Jumat, 25 Oktober 2019

Membantu Padamkan Kebakaran Di Pegunungan Ijen Melalui Helikoper

Membantu Padamkan Kebakaran Di Pegunungan Ijen Melalui Helikoper

Membantu Padamkan Kebakaran Di Pegunungan Ijen Melalui Helikoper

Telah terjadi kebakaran hutan di Pegunungan Ijen belum bisa dipadamkan untuk pemadaman ada beberapa titik kebakaran dengan water bombing akan segera dilakukan oleh bantuan helikopter pengangkut air akan melakukan pemadaman di sekitar Gunung Merapi Ungup-ungup, pada hari Sabtu. Gunung tersebut bagian dari Pegunungan Ijen.

Kata kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyuwangi Eka Muharram mengaku mendapatkan kabar, bahwa helikopter water bombing akan datang untuk mengatasi karhutla kawasan TWA Kawah Ijen. Barusan saya dapat kabar jika satu unit helikopter water bombing besok hari hari Sabtu akan merapat di Blimbingsari insya Allah besok bisa dilakukan penyiraman dari udara, ujarnya kepada wartawan, pada hari Jumat.

Kendati demikian, pihaknya tidak bisa menjamin karhutla yang terjadi akan cepat teratasi. Sebab, karhutla di kawasan TWA Kawah Ijen telah meluas hingga 1.000 hektare. Saya tidak bisa menjamin karhutla cepat teratasi. Karena water bombing sekali menyiram air seluas dua kali lapangan voli. Sedangkan luas Karhutla dari Gunung Ranti, Ijen hingga Merapi Ungup-ungup mencapai kurang lebih 1.000 Ha, ujarnya Bapak Eka Muharram.

Belum lagi, imbuh Eka, jika ada angin kencang yang terjadi di lokasi karhutla. Pastinya, helikopter Water bombing tidak bisa dipaksakan untuk beroperasi. Pada saat water bombing rencananya kami fokuskan dulu di karhutla kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-ungup karena kawasan ini merupakan sebagai kawasan hutan lindung yang dikelola Perhutani, terangnya.

Untuk saat ini telah didirikan tenda tagana dan BNPB untuk dijadikan dapur umum dan posko kesehatan di Rest Area Jambu. Tagana dan BNPB telah turun tangan dengan adanya status tanggap darurat ini. Setiap hari rencananya kami sediakan 650 bungkus nasi untuk konsumsi para petugas gabungan pemadam api dan para relawan lainnya, pungkasnya.

Rabu, 23 Oktober 2019

Seorang pria Mengamuk Dengan Menodongkan Pisau Ke Polisi Cengakareng

Seorang pria Mengamuk Dengan Menodongkan Pisau Ke Polisi Cengakareng

Seorang pria Mengamuk Dengan Menodongkan Pisau Ke Polisi Cengakareng

Pada saat ini pihak polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial M yang mengamuk di dekat pos lalu lintas (lantas) Cengkareng, Jakarta Barat. Seorang Pria yang membawa pisau ini merusak bendera ormas yang terpasang di jalan. Sang pelaku ini juga menyobek bendera ormas menggunakan pisau dekat pos lalu lintas sekitar 60 meter. Dia sobek-sobek sebuah bandera dan dibuang, kata Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri saat dimintai konfirmasi, pada hari Rabu pagi.

Ada sejumlah orang yang ada di sekitar lokasi langsung mengamankan orang yang merusak bendera ormas sekitar pukul 10.30 WIB. Pelaku sempat memberontak saat diamankan warga. Pada awalnya pelaku berontak, tapi bisa diamankan, ujarnya. Pada saat polisi yang sedang menggelar Operasi Zebra di dekat lokasi ikut turun tangan mengamankan pria berusia 38 tahun itu.

