Minggu, 31 Mei 2020

Perampok Toko Emas Di Musi Banyuasin Ditembak Polisi

Perampok Toko Emas Di Musi Banyuasin Ditembak Polisi

Perampok Toko Emas Di Musi Banyuasin Ditembak Polisi

Pada saat ini pihak dari kepolisian kembali mengungkap pelaku perampokan toko emas di Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Untuk kali ini sang eksekutor, Hendri, berhasil ditangkap.

Kami kembali berhasil menangkap salah satu pelaku perampokan toko emas di Sungai Lilin. Untuk pelaku adalah HN (34), tegas Kasubdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi, pada hari Minggu.

Kasubdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi mengatakan, ada warga Tanjung Serian, Ogan Ilir, ini yang ditangkap pada hari kemarin. Pada saat itu, sang pelaku tengah bersembunyi di wilayah Subang, Jawa Barat, setelah tahu ada tiga temannya yang berhasil ditangkap.

Untuk pelaku ini eksekutor, masuk ke dalam dan nodong korban pakai senjata api. Selain itu, dia juga telah memecahkan kaca etalase dan ambil emas, kata Kasubdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi.

Kasubdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi pun memerintahkan anggotanya untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku. Yang selanjutnya, pelaku yang juga diketahui residivis kasus perampokan dibawa ke Palembang untuk proses mencari pelaku lain.

Pelaku ini dibawa untuk dikembangkan dan mencari pelaku lain akan tetapi pelaku melawan, dan terpaksa diambil tindakan tegas terukur pada kakinya ditembak agar tak melarikan diri, tutup Kasubdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi.

Diketahui, pada aksi perampokan toko emas di Sungai Lilin terjadi pada akhir bulan Maret lalu dan pelaku yang diketahui berjumlah delapan orang menodong pemilik toko emas siang bolong. Selanjutnya, untuk para pelaku menggasak emas yang diperkirakan sebanyak 6,5 kg. Selain emas, ada pula uang tunai yang ditotalkan keseluruhan mencapai Rp 4 miliar lebih.

Sebelumnya menangkap pelaku yang bernama Hendri, dan jajaran Subdit Jatanras yang lebih dulu menangkap 4 pelaku lain dan mengamankan 3 kg emas serta ada dua di antaranya tewas ditembak karena melawan saat ditangkap.

Sabtu, 30 Mei 2020

1 Tewas Dan 1 Terluka Tabrakan Mobil Pikap Sayur Di Tangerang

1 Tewas Dan 1 Terluka Tabrakan Mobil Pikap Sayur Di Tangerang

1 Tewas Dan 1 Terluka Tabrakan Mobil Pikap Sayur Di Tangerang

Ada sebuah mobil pikap yang menabrak motor di Pinang, Kota Tangerang. Pada mobil pikap yang berisi sayur-sayuran itu menabrak dua orang yang sedang mengendarai sepeda motor. Pada saat ini Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota AKBP Agung Pitoyo mengatakan kecelakaan terjadi pada hari Jumat sekitar pukul 23.00 WIB. Pada kecelakaan mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu terluka.

Pada tadi pagi pada pukul 11.00 WIB, yang satu meninggal dunia atas nama Ahmad Hasim dan satu korban lain luka memar sama patah tulang, kata Agung ketika dihubungi, pada hari sabtu. AKBP Agung Pitoyo menuturkan pada mobil pikap tersebut hendak mendahului angkot yang berada di depannya dengan kecepatan tinggi. Namun, pada saat hendak mendahului, mobil pikap tidak memiliki ruang sehingga menabrak dua motor di depannya.

Jadi pada kronologinya itu, ada mobil pikap yang dikemudikan oleh saudara Abdulah itu datang dari Cipondoh menuju arah Ciledug dan sampai dekat dealer motor Kecamatan Pinang, itu tidak memiliki cukup ruang saat mendahului angkot, jadi dia mau mendahului angkot tapi tidak cukup ruangnya, dia paksakan dan dia juga mungkin terlalu cepat, dia tidak lihat itu motornya yang dia tabrak, dua motor, tuturnya.

Kini sang sopir pikap itu sedang dalam proses pemeriksaan dan segera ditetapkan sebagai tersangka dan polisi juga sudah mengamankan beberapa barang bukti dan kami pun lagi periksa, kita cari-cari, ukur lagi ya, tapi kelihatannya iya sudah mau kita tetapkan jadi tersangka, ujar AKBP Agung Pitoyo.

