Sabtu, 29 Februari 2020

Nelayan Sedang Asik Memancing Ikan Pakai Botol Plastik

Nelayan Sedang Asik Memancing Ikan Pakai Botol Plastik

Nelayan Sedang Asik Memancing Ikan Pakai Botol Plastik

Ada seorang nelayan yang bernama Ayi (40) nelayan yang berasal dari Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi terlihat dari serius menatap ke selokan air di bawahnya dan tidak lama, pada tali pancingnya bergerak-gerak, dengan cekatan jari jemarinya perlahan menarik tali hingga ke permukaan dan ada belasan ikan yang berukuran sepanjang jari menggelepar berusaha keluar dari botol kemasan air mineral yang disulap menjadi perangkap ikan atau bubu dan satu persatu ikan itu dipindahkan ke dalam wadah khusus, setelah itu tali pancing dan botol plastik kembali diturunkan ke dalam selokan.

Dengan lincah tangan nelayan yang bernama Ayi ini kembali menyasar ikan yang terlihat berkilauan dari atas permukaan air. Dalam aktivitas memancing yang dilakukan warga dan nelayan Palabuhanratu tak biasa, mereka memancing tanpa media pancing konvensional seperti kail dan joran. Pada awalnya tahu dari nelayan asal Cilacap, sebenarnya di Palabuhanratu sudah lama dikenal tapi jarang dipraktekan, lalu saya coba memancing menggunakan botol bekas air mineral ini, ternyata pada ngikutin, kata Ayi saat ditemui wartawan di Dermaga Palabuhanratu, pada hari Sabtu.

Diselokan yang dipakai memancing airnya mengarah langsung ke Dermaga Nelayan Palabuhanratu dan tidak heran ikan di garis perbatasan antara sungai dan perairan laut didapati berukuran kecil namun terkenal gurih bila di goreng lalu disantap saat masih panas. Tidak hanya di selokan, pada aktivitas serupa juga dilakukan di tempat sandar perahu di area dalam dermaga dan para mancing mania terlihat asyik menurunkan tali pancing dan botol air mineral.

Kebanyakan yang terdapat itu ikan Belanak, bentuk dan rasanya sama seperti bandeng, kadang kita buat makan di rumah atau dibikin ikan asin juga enak, ada juga yang dijual. Kalau betah seharian begini bisa dapat sampai 30 kilogram, kata Ayi. Untuk cara membuat pancing menggunakan botol mineral cukup mudah, cukup menyediakan botol mineral berukuran besar, gunting dan umpan berupa roti atau lumut dan bagian bawah botol dilubangi sedemikian rupa yang berfungsi menjebak ikan agar masuk, setelah berada di dalam botol mereka akan kesulitan saat keluar.

Di lokasi yang sama, ada bapak Badrudin (42) yang sebagai supir angkutan kota ini mengaku ketagihan hobby baru memancing dengan botol plastik. Saya kan suka narik nelayan yang pulang melaut, saat menunggu sering lihat teman mancing pakai alat ini dan saya tanya-tanya lalu nyobain, ternyata asyik dan menyenangkan dan lumayan jadi obat menghilangkan kejenuhan, ungkapnya.

Pada aktivitas memancing dengan cara itu bisa dilihat saat pagi, siang dan sore, selain bisa mencoba sensasinya, pada aktivitas nelayan-warga itu juga asyik dilihat karena tidak sedikit aksi jail dilakukan saat melihat rekannya menarik hasil pancingan dari dalam air.

Jumat, 28 Februari 2020

Perampokan Bersenjata Api Satroini Toko Emas Di Taman Sari

Perampokan Bersenjata Api Satroini Toko Emas Di Taman Sari

Perampokan Bersenjata Api Satroini Toko Emas Di Taman Sari

Pada saat ini toko emas Cantik yang ada di Pasar Pecah Kulit, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat, disatroni oleh perampok bersenjata api dan seorang warga terluka kena tembakan pelaku dan perampokan itu terjadi pada pukul 12.00 WIB siang tadi ketika salat Jumat dan pelaku yang beraksi seorang diri. Untuk pelaku mendatangi TKP toko emas Cantik seorang diri dari arah dalam Pasar Pecah Kulit dengan membawa kursi plastik warna merah, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangannya kepada wartawan, pada hari Jumat.

Pada saat pelaku datang ke toko dengan mengenakan jaket dan helm tertutup. Pada awalnya, pegawai toko mengira pelaku hendak ingin berbelanja emas dan pelaku yang membawa senjata api masuk ke dalam toko menggunakan kursi plastik, menembakkan senjata hingga mengenai lampu toko dan pecah, imbuh Kombes Yusri Yunus. Untuk selanjutnya, pelaku ini berusaha kabur dan ada seorang sekuriti dan petugas sampah bernama Burhan kemudian mencoba menghalangi pelaku dan pelaku menembakkan senjata dan mengenai kaki petugas sampah, yang saat ini dibawa ke RS Husada, tutur Kombes Yusri Yunus.