Dilakukan penangkapan terhadap orang yang membawa sajam. Setelah itu, diamankan ke pos lantas, sambungnya. Dari hasil penggeledahan ditemukan KTP, buku bacaan, juga pisau yang dibawa pria tersebut. Pria ini sempat dibawa ke Puskesmas Cengkareng karena mengalami sedikit luka di bagian kepala saat diamankan warga.

Namun, berdasarkan keterangan pihak keluarga, pelaku diduga mengalami gangguan jiwa. Karena itu, polisi membawa pria ini ke RS Polri Kramat Jati. Dari hasil keterangan para saksi, tidak ada kaitan dengan penyerangan pos polisi atau polisi. Dari pemeriksaan awal diduga mengalami gangguan kejiwaan dan dibawa ke RS Polri untuk mengecek kejiwaannya, papar Khoiri.

Seornag pria yang membawa pisau ini sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan senjata tajam. Namun proses lanjutan atas kasus ini masih menunggu hasil pengecekan medis tim dokter RS Polri. Kita akan mempertimbangkan dari hasil pemeriksaan medis, kata Khoiri.

Selasa, 22 Oktober 2019

Takut Karena Hamil Diluar Nikah Pasangan Muda Buang Bayinya

Takut Karena Hamil Diluar Nikah Pasangan Muda Buang Bayinya

Takut Karena Hamil Diluar Nikah Pasangan Muda Buang Bayinya

Seorang warga Desa Jomblang, Kecamatan Takeran, Magetan, yang dikagetkan dengan penemuan sesosok bayi dengan kondisi yang sudah tewas itu ditemukan di dalam sebuah kardus mi instan pada saat penemuan terletak di Lokasi penemuan tepatnya di pinggir jalan depan SMPN 1 Takeran, di Jalan Raya Gorang Gareng, Desa Jomblang.

Jadi pada lokasi penemuan jasad bayi yang kondisi sudah meninggal dunia itu ditaruh dalam kardus mi instan dan tergeletak di pinggir jalan yang tepatnya depan SMPN 1 Takeran, terang Kapolsek Takeran AKP Tri Cahya Budiarti kepada wartawan di kantornya, pada hari Senin. Pada saat ditemukan sang bayi yang masih lengkap dengan ari-ari itu, kata AKP Tri Cahya Budiarti, pada saat ditemukan oleh seorang warga sekitar pukul 08.30 WIB. Pada saat sedang berjalan, warga tersebut mencurigakan ada kardus yang ada talinya setelah di buka bayi dengan jenis kelamin laki-laki itu terbungkus kain jarit batik warna coklat.

Pada kondisi bayi masih merah dan ditemukan sudah meninggal dunia dan terbalut kain jarit warna coklat, ujarnya. AKP Tri Cahya Budiarti mengungkapkan pada saat ini jenazah bayi mungil itu kini telah di bawa ke RSUD dr Sayidiman Magetan. Sang bayi itu diduga dengan sengaja dibuang orang tuanya yang tidak menginginkan kehamilannya diluar nikah. Kapolres Magetan AKBP Muhammad Rifai mengatakan atas penemuan bayi itu pihaknya masih melakukan penyelidikan guna memburu pelaku pembuangan bayi tersebut.

Untuk saat ini kita masih lakukan olah TKP untuk mencari petunjuk siapa pelaku pembuangan bayi, kata Rifai. Setelah berhasil melakukan penyelidikan pihak polisi berhasil mengamankan pembuang bayi yang ditemukan tewas dalam kardus mi instan. Ternyata pelakunya ini adalah pasangan kekasih yang merupakan orang tua si bayi yang didalam kardus mi instan. Alhamdulillah kami sudah melakukan penangkapan terhadap pelaku pembuangan bayi dalam kardus di Jalan Raya Takeran. Ternyata pelakunya ini merupakan pasangan kekasih yang belum menikah, ujar Kapolres Magetan AKBP Muhammad Rifai kepada wartawan, pada hari Selasa.

