnahkan barang bukti narkoba seberat di atas 10 kg. Dia menjelaskan, asap yang keluar dari cerobong asap yang tinggi akan termurnikan sendiri oleh udara tanpa harus masuk ke pernapasan penduduk yang bermukim di bawah. Ada pula ininerator mobile yang lebih kecil, berada di kantor BNN, Jakarta Timur.

Lalu bagaimana solusi untuk penegak hukum di daerah-daerah yang menggelar pemusnahan ganja? Kabar pemusnahan barang bukti ganja dan ladang ganja sering muncul dari pelbagai daerah. Akan butuh waktu dan biaya bila barang bukti harus dibawa ke insinerator pusat untuk dimusnahkan. Maka cara terbaik tetap harus dibakar di masing-masing daerah. Kalau ditanam maka berpotensi diambil lagi, kata dia.

Untuk kasus pemusnahan ladang ganja, pembakaran dinilainya aman karena ladang ganja pada umumnya jauh dari permukiman penduduk. Untuk pemusnahan dengan cara pembakaran yang dilakukan di dekat permukiman penduduk, maka aparat akan memerintahkan masyarkaat menjauh dari titik pembakaran. Itu adalah upaya meminimalisir pengaruh asap pembakaran bagi penduduk sekitar.

Dia ingat pernah ada peristiwa warga Palmerah Jakarta Barat pusing karena Polsek setempat membakar barang bukti ganja. Masyarakat dalam tanda kutip secara pasif ikut menghisap asap ganja itu, kata dia. Maka pembakaran di insinerator dinilainya adalah metode yang paling aman untuk memusnahkan ganja.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...