Minggu, 10 November 2019

Karena Meresahkan Warga Sukabumi Polisi tangkap Perampok


Karena Meresahkan Warga Sukabumi Polisi tangkap Perampok

Polisi Sukabumi berhasil menangkap lima anggota kelompok bermotor yang diduga meresahkan warga di Sukabumi, Jawa Barat. Kepada anggota kelompok bermotor itu ditangkap karena kerap ugal-ugalan di jalan.

Mereka ini berhasil diringkus oleh personel yang tengah melakukan patroli, warga melapor ke Polsek Warudoyong lalu direspons oleh personel patroli Sabhara. Dalam informasi yang kami terima para kelompok motor tersebut ugal-ugalan di jalanan umum dan membuat resah warga dan pengguna jalan lainnya, kata Kasat Sabhara Polres Sukabumi Kota, AKP Iman Prayitno, pada hari Minggu.

Kelompok yang berhasil ditangkap berinisial AD (20), ES (21), ESJ (23) serta dua orang lainnya yang masih berusia 16 dan 17 tahun dan berstatus pelajar. Pada saat ini kelima orang tersebut masih diperiksa di Polres Sukabumi Kota. Polisi sempat terlibat kejar-kejaran hingga ke Jalur Lingkar Selatan. Mengetahui dikejar polisi para pelaku membelokkan kendaraannya ke jalanan sempit di Pabuaran.

Polisi kemudian melakukan penghadangan. Lima orang pun berhasil ditangkap sementara teman-temannya melarikan diri meninggalkan motornya. Ada 10 motor yang kita amankan, untuk selanjutnya mereka kita serahkan ke Satnarkoba dan Satreskrim untuk pemeriksaan lebih lanjut, ucap Iman.

Sabtu, 09 November 2019

Petugas Dishub Dan Ojek Online Salah Paham

Petugas Dishub Dan Ojek Online Salah Paham 

Petugas Dishub Dan Ojek Online Salah Paham

Para driver ojek online (ojol) ini terlibat sebuah keributan dengan petugas Dinas Perhubungan di sekitar Pantai Losari, Makassar, Sulsel. Pada saat keributan ini berawal dari kesalah pahaman dari para driver ojol di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

Kata kasi Humas Polsek Ujung Pandang, Bripka Suwhandi Salam menerangkan, bahwa gesekan antara ojol dengan Dishub terjadi depan restoran Es Teler 77 Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

Terjadinya kesalah pahaman yang bertempat depan Es Teler 77 telah terjadi kesalah pahaman terhadap ojol dengan anggota Dinas Perhubungan Dishub Kota Makassar sehingga terjadi pemukulan hampir mengakibatkan bentrok antara ojol dengan Dishub Kota Makassar, kata Suwandhi saat dimintai konfirmasi, pada hari Minggu dini hari.

Driver ojol yang diduga dipukul anggota Dishub bernama Alvino. Saksi menyebut, anggota Dishub tiba-tiba datang memukul kepala Alvino. Korban menurut Suwandhi awalnya meminta izin kepada Dishub untuk parkir di depan pinggir Jalan Penghibur, namun anggota Dishub Makassar melarang.

Salah satu anggota Dishub mengeluarkan kata-kata kotor sehingga korban sempat membalas kenapa bicara begitu?. Sehingga dari Dishub membalas dengan memukul helm korban dan teman Dishub yang ada sekitar lokasi merapat juga sehingga terjadi pemukulan, sambung Suwandhi.

Dari personel Polsek Ujung Pandang langsung datang ke lokasi sekitar pukul 22.40 Wita, pada hari Sabtu. Pada situasi disebut aman terkendali meski puluhan driver ojol sudah berkumpul di Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

Jumat, 08 November 2019

Kandang Babi Disemprotkan Disinferktan Guna Membasmi Wabah Kolera babi

Kandang Babi Disemprotkan Disinferktan Guna Membasmi Wabah Kolera babi

Kandang Babi Disemprotkan Disinferktan Guna Membasmi Wabah Kolera babi

Pemerintah sedang membasmi penyakit kolera babi dan pihak dari Dinas Ketahanan Pangan Serdang Bedagai atau Sergai sedang melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi peternakan babi milik warga guna memangkal penyakit kolera babi. Dengan langkah ini dilakukan untuk mengatasi mewabahnya kolera babi.