Pasangan kekasih itu adalah Dimas Chelvin Yamada (21), warga Desa Wayut Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun, dan kekasihnya Dwi Astriani Ningsih (21), warga Desa Giripurwo Kecamatan Kawedanan, Magetan. Di hadapan polisi pelaku mengaku malu dan belum siap untuk memiliki anak karena belum menikah, jadi dengan alasan mereka karena malu melahirkan karena belum menikah. Sehingga kedua pelaku sengaja untuk membunuh bayi yang dilahirkan di sebuah kamar kos di Kota Madiun setelah melahirkan tanpa pertolongan medis di kamar kos kedua pelaku membuang bayi itu, ungkapnya.

Untuk saat ini pelaku dijerat dengan pasal 340 dan 161 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Yang sebelumnya seorang warga Desa Jomblang, Kecamatan Takeran, Magetan, dikagetkan dengan penemuan sesosok bayi dalam kardus mi instan. Sang bayi dengan kondisi sudah tewas itu ditemukan di dalam sebuah kardus pada hari Senin. Lokasi penemuan tepatnya di pinggir jalan depan SMPN 1 Takeran, di Jalan Raya Gorang Gareng, Desa Jomblang.

Senin, 21 Oktober 2019

Hukuman Seumur Hidup Untuk Rekan Kerja Yang Bunuh Temannya

Hukuman Seumur Hidup Untuk Rekan Kerja Yang Bunuh Temannya

Hukuman Seumur Hidup Untuk Rekan Kerja Yang Bunuh Temannya

Bernama Sophie Masala (55) yang didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap rekan sekantornya, yang bernama Maryline Planche (52) di Prancis. Di Pengadilan menurut jaksa penuntut umum menyebut tersangka bernama Sophie ini membunuh Maryline dengan memotong bagian tubuhnya dan membuangnya di sebuah sungai.

Seperti yang dilansir oleh wartawan pada hari Selasa, dalam persidangan tersangka Sophie mangaku membunuh Maryline, namun ia menyebut perbuatan itu dilakukannya tanpa kesengajaan. Sebagai tersangka Sophie juga sesekali menggelengkan kepalanya dalam persidangan dan keberatan atas dakwaan jaksa.

Korban yang bernama Maryline dibunuh di apartemennya di Toulouse, Prancis pada bulan Mei 2016, pada saat ditemukan Maryline dalam kondisi kepala yang hancur. Jaksa mengatakan tersangka Sophie menggunakan gergaji besi untuk memotong bagian tubuh Maryline.

Setelah tersangka memutilasi korbannya, Sophie membawa potongan jenazah Maryline ke kanal atau saluran air Canal du Midi, yang berjarak sekitar 500 meter dari apartemen Maryline. Tersangka Sophie menggunakan troli untuk mengangkut jenazah Maryline.

Jenazah itu kemudian ditemukan di tepi sungai. Tak berselang lama dari penemuan jenazah itu, polisi kemudian menangkap Sophie. Karena peristiwa ini, jaksa mendakwa Sophie dengan ancaman seumur hidup.

Pengacara Sophie, Georges Catala, menyampaikan keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum pada Pengadilan Negeri Toulouse, Ia menyebut persidangan ini tidak dapat dipahami. Ini adalah persidangan yang tidak biasa. Kami berharap bahwa kami akan dapat memahami pada akhirnya, kata Georges Catala.

Minggu, 20 Oktober 2019

Seorang Pria Sedang Asik Minum Kopi Dibunuh Dengan Pemuda

Seorang Pria Sedang Asik Minum Kopi Dibunuh Dengan Pemuda

Seorang Pria Sedang Asik Minum Kopi Dibunuh Dengan Pemuda

Bernama Rojali (20), warga Desa Balunganyar Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan dibunuh saat sedang ngopi di warkop. Pembunuhan sadis itu diotaki anak di bawah umur, Fh (16), warga Dusun Dadapan Desa Patuguran Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan. Tersangka bernama Rn (18), warga Desa Semedusari Kecamatan Lekok adalah eksekutor yang membacok korban dua kali hingga tewas. Ia mengaku melakukan perbuatan keji itu atas permintaan Fh.