Untuk saat ini polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi dan polisi mengamankan sebuah selongsong, gagang senjata api, hingga kursi plastik di lokasi. Untuk perampok bersenjata api yang menyatroni toko emas Cantik di Pasar Pecah Kulit, Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat. Untuk pelaku ini berhasil menggondol sejumlah perhiasan emas di toko tersebut dan sekarang masih kami data, mungkin cukup banyak. Akan tetapi kami belum bisa memastikan jumlah perhiasan emas yang diambil pasti, kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru kepada wartawan di lokasi kejadian, pada hari Jumat.

Untuk saat ini polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi yang ada dan polisi juga mendalami apakah ada pelaku lain yang terlibat dalam perampokan ini dari informasi satu pelaku, kami masih dalami apakah lebih dari satu atau tidak, kata Kombes Audie S Latuheru. Kombes Audie S Latuheru menambahkan, pelaku saat itu membawa senjata api laras pendek dan penjaga toko sempat ditodong oleh pelaku yang pasti, perampok itu cuma satu orang mengenakan senjata api laras pendek, sempat mengancam pemilik toko atau penjaga toko dengan senjata api, ujarnya.

Untuk pelaku sempat melepaskan tembakan dan mengenai seorang warga dan korban bernama Burhan itu ditembak setelah berusaha menghalang-halangi pelaku. Ya jadi sementara itu informasinya, ketika pelaku keluar, itu dihalang-halangi oleh seorang petugas kebersihan karena dihalangi, dia menembak korban karena merasa terhalang, tuturnya Kombes Audie S Latuheru. Untuk perampokan itu terjadi pada siang bolong atau ketika salat Jumat dan sebagian toko saat itu tutup karena penjaganya melaksanakan Jumatan dan kebetulan yang TKP itu buka saat itu, tandas Kombes Audie S Latuheru.

Selasa, 25 Februari 2020

Anggota DPRD Kukar Tabrak 2 Pelajar SMA 1 Orang Tewas

Anggota DPRD Kukar Tabrak 2 Pelajar SMA 1 Orang Tewas

Anggota DPRD Kukar Tabrak 2 Pelajar SMA 1 Orang Tewas

Ada dua orang pelajar SMA di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) AR (15) dan DR (16) yang tertabrak oleh salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Kukar yang berinisial AY (40). Dari salah seorang pelajar, AR, tewas usai menjalani perawatan di rumah sakit. Korban yang berinisial AR bersama DR yang mengendarai motor ditabrak AY menggunakan Mobil Fortuner bernomor polisi B 1794 VJB. Pada saat kecelakaan terjadi di KM 30 Jalan Poros Samarinda-Balikpapan, pada hari Minggu sekitar pukul 15.00 WITA.

Pada saat kecelakaan itu benar, yang menabrak adalah anggota dewan Kukar berinisial AY. Pada saat ini Unit Laka masih meminta keterangan sejumlah saksi, kata Kanit Lakalantas Satlantas Polres Kutai Kartanegara, Iptu Basuki dalam keterangan tertulisnya, pada hari Selasa. Dari hasil olah TKP polisi, pada mobil yang dikendarai AY ini diketahui melaju dari arah Samarinda menuju Balikpapan, di depan mobil, ada motor Aerox yang dibawa AR sambil membonceng temannya DR.

Mobil anggota dewan itu langsung menabrak bagian belakang sepeda motor, sebut Iptu Basuki. Pada saat melintas di kilometer 30, RT 20 Kelurahan Karya Merdeka, Kecamatan Samboja, mobil yang dikendarai AY hendak menyalip motor yang dikendarai AR. Namun, AR berbelok mendadak, tabrakan pun tak terelakkan yang mengakibatkan, dua pelajar tersebut terlempar hingga menabrak sebuah mobil Toyota Avanza warna silver metalik yang sedang parkir di pinggir jalan, urai Iptu Basuki.

Akibat dari kecelakaan keras tersebut, AR salah seorang pelajar tewas usai menjalani perawatan di rumah sakit dan untuk sementara DR harus di bawa ke Rumah Sakit Kanujoso Balikpapan untuk mendapatkan perawatan intensif. Akibatnya, AR (15) pengemudi sepeda motor tersebut, tewas ketika menjalani perawatan medis di RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti (ABADI) Samboja, ungkap Iptu Basuki.