AKBP Agung Pitoyo mengungkapkan sopir tersebut telah lalai dalam berkendara dan akibat kelalaiannya, kini sopir itu terancam Pasal 310 tentang Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan. Pada pasal 310 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan ya lalai dia, tandasnya AKBP Agung Pitoyo.

Jumat, 29 Mei 2020

Jalan Soemanta Diredja Kota Bogor Tergenang Banjir Sudah Surut

Jalan Soemanta Diredja Kota Bogor Tergenang Banjir Sudah Surut

Jalan Soemanta Diredja Kota Bogor Tergenang Banjir Sudah Surut

Pada saat ini di Jalan Soemanta Diredja, Bogor Selatan, Kota Bogor, pada saat hujun lebat sempat mengalami banjir, namun pada banjir itu tak berlangsung lama dan pada saat ini banjir tersebut telah surut dan lalu lintas kembali normal kembali.

Pada hujan lebat tadi sempat banjirnya selutut orang dewasa, sekitar 50-60 sentimeter, kata Ketua RT 2/8 Pamoyanan, Bogor Selatan, Sutisna, di Jalan Soemanta Diredja, Bogor Selatan, Kota Bogor, pada hari Jumat.

Ketua RT 2/8 Pamoyanan, Bogor Selatan, Sutisna menjelaskan bahwa pada Jalan Soemanta Diredja di sekitar Perumahan Pamoyanan Hijau selalu banjir ketika hujan turun namun pada banjir di jalan tersebut sering terjadi sejak 5 tahun lalu.

Ketua RT 2/8 Pamoyanan, Bogor Selatan, Sutisna menjelaskan penyebabnya, ada di selokan di jalan yang kecil, dikecilin, terus sama adanya banyak yang buang sampah di selokan, gitu jadi setiap sedang hujan lebat langsung banjir, katanya Ketua RT 2/8 Pamoyanan, Bogor Selatan, Sutisna.

Namun, kata Ketua RT 2/8 Pamoyanan, Bogor Selatan, Sutisna, pada banjir yang terjadi di Jalan Soemanta Diredja tak berlangsung lama. Pada banjir yang terjadi pada sore tadi hanya berlangsung sekitar 1 jam, yakni dari pukul 15.00 WIB sampai 16.00 WIB.

Jadi pada banjirnya nggak masuk perumahan, cuma di sekitar jalan aja, tadi memang sempat macet pas banjir, untuk sekarang sudah nggak banjir lagi, memang sudah langganan banjir di sini mah, ungkap Ketua RT 2/8 Pamoyanan, Bogor Selatan, Sutisna.

Setiap habis hujan deras yang mengguyur kawasan Kota Bogor membuat jalan Soemanta Diredja tersebut banjir dan akibatnya, pada lalu lintas sempat tersendat karena kendaraan yang melintas tak bisa melaju cepat kendaraannya, kata Ketua RT 2/8 Pamoyanan, Bogor Selatan, Sutisna.

Rabu, 27 Mei 2020

Seorang Pemuda Dibakar Oleh Warga Karena Salah Paham

Seorang Pemuda Dibakar Oleh Warga Karena Salah Paham

Seorang Pemuda Dibakar Oleh Warga Karena Salah Paham

Karena berselisihan salah paham, ada seorang pemuda di Kecamatan Gandusari yang dibakar sejumlah orang dan kini korban pun harus dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar serius. Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, pada peristiwa itu menimpa korban bernama Noven Riski Aji (20) warga Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari. Korban Noven Riski Aji ini mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya. Pada kejadian itu berlangsung pada dini hari tadi dan pada aksi pembakaran itu bermula dari perselisihan antara korban dengan kelompok pemuda di Jalan Dusun Pojok, Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari. Pada saat kejadian, korban yang dianiaya oleh para pelaku ini hingga terjadi aksi pembakaran terhadap korban.

Dari akibat penganiayaan itu, korban yang mengalami luka bakar serius dan harus mendapatkan penanganan medis dan dugaannya kasus ini karena ada selisih paham antara mereka, kata Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, pada hari Selasa. Usai mendapatkan informasi, polisi kemudian mendatangi lokasi kejadian yang dipimpin langsung Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak dan pihak dari kepolisian dan rekan korban mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD dr Soedomo untuk mendapatkan penanganan medis.