Pada saat eksekutor ini nggak ada masalah dengan korban. Masalah pribadi korban ini dengan Fh. Seminggu lalu, Fh ini mengaku sempat dipukuli korban, kemudian dia sakit hati, kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso, pada hari Minggu. Merasa sakit hati dipukuli, Fh, kata Slamet, mminta bantuan Rn membalas dendam.

Sebenarnya kejadian sudah seminggu lalu para pelaku ini mencari korban. Namun pada semalam baru ketemu di warung kopi, terang AKP Slamet Santoso. Menurut AKP Slamet, orang yang membantu mencari keberadaan korban sebelum dieksekusi adalah Fr (17), warga Dusun Krikilan Desa Kalipang Kecamatan Grati.

Ketiga remaja ini ditetapkan sebagai tersangka dengan perannya masing-masing. Saat ini polisi masih mengembangkan kasus dan mencari kemungkinan motif lain. Sebelumnya polisi mengamankan 7 remaja yang diduga terlibat langsung. Namun berdasarkan penyidikan, hanya tiga yang ditetapkan sebagai tersangka.

Pembacokan dilakukan di warung kopi lesehan depan ruko Jalan WR Supratman 28 Kelurahan Bangilan Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan, pada hari Sabtu pada pukul 23.00 WIB, korban pembunuhan bernama Rojali (20), warga Desa Balunganyar Kecamatan Lekok dibacok dengan celurit di kepala dan punggung lalu korban tumbang tertelungkup ke lantai dan meregang nyawa.

Sabtu, 19 Oktober 2019

Sebuah Saluran Irigasi di Banyuwangi Dimanfaatkan Ternak Ikan


Sebuah Saluran Irigasi di Banyuwangi Dimanfaatkan Ternak Ikan

Seorang warga yang perang akan terhadap sampah terus dilakukan oleh masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur. Karena banyaknya sampah yang mencemari saluran irigasi sawah, membuat sekumpulan pemuda Desa Kluncing Kecamatan Licin, Banyuwangi menyulap saluran tersebut bersih dari sampah, tak hanya itu sebuah saluran irigasi itu pun juga penuh dengan bermacam-macam ikan hasil budidaya mereka dan warga setempat demi tidak membuang sampah.

Mereka menyebut desa mereka Kampoeng Ikan Kluncing. Warga tersebut bernama Rusady Awanto bersama dengan pemuda-pemuda setempat mampu mengatasi sampah sekaligus menciptakan pemandangan irigasi bersih seperti di Jepang. Dalam Irigasi yang di buat bersih oleh warga dan Rusady mengatakan, ide ini bermula dari keprihatinan pemuda setempat atas persoalan sampah yang sering dibuang ke saluran irigasi setempat.

Jadi, sebelumnya banyak warga yang membuang sampah rumah tangga di saluran irigasi yang mengakibatkan, air menjadi tercemar dan kotor, katanya kepada wartawan yang meliput kampoeng ikan kluncing, pada hari Sabtu. Untuk menciptakan saluran yang bersih dari sampah diakui Rusady, yang awalnya tidak mudah untuk menghilangkan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan di saluran irigasi, namun berkat kerja keras Rusady yang dilakukan, lambat laun sebagaian masyarakat mulai sadar dan memberikan dukungan dengan adanya budidaya ikan di saluran irigasi sekitar kampung.

Alhamdulillah, pada saat ini warga sudah tidak membuang sampah dan sudah berkurang hingga 90 persen. Pada airnya juga sudah mulai bersih, bahkan sudah bisa digunakan untuk mencuci pakaian dan mandi oleh warga, katanya. Sehingga, sejak 7 bulan yang lalu, para pemuda setempat akhirnya memanfaatkan saluran irigasi tersebut untuk budidaya ikan nila, mas, dan lain-lain. Rata-rata warga di sini banyak yang budidaya ikan di sawah guna membasmi hama. Akhirnya, sebagian kita tabur di saluran irigasi untuk mengatasi pembuangan sampah di irigasi, katanya.