Para pemilik peternakan milik warga yang disemprot disinfektan itu antara lain berada di Desa Sei Belutu, Kecamatan Sei Bamban. Para petugas yang mengenakan pakaian khusus, menyemprotkan cairan anti kuman itu ke sekitar kandang babi milik warga.

Sedang adanya penanggulangan virus pada binatang babi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sergai, Awaluddin menyatakan, penyemprotan ini merupakan salah satu upaya mengatasi penyebaran virus kolera babi. Untuk saat ini populasi babi di Sergai mencapai 31.000 ekor, dari jumlah itu, 500 di antaranya diketahui mati akibat virus kolera babi, dan bangkainya ada yang ditemukan di sungai-sungai Bederah, Sumatera Utara.

Tadi kita sudah melakukan pengecekan di Sungai Bedagai, di sana kita menemukan setidaknya ada sepuluh bangkai babi, yang kemudian kita tanam, kata Awaluddin. Ada ribuan babi yang mati akibat mewabahnya virus hog cholera atau demam babi di 11 kabupaten dan kota di Sumut. Pada bangkai-bangkai itu sebagian dibuang peternak ke sungai. Di Medan, bangkai babi itu ditemukan di aliran Sungai Bederah dan Sungai Babura.

Rabu, 06 November 2019

Membuat Hoax Tentang Nonton Bareng Bupati Asahan Seorang Tertangkap

Membuat  Hoax Tentang Nonton Bareng Bupati Asahan Seorang Tertangkap

Membuat  Hoax Tentang Nonton Bareng Bupati Asahan Seorang Tertangkap

Pada saat ini pihak polisi berhasil menangkap seorang oknum PNS di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, WA (38). Dirinya ditangkap karena diduga menyebarkan berita bohong alias hoax di akun media sosialnya yang dirinya punya. Pada saat ini Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu menyebutkan tersangka WA merupakan PNS di RS Haji Abdul Manan Simatupang, Kisaran, Kabupaten Asahan. Dirinya ditangkap karena diduga menyebarkan hoax soal rumah dinas Bupati Asahan di akun Facebook-nya.

Adapun status yang dimaksud ialah Rumah dinas Bupati digunakan untuk memfasilitasi nonton bareng orang telanjang, yang sebenarnya menyimpang dari budaya Islam itu sendiri. Bupati Asahan mendukung putra/ putri daerah tidak boleh kemudian penghalalan segala cara dengan lain hal tadi ketika putra/ putri itu tidak beragama Islam, tentu saya tidak akan mengomentarinya. Tulisan tersebut diunggah WA di akun Facebook-nya pada 15 Oktober 2019.

Tersangka seorang PNS di RS Haji Abdul Manan Simatupang, atas posting-an itu, tersangka kita amankan di salah satu warung kopi di jalan Perintis Kemerdekaan Kota Kisaran, pada hari Senin, kata Faisal kepada wartawan, Rabu kegiatan nonton bareng memang digelar di rumah Bupati Asahan pada  tanggal 14 Oktober 2019. Namun, kegiatan itu adalah nonton bareng acara kontes dangdut Indonesia 2019 dan telah dilakukan di beberapa lokasi lain.

Pada kegiatan yang sama sebelumnya juga sudah pernah dilakukan di beberapa lokasi lain di ruang terbuka dan dihadiri oleh ratusan orang. Kegiatan tersebut adalah nonton bareng acara Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2019. Posting-an tersangka itu menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat dan tidak berdasarkan fakta, sehingga dapat menimbulkan kegaduhan di Kabupaten Asahan, sebut AKBP Faisal.

AKBP Faisal menyebut WA masih mengelak dari tuduhan itu. Namun, AKBP Faisal menyatakan polisi sudah memiliki bukti yang cukup, termasuk keterangan dari ahli bahasa. Atas perbuatannya, WA dijerat UU ITE dengan ancaman penjara 6 tahun dan/atau denda Rp 1 miliar. Terlepas dari tersangka yang masih mengelak, kita sudah bisa membuktikan dengan 2 alat bukti yang sah. Kita juga sudah meminta keterangan dari ahli bahasa. Dan mengamankan barang bukti 3 lembar hasil screenshot posting-an di akun Facebook atas nama Wahyu Adi serta satu unit HP berikut SIM card-nya, tutur Faisal.

Selasa, 05 November 2019

Kecelakaan Di Tol Paspro Seorang polisi Tewas

Kecelakaan Di Tol Paspro Seorang polisi Tewas

Kecelakaan Di Tol Paspro Seorang polisi Tewas

Salah satu mobil yang ditumpangi salah satu rombongan anggota Satreskrim Polres Jember mengalami kecelakaan di Tol Paspro (Pasuruan-Probolinggo). Pada kecelakaan itu mengakibatkan seorang anggota tewas. Seperti dari informasi yang dihimpun pada, kecelakaan yang melibatkan minibus rombongan anggota Polres Jember terjadi di KM 833 untuk tepatnya di Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Akibat kecelakaan tersebut, seorang korban dikabarkan tewas dan kemudian seorang korban lainnya mengalami luka parah pada kecelakaan tersebut. Korban tewas itu bernama Iptu Ainur Rofiq. Sedangkan yang mengalami luka parah yakni Aipda Yuda Ali.

Keduanya dikabarkan baru pulang menghadiri kegiatan lomba TPTKP dan Teknik Penangkalan di Polda Jatim, pada saat itu Kasat Lantas Polresta Probolinggo AKP Tavip mengatakan, rombongan Satreskrim Polres Jember terlibat kecelakaan setelah menabrak sebuah truk fuso di depannya.

Pada saat ini dugaan awalnya, karena sopir kendaraan yang ditumpangi anggota Polres Jember mengantuk. Kalau dalam satu mobil ada 3 orang, kata Tavip, pada hari Selasa. Lebih jauh AKP Tavip menyampaikan, pasca kecelakaan seluruh korban langsung dievakuasi ke RSUD dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo. Sedangkan kendaraan korban masih dalam proses evakuasi.

Saat ini Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera membenarkan terjadinya kecelakaan ini. Menurut Barung, rombongan pulang dari Mapolda Jatim usai mengikuti lomba olah TKP. Rombongan anggota Reskrim & Resmob Polres Jember yang baru pulang dari kegiatan Lomba TPTKP & Teknik penangkalan di Polda Jatim tadi pagi mengalami kecelakaan di ruas Tol Probolinggo Kota, kata Kombes Frans Barung kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur.

Kombes Frans Barung menyampaikan ungkapan berduka cita yang mendalam kepada keluarga yang di tinggalkan. Hingga kini, pihaknya masih melakukan penyidikan terkait penyebab kecelakaan. Kabid humas menyampaikan berita duka kecelakaan anggota dan masih kita lakukan penyelidikan laka, saat ini anggota di rs dan rumah duka, pungkasnya.

Senin, 04 November 2019

Tertipu Kerja Sama Kelapa Sawit ATM Korban Dikuras

Tertipu Kerja Sama Kelapa Sawit ATM Korban Dikuras 

Tertipu Kerja Sama Kelapa Sawit ATM Korban Dikuras

Sebanyak empat pelaku penipuan dan pencurian yang berkedok sebagai pengusaha kelapa sawit di Surabaya , jawa Timur, ini dibekuk. Dari para tersangka pada aksi kejahatannya, komplotan tersebut berhasil menguras ATM korban hingga Rp 60 juta. Keempat pelaku yang ditangkap adalah Nasir (56), Rizal (41), Yamin (45), dan Hendri (35). Seluruh pelaku diketahui berasal dari Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, dalam melakukan aksinya, para tersangka ini mempunyai peran berbeda-beda.

Kepada keempat tersangka yang kita tangkap ini mempunyai peran berbeda-beda dalam mengelabuhi korbannya, yang pertama adalah ketua kelompoknya, yang kedua yang membantu menjadi rekan bisnisnya, lalu ketiga sebagai driver dan keempat yang memantau situasi, kata Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata kepada wartawan, pada hari Senin. Dari tangan para tersangka ini kita sita sisa uang dari hasil kejahatan sebesar Rp 6 juta, handphone, ATM berisi saldo fiktif Rp 1 miliar dan sebuah mobil Toyota Rush yang digunakan para tersangka, imbuhnya.

AKBP Leonardus Simarmata menceritakan peristiwa penipuan dan pencurian itu sendiri terjadi pada hari Selasa. Sedangkan untuk modus yang dipakai adalah menawarkan kerjasama bisnis kelapa sawit dengan korban dan dua tersangka (Nasir dan Rizal) ini pura-pura saling tidak mengenal dan berkenalan dengan korban. Setelah berkenalan mereka mengaku dari Kalimantan dan Brunei Darussalam dan menawarkan kerjasama sawit, tutur AKBP Leonardus.

Para tersangka ini memulai melakukan aksinya setelah terlibat pembicaraan antara korban, salah satu tersangka mengaku sedang mencari cangkang sawit dan menawarkan kerjasama dengan keuntungan 5 persen dan untuk meyakinkan korban, salah satu tersangka ini menunjukan isi saldo ATM fiktif mereka berisi Rp 1 miliar. Mereka lalu mengaku mencari cangkang sawit dan menawarkan kerjasama dengan keuntungan 5 persen. Untuk meyakinkan korban, saudara Rizal ini memperlihatkan rekeningnya yang berisi saldo Rp 1 miliar dan korban terperdaya, terangnya.

Lalu korban percaya, lalu korban ini mengambil uang Rp 1 juta. Saat korban memasukkan kartu ATM dan menekan tombol pin-nya, untuk tersangka Rizal melihat dengan cara mengintip nomor pin yang ditombol oleh Korban, imbuhnya. Nah, usai melakukan transaksi di mesin ATM, tersangka berpura-pura menanyakan limit transfer dan meminta kartu ATM korban. Saat korban lengah kemudian tersangka menukar kartu ATM korban dengan milik tersangka.

Dari situ kemudian para tersangka menukar ATM korban dengan milik tersangka Rizal dan setelah itu mereka menguras ATM korban sampai Rp 60 juta, ujarnya. Menurut AKBP Leo, dari pengakuan para tersangka, aksi penipuan dan pencurian ini baru sekali ini dilakukan. Namun pihaknya saat ini masih terus mendalaminya.

Dari pengakuan tersangka baru kali ini akan tapi kita masih mendalami, tukas mantan Kapolres Mojokerto itu. Atas aksinya penipuan tersebut, keempat tersangka saat ini disangka Pasal 378 dan 362 KUHP sedangkan untuk ancaman penjara masing-masing yakni 4 dan 5 tahun penjara, tandasnya.

Minggu, 03 November 2019

Walikota Jakarta Utara Mempersiapkan Posko Siaga banjir

Walikota Jakarta Utara Mempersiapkan Posko Siaga banjir 

Walikota Jakarta Utara Mempersiapkan Posko Siaga banjir

Wilayah Jakarta Utara sudah mulai bersiap untuk menjelang musim penghujan. Pihak Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko mengatakan untuk saat ini sudah menyiapkan seluruh posko siaga banjir di wilayahnya sebagai bentuk antisipasi jelang musim penghujan yang akan datang.

Untuk semua posko akan siaga dari level kelurahan, kecamatan hingga kota sudah mulai diaktifkan, kata Sigit dilansir dari salah satu wartawan, pada hari Minggu.

Walikota Jakarta Utara bapak Sigit mengatakan pihaknya telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) untuk mengantisipasi genangan dan banjir di musim penghujan yang akan datang dan semua pemangku kepentingan, kata dia, sudah memahami tugas masing-masing jelang musim penghujan.

Walikota Jakarta Utara Sigit juga mengatakan, jaringan komunikasi telah dibangun oleh semua pihak sebagai antisipasi jika nanti terjadi genangan atau banjir misalnya dimana penempatan lokasi pengungsian hingga dapur umum, kata Sigit. Menurut dari Walikota Jakarta Utara Sigit potensi adanya genangan di Jakarta Utara lebih besar terjadi daripada banjir. Sebab, masih ditemukan tali-tali air yang tersumbat seperti di Kawasan Kelapa Gading.

Kami sudah antisipasi karena di wilayah itu ada proyek infrastruktur yang mungkin ada tali air yang terganggu, jelas Sigit. Dia pun menegaskan pihaknya tidak akan bekerja sendiri. Sigit mengatakan pihaknya akan mengerahkan semua potensi masyarakat melalui kerja bakti dan gotong royong. Sehingga tidak ada kendala saluran air yang mampet saat musim hujan. Sejauh ini inspeksi untuk kesiapan pompa juga dapat berfungsi dengan optimal, kata Sigit.

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah

SPG Di Kaltim Mencuri Kosmetik Hingga Ratusan Juta Rupiah Ada seorang SPG di Samarinda, Kalimantan Timur yang harus berurusan dengan ap...