Pada saat ini polisi sedang melakukan pemeriksaan terhadap AY namun, dalam kasus ini AY tidak ditahan oleh kepolisian. Untuk saat ini kita tunggu hasil pemeriksaan semua saksi, termasuk AY. Sehingga untuk sementara AY tidak kita tahan, hanya wajib lapor setiap Senin dan Kamis, jelas Iptu Basuki. Pada saat berkendara, kedua korban tidak mengenakan helm menurut dari Iptu Basuki, kecelakaan motor sering terjadi di Kukar, sejak Januari 2020 sudah ada 20 kasus kecelakaan yang ditangani Polres Kukar.

Senin, 24 Februari 2020

Sering Diejek Maling Oleh Korban Tersangka Bunuh Nelayan

Sering Diejek Maling Oleh Korban Tersangka Bunuh Nelayan

Sering Diejek Maling Oleh Korban Tersangka Bunuh Nelayan

Ada seorang nelayan yang berprofesi sebagai pencari kupang (kerang) tewas bersimbah darah di tempat pelelangan ikan di Sidoarjo pada saat itu pelaku emosional sehingga membacok korban karena sakit hati disebut muka maling. Tersangka adalah Nito (49), warga Sumberbaru, Jember. Tersangka ini berhasil ditangkap tanpa perlawanan saat akan melakukan perjalanan pulang ke rumahnya.

Sebagai Waka Polresta Sidoarjo AKBP Anggi Naulifar Siregar mengatakan tersangka ini mengakui sakit sakit lantaran korban selalu mengejek pelaku dengan kata-kata seperti muka maling, lantaran kata-kata itu, membuat tersangka emosional, pulang ke tempat kos mengambil clurit. Untuk tersangka ini sudah sakit hati kepada korban yang lantaran sering diejek muka maling oleh korban, kata AKBP Anggi Naulifar Siregar kepada wartawan di Mapolsekta Waru Sidoarjo, pada hari Senin.

AKBP Anggi Naulifar Siregar menambahkan, setelah mengambil celurit, pelaku kembali ke lokasi dan tanpa berkata apa-apa langsung membacok korban. Untuk korban dibacok oleh pelaku tiga kali dan pada saat melihat korban sudah tidak bernapas, dan tersangka ini melarikan diri, kata AKBP Anggi Naulifar Siregar. AKBP Anggi Naulifar Siregar menambahkan pelaku pada saat itu hendak kabur ke rumahnya di daerah Sumberbaru, Lumajang, Jawa Timur. Namun, sebelum sampai, pelaku telah diamankan di daerah Jatiroto, Lumajang, Jawa Timur. Untuk tersangka akan dijerat Pasal 340 KUHP dan Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara, jelas AKBP Anggi Naulifar Siregar.

Minggu, 23 Februari 2020

Diduga Depresi Seorang Ibu Mengakhiri Hidup

Diduga Depresi Seorang Ibu Mengakhiri Hidup

Diduga Depresi Seorang Ibu Mengakhiri Hidup

Ada seorang ibu rumah tangga (IRT), yang bernama Wa Ode Siti Nur Jaya (40) yang ditemukan tewas di kediamannya di Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Untuk korban ini diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena depresi. Korban Wa Ode Siti Nur jaya ini ditemukan oleh suaminya, yang bernama Syaiful sudah tergeletak tak bernyawa di depan kamar rumahnya, Jalan Abdul Kudus, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada hari Sabtu. Korban Wa Ode Siti Nur Jaya di temukan di kosen, dengan terikat tali yang diduga digunakan korban untuk gantung diri.

Suaminya yang bernama Syaiful menceritakan, pada pagi hari korban sebelum mengakhiri hidupnya ini memintanya untuk pergi ke puskesmas, korban ini menginginkan sang suaminya itu meminta rujukan ke puskesmas untuk berobat. Wa Ode Siti Nur Jaya meminta saya untuk pergi ke puskesmas, dan meminta rujukan karena ingin ke rumah sakit, berobat dan saya bilang mau simpan anak saya yang bungsu, tapi dia bilang bawa aja, jadi dia hanya seorang diri di rumah, kata suaminya yang bernama Syaiful.

Sang suami pun yang bernama Syaiful pun kaget setelah melihat istrinya tidak berdaya pada saat tiba di kediamannya dan dia mengungkapkan, satu tahun terakhir ini istrinya depresi dan sudah berobat di Rumah Sakit Jiwa Kendari. Pada sakitnya itu, selalu ingin bunuh diri dan tidak pernah juga sudah hampir bakar rumah. Sang istri ini sempat dirawat di RSJ, tapi baru keluar, ungkapnya suaminya yang bernama Syaiful.

Pihak keluarga korban memutuskan untuk tidak membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Namun, dari pihak kepolisian tetap melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dimana pihak suami temukan sang istri dan dari pihak keluarga sudah menerima dan tidak akan diproses, tapi kita tetap melakukan olah TKP, ucap Kasat Reskrim Polres Muna, AKP Ogen Sairi.