Pada saat ini polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus pembakaran tersebut dan sejumlah terduga pelaku sudah diamankan. Selain itu, polisi juga tengah memeriksa sejumlah saksi, kami pun sedang bekerja keras untuk menangani kasus yang terjadi terhadap pemuda ini, ada tiga tim yang kami bentuk untuk memburu pelaku serta mengungkap motif peristiwa itu, untuk itu perkembangannya akan kami rilis, ujar Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat dan kelompok pemuda untuk menahan diri dan menyerahkan pengungkapan kasus tersebut ke aparat kepolisian dan dari humas RSUD dr Soedomo Trenggalek Sujiono membenarkan adanya pasien korban pembakaran dan korban pada saat ini sempat menjalani perawatan intensif di instalasi gawat darurat dan untuk luka bakar di beberapa bagian tubuh, kondisinya sadar dan hari ini kami rujuk ke Malang, kata humas RSUD Soedomo Tranggalek Sujiono.

Selasa, 26 Mei 2020

Pelajar Di Sulsel Ditangkap Karena Perkosa Anak Dibawa Umur

Pelajar Di Sulsel Ditangkap Karena Perkosa Anak Dibawa Umur

Pelajar Di Sulsel Ditangkap Karena Perkosa Anak Dibawa Umur

Pada saat ini pihak dari unit Resmob Polres Tana Toraja, Sulawesi Selatan, telah berhasil meringkus seorang pelajar yang diduga telah melakukan perbuatan pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur dan pada aksi bejat itu dilakukan pelaku di sebuah toilet. Untuk pelaku ini telah kami amankan pada saat sedang tertidur di rumah rekannya di Tendang Kulang, Kecamatan Gandasil, Tana Toraja, ujar Kanit Resmob Polres Tana Toraja Ipda Iskandar pada saat dimintai konfirmasi, pada hari Selasa.

Yang terduga sebagai pelaku ini berinisial P (17) telah diringkus oleh aparat lantaran diduga telah menyetubuhi korban NZ (15) di sebuah toilet di ba'ba-ba'ba, Kelurahan Mebali. Untuk penangkapan ini telah dilakukan berdasarkan laporan dari korban No. Pol: LPB/43/V/2020/SPKT, pada tanggal 25 Mei 2020. Kanit Resmob Polres Tana Toraja Ipda Iskandar menjelaskan, selain pelaku ini telah memerkosa kepada korban, P juga memukul korban NZ. Pada saat korban yang tak sadarkan diri, barulah pelaku P melakukan aksi bejatnya itu di kamar mandi.

Yang terduga pelaku ini telah menjemput korban di rumahnya, kemudian pelaku ini mengajak korban ke suatu tempat yang bernama ba'ba-ba'ba, Kelurahan Mebali. Pada saat tiba di lokasi, pelaku langsung memukul korban pada bagian pundak sebanyak satu kali sehingga pada saat itu korban merasa pusing dan masuk ke dalam toilet untuk mencuci muka, pelaku yang mengikuti korban ke toilet dan menyetubuhi korban sebanyak satu kali yang saat itu korban masih merasakan pusing di kepala, jelasnya Kanit Resmob Polres Tana Toraja Ipda Iskandar.

Untuk pelaku saat ini masih diperiksa di Polres Tana Toraja dan telah mengakui perbuatannya. Pada saat ini pelaku yang ditangkap di Mapolres Tana Toraja. Dari akibat perbuatannya, pelaku ini akan terancam pidana sedikitnya 5 tahun kurungan penjara sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002.

Senin, 25 Mei 2020

Bacok Teman Hingga Koma Usai Mabuk Bareng

Bacok Teman Hingga Koma Usai Mabuk Bareng

Bacok Teman Hingga Koma Usai Mabuk Bareng

Polisi berhasil meringkus tersangka yang bernama Wahyudi, pria yang membacok temannya sendiri yang bernama Rusdi hingga koma di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Tersangka ini membacok korban yang merupakan temannya sendiri itu setelah mabuk bersama.

Kata Kasubdit Jatanras Polda Sulbar Kompol Agung Budi Leksono mengatakan tersangka telah berhasil diringkus di wilayah Kelurahan Mambulilling, Mamasa, Polewali Mandar, sekitar pukul 16.30 Wita tadi.

Iya, untuk tersangka ini kami berhasil tangkap tadi sore di Polewali Mandar (Polman) dan sekarang ini kami bawa ke Mamuju, ujar Agung kepada wartawan, pada hari Senin.

Menurut Kasubdit Jatanras Polda Sulbar Kompol Agung Budi Leksono, untuk tersangka dan korban pada awalnya mabuk bersama di sebuah bengkel di wilayah Simboro, Mamuju, pada hari Jumat, sekitar pukul 01.00 Wita dan selanjutnya, korban tertidur hingga tiba-tiba dibacok oleh tersangka.

Jadi waktu bulan puasa mereka ini mabuk sama-sama, korban yang tertidur, lalu tiba-tiba dibacok, ujar Kasubdit Jatanras Polda Sulbar Kompol Agung Budi Leksono.

Sejak saat itu, korban koma dan dirawat di rumah sakit, sementara tersangka ini melarikan diri. Polisi yang terus menyelidiki kasus akhirnya berhasil mengendus keberadaan pelaku di wilayah Polewali Mandar.

Betul, jadi pelaku sempat jadi buron sejak 8 Mei lalu, dan hari ini baru kami tangkap tersangka yang bernama Wahyudi, katanya Kasubdit Jatanras Polda Sulbar Kompol Agung Budi Leksono. Pada saat ditanya soal motif pelaku membacok rekannya, Kasubdit Jatanras Polda Sulbar Kompol Agung Budi Leksono mengatakan masih perlu mendalaminya.

Untuk motifnya masih perlu kami dalami dulu, karena sekarang kami masih di jalan. Perlu 4 jam baru sampai di Mamuju, katanya Kasubdit Jatanras Polda Sulbar Kompol Agung Budi Leksono. Lagi pula sebenarnya saya kan baru-baru ditunjuk jadi Kasubdit Jatanras Polres Sulbar. Sebelumnya, saya Kasubdit Cyber, jadi perlu waktu, pungkas Kasubdit Jatanras Polda Sulbar Kompol Agung Budi Leksono.

Minggu, 24 Mei 2020

Pria Di Bandung Tusuk Temannya Hingga Mati Karena Ejekan

Pria Di Bandung Tusuk Temannya Hingga Mati Karena Ejekan

Pria Di Bandung Tusuk Temannya Hingga Mati Karena Ejekan

Ada seorang pria yang ditemukan tergeletak berlumuran darah di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Rancamanyar, Kabupaten Bandung. Seorang pria tersebut yang diduga ditusuk oleh temannya sendiri karena sebuah ejekan. Untuk pria yang bernama Jajat Sudrajat, ditemukan telah tergeletak pada hari Minggu pada pukul 11.00 WIB dan korban yang meninggal dunia itu setibanya di Rumah Sakit Al-Ihsan Baleendah.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kapolsek Baleendah Kompol Priyono ia mengatakan, korban yang diduga ditusuk oleh temannya sendiri karena sebuah ejekan kepada pelaku. Jadi korban atau temannya itu ditusuk, kemudian dibawa ke rumah sakit dan meninggal di rumah sakit, mereka atau korban dan pelaku ini adalah berteman, kata Kapolsek Baleendah Kompol Priyono pada saat dihubungi wartawan, pada hari Minggu.

Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, pihak dari kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara tersebut mendapati korban ditusuk di dada bagian kiri dan seketika itu pula korban tewas setibanya di rumah sakit. Dari Tempat Kejadian Perkara pihak dari kepolisian ini berhasil mengamankan sebuah pisau dapur dan pada pisau tersebut yang diduga digunakan pelaku untuk menusuk korban atau temannya tersebut.

Sebagai barang bukti sementara telah ditemukan pisau dapur milik terduga pelaku, kata Kapolsek Baleendah Kompol Priyono. Kapolsek Baleendah Kompol Priyono yang mengungkapkan, beberapa jam setelah kejadian tersebut polisi langsung menyusuri sekitar lokasi kejadian dan akhirnya, polisi pun berhasil menangkap pelaku, yang bernama Yadi Setiadi, ketika dirinya berada di jalan raya.

Dalam keterangan terduga pelaku, kata Kapolsek Baleendah Kompol Priyono, ia merasa sakit hati karena diejek oleh temannya itu dan pelaku ini diejek tidak dapat baca tulis atau buta huruf. Pelaku yang diduga sakit hati karena korban bilang ke pelaku Ah maneh mah teu bisa maca artinya ah kamu itu tidak bisa baca, ujarnya Kapolsek Baleendah Kompol Priyono.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...