Pemandangan ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga setempat, mulai dari kalangan anak-anak, remaja, hingga orang dewasa antusias menyaksikan ratusan ikan berukukuran jumbo berenang bebas di saluran irigasi sepanjang 300 meter tersebut. Ada beberapa jenis ikan yang dibudidayakan oleh masyarakat setempat. Mulai dari ikan Tombro, ikan mas Koi, ikan Nila hingga ikan Bawal. Dalam ukurannya pun bermacam-macam, mulai dari anakan hingga indukan yang bobotnya mencapai 9 kilogram.

Ke depan, Rusady dan pemuda setempat bercita-cita menjadikan Desa Kluncing sebagai sentra budidaya ikan tawar di Banyuwangi. Kalau sekarang kan masih 300 meteran saja saluran irigasi yang kita manfaatkan untuk budidaya ikan. Ke depan rencananya sepanjang saluran irigasi ini, yang panjangnya mencapai 1 kilometer akan kita manfaatkan juga, ungkapnya. Diharapkan, dengan upaya budidaya ikan di saluran irigasi ini dapat menciptakan destinasi wisata baru di sektor pertanian dan perikanan, sehingga mampu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Kluncing.

Jumat, 18 Oktober 2019

Wanita Difabel Diperkosa Dan dibunuh

Wanita Difabel Diperkosa Dan dibunuh

Wanita Difabel Diperkosa Dan dibunuh

Pada kasus pembunuhan dan pemerkosaan seorang wanita difabel di Pekalongan akhirnya terungkap oleh pihak kepolisian, pelaku yang usai menghabisi nyawa korban, pelaku bernama Jumari (30) ini menjual cincin yang dikenakan korban dan setelah menghabisi nyawa korban, dia menjual perhiasan milik korban, kata Kapolres Pekalongan, AKBP Aris Tri Yunarko dalam jumpa pers di kantornya, pada hari Jumat.

Sebuah cincin emas milik korban ini telah dijual oleh Jumari seharga Rp 270 ribu. Uang hasil penjualan cicin korban uang sebanyak Rp 70 ribu di antaranya dipakai Jumari untuk memperbaiki motornya sedangkan sisanya Rp 200 ribu untuk keperluan sehari-hari, sedangkan untuk gelang dan untuk kalungnya milik korban itu ternyata bukan emas, melainkan imitasi dan tidak bisa dijual, imbuh Aris.

Diberitaan sebelumnya, mayat korban yang ditemukan di dalam karung tergeletak di kebun kosong bantaran Sungai Sragi Baru, Dukuh Blimbing Lor RT 02 RW 02, Desa Blimbing Wuluh, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Sebuah karung yang terdapat mayat korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari rumput di sekitar lokasi kejadian pada hari Rabu pada pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan dari hasil autopsi, mayat perempuan dalam karung itu merupakan korban pemerkosaan dan penganiayaan. Jasad korban telah dimakamkan oleh keluarganya kemarin. Hingga akhirnya dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi menangkap pelaku, Jumari yang merupakan warga Kecamatan Siwalan, Pekolangan, pada hari Kamis sore. Tersangka Jumari dibekuk polisi saat berada di daerah Tegal Selatan, Kota Tegal.

Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Hery Hariyanto mengungkap bahwa Jumari ke Tegal untuk bersembunyi dari kejaran polisi dan pelaku itu melarikan diri ke Kota Tegal dengan sepeda motornya dan tujuan untuk sembunyi ke rumah bibinya dan pelaku langsung diamankan tim Buser Polres Pekalongan, dibantu Polda Jateng, kata Hery kepada wartawan, di kantornya, kemarin.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...