Sabtu, 22 Februari 2020

Tol Pandaan-Malang Banjir Karena Luberan Irigasi

Tol Pandaan-Malang Banjir Karena Luberan Irigasi

Tol Pandaan-Malang Banjir Karena Luberan Irigasi

Telah terjadi banjir di bagian jalur satu Jalan Tol Pandaan-Malang, tepatnya di KM 68.800/B. Pada banjir tersebut di ruas arah Malang ke Pandaan itulah yang menyebabkan arus lalu lintas terhambat karena cuma bisa digunakan satu lajur saja. Kata Humas PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang, Agus Tri Antyo mengatakan bahwa banjir terjadi akibat luberan air dari luar pagar jalan tol Pandaan-Malang. Pada luberan air itu berasal dari saluran irigasi yang bersebelahan dengan KM 68.800 arah Pandaan.

Pada luberan air tersebut akibat dari dari curahan air hujan yang cukup tinggi sehingga saluran yang ada tidak mampu menampung debit air yang melebihi normal, kata Humas PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang Agus Tri Antyo pada saat dikonfirmasi wartawan, pada hari Sabtu. Humas PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang Agus Tri Antyo mengatakan, bahwa air pada saluran yang luber itu bercampuran dengan lumpur yang menggenang jalan tol yang tak berlangsung lama dan pada peristiwa tersebut terjadi pada pukul 16.45 dan surut pada pukul 17.20.

Para petugas juga sudah membersihkan jalur yang terkena luberan lumpur dengan cara menyiram air dari truk tangki air, terang Humas PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang Agus Tri Antyo. Humas PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang Agus Tri Antyo menyayangkan sejumlah netizen yang mengunggah peristiwa tersebut dengan membubuhi keterangan terjadi longsor dan pada netien itu membuat fake berita itu dan tidak ada longsor pada jalan Tol Pandaan-Malang, kata Humas PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang Agus Tri Antyo. Humas PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang Agus Tri Antyo memastikan saat ini arus normal setelah sebelumya terhambat dan tidak ada macet, cuma terhambat, pungkas Humas PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang Agus Tri Antyo.

Jumat, 21 Februari 2020

Kemungkinan Membutuhkan Uang Untuk Membeli Narkoba Tusuk Pacarnya

Kemungkinan Membutuhkan Uang Untuk Membeli Narkoba Tusuk Pacarnya

Kemungkinan Membutuhkan Uang Untuk Membeli Narkoba Tusuk Pacarnya

Ada seorang pelajar di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang berinisial DO (17), dalam menusuk pacarnya sendiri menggunakan pisau dan tak hanya itu, DO juga membawa kabur handphone sang kekasihnya. Tersangka DO ditangkap setelah korbannya melapor ke polisi dan tersangka DO berhasil ditangkap pada saat bersembunyi di rumahnya.

Tersangka DO berhasil ditangkap polisi Bima pada hari Jumat siang tadi di rumahnya di Desa Tolouwi Monta. Pada saat ditangkap pelaku sedang bersembunyi di atas plafon rumahnya, kata Kassubag Humas Polres Bima, AKP Hanafi, pada saat dikonfirmasi wartawan, pada hari Jumat.

Pada peristiwa penusukan dan perampasan itu terjadi pada hari Sabtu lalu di Jalan Lintas Desa Tengah, Desa Naru, Kecamatan Woha, Bima. Pada akibat kejadian itu korban menderita luka tusuk di bagian lutut. AKP Hanafi mengatakan, sebelum peristiwa itu terjadi, pelaku dan korban berboncengan sepeda motor dari arah Kota Bima menuju ke rumah teman pelaku di Desa Sakuru.

Di dalam perjalanan menuju Sakuru, korban mohon untuk kembali ke Tente dan setelah kembali menuju Desa Tente kemudian dalam perjalanan tersangka memberhentikan sepeda motor dan meminta secara paksa dan merampas HP milik korban, oleh karena korban mempertahankan miliknya sambil berteriak, sehingga tersangka DO menusuk korban sebanyak satu dengan menggunakan pisau dan mengambil satu unit HP, jelasnya AKP Hanafi.

Pada saat ini polisi dari Polres Bima masih menyelidiki tindakan pelaku yang menusuk pacarnya kemudian membawa kabur barang berharganya. Untuk itu polisi Bima menduga, pada aksi nekat tersangka ini ada keterkaitan dengan narkoba, pasalnya HP pacarnya telah dijual oleh tersangka. Pada motifnya masih dalam pendalaman namun sebelumnya tidak ada pertengkaran ataupun berantem, yang kemungkinan besar mengarah ke tersangka pemakai narkoba, ujarnya AKP Hanafi